Minggu, 26 April 2015

Jelang Eksekusi, Perancis Ikuti Jejak Australia Tebar Ancaman Diplomatik

PARIS, - Jelang pelaksanaan eksekusi mati tahap dua, Indonesia mendapatkan ancaman secara diplomatic dari salah satu negara yang warganya masuk dalam daftar tereksekusi.

Adalah Perancis yang mengikuti jejak Australia dan Brasil  tebar ancaman akan memutuskan hubungan diplomatic dengan Indonesia jika warganya yang bernama Serge Atlaoui.

Tebar ancaman ini disampaikan Presiden Perancis Francois Hollande sebagaimana dilansir sejumlah media asing.

“Jika Serge dieksekusi Indonesia akan menerima konsekuensinya, karena kami negara-negara Eropa tidak lagi menerima hukuman mati,”tegasnya.

Ancama yang disampaikan Perancis untuk dipikirkan kembali oleh Indonesia adalah menarik Duta Besar mereka di Jakarta yang dijabat Corinne Breuze serta kerja sama yang dilontarkan pada KTT G-20 November silam ikut satu paket dengan ancaman yang diberikan.

Bahkan Presiden berusia 60 tahun ini akan menemui kolega yang nasibnya sama dimana warganya akan bersiap di eksekusi, Tony Abbott dari Australia

“Kami juga akan mengambil tindakan bersama dengan negara-negara lain yang terkait dengan masalah ini seperti Australia dan Brasil untuk memastikan bahwa tidak ada eksekusi. Kami memahami bahwa Indonesia ingin memerangi perdagangan, tapi dalam kasus ini Serge Atlaoui tidak terlibat. Ia hanya bekerja di laboratorium dan dia tidak membayangkan bahwa dia bisa membuat produk (narkoba) ini dan Serge pun sama sekali tidak memiliki catatan criminal sebelumnya,”ucapnya.

Sebagai informasi, Serge Atlaoui adalah satu dari sepuluh terpidana mati kasus narkotika yang akan meregang nyawa di ujung peluru tajam eksekutor Kejaksaan Agung dan Kepolisian RI karena tindakan melakukan pembuatan dan peredaran narkotika di Indonesia.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz