JAKARTA, - Permasalahan yang
terjadi dengan Anwar Ibrahim tidak kunjung selesai bahkan semakin mendalam
membuat sang puteri meminta dukungan kepada beberapa pihak salah satunya di
Indonesia.
Hal ini dibuktikan dengan
hadirnya Puteri Pemimpin Oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, Nurul Izzah di
Indonesia untuk memperjuangkan demokrasi di negaranya.
Hal pertama yang dia
inginkan dukungan adalah merangkul Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak
Kekerasan (KontraS)
“Semua kalau tidak kita
tangani kita bisa kehilangan peluang untuk menjadi Malaysia yang adil dan multicultural,”ucapnya.
Nurul menjelaskan bahwa
kunjungan ke kantor KontraS ini ini bukan terkait dengan masalah ayahnya yang
dipenjara karena dituduh sodomi tetapi ini adalah simbol kriminilasi terhadap
suara oposisi Malaysia bahkan awak media serta mahasiswa yang menentang
kebijakan pemerintah di negaranya dibungkam dengan cara ditangkap yang berujung
spenjara
“Ini bukan isu Anwar, Anwar
ini simbol. Sebanyak 200 orang ditangkap, disiasati sejak pemilu 2013,”ucapnya
Nurul juga mengatakan bahwa
rakyat negaranya menuntut reformasi atas negaranya sejak 1968 dan melihat
Indonesia dalam waktu 17 tahun telah jauh ke depan dalam hal demokrasi.
“Dalam waktu 17 tahun di
mana Indonesia telah jauh ke depan (dalam demokrasi) kami masih menunggu waktu
untuk masa depan yang lebih baik,”ucapnya.
Dengan melihat perkembangan
demokrasi di Indonesia Nurul pun membentuk gerakan March To Freedom untuk
mencapai kebebasan berpendapat dan berdemokrasi di negaranya.
Untuk mewujudkan gerakan
tersebut selain berkunjung ke Indonesia, Nurul pun bersama tim membuat petisi
dalam dunia maya pada laman www.change.org/bebaskanmereka
Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz