Tampilkan postingan dengan label Serie A. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serie A. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Mei 2015

Paul Pogba Tidak Dijual

TURIN, - Impian klub untuk mendapatkan jasa Gelandang Perancis yang bermain di Juventus harus gigit jari karena sang pemilik pemain ini mengatakan menolak semua proposal pembelian.

Kepastian Pogba tidak akan dijual kemana pun disampaikan Direktur Umum Juventus Giuseppe Marotta sebagaimana dilansir media olahraga setempat.

“Tujuan kami adalah dengan tidak menjadikan tim ini lebih lemah, tapi untuk memperkuatnya, Pogba adalah seseorang yang ingin kami pertahankannya, bukannya malah dijual,”ucapnya



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Minggu, 03 Mei 2015

Serie A, Arturo Vidal Pastikan Scudetto Keempat Juventus

GENOA, - Setelah dua kali gagal mengunci gelar, kali ini dihadapan pendukung Sampdoria, Juventus pastikan gelar mereka keempat berturut-turut.

Bertanding di kandang Sampdoria, Luigi Ferraris, Genoa tidak membuat anak asuh Max Allegri tertekan walau tuan rumah terus menguasai permainan.

Gawang Buffon pun nyaris kebobolan pada menit kesepuluh lewat peluang dari Obiang yang mendapatkan ruang sempuran yang kemudian menembaknya namun sayang bola melenceng dari gawang

Juventus mencoba mencuri gol lewat Fernando Llorente namun serangan yang dibangun belum bisa berbuah gol.

Juventus pun pecahkan kebuntuan pertandingan dimana pemain Chile, Arturo Vidal mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-32 setempat mendapatkan umpan silang dari koleganya asal Swiss Lichtsteiner dan lewat tandukan kerasnya Vidal taklukan Kiper Viviano.

Kedudukan menjadi 1-0 untuk Juventus tidak berubah hingga babak pertama usai. Lepas turun minum tim asuhan Max Allegri memegang kendali permainan ini dibuktikan beberapa kali Kiper Viviano harus berjibaku untuk menyelamatkan gawangnya dari gol.

Bahkan Juventus pun mengurung permainan Sampdoria membuat tuan rumah tidak ada kesempatan untuk mengembangkan permainan mereka.

Pada menit-menit akhir, Bonucci mendapatkan kesempatan untuk menggandakan keunggulan Juventus namun sundulannya masih melebar.

Hingga babak kedua usai, kedudukan 1-0 untuk Juventus tidak berubah dan memastikan Si Nyonya Tua meraih gelar Scudetto keempat secara beruntun dan gelar pertama bagi Max Allegri bersama Juventus.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz

Selasa, 28 April 2015

Juventus Kutuk Insiden Bentrok Suporter Derby Della Mole

TURIN, - Klub Serie A, Juventus akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi terkait dengan insiden bentrokan antar supporter dalam pertandingan yang dilakoni klub asal Turin ini dalam partai Derby Della Mole.

“Juventus Football Club mengutuk segala bentuk kekerasan baik dari fans kami sendiri maupun pendukung lawan, kami menuntut perlakuan yang adil dalam mengevaluasi semua insiden baik dari sistem peradilan olah raga dan media. Peristiwa hari ini membutuhkan refleksi yang mendalam dari dunia sepak bola juga dari lembaga dan media yang protagonist dalam laga ini,”demikian pernyataan resmi Juventus.

Insiden bentrokan ini berawal dari aksi supporter Torino yang melempari bus pemain Juventus dengan botol dan batu.

Tidak terima, kendaraan yang ditumpangi pemain idolanya dilempari, pendukung Juventus yang dikenal dengan Juventini pun membalasnya dengan pelemparan kembang api ke arah tempat duduk supporter Torino di dalam stadion ketika pertandingan berlangsung.

Akibat peristiwa ini dua Suporter Juventus ditangkap pihak kepolisian Turin usai pertandingan, dalam peristiwa ini 11 orang menjadi korban dari kubu Torino.

Bahkan dua diantaranya mengalami luka bakar serius akibat terkena percikan kembang api.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz


Jumat, 24 April 2015

Dua Direktur Juventus Perpanjang Kontrak

TURIN, - Melihat trend positif terhadap klub yang dikerjakannya membuat beberapa petinggi klub asal Turin, Juventus memperpanjang kontrak kerja mereka.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi, klub Juventus memperpanjang kontrak Direktur Klub Giuseppe Marotta dan Direktur Olahraga Fabio Paraciti hingga Juni 2018.

Kedua petinggi ini menurut klub memiliki peran penting dalam lalu lintas transfer mereka dalam beberapa musim terakhir salah satunya adalah mendatangkan Paul Pogba dari Manchester United dengan cuma-cuma.

Kedua tokoh ini juga adalah actor dibalik pembentukan tim juara yang membuat Juventus bisa menatap semifinal Liga Champion dan musim ini dan terancam meraih Scudetto untuk keempat kalinya sejak naik kelas dari Serie B


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Senin, 20 April 2015

Derby della Madonnina Berakhir Imbang

MILAN, - Salah satu dari sekian derby paling prestise di Serie A yaitu Derby della Madonnina digelar namun sayangnya berakhir imbang tanpa gol.

Derby yang menghadirkan AC Milan dan Inter FC ini berlangsung di Guiseppe Meazza-San Siro ini dengan tuan rumah adalah tim berjuluk nerrazuri.

Pertandingan yang dipimpin wasait Luca Banti, kedua tim cukup memberikan permainan yang menarik perhatian penonton stadion maupun yang menyaksikan pada layar kaca.

Namun dari semua peluang tersebut tidak ada yang berbuah hasil berupa gol bagi kedua tim, setidaknya kiper Inter, Samir Handanovic harus melakukan empat penyelamatan.

Sedangkan kiper Milan, Diego Lopez hanya melakukan penyelamatan tiga kali mencegah terjadi gol kekalahan bagi timnya.

Hingga akhir dua babak, kedudukan 0-0 tidak berubah bagi kedua tim, dengan hadir hasil tidak mengubah pososi di klasemen keduanya.

Inter tetap berada di peringkat ke-10 dengan raihan angka 42 point, sedangkan tetangganya berada di posisi sembilan dengan 43 angka.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 14 April 2015

Legenda Inter Jagokan Juventus Raih Juara Liga Champions

MILAN, - Sangat jarang terjadi seorang legenda klub menjagokan rivalnya untuk meraih sebuah titel bergengsi tingkat tinggi.

Inilah yang terjadi kepada seorang Legenda Inter, Javier Zanetti yang menjagokan klub rivalnya untuk meraih Piala Kuping Besar, Liga Champion musim 2015.

Sebagaimana dilansir mediaset, Zanetti mengatakan bahwa Juventus dapat menjuarai Liga Champion namun mereka harus memastikan tim asuhan Massimiliano Allegri tidak meremehkan Monaco lawan yang akan dihadapi Si Nyonya Tua dalam perempat final.

“Juve dapat menjuarai Liga Champion, namun mereka harus memastikan mereka tidak meremehkan Monaco. Seluruh tim yang telah mencapai tahap ini kuat dan bisa berjuang sampai babak akhir,”ucapnya.

Sebagai informasi, Zanetti yang lebih dasawarsa berseragam biru-hitam dengan mengangkat treble winner pada 2010 sebelum pensiun  dan diangkat menjadi Wakil Presiden Klub tersebut.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Minggu, 12 April 2015

Takluk dari Parma, Ini Tanggapan Pelatih Juventus

PARMA, - Kekalahan Juventus dari klub penghuni dasar klasemen, Parma mengundang keterkejutan dari semua pihak termasuk sang pelatih yang sangat kecewa.

Kepada Sky Sport Italia, Pelatih Allegri mengaku kecewa dengan penampilan anak asuhnya yang harus mengakhiri rekor tak terkalahkan dalam 20 pertandingan lewat gol Jose Mauri.

Namun dirinya mengatakan bahwa anak asuhnya sangat pantas mendapatkan kekalahan ini karena tidak melakukan apapun di babak kedua.

“Kami tidak melakukan apapun di babak kedua dan pantas mendapat kekalahan ini. Semoga ini bisa menjadi pelajaran, Parma bermain sangat baik, kami bermain terlalu lamban dan merisikokan diri kebobolan dari tiga atau empat serangan balik mereka. Kami juga tidak mampu mengontrol laga, bahkan di babak pertama Parma mampu tampil berbahaya,” ucapnya

Pelatih Allegri juga menuntut para pemainnya untuk segera bangkit,  mengingat laga leg pertama perempat final Liga Champion kontra AS Monaco pada pertengahan pekan ini.

Dengan hasil kekalahan dari Parma, Juventus masih mempertahankan posisinya dan tetap unggul 14 point dari AS Roma.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Legenda Juventus ini Yakin Klubnya Mampu Raih Treble Winner

TURIN, - Juventus digadang-gadang musim ini akan meraih tiga gelar dalam satu musim yaitu Serie A, Coppa Italia dan Liga Champion.

Dan itu diyakini oleh salah satu legenda mereka yang melihat performa klubnya dengan memberikan catatan penting terutama kondisi para pemain pentingnya.

Legenda Juventus tersebut, Alessio Tacchinardi mengaku dirinya yakin klubnya mampu menggondol raihan treble winner musim ini.

“Saya kira mereka memiliki pemain-pemain yang untuk bisa sampai menuju semifinal,maka tim membutuhkan pemain-pemain terbaik, (Andrea) Pirlo harus berada di level 100 persen, (Arturo) Vidal juga dalam kondisi 100 persen, (Carlos) Tevez di level 100 dan (Paul) Pogba juga dalam level 100 persen,”ucapnya kepada TuttoJuve.

Tacchinardi juga mengatakan bisa melihat titik balik dari klub asa Turin ini ketika memenangkan pertandingan di Florence dalam ajang Coppa Italia.

“Jika mereka bisa begitu, kenapa tidak ? kepercayaan diri tim ini telah meningkat drastic dengan kemenangan di Florence, karena mesku pun apa yang terjadi di Dortmund (kemenangan 3-0 di UCL) telah memberi mereka keyakinan, Florence akan meningkat ke tingkat yang lebih menjanjikan,”ucapnya.

Menurut pria kelahiran Crema 23 Juli 1975 ini mengatakan bila tiga pemain inti Juventus Pirlo, Pogba dan Tevez dalam kondisi 100 persen tidak mustahil tim ini akan meraih treble.
"Yah, mereka butuh Pirlo, Pogba, dan Tevez berada di kondisi 100 persen, jika ini terjadi, maka kami bisa bermimpi [treble winners]," ucapnya



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Serie A, Parma Bungkam Juventus

PARMA, - Kejutan terjadi dalam lanjutan Serie A, dimana penghuni klasemen Parma berhasil menaklukkan tim peringkat satu Juventus.

Bermain di kandang Ennio Tardini dimana pada babak pertama Parma tidak diunggulan namun bukan berarti tidak memiliki nyali untuk menyerang.

Peluang Parma dimulai pada menit kelima melalui Valera namun sayang tendangannya masih terarah dan masih bisa ditangkap kiper Juventus.

Juventus pun mencoba peruntungan pada menit ke-16 namun usahanya masih bisa dibendung Feddal, begitu juga dengan Pereyra pada menit ke-20 dapat ditepis Mirante.

Hingga akhir babak pertama kedudukan 0-0 tidak berubah. Lepas turun minum Parma juga peruntungan kembali ke gawang Marco Storari namun tidak mengubah keadaan.

Pada menit ke-58, Coman mencoba memecah kebuntuan dengan melepas tendangan namun arahnya masih melebar dari gawang.

Akhirnya Parma memecah kebuntuan dan memberikan kejutan publik lewat Jose Mauri dengan memaksimalkan umpan dari Belfodil ke arah sudut kanan gawang Storari yang mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Tertinggal 1-0 membuat Pelatih Allegri melakukan pergantian pemain untuk tambah daya gedor namun tidak berbuah hasi.

Hingga akhir pertandingan kedudukan 1-0 untuk Parma tidak berubah. Dengan hasil ini Parma belum bisa keluar dari zona degradasi dengan raihan 16 point dari 29 laga. Sementara Juventus tetap duduk  manis di peringkat pertama dengan nilai 70 point

Susunan Pemain

Parma

Mirante; Santacroce, Mendes, Feddal; Varela, Jose Mauri, Jorquera, Nocerino, Gobbi; Ghezzal, Belfodil

Juventus

Storari; Lichtsteiner, Chiellini, Ogbonna, Padoin; Vidal, Marchisio, Sturaro; Pereyra; Coman, Llorente


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Kamis, 09 April 2015

Coppa Italia, Lazio Tantang Juventus di Final

NAPLES, - Lazio akan menantang Juventus dalam partai Final Coppa Italia musim 2014/2015 ini setelah mengalahkan Napoli.

Pertandingan yang digelar di San Paolo ini dengan agregat pada pertandingan pertama 1-1 membuat kedua tim langsung memainkan pertandingan terbuka dan saling serang.

Ini terbukti pada menit ke-11 Marek Hamsik mencoba peruntungannya dengan memanfaatkan umpan terukur Dries Mertens namun belum membuahkan gol.

Kemudian Lazio mendapatkan peluang dari sepakan Antonio Candreva yang memanfaatkan umpan Klose namun namun gagal membuahkan gol.

HIngga akhir babak pertama, kedudukan 0-0. Lepas turun minum ritme permainan terbuka dan saling serang tidak berubah

Lazio pecahkan kebuntuan pada menit ke-70 lewat Senad Lulic yang memanfaatkan umpan dari Felipe Anderson dan mengubah kedudukan 1-0 dan agregat menjadi 2-1.

Tertinggal 1-0 dari Lazio dan tidak ingin membuat malu dihadapan pecinta I Partenopei permainan Napoli pun terus mengancam pertahanan Elang Biru Roma.

Namun hingga pertandingan menunjukkan 90 menit, tidak ada satu gol pun dicetak oleh anak asuh Rafael Benitez tersebut.

Dengan hal ini, Lazio akan menantang Juventus dalam partai final.

Susunan Pemain

Napoli SC

Andujar: Maggio, Albiol, Britos, Ghoulam; Inler, Gargano; Gabbiadini, Hamsik, Mertens; Higuain

SS Lazio

Berisha; Basta, De Vrij, Mauricio, Braafheid; Cataldi, Biglia, Parolo; Candreva, Klose, Felipe Anderson



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Rabu, 08 April 2015

Moratti Tegaskan Dukungan Kepada Erick Thohir

MILAN, - Rumor tentang akan kembalinya Inter ke tangan Massiomo Moratti dari tangan Thohir akhirnya terbantahkan .

Kepada Jurnalis, Moratti mengatakan bahwa dirinya tetap mendukung Erick Thohir sebagai orang nomor satu di klub berjuluk nerazzuri.

“Tidak ada kebenaran di balik cerita itu. Saya mendukung Erick Thohir. Saya berharap segalanya berjalan lancar karena semua indikasi mengarah ke sana. Thohir telah berkorban banyak untuk klub,”ucapnya.

Moratti juga sekali lagi bahwa dirinya tidak akan mengambil alih klub  dari Thohir dan dirinya juga rindu akan Inter serta tim meraih kemenangan lebih banyak lagi dibawah kepemimpinan pemilik klub NBA ini

“Sebagai fans tentu saja saya rindu Inter dan ingin melihat tim meraih kemenangan lebih banyak lagi (seperti yang saya harapkan pada Thohir), Tetapi sekali lagi ditegaskan, saya tidak akan mengambil alih klub,”ucapnya



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz

Ketika Pippo Kembali Beraksi Mempertanyakan Permainan Inter

MILAN, - Mungkin bagi para interisti tidak akan lupa dengan bocah imut yang tahun 2012 lalu menghebohkan San Siro dengan spanduk bernada pertanyaan nyindir kepada para pemain Inter pujaannya.

Dalam spanduk yang dibentangkan bocah sembilan tahun ini adalah mempertanyakan apakah Inter bisa menang karena kalau kalah dirinya akan diolok-olok temannya satu sekolah.

“Bisa kah kalian menang ? Jika tidak, mereka akan mengolok-olok saya di sekolah, Terima Kasih, Filippo,” demikian isi spanduk tersebut.

Akibat aksi beraninya ini mengundang Presiden Inter kala itu itu, Massimo Moratti entah malu atau apa mengundang Pippo ke pusat latihan klub dan menerima permintaan maaf satu persatu dari pemain idolanya dari dekat.

Bahkan dirinya mendapatkan jersey asli Inter dan berkesempatan diwawancarai sejumlah media hingga namanya dikenal seantero dunia.

Bahkan dirinya tidak akan membawa poster dengan kalimat itu lagi ke stadion lagi dan yang dia bawa ketika Inter kontra Bologna berakhir kekalahan bagi Nerrazuri di kandang sendiri.

Namun nyatanya, Pippo harus menjilat ludahnya sendiri dimana selang tiga tahun ternyata perjalanan Inter tidak jauh beda dengan tiga tahun lalu ketika dirinya beraksi.

Akhirnya Pippo kembali ke stadion dengan membawa poster yang bertuliskan serupa yaitu kemenangan dan konsistensi, Ingat saya masih punya enam tahun lagi di sekolah.

“Kemenangan dan konsistensi: Ingat saya masih punya enam tahun lagi di sekolah.. Tertanda, Filippo,”

Dan apa yang dilakukan Pippo ternyata tidak mampu melecut untuk meraih kemenangan ketika berhadap dengan Parma

Bahkan dalam laga melawan klub yang berada di dasar klasemen serta terancam bangkrut, klub idolanya tidak mampu meraih nilai sempurna.

Sepertinya Pippo harus bersabar baik fisik dan hati ketika menghadapi olok-olokan teman-temannya di sekolah dengan melihat Inter yang saat ini tidak jauh berbeda walau Presiden klub dan kapten timnya sudah berganti.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Juventus Tembus Final Coppa Italia

FLORENCE, - Sempat kalah 1-2 tidak membuat  Juventus patah semangat bahkan semakin menjadi yang akhirnya bisa mengalahkan Fiorentina dan tembus final Coppa Italia.

Bermain di Artemio Franchi, Rabu (8/4) waktu Indonesia pada awal babak pertama, Si Nyonya Tua pun langsung main terbuka dengan menekan pertahanan La Viola.

Keasikan menggempur pertahanan Fiorentina membuat Juventus harus kecolongan gol lewat Mohammad Salah namun harus dianulir wasit lantaran adanya sedikit dorongan kepada Stefano Sturaro.

Si Anak Hilang yang kembali, Alessandro Matri akhirnya diamkan sorak-sorai pendukung tuan rumah lewat gol nya pada menit ke-21 membuat kedudukan menjadi 1-0.

Untuk kedua kalinya Fiorentina mencetak gol namun dianulir wasit di menit ke-37 lewat Gonzalo Rodriguez yang berada dalam posisi offside ketika menerima tendangan bebas Fernandez.

Sebelum turun minum, Juventus menambah keunggulan menjadi 2-0 lewat aksi pemain timnas Chile Pereyra yang memanfaatkan bola pantulan dari Morata yang sebelumnya ditepis Kiper Neto.

Lepas turun minum, Juventus tetap menunjukkan permainan terbuka dan menyerangnya tanpa henti ke arah pertahanan Fiorentina.

Hasil permainan terbuka dan menyerang Juventus ini membuat La Vecchia Signora menambah gol menjadi 3-0 lewat Leonardo Bonucci pada menit ke-59 dengan maksimalkan sepak pojok yang dieksekusi Pereyra.

Permainan semakin tinggi dan wasit pun memberikan beberapa kartu kuning terutama kepada Gonzalo dan Claudio Marchisio yang berdebat di lapangan.

Jelang menit-menit akhir, Fiorentina terus menekan termasuk dengan memasukkan pemain Khouma Babacar yang masuk mengganti Mario Gomez tidak berbuah hasil.

Wasit pun meniup peluit tanda 2x45 menit pertandingan usai yang membuat Juventus menatap partai Final.

Namun sayangnya partai final Coppa Italia yang akan dijalani Juventus ini harus dibayar mahal dengan kartu merahnya Alvaro Morata lantaran melanggar Alessandro Diamanti.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Senin, 06 April 2015

Pemain Muda Milan Jadi Korban Rasisme

MILAN, - Tidak hanya pemain senior profesional saja yang menjadi korban rasisme tetapi ini merambah para pemain usia dini.

Bahkan yang melakukan tindakan rasisme adalah orang tua yang jelas-jelas harus menjadi panutan bagi anaknya.

Inilah yang terjadi pada anak-anak kulit hitam yang bermain di Milan menjadi korban ejekan rasisme yang dilontarkan para orangtua dalam sebuah turnamen junior Eropa.

Hal ini terjadi ketika Milan U-10 melawan PSG U-10 dalam laga Universal Cup yang memperebutkan jatah semifinal yang berlangsung di Forte dei Marni Tuscany Italia.

Sepanjang pertandingan, para pemain Milan dicemooh oleh para orangtua yang menonton dari pinggir lapangan.

Hingga kini tidak diketahui para orang tua ini dari mana dan mendukung tim siapa namun ini menjadi kemarahan para official Milan kepada pihak panitia dan mencoba menghibur para anak asuhnya.

Bahkan dalam pernyataannya di laman resmi klub, Milan berharap insiden ini tidak benar dan hanya kejadian terisolasi.

“Kami dapat mengonfirmasi dugaan episode rasisme yang diarahkan kepada anak-anak kulit hitam oleh beberapa “orang” di tribun selama laga Milan v PSG kemarin. Kami tidak ingin melebih-lebihkan atau membesar-besarkan apa pun, tapi kami sangat berharap ini tidak benar dan bahwa ini hanyalah kejadian terisolasi. Jika bukan demikian kenyataannya maka ini benar-benar tidak dapat diterima,”demikian penjelasan Milan.

Sejauh ini belum ditemukan pelaku dan sanksi yang berlaku terkait tindakan rasis tersebut Dalam pertandingan ini Milan U-10 unggul 4-0 atas PSG.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Sabtu, 04 April 2015

Serie A, Inter Hanya Mampu Imbang Lawan Parma

MILAN, - Melawan penghuni dasar klasemen dan pengurangan poin, Parma, Inter hanya mampu mendapatkan imbang dalam lanjutan Serie A pekan 29.

Bertanding sebagai tuan rumah di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Sabtu (4/4) waktu setempat sejumlah peluang terjadi dalam pertandingan ini.

Inter mencoba menciptakan peluang pada menit ke-14 lewat aksi Rodrigo Palacio namun masih bisa dimentahkan penjaga gawang Mirante.

Inter sendiri membuka gol pada menit ke-25 lewat Fredy Guarin yang memanfaatkan umpan dari Gary Medel mengubah kedudukan 1-0.

Jelang babak pertama usai, Parma berhasil mengimbangi permainan Inter lewat Andi Lila dengan manfaat umpang silang Silvestre Varela pada menit ke-44.

Kedudukan 1-1 tidak berubah hingga babak pertama usai. Lepas turun minum Parma memiliki peluang pada menit ke-65 melalui Ghezzal yang memberikan umpan dari sisi kanan lapangan kepada Belfodil namun masih melebar.

Inter pun mencoba peruntungannya pada menit ke-73 lewat tendangan bebas Guarin namun masih bisa diamankan Mirante.

Hingga pertandingan 90 menit, kedudukan 1-1 antara Parma dan Inter tidak berubah. Dengan hasil ini membuat klub asuhan Roberto Mancini tetap berada di peringkat sembilan dengan 38 poin.

Sedangkan Parma tidak beranjak dari dasar klasemen dengan nilai 10 point dari 27 laga yang sudah dijalaninya.

Susunan Pemain

Inter

Handanovic; Santon, Ranocchia, Felipe (Podolski), Jesus; Guarin, Medel, Brozovic; Shaqiri (Hernanes); Palacio, Puscas (Kovacic).

Parma

Mirante; Gobbi, Costa, Mendes, Feddal; Jose Mauri, Jorquera (Cassani), Lila (Ghezzal); Nocerino, Varela; Belfodil.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Kamis, 02 April 2015

Juventus Bidik Angelo Henriquez

TURIN, - Klub terancam Scudetto keempat, Juventus sedang membidik seorang pemain yang akan didapatkan dengan cuma-Cuma pada akhir musim.

Sebagaimana dilansir dari Calciomercato, Juve sedang membidik secara serius pada striker asal Chile, Angelo Henriquez yang saat ini sedang bermain bersama Dinamo Zagreb dengan status pinjaman dari Manchester United

Jika pemain kelahiran Santiago 13 April 1994 ini akan masuk ke Juventus Stadium maka Juventus akan melakukan hal yang sama ketika mendapatkan Paul Pogba dengan status gratis dari klub yang sama yaitu Manchester United.

Sebagai informasi, pemain bernama lengkap Ángelo José Henríquez Iturra ini bermain bersama Dinamo Zagreb dengan status pemain pinjaman dari Manchester United.

Selama bermain di Zagreb, Henriquez mencetak 20 gol dari 29 penampilannya, dengan catatan ini membuat dirinya masuk ke dalam timnas Chile




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz

Ancelotti Dimata Morata

TURIN, - Rumor Alvaro Morata akan kembali ke klub lamanya Real Madrid karena penampilan yang gemilang di Turin ternyata tidak ditanggapi sang pemain.

Sebagaimana dilansir dari Corriere dello Sport mengatakan bahwa pemain kelahiran Madrid, 23 Oktober 1992 ini hanya fokus pada klubnya Juventus

“Saya senang di Italia, saya hanya berpikir tentang Juventus untuk saat ini. Kami bisa membuat sejarah musim ini.

Pemain yang didatangkan Juventus dengan banderol €20 juta ini angkat bicara soal mantan pelatihnya di Madrid, Carlo Ancelotti yang mengatakan bahwa sang pelatih tidak pernah memikirkan hubungan antara pelatih dengan pemain muda seperti dirinya.

“Saya pikir saya tidak pernah mengatakan sesuatu yang buruk tentang Carlo Ancelotti. Saya hanya mengatakan meskipun dirinya luar biasa saat menangani ruang ganti, beliau tidak terlalu memikirkan tentang hubungannya dengan pemain muda seperti saya,”ucapnya


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Juve Segera Perpanjang Kontrak Allegri

TURIN, - Klub asal Turin, Italia, Juventus dikabarkan akan memperpanjang kontrak pelatihnya, Massimiliano Allegri ketika musim kompetisi berakhir.

Sebagaimana dilansir Sport Mediaset, kontrak Allegri sendiri akan berakhir pada Juni 2016 mendatang atau ketika musim Serie A akan berakhir.

Keputusan akan diperpanjangnya kontrak Allegri oleh Juventus dengan melihat taktika permainan yang dirancangnya sangat brilian dimana tetap berada pada jalurnya pasca ditinggal Antonio Conte yang hengkang ke timnas.

Kemungkinan, Juventus akan memperpanjang kontrak pelatih kelahiran Livorno, 11 Agustus 1967 ini hingga Juni 2017.

Kabarnya gaji dari mantan pelatih Milan akan meningkat 100 persen dari sebelumnya mendapatkan €3 juta akan menjadi €6 juta




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Rabu, 01 April 2015

Ketika Conte Kembali ke “Rumahnya”

TURIN, - Ada yang menarik dalam pertandingan persahabatan Italia dan Inggris dimana tempat berlangsungnya laga tersebut memiliki kesan bagi sang pelatih timnas Azzuri.

Tempat bertandingnya antara Italia-Inggris ini sendiri berada di Juventus Stadium yang tidak asing bagi pelatih kelahiran Lecce 31 Juli 1969 ini.

Sebagaimana dilansir dari stasiun televisi RAI, menurut Conte ada sensasi tersendiri bagi dirinya untuk berkunjung ke Juventus Stadium mengingatkan masa lalu yang begitu indah.

“Ada sensasi tersendiri bagi saya untuk berkunjung kembali ke J-Stadium. sebuah masa lalu yang begitu indah terpatri di sini, penting bagi anda untuk tak bisa melupakannya,”ucapnya.

Dirinya memiliki catatan indah ketika menukangi Juventus pada periode 2011 hingga 2014 dengan raihan tiga Scudetto dan sepasang Piala Super Italia.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 31 Maret 2015

Pelatih Brasil Jagokan Juventus ke Final Liga Champion

SAO PAOLO, - Pelatih Timnas Brasil, Carlos Dunga memprediksi klub Serie A asal Turin, Juventus akan mampu mencapai partai Final Liga Champion musim 2015 ini.

Sebagaimana dilansir dari La Gazzetta dello Sport mengatakan menurutnya sepak bola Italia selalu akan melalui masa transisi namun mereka bisa kembali ke puncak dan itu ada pada Juventus sebagai tonggak kebangkitan Serie A Italia

“Sepak bola Italia akan melalui masa transisi tetapi mereka bisa kembali ke puncak. Juve bisa saja melangkah jauh ke final Liga Champion, tim yang menang empat scudetto berturut-turut bisa mengatasi kendala apapun,”ucapnya.

Pelatih yang pernah bermain di Serie A bersama Fiorentina pada tahun 90an ini yakin Juve mampu meraih titel bergengsi Eropa ini dimulai bertemu dengan Monaco dengan latar belakang klub asal Turin ini yang akan meraih scudetto untuk keempat kalinya.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz