Selasa, 28 April 2015

Menpora Tantang PT LI Transparansi Keuangan

JAKARTA, - Ibarat kotak pandora, kondisi sepakbola negeri ini bukan lagi soal intrik dalam kompetisi tetapi juga soal managemen operasional dalam hal ini transparansi keuangan

Hal inilah yang membuat Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi mengajukan permintaan dan sekaligus menantang kepada PT Liga Indonesia  dalam pertemuannya dengan perwakilan 18 klub peserta Liga QNB dan sang operator PT Liga Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, PT Liga Indonesia harus menunjukkan kepada public termasuk Kemenpora soal nilai kontrak komersil dengan BV Sport dan QNB yang membuat kompetisi ini yang dulunya dikenal sebagai ISL menjadi QNB League karena mendapatkan dana segar dari Qatar National Bank Group

Selain menantang untuk membuka dan memperlihatkan dapur keuangan mereka, Menpora Nahrawi juga meminta PT Liga terbuka menjelaskan pembagian hak komersial yang akan diterima oleh klub.

“PT Liga mengadopsi prinsip perbaikan tata kelola dan transparansi. PT Liga membuka nilai kontrak komersil dengan BV Sport dan QNB, ketiga PT Liga menjelaskan kapan dan bagaimana hak klub dibayarkan sesuai jadwal yang ditentukan,”ucap Menpora.

Menpora Nahrawi menjelaskan kenapa dirinya menantang agar PT Liga transparan dan menunjukkan keuangannya untuk menguatkan stakeholder sepakbola serta melihat komitmennya dalam pemenuhan hak klub agar tidak kesulitan bagi klub itu memenuhi kewajiban mereka supaya tidak mengorbankan hak pemain, pelatih dan official.

“Jangan sampai hadiah juara, hadiah pemain terbaik, hadiah top skor dan hak klub yang lain ditunggak tanpa kejelasan. Jika hak-hak klub tidak jelas bagaimana perhitungan dan prosentasenya dan kemungkinan juga tidak jelas kapan akan dipenuhi, maka klub akan kesulitan memenuhi kewajibannya,”ucap Menpora.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz