Selasa, 28 April 2015

RI-Slovakia Sepakat Fokus pada Kerja sama Ekonomi

JAKARTA, - Hubungan bilateral antara Indonesia dan Slovakia sudah terjalin dengan baik bahkan kini diperkuat dalam bidang ekonomi.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI, Dubes Dian Triansyah Djani ketika melakuikan pertemuan dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Slovakia, Lubomir Rehak bersama dengan Political Director Kementerian Luar Negeri dan Urusan Eropa Republik Slovakia dalam Forum Konsultasi Bilateral RI-Slovakia ke-4 di Jakarta

“Hubungan kerja sama politik yang telah berlangsung baik antara RI-Slowakia perlu diperkuat dengan tindak lanjut kerja sama bilateral yang konkrit, khususnya di bidang ekonomi,”ucap Dubes Dian Triansyah Djani,

Sebagaimana informasi yang diterima dari Direktorat Informasi dan Media Kemlu RI melalui email menjelaskan menurut Dubes Rehák, Slowakia memandang Indonesia sebagai mitra penting di kawasan Asia Tenggara.

Slowakia akan terus upayakan peningkatan hubungan kerja sama bilateral ekonomi dengan Indonesia di berbagai bidang, khususnya pada sektor energi, pertanian dan pertahanan.

Di sektor pertanian, kedua pihak bekerjasama dalam penelitian dan pengembangan bibit gandum tropis di Padang.

Ini merupakan contoh konkrit kerja sama bilateral yang dapat mendukung upaya ketahanan dan kemandirian pangan, yang juga merupakan salah satu prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Selain itu, kedua pihak sepakat memperkuat kerja sama ekonomi melalui peningkatan kontak antar pelaku usaha kedua negara serta kerja sama investasi Slowakia di Indonesia dan juga sebaliknya.

Kedua pihak juga sepakat meningkatkan nilai perdagangan bilateral RI-Slowakia. Dalam hal ini, Dubes Djani mendorong produk Indonesia seperti ban dan minyak sawit agar masuk pasar Slowakia

Pada pertemuan tersebut Dubes Djani menekankan bahwa Indonesia adalah pintu masuk pasar ASEAN dan merupakan peluang besar dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN. 

Sedangkan, Slowakia yang sedang menduduki presidensi kelompok negara-negara Visegrad atau V4 (Slowakia, Polandia, Hongaria dan Ceko) adalah pintu masuk pasar kawasan negara-negara tersebut dan sekitarnya.

Pihak RI dan Slowakia sepakat meningkatkan people-to-people-contact, antara lain melalui kerja sama antar universitas, program Darmasiswa, serta penyelenggaraan Dialog Lintas Agama RI-Slowakia ke-2.

Terkait hal itu, kedua pihak mengharapkan kemudahan fasilitas visa kunjungan singkat bagi Slowakia dan visa Schengen bagi Indonesia.

Dalam pertemuan, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai isu-isu regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama seperti ASEAN, Uni Eropa, dan perkembangan di kawasan Asia, Eropa Tengah dan Timur, serta Timur Tengah.

Di samping itu, kedua pihak juga saling mendukung untuk pencalonan di berbagai organisasi internasional, termasuk pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020.

Sebagai informasi, hubungan diplomatik Indonesia dan Slowakia dibuka sejak 1 Januari 1993 dan peningkatan hubungan bilateral kedua negara ditandai dengan kunjungan Presiden Slowakia ke Indonesia pada tahun 2011.

Investasi Slowakia di Indonesia pada 2010-2014 tercatat sebanyak 12 proyek. Dalam rangka meningkatkan kerja sama ekonomi, kedua negara telah mengadakan Sidang Komisi Bersama (SKB) sebanyak 3 kali dan Business Round Table (BRT) sebanyak 8 kali. SKB terakhir dilaksanakan pada 2 Desember 2013 secara back-to-back dengan BRT ke-8 dan menghasilkan penandatanganan beberapa MoU antar pelaku usaha swasta (Direktorat Eropa Timur dan Tengah).

Sebagai catatan, nilai perdagangan bilateral RI-Slowakia pada 2014 tercatat USD 29,91 juta dengan surplus di pihak Indonesia sebesar USD 4,94 juta.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz