Kamis, 30 April 2015

Lobby Tingkat Tinggi di Balik Tertundanya Mary Jane

JAKARTA, - Mary Jane yang sedianya akan melaksanakan hukuman matinya tiba-tiba dalam hitungan jam menuju pelaksanaan ditunda lantaran hadirnya seorang wanita yang menyerahkan diri dan mengaku sebagai otak dari tertangkapnya terpidana ini.

Penundaan ini juga tidak lepas dari adanya lobi dan negosiasi tingkat tinggi antara Presiden Filipina Benigno Aquino III dengan Presiden Joko Widodo di sela-sela KTT ASEAN di Malaysia.

Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi sebagaimana informasi yang beredar di kalangan media dimana terjadi pembicaraan antar pemimpin kedua negara

“Ada pembicaraan atau permintaan presiden Aquino di KTT ASEAN, intinya Presiden Aquino menyampaikan adanya pengakuan dari perekrut Mary Jane,”ucap Menlu Retno.

Dalam pembicaraan tersebut, Menlu Retno mengatakan Aquino memberikan presentasi kepada Jokowi soal perdagangan manusia yang terjadi di negaranya termasuk diantaranya Mary Jane.

Mary Jane Fiesta Veloso secara mengejutkan ditunda pelaksanaan hukuman matinya diujung peluru tajam eksekutor lantaran dalam hitungan jam menuju pelaksanaan tiba-tiba dari Manila tersiar kabar bahwa seorang wanita bernama Maria Kristina Sergio menyerahkan diri dan mengaku sebagai otak dibalik tertangkapnya Mary Jane di Bandara Adi Soetjipto, Sleman, Yogyakarta dengan barang bukti

Mary Jane Fiesta Veloso 30 tahun ibu dari dua putera ini tertangkap tangan memasukkan narkotika di wilayah Indonesia dengan barang bukti 2,6 kilogram heroin. Veloso ditangkap di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta pada 2010



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz