Sabtu, 04 April 2015

Putri Anwar Ibrahim Minta Dukungan Indonesia

JAKARTA, - Permasalahan yang terjadi dengan Anwar Ibrahim tidak kunjung selesai bahkan semakin mendalam membuat sang puteri meminta dukungan kepada beberapa pihak salah satunya di Indonesia.

Hal ini dibuktikan dengan hadirnya Puteri Pemimpin Oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, Nurul Izzah di Indonesia untuk memperjuangkan demokrasi di negaranya.

Hal pertama yang dia inginkan dukungan adalah merangkul Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS)

“Semua kalau tidak kita tangani kita bisa kehilangan peluang untuk menjadi Malaysia yang adil dan multicultural,”ucapnya.

Nurul menjelaskan bahwa kunjungan ke kantor KontraS ini ini bukan terkait dengan masalah ayahnya yang dipenjara karena dituduh sodomi tetapi ini adalah simbol kriminilasi terhadap suara oposisi Malaysia bahkan awak media serta mahasiswa yang menentang kebijakan pemerintah di negaranya dibungkam dengan cara ditangkap yang berujung spenjara

“Ini bukan isu Anwar, Anwar ini simbol. Sebanyak 200 orang ditangkap, disiasati sejak pemilu 2013,”ucapnya

Nurul juga mengatakan bahwa rakyat negaranya menuntut reformasi atas negaranya sejak 1968 dan melihat Indonesia dalam waktu 17 tahun telah jauh ke depan dalam hal demokrasi.

“Dalam waktu 17 tahun di mana Indonesia telah jauh ke depan (dalam demokrasi) kami masih menunggu waktu untuk masa depan yang lebih baik,”ucapnya.

Dengan melihat perkembangan demokrasi di Indonesia Nurul pun membentuk gerakan March To Freedom untuk mencapai kebebasan berpendapat dan berdemokrasi di negaranya.

Untuk mewujudkan gerakan tersebut selain berkunjung ke Indonesia, Nurul pun bersama tim membuat petisi dalam dunia maya pada laman www.change.org/bebaskanmereka


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz