Rabu, 17 Desember 2014

Bersama MB-IPB, BTPN Wisuda Nasabah Mikro



BOGOR, – Mungkin tidak banyak perusahaan perbankan yang membantu bahkan memberikan pendidikan kepada para nasabahnya untuk lebih berkarya dan berkembang dengan bekerja sama pihak akademisi.

Adalah PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) bersama dengan Manajemen Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB) yang memberikan apresiasi kepada nasabah BTPN dengan melakukan kegiatan wisuda kepada 150 nasabah.

Bertempat di IPB Convention Center, Bogor BTPN bersama MB-IPB mencoba memfasilitasi dan membuat layaknya wisuda pada umumnya namun bukan mahasiswa tetapi adalah para nasabah mikro dari bank tersebut.

Menurut Mulia Salim dari BTPN mengatakan bahwa tahun ini total nasabah yang telah mengikuti kegiatan ini mencapai sepuluh ribu nasabah namun secara simbolis kami wisudakan sekitar 300 nasabah di empat kota.

“Tahun ini total nasabah BTPN yang telah menuntaskan modul Daya mencapai 10,000 nasabah. kami melakukan wisuda secara simbolis untuk 300 nasabah di empat kota,”ucapnya.

Menurut Mulia pihaknya coba mengimplementasikan sebuah program pendampingan serta pemberdayaan kepada nasabah mereka yang dikenal dengan nama Daya. Program ini dilakukan secara terukur dan bekelanjutan di seluruh kantor cabang BTPN di Indonesia.

Mulia juga mengatakan Program Daya ini memiliki tiga pilar yaitu Daya Sehat Sejahtera, Daya Tumbuh Usaha dan Daya Tumbuh Komunitas.

Sementara itu menurut Arief Daryanto selaku Direktur Program Pascasarjana MB-IPB mengatakan bahwa para pelaku usaha mikro cenderung belum bankable dalam artinya belum adanya pengetahun atau pengelolaan keuangan yang baik hal disebabkan kurangnya kesempatan untuk mengikuti perkembangan teknologi.

“Para pelaku UMK cenderung belum bankable dalam artian belum adanya manajemen keuangan yang baik maupun kurangnya kemampuan majerial dan finansial. Kedua, kurangnya pengetahuan akan pemasaran produksi dan quality control, keuangan, dan akuntansi. Hal tersebut diakibatkan minimnya kesempatan untuk mengikuti perkembangan teknologi serta kurangnya akses pendidikan pelatihan,”ucapnya.

Arief juga menambahkan bahwa  para pelaku UKM ini tidak hanya membutuhkan akses finansial tetapi juga pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kualitas hidup.

“Mereka tidak hanya membutuhkan akses finansial, tapi juga pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kualitas hidup mereka,”ucapnya.

Selain itu, Arief juga mengatakan bahwa pelatihan ini dibuat menjadi empat modul pelatihan yaitu pemasaran, SDM, pengetahuan produk serta market intelegent.

Selain 150 pelaku UKM yang di wisuda pada hari ini (17/12) di IPB Convention Center, Bogor juga di lakukan 50 nasabah di Palembang (8/12).


50 nasabah di Banjarmasin (10 Desember 2014), 50 nasabah di Semarang (11 Desember 2014). 




Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/Lorcasz
Photo taken from Xiaomi RedMi 1S