Tampilkan postingan dengan label Charlie Hebdo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Charlie Hebdo. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Februari 2015

Pasca Aksi Denmark, Perancis Siaga

PARIS, - Pasca terjadinya dua aksi teror di Denmark membuat sebagian wilayah Eropa meningkatkan status keamanan mereka, salah satunya adalah Perancis.

Perancis meningkatkan status keamanan negaranya menjadi “sangat tinggi” pasca terjadinya serangan di Denmark.

Ilustrasi - Istimewa
Kepastian meningkatnya status keamanan ini disamapaikan Perdana Menteri Perancis, Manuel Valls dalam wawancarar  radio RTL dengan mengatakan telah mengerahkan sekitar 10 ribu personel militer untuk melindungi tempat-tempat umum.

Selain itu juga merekrut ribuan orang untuk mendukung kerja intelijen yang sudah berjalan sejak serangan Charlie Hebdo Januari lalu.

“ Kami akan memperpanjang langkah-langkah ini selama diperlukan selama ancaman tetap begitu tinggi,”ucapnya.

Valls juga menyerukan kepada komunitas Yahudi di Perancis untuk tetap tinggal walau Perdana Menteri Israel menyerukan agar warganya kembali ke negaranya.

“Pesan saya kepada orang-orang Yahudi Perancis adalah Perancis merasa sakit seperti anda semua dan Perancis tidak ingin anda pergi,”ucapnya

Sementara itu, petugas kepolisian Perancis membuka penyelidikan setelah mendapatkan laporan lebih dari 200 nisan dipemakaman Yahudi dekat kota timur laut Strasbourg dirusak.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Minggu, 18 Januari 2015

Perancis Bela Kebebasan Eksperesi

PARIS, - Disaat banyak pengunjung rasa anti Charlie Hebdo bertebaran di negara lain membuat Perancis pun angkat bicara dan mengatakan tidak mengerti tentang keterikatan antara Perancis dengan kebebasan berbicara.

Hal ini disampaikan Presiden Perancis, Francois Hollande ketika dalam kunjungan ke kota Tulle, Perancis Selatan
Ilustrasi - Istimewa

“Kami telah mendukung negara-negara ini dalam perang melawan terorimes, saya ingin menyatakan solidaritas (dengan mereka) tetapi pada saat yang bersamaan Perancis memiliki prinsip dan nilai, terutama kebebasan berekspresi,”ucapnya.

Ucapan Hollande sendiri terkait dengan edisi terbaru majalah Satire Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur Nabi Muhammad yang berakibat bentrokan berdarah di sejumlah negara Islam seperti Nigeria, Pakistan dan Aljazair.

“Ada ketegangan di luar negeri,  di negara dimana warganya tidak mengerti keterikatan kami dengan kebebasan berbicaya, kami telah melihat aksi protes itu, dan saya tegaskan bahwa di Percansi semua agama di hormati,”ucapnya.

Terkait dengan situasi ini, Presiden Perancis pun mendapatkan positif dari segi politik dan pemilih yang mana para pemilih memandang cakap dalam mengatasi masalah ini.

Dalam jajak pendapat, popularitas Hollande naik menjadi 34 persen dari 24 persen sebelum serangan mematikan tersebut.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Rabu, 14 Januari 2015

Charlie Hebdo Habis Terjual di Paris

PARIS, - Pasca serangan mematikan ke kantornya, media Charlie Hebdo meluncurkan terbitan perdananya yang ternyata habis dalam hitungan menit.

Sebagaimana dilansir dari media setempat, banyak warga Perancis yang mengantre untuk membeli majalah ini dengan sampul karikatur Nabi Muhammad sedang menangis yang dicetak dalam jutaan eksemplar.

Edisi kali ini sangat berbeda dalam pencetakannya jika melihat beberapa edisi yang hanya dicetak sektiar 60 ribu eksemplar saja.

Dalam edisi perdana ini redaksi majalah tersebut menuliskan tentang bel Gereja Notre Dame yang dibunyikan untuk mengenang serangan ini adalah hal terlucu.

“Yang paling lucu adalah ketika bel gereja Notre Dame dibunyikan untuk mengenang kita,”ucapnya.

Sementara itu, Rektor Masjid Bordeaux, Tareq Oubrou mengatakan  kepada stasiun televisi BFM-TV agar umat muslim di kawasan tersebut untuk tidak bereaksi berlebihan atas karikatur edisi perdana.

“Saya pikir nabi Islam tidak memerlukan reaksi bodoh atau berlebihan. Kebebasan selalu mengandung kelemahan dan kita harus menerimanya,”ucapnya.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Senin, 12 Januari 2015

Menguak Teka-Teki Perancis Jadi Sasaran Militan

PARIS, - Semua orang tahu bahwa Perancis adalah negara yang penuh cinta, gaya berpakaian modis dengan mereka mahal, cara bicara yang mendayu-dayu tiba-tiba menjadi sasaran dari aksi terror mengatasnamakan agama.

Inilah Perancis di awal tahun 2015 dibuka dengan penyerangan secara membabi buta ke kantor majalah Charli Hebdo pada Rabu (7/1) waktu setempat hingga yang terakhir penyanderaan di sebuah toko Hyer Cacher.

Apakah Perancis yang selama ini dikenal bagus ternyata menyimpan sumbu yang siap diledakkan seperti saat ini.

Sejumlah penggiat anti terror yang suaranya dikutip banyak media mengatakan banyak hal yang melatarbelakangi kenapa Perancis menjadi sasaran dari kegiatan ini. Hal yang utama adalah soal tindakan media tersebut yang bagi sebagaian golongan merasa terhina.

Namun yang janggal dan tidak masuk akal adalah kenapa tindakan itu baru dikerjakan sementara issu heboh tersebut sudah muncul pada beberapa tahun lalu yang sekarang tidak ada hembusannya

Namun ada juga yang mengatakan bahwa tindakan ini dilihat dari sudut pandang yang digunakan mungkin inilah kerja para militant dimana kelompok ekstrimis lainnya hanya bisa teriak-teriak tetapi tidak ada aksi justru kelompok lain tanpa banyak gaya langsung memulai aksinya seperti yang terjadi beberapa minggu ini.

Walau dalam aksi penyerangan ke kantor media Charlie Hebdo sendiri salah satu pelaku melakukan kesalahan konyol dengan meninggalkan kartu identitas dalam kendaraan untuk melarikan diri.

Issu ini pun akan menjadi kekhawatiran semua orang terutama komunitas muslim tersebut jika ini diartikan dan dimanfaatkan sejumlah kelompok sayap kanan yang sangat anti Islam dan bisa menimbulkan gesekan-gesekan.

Namun yang pasti adalah serangan yang terjadi dalam satu pekan ini adalah bukti dari kelemahan kerja badan intelijen Perancis yang tidak siap untuk merima serangan terori serta tidak menindaklanjuti data yang dikeluarkan oleh Imigrasi dimana Kouachi bersaudara pernah keluar dari negeri itu dan berlatih dengan Al Qaidah.





Seperti diketahui setelah penyerangan Charlie Hebdo, Perancis diguncang sejumlah serangan bom pada Kamis (8/1) waktu setempat yaitu di toko kebab di sebelah masjid pusat kota Villefrance-sur-Saone dekat Lyon walau dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa.

Sementara itu di hari yang sama juga terjadi baku tembak di kawasan Montrouge, Paris Selatan yang diduga dilakukan oleh Amedy Coulibaly yang menewaskan seorang polisi wanita tewas.

Amedy Coulibaly sendiri harus merasakan timah panas aparat polisi Perancis ketika melakukan penyaderaan di toserba milik Yahudi, Hyper Cacher di Porte de Vincennes, Paris Timur pada Jumat (9/1) waktu setempat dimana empat sandera tewas dan 15 orang lainnya selamat.

Namun kekasih Amedy, Hayat Boumeddiene melarikan diri dengan membawa senjata api dan dalam pengejaran polisi.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcaszs

Minggu, 11 Januari 2015

Pemimpin Dunia Ikut Aksi Solidaritas

PARIS, - Sejumlah pemimpin dunia akan bergabung bersama ratusan ribu warga Perancis dalam aksi damai solidaritas dalam menghormati para korban yang tewas akibat berbagai serangan dalam satu minggu terakhir.

Informasi yang beredar, Kanselir Jerman, Angla Merkel, Perdana Menteri Italia Matteo Renzi serta Perdana Menteri Inggris, David Cameron akan bersama berbaris dengan Presiden Perancis Francois Hillande, PM Turki Ahmet Davutoglu serta PM Israel Benjamin Netanyahu.

Selain itu para pemimpin negara kawasan Arab dan Muslin kabarnya juga akan ikut pawai ini yang akan dimulai pada pukul 3 sore waktu setempat dan dilakukan dalam suasana hening.

Reuters

Menurut Perdana Menteri Perancis Manuel Valls mengatakan kejadian ini akan menjadi manifestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya  dan menunjukkan kekuatan serta martabat rakyat Perancis dengan meneriakkan kecintaan mereka akan kebebasan dan toleransi.

“Ini akan menjadi manifestasi belum pernah terjadi sebelumnya yang akan ditulis dalam buku-buku sejarah. Ini menunjukkan kekuatan dan martabat rakyat Perancis yang akan meneriakkan kecintaan mereka akan kebebesan dan toleransi,”ucapnya.

Untuk pengamanan sendiri, menurut Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazenueve mengatakan akan menempatkan polisi berpakaian sipil yang bertugas untuk melindungi tokoh-tokoh bersama dengan penempatan penembak jitu  pada atas sepanjang rute dari Kawasan Place dela Republique menuju Place de la Nation di Paris.

“Semuanya akan dilakukan untuk memastikan bahwa mereka yang ingin datang ke pertemuan ini dapat melakukannya dengan aman,”ucapnya.

Setidaknya Paris harus kehilangan tujuh belas orang yang terdiri dari jurnalis, polisi serta warga sipi yang tewas dalam serangkaian serangan terror dimulai dari Kantor Media Charie Hebdo pada Rabu (7/1) kemudian berlanjut hingga drama penyaderaan di sebuah swalayan kawasan Paris pada Jumat (9/1) waktu setempat.



Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Sabtu, 10 Januari 2015

Amerika Janjikan Bantuan Kepada Perancis

WASHINGTON DC, - Terkait dengan peristiwa penyerangan kantor media Charlie Hebdo yang berujung kematian tragis dua kakak-beradik penyerang membuat Amerika menawarkan bantuan kepada Perancis.

Sebagaimana dilansir dari media setempat Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mendukung Perancis yang disebutnya sekutu terlama Amerika dalam melawan ancaman militant Islamis.

“Saya ingin rakyat Perancis tahu bahwa Amerika membela anda semua sekarang dan di masa datang,”ucap Obama di Tennessee.

Obama menambahkan ketika serangan mematikan itu terjadi pihaknya mengerahkan semua operasi intelijen untuk memberi dukungan apapun yang diperlukan sekutu kami dalam menghadapi tantangan ini.

“Ketika serangan keji itu terjadi, kami mengerahkan semua operasi intelijen kami untuk memberi dukungan apapun yang diperlukan sekutu kami dalam menghadapi tantangan ini,”ucapnya.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry setelah menuliskan buku ucapan duka cita di Kedutaan Perancis mengatakan dirinya menyampaikan hormat kepada para korban yang tewas dan selamat untuk pasukan keamanan Perancis.



Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Mengenal AQAP, Dibalik Serangan di Paris

PARIS, - Dalam waktu tiga hari Perancis diguncang serangan mematikan yang tidak pernah terpikirkan oleh siapapun bahkan menimbulkan korban jiwa cukup banyak.

Banyak kalangan mengatakan sosok dibalik serentetan kejadian mematikan di kawasan Pusat Ibukota Perancis, Paris ada kaitan dengan jaringan Al Qaidah yang berada di semenajung Arab yang dikenal dengan AQAP.

Hal ini terbukti dengan pengakuan dari salah satu pelaku penyerangan kantor Charlie Hebdo, Said Kouachi (34) yang mengaku kalau dirinya pernah berlatih dengan AQAP di Yaman selama beberapa bulan dan juga bertemu dengan pemipin organisasi tersebut, Anwar al-Awlaki sebelum meninggal pada tahun 2011 lalu.

Lantas apa dan siapakah AQAP itu ? AQAP sendiri adalah organisasi pecahan dari Al-Qaidah yang dibentuk pada 2009 yang bermarkas di kawasan Yaman Selatan.


AQAP sendiri oleh Al Qaidah dilarang beroperasi di kawasan Saudi selama tiga tahun sejak pemimpin kelompok ini Osama bin Laden tewas dalam pertempuran dengan Amerika Serikat.

Sejumlah “prestasi” ditorehkan kelompok ini untuk bisa dikenal dunia yaitu pada Natal 2009, mencoba membom sebuah pesawat dengan tujuan Amerika Serikat namun sialnya alat peledak yang digunakan tidak aktif.

Selain itu pada tahun 2010 kelompok ini menyatakan bertanggung jawab atas beberapa serangan di Yaman antara lain bom bunuh diri pada bulan April dengan sasaran Duta Besar Inggris, namun usaha ini tidak membuah hasil maksimal karena tidak ada korban jiwa maupun luka.

Kelompok ini juga tidak henti menebarkan terror kali ini pada 2010 menyatakan bertanggung jawab atas upaya pengiriman dua paket angkutan udara yang mengandung bom ke Amerika Serikat namun bom tersebut ditemukan di pesawat di kawasan Inggris dan Dubai.

Setelah serangkaian terror tidak membuahkan hasil maka para 21 Maret 2012 kiprah mereka tidak lagi dianggap isapan jempol karena lewat seorang tentara dengan sabuk peledak melakukan bunuh diri terhadap rekan militernya yang tengah mempersiapkan latihan parade untuk Hari Kesatuan Yaman.

Dari usaha bom bunuh diri ini mengakibatkan lebih dari 120 orang tewas dan 200 lebih terluka, peristiwa ini menjadi kejadian paling mematikan sepanjang sejarah Yaman.

Kemudian pada 2012, kelompok ini berbuat ulah disaat menyatakan mundur dari kawasan Yaman Selatan dengan menanam ranjau darat yang menewaskan sekitar 73 warga sipil namun pemerintah setempat berhasil mengamankan 3,000 ranjau darat yang tersebar di Zinjibar dan Jaar.

Pada 5 Desember 2013 kelompok ini kembali menebar terror dimana melakukan serangan terhadap Kementerian Pertahanan Yaman di pusat kota Sana’a dengan beberapa bom dan senjata yang mengakibatkan 56 orang tewas.

Serangan ini pun ditayangkan pada stasiun televisi setempat menunjukkan serangan organisasi tersebut menuju ke rumah sakit yang berada dalam komplek kementerian, akibat tindakan ini pemimpin mereka, Qassim al-Raimi meminta maaf lewat video dengan alasan serangan tersebut dilakukan bukan perintah dirinya tetap inisatif anak buahnya.

Sebelum melakukan terror di Perancis, kelompok ini melakukan pertempuran dengan tentara Yaman pada 9 Mei 2014 berawal dari sebuah kendaraan yang menyerang gerbang istana.

Oleh pemerintah Yaman, melalui Menteri Luar Negeri Yaman menyatakan kelompok ini sudah beranggotakan 3000 orang dan sampai sekarang pun tidak tahu sudah berapa perkembangannya.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/Lorcasz


Jumat, 09 Januari 2015

Dua Pelaku Penyerangan Charlie Hebdo Tewas

PARIS, - Dua orang pelaku penyerangan kantor majalan Charlie Hebdo akhirnya berujung maut dalam pengepungan polisi yang berlangsung di Kota Dammartin-en-Goele.

Dua orang kakak-beradik Said Kouachi dan Cherif Kouachi harus meregang nyawa di ujung peluru tajam aparat kepolisian setelah terjadi baku tembak serta ledakan disekitar lokasi.

Kepastian tewasnya dua kakak-beradik Kouachi ini disampaikan Walikota Othis, Bernard Corneille yang juga tersebar melalui media setempat.

Sementara itu Jurubicara Kementerian Dalam Negeri Pierre Henri Brandet dalam laman twitternya menyatakan tim negosiasi dari kepolisian mencoba menghubungi para pelaku namun Kouachi bersaudara menyatakan siap untuk tewas sebagai martir.




Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Kamis, 08 Januari 2015

Pemimpin Dunia Kecam Serangan Perancis

PARIS, - Sejumlah pemimpin negara dunia mengecam akan penyerangan kantor media Charlie Hebdo Paris pada Rabu (7/1) waktu setempat.

Presiden AS, Barrack Obama mengatakan pihaknya mendukung rakyat Perancis setelah perbuatan tidak terpuji ini dengan mengatakan bawa teroris sangat membenci yang namanya kebebasan terutama kebebasan pers.

Sementara itu dari Roma, Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi memberikan penghormatan kepada Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Perancis untuk Roma dengan mengatakan bahwa penembakan Paris itu sebuah serangan terhadap kebebasan dunia.



Tetangga dekat Perancis, Inggris dan Jerman melalui PM David Cameron serta Kanselir Merkel mengatakan serangan tersebut sangat terkutuk dan memuakkan.

Sementara itu dari kawasan Pasific, Perdana Menteri Australia, Tony Abbot mengatakan serangan itu sebagai kekejian yang mengerikan tetapi kejadian seperti itu diperkirakan bakal terjadi lagi karena militant Negara Islam-ISIS telah menyatakan perang terhadap dunia.

Sedangkan dari Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) New York, Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon mengatakan tindakan itu adalah kejahatan keji tidak dapat dibenarkan dan berdarah dingin dengan maksud memecah belah.

Tetapi Sekjen Ban mengatakan dengan kejadian di Paris, dunia tidak boleh terjerumus dalam perangkap tersebut.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Pasca Charlie Hebdo, Inggris Siaga Satu

LONDON, - Pasca terjadinya kejadian terror di Perancis pada Rabu (7/1) waktu setempat, membuat pemerintah Kerajaan inggris memutuskan meningkatkan keamanan kawasan terutama fokus pada pelabuhan dan pos perbatasan yang dekat dengan Paris.

Hal ini disampaikan Menteri Dalam Negeri Inggris, Theresa May bahwa pihaknya telah menerapkan pengamanan ekstra yang tidak terkait dengan intel serta tingkat kewaspadaan tidak diubah karena sudah ditetapkan pada level kedua sebelum kejadian Perancis terjadi.

“Setelah serangkaian serangan, kami mengambil langkah pencegahan sejak kemarin dengan meningkatkan keamanan di perbatasan Perancis-Inggris, petugas pengaman perbatasan, polisi dan organisasi lain yang beroperasi di perbatasan Inggris meningkatkan pemeriksaan pada penumpang, kendaraan dan barang-barang yang berasal dari Perancis dan negara Eropa lainnya,”ucapnya

Sementara itu Juru Bicara Perdana Menteri David Cameron mengatakan peningkatan keamanan di tempat –tempat pemeriksaan negaranya yang terletak di pelabuhan Calais, Perancis dan stasiun kereta Eurostar di Paris sebagai contoh ketika mengatakan pihaknya telah mengirimkan pakar kontra terorisme dari kepolisian ke negara Perancis.

Selain itu Jubir PM Cameron mengatakan pihak polisi siap berbicara dengan media Inggris yang khawatir dengan keamanan kantor mereka.




Kontak Blog > ervanca@Gmail.com
Twitter.com/Lorcasz. 

Perancis Tetapkan Tiga Hari Berkabung Nasional

PARIS, - Terkait dengan peristiwa penyerangan membabi buta pada kantor majalah Charlie Hebdo, Presiden Perancis menginstruksikan hari berkabung nasional selama tiga hari dan memerintahkan seluruh gedung pemerintahan mengibarkan bendera setengah tiang atau diikat dengan kait hitam.

Selain itu dalam pernyataan resmi, Presiden Hollande menyerukan persatuan rakyat yang menurutnya sebagai senjata terbaik serta memuji keberanian Charlie Hebdo dalam menjunjung kebebasan pers.

“Tidak ada yang bisa memisahkan kita, jangan ada yang memisahkan kita, kebebasan akan lebih kuat dibanding sikap barbar. Melalui pengaruh dan sikap independen majalah ini telah menyentuh generasi ke generasi di Perancis, kami akan terus mempertahankan pesan kebebasan ini atas nama mereka, ”ucap Hollande.

Seperti diketahui, tiga orang melakukan penyerangan kantor media Charlie Hebdo yang menewaskan 12 aorang termasuk Pemimpin Redaksinya Stephane Charbonnies serta koleganya kartunis Jean Cabut, Georges Wolinski dan Bernhard Verlhac.

Selain menewakan kartunis dan pemimpin redaksi, dua aparat polisi juga menjadi korban dari aksi barbar tersebut.

Polisi sejauh ini sudah mengidentifikasi para pelaku dua diantaranya adalah kakak-beradik, Said Kouachi berusia 34 tahun dan Cherif Kouachi (32) serta pemuda berusia 18 tahun bernama Hamyd Mourad.

Mourad sendiri saat ini sudah menyerahkan diri ke Polisi sedangkan dua tersangka masih dalam pencarian polisi dengan kategori sangat berbahaya karena masih memegang senjata.



Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Indonesia Kecam Penyerangan Kantor Media

JAKARTA, - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri  Retno Marsudi mengecam akan serangan teroris ke Kantor Majalah Charlie Hebdo di Paris, Perancis, Rabu (7/1) waktu setempat.

Hal ini disampaikan Menlu Retno dalam Pidato Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI 2015 di Kementerian Luar Negeri, Pejambon, Jakarta.

“Duka cita yang mendalam kami sampaikan kepada keluarga korban,”ucap Menlu Retno.

Menlu Retno juga sudah menerima laporan dari KBRI Paris serta KJRI Marseille dan dinyatakan tidak ada WNI yang menjadi korban dari kejadian mengerikan tersebut.

“Kemarin sore saya menerima kabar serangan ini dari KBRI di Paris dan KJRI di Marseille dan mereka sudah memeriksa tidak ada WNI, yang dilakukan oleh kedutaan kita hanya memberikan warning kepada warga kita yang tinggal di sana dan telah memberikan nomor hotline supaya jika dibutuhkan sewaktu-waktu mereka dapat menghubungi kami,”ucapnya.

Selain Indonesia, negara-negara kawasan Arab dan Timur Tengah juga mengecam atas tindakan brutal yang terjadi di Paris.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Tragedi Charlie Hebdo, Sepakbola Perancis Beri Penghormatan Khusus

PARIS, - Dunia sepakbola Perancis akan melakukan penghormatan khusus berupa mengheningkan cipta selama satu menit sebelum pertandingan dimulai di setiap divisi.

Salah satu yang sudah dilakukan antara pertandingan Ligue 1 antara Lille kontra Evian di Stadion Pierre Mouroy pada Rabu (7/1) waktu setempat untuk menghormati para korban penyerangan kantor media Charlie Hebdo.

Sebagaimana dilansir media setempat, momen ini berlangsung selama satu menit yang dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Perancis, La Marseillaise.

Terkait dengan peristiwa Charlie Hebdo, Presiden Lille, Michael Seydoux dalam pernyataan resminya pihaknya merasakan kesedihan yang mendalam.




“Menyusul insiden menyeramkan penampakan di Charlie Hebdo, Presiden Lille Michel Seydoux dan Klub Lille mengungkapkan kesedihan yang mendalam,”demikian pernyataan resmi klub.

Sementara itu Kapten Tim Lille, Rio Mavuba dalam akun twitternya mengatakan mempertanyakan yang terjadi di dunia saat ini dan mengirimkan doa dan pikirian dirinya kepada keluarga korban

“Apa yang terjadi dengan dunia ini ? Doa dan pikiran saya untuk korban dan keluarga yang ditinggalkan,”kicau sang kapten.

Asosiasis Sepak Bola Profesional Perancis (LFP) dalam keterangannya kegiatan mengheningkan cipta akan dilakukan di seluruh pertandingan mulai dari Ligue 1 dan Ligue 2 pada akhir pekan ini serta para pemain akan mengenakan kain hitam sebagai tanda berduka



Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Pasca Charlie Hebdo, Paris Siaga Satu

Paris, - Pasca terjadinya penyerangan secara membabi buta kepada kantor majalah Charlie Hebdo, kawasan Paris dijaga ketat sejumlah petugas bersenjata.

Sebagaimana diberitakan media setempat, sejumlah tempat seperti pusat perbelanjaan terbesar di kawasan tersebut, Galeries Lafayette dijaga petuga keamanan

Pemerintah Perancis sejauh ini telah meningkatkan status waspada ke level tingkat tinggi setelah kejadian ini salah satunya menugaskan sekitar 500 aparat kepolisian di seluruh kota.

Selain itu Kementerian Dalam Negeri Perancis, juga meningkatkan keamanan khususnya objek wisata, tempat ibadah serta kantor media dengan menempatkan beberapa aparat tentara dan keamanan dengan sangat ekstra.

Perintah kementerian dalam negeri bisa dilihat dengan menempatkan petugas keamanan dan tentara di kantor Le Monde dan AFP.

Sarana pendidikan pun tidak luput dari penjagaan ketat yang diberikan negara.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Kecaman dan Dukacita Selebritis terhadap Charlie Hebdo

PARIS, - Kecaman, simpati dan duka cita tidak hanya datang dari para pemimpin dunia tapi juga dari kalangan selebritis dunia yang mencoba menuliskan perasaan mereka terhadap apa yang terjadi.

Seperti penyanyi You Raise Me Up, Josh Groban lewat kicauan di laman twitternya yang menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap korban aksi tersebut.


Selain menuliskan duka citanya di akun twitternya, penyanyi ini juga me-retweet beberapa berita yang diambil dari AFP tentang persatuan rakyat Perancis yang bereaksi terhadapa aksi penembakan tersebut dan tidak lupa menambahkan tagar (tanda pagar-hastag) #JeSuis Charlie dan #CharlieHebdo.

Lain Josh Groban lain juga dengan Nicky Minaj yang peduli dengan apa yang terjadi di Perancis melalui akun twitternya dia pun me-retweet berita tentang peristiwa tersebut.

Bahkan dia komentar soal kejadian ini, namun hanya sekali saja penyanyi yang selalu tampil sensual ini menaruhkan beberapa berita tentang Charlie Hebdo dimana selebihnya dirinya mempromosikan album terbarunya.

Sementara itu, Band One Republik pun ikut bersimpati atas kejadian ini lewan akun twitternya dengan menuliskan So Sory to the people of France for what happened today in Paris. Scary & heartbreaking.

Ucapan yang sederhana ini mampun di retweet lebih dari tiga ribu kali oleh para penggemarnya di seluruh dunia bahkan juga difavoritkan hampir 2,700 orang.

Bahkan dari kicauan ini pun berbalas ucapan dengan komentar serta bertanya soal kejadian ini namun ada juga yang mengucapkan terima kasih.



Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Negara Kawasan Timur Tengah Kecam Penyerangan Charlie Hebdo

PARIS, - Rasa simpati, kecaman mulai berdatangan dari luar Perancis terkait aksi barbar terhadap kantor media Charlie Hebdo termasuk dari negara-negara muslim di kawasan Jazirah.

Sebagaimana dilansir dari media setempat pemerintah kerajaan Saudi mengatakan serangan tersebut sama sekali tidak ada dalam ajaran agama Islam

“Itu adalah serangan teroris pengecut yang ditolak oleh agama Islam yang sebenarnya,”demikian pernyataan dari pemerintah Kerajaan Saudi.

Apa yang dikatakan oleh pemerintah Kerajaan Saudi senada oleh Jordania, Maroko, Aljazair, Qatar, Bahrain dan Iran.

Dimana Kementerian Luar Negeri Qatar dalam sikapnya selain menyampaikan duka cita kepada keluarga korban juga mengatakan penyerangan tersebut telah melanggar seluruh nilai dan prinsip etika serta kemanusiaan

Uni Emirat Arab pun mengecam tindakan tersebut dan menyerukan adanya kerja sama komunitas internasional lintas lini dalam memberantas terorisme dengan tujuan meresahkan serta keamanan yang tidak stabil.

Sebuah lembaga ulama Perancis yang menaungi sekitar 250 organ muslim, Union des Organisations Islamiques de France mengutuk tindakan para penyerang dengan mengatasnamakan Islam serta mengklaim telah membalaskan dendam Nabi karena perbuatan media tersebut yang menghina.

Sedangkan menurut Sekretaris Jenderal Organisasi Dewan Kerjasama Teluk, Abdullah bin Rashid Al-Zayani dalam sikapnya mengatakan bahwa penyerangan tersebut bertentangan dengan ajaran Islam yang toleran dan menjunjung nilai kemanusiaan.

Seperti dituliskan di blog ini Kantor Media Charlie Hebdo diserang tiga orang pada Rabu (7/1) siang waktu setempat dengan menewaskan sekitar 12 orang termasuk Pemred serta kartunis dan aparat kepolisian.

Adapun dua pelaku masih dalam pengejaran dengan kategori berbahaya karena masih membawa senjata api, serta satu orang sudah menyerahkan diri kepada kepolisian setempat.


Kontak blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Paus dan Presiden Putin Kecam Penyerangan Charlie Hebdo

VATICAN CITY, - Pemimpin tertinggi umat Katholik Paus Fransiskus mengutuk akan serangan terhadap Kantor Media Charlie Hebdo di Paris dan menyerukan semua orang untuk menghentikan penyebaran kebencian.

Kecaman keras Paus ini disampaikan Jurubicara Vatikan, Romo Federico Lombardi terkait dengan peristiwa yang menyebabkan 12 orang tewas.

“Bapa Suci mengungkapkan kecaman kerasnya atas serangan mengerikan itu,”ucap Juru Bicara Vatikan.

Paus juga menyerukan semua orang untuk menentang setiap cara menyebarkan kebencian karena sangat merusak dasar hidup berdampingan secara damai selain perbedaan agama, kebangsaan dan budaya.

“Apapun alasannya, kekerasan adalah keji dan tidak dibenarkan,”ucap Juru Bicara tersebut.
Paus pun ikut dalam berdoa dan berbelasungkawa terhadap para korban yang luka dan keluarga yang ditinggalkannya.

Sementara itu dari Moskow, Rusia, Presiden Vladimir Putin mengirimkan belasungkawa kepada korban serangan itu dan mengutuk terorisme.

Lewat Jurubicaranya, Dmitry Peskov mengatakan Moskow tegas mengutuk terorisme dalam segala apapun.

“Moskow tegas mengutuk terorisme dalam segala bentuknya, tidak ada yang bisa membenarkan serangatn teroris,”ucap Peskov.

Peskov juga menambahkan bahwa Putin juga mengirimkan belasungkawa langsung kepad Presiden Hollande.

“Dia menyampaiakn simpati dan dukungan kepada kerabat serta orang terkasih dari yang tewas serta cepat sembuh bagi yang menderita akibat tangan ekstremis itu,”demikian pernyataan dari Kremlin.



Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Pelaku Charlie Hebdo, Sudah Lama Masuk DPO Teroris

PARIS, - Usut punya usut ternyata satu dari tiga tersangka penyerangan kantor media Charlie Hebdo sudah lama masuk dalam daftar pencarian orang kategori teroris oleh aparat keamanan Perancis dan pernah tertangkap dengan kasus serupa.

Hal ini disampaikan Kepolisian Perancis sebagaimana dilansir media setempat telah merilis tiga nama pelaku tindakan terror ke majalah Charlie Hebdo yaitu kakak-beradik Said Kouachi (34 tahun), Cherif Kouachi (32) dan Hamyd Mourad (18)

Mourad sendiri saat ini sudah berada di kantor kepolisian setelah menyerahkan diri setelah kejadian tersebut.

Said dan Cherif lahir di Paris dan menjalankan hidupnya di Kota Rennes sebelum kembali lagi ke ibukota sebagai pengatar pizza

Cherif ada orang yang sudah masuk dalam daftar dan pengawasan Teroris oleh kepolisian Perancis  sejak Mei 2008 lalu karena terlibat jaringan Al-Qaidah di Paris dengan menjalankan hukuman selama 18 bulan dan ditangguhkan.

Ketika itu Cherif yang keturunan Aljazair ini bersama dengan enam rekannya dituduh telah memfasilitasi serta mengirim sejumlah pemuda Perancis untuk bergabung dengan Abu Musab al-Zarqawi seorang pemimpin Al-Qaidah di Iraq melalui jaringan di Mesir dan Suriah.

Selain di Kepolisian Perancis, nama Cherif pun terdapat dalam bank data teroris yang dipunya oleh Amerika Serikat hal ini berdasarkan pernyataan yang disampaikan anggota komite intelijen Kongres AS, Mike McCaul.

Sedangkan Mourad sendiri sebagai pelaku termuda ini tidak ada catatan sama sekali terkait dengan terorisme ataupun berperang, bahkan sebuah media menuliskan bahwa pemuda berusia 18 tahun ini baru saja lulu dari SMA di kawasan Charleville-Mezieres, dekat kota Reims.


Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz