JAKARTA, - Universitas, perusahaan dan pemerintah
Belanda dan Indonesia telah bekerjasama dalam Living Lab Logistics selama 2
tahun. Inisiatif triple-helix yang inovatif ini menghubungkan perusahaan dan
pemerintah dengan universitas di kedua negara melalui mahasiswa, dosen dan
peneliti yang mengaplikasikan keahlian mereka di bidang logistik terhadap
tantangan riset di dunia nyata.
![]() |
Nuffic | Neso Indonesia |
Sebagaimana informasi yang
diterima dari Inty Dienasari melalui email mengatakan acara yang diadakan di
Erasmus Huis Jakarta, telah diluncurkan buku tahunan yang kedua beserta rencana
untuk memperluas cakupan Living Lab ke sektor air.
Living Lab Logistics sendiri
sangat produktif di tahun 2014. Tahun lalu sebanyak 21 organisasi rekanan dari
Indonesia dan Belanda berpartisipasi di berbagai aktivitas. Frits Blessing,
koordinator Living Lab Logistics memberikan contoh hasil nyata proyek ini
“Di PT Ollop, perusahaan ekspor rempah-rempah
dari Indonesia, kita sudah melihat kerjasama tim mahasiswa Indonesia dan
Belanda dalam proyek evaluasi rantai suplai (supply chain)
Ambon-Surabaya-Rotterdam. Hasil penelitian mereka menghasilkan perbaikan
langsung di proses bisnis perusahaan dan wawasan baru di Pelindo 3,”demikian
informasi yang diterima
Menurut Mervin Bakker selaku
direktur Netherlands Education Support Office, dalam pidatonya menyebutkan
bahwa kegiatan ini telah menginspirasi rencana untuk mengembangkan sektor lain
yaitu air.
kesuksesan Living Lab
Logistics telah menginspirasi rencana untuk mengembangkan sektor lain. Salah
satu sektor yang langsung terpikirkan adalah air, karena manajemen air adalah
agenda penting bagi Indonesia dan Belanda dan ada banyak pengalaman serta
keahlian yang bisa dibagikan di dunia kerja dan akademis Minggu ini sebuah misi
eksplorasi oleh tiga universitas ilmu terapan Belanda (Zeeland, Rotterdam, Van
Hall Larenstein) mengunjungi Indonesia untuk bertemu dengan calon rekan-rekan
akademisi seperti UI, ITS dan UNNISULA, serta pihak-pihak lain dari sektor
publik dan swasta,”ucapnya
Nuffic | Neso Indonesia |
Buku tahunan 2014 diserahkan
kepada Ibu Tri Sundari, Wakil Direktur Kerjasama Internasional dari Kementerian
Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dirinya sangat mengapresiasi inisiatif
Living Lab karena mendukung internasionalisasi perguruan tinggi yang terlibat
dalam pengembangan lebih lanjut.
“Kami sangat mendukung
inisiatif Living Lab karena mendukung internasionalisasi perguruan tinggi yang
terlbat, pengembangan lebih lanjut dari agenda riset terapan dan mempererat
hubungan antara perguruan tinggi, perusahaan serta pemerintah Indonesia dan
Belanda. Belum lama ini Bapak Mohamad Nasir, Menteri Riset, Teknologi dan
Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, bertemu dengan delegasi Belanda di
Jakarta untuk mendiskusikan kerjasama bilateral di bidang pendidikan tinggi dan
riset secara umum dan Living Lab secara khusus,”ujarnya
Sebagai informasi. Living
Lab Logistics digerakkan oleh tiga perguruan tinggi Belanda (HAN, NHTV dan
Rotterdam University of Applied Sciences) dan empat perguruan tinggi Indonesia
(ITB, ITS, UGM dan Trisakti).
![]() |
Dok. Nuffic | Neso Indonesia |
Organisasi pemrakarsa
inisiatif ini adalah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dinalog,
EP-Nuffic dan dari sektor korporat Samudera Indonesia, Pelindo II, Port of
Rotterdam dan Witteveen+Bos.
Dalam kelanjutannya, PT
Ollop, Agronic, PTC+ dan Pelindo III dan IV turut bergabung, menandai fase baru
perkembangan Living Lab Logistics.
Di dalam Living Lab ada tiga
siklus aktivitas tahunan. Siklus aktivitas pertama terdiri dari proyek riset
oleh mahasiswa Indonesia dan Belanda di perusahaan, berdasarkan kasus-kasus
nyata.
Di siklus kedua, hasil
penelitian mahasiswa digunakan sebagai titik awal riset terapan, percontohan
dan purwarupa oleh para peneliti di perguruan tinggi yang terlibat. Siklus
ketiga bergerak di seputar penyebaran hasil riset terapan ke komunitas logistik
yang lebih luas.
Kontak Blog >
ervanca@Gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz