Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Mei 2015

Dubes Jepang Audiensi kepada Menteri Keuangan RI

JAKARTA, - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Kerajaan Jepang untuk Indonesia, Tanizaki Yasuaki melakukan kunjungan kepada Menteri Keuangan RI, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro.

Sebagaimana informasi yang diterima dari Kedutaan Besar Kerajaan Jepang di Jakarta melalui email menjelaskan pertemuan itu sendiri berlangsung pada Rabu (6/5) sejak pukul 12.00 selama 25 menit.

Dalam kesempatan ini, Duta Besar Tanizaki dan Menteri Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro secara luas membahas mengenai beberapa hal, di antaranya kerja sama pemerintah Jepang dalam proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung-Surabaya dan penerbitan surat obligasi samurai atau samurai bond.

Selain itu juga, keduanya menyepakati untuk mempercepat prosedur penandatanganan pertukaran nota (E/N) terkait 3 proyek pemberian pinjaman yen yang telah disetujui dalam pertemuan bilateral antara Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada tanggal 23 Maret 2015, yaitu proyek pembangunan Jakarta Mass Rapid Transit (MRT) North-South Line dan East-West Line dan proyek pembangunan Java-Sumatra Interconnection Transmission Line.

“Untuk ke depannya, kami akan tetap mengupayakan peningkatan hubungan kerja sama dengan Kementerian Keuangan,”ucap Dubes Tanizaki



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Senin, 04 Mei 2015

Jepang Berikan Beasiswa Kepada Lulusan SMU

JAKARTA, - Kedutaan Besar Kerajaan Jepang di Indonesia menawarkan Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) kepada siswa-siswi Indonesia lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA dan sederajat) untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas (S-1), College of Technology (D-3) atau Professional Training College (D-2) di Jepang untuk tahun akademik 2016 (April 2016). Pelamar hanya bisa mendaftar 1 (satu) program saja antara S-1, D-3, atau D-2.

Berikut tahapan yang harus diperhatikan untuk mengajukan permohonan tersebut sebagaimana informasi yang diterima dari bagian Informasi dan Budaya Kedutaan Jepang di Jakarta melalui email

Masa Pendaftaran:

Tahap I: 4 Mei~21 Mei 2015 (Hanya bagi pelamar lulusan tahun 2014 dan tahun sebelumnya saja.)

Tahap II : 25 Mei~11Juni 2015 (Hanya bagi pelamar lulusan tahun 2015 saja.)

Syarat-syarat pelamar sebagai berikut:

Warga Negara Indonesia

Lahir antara tanggal 2 April 1994 sampai dengan tanggal 1 April 1999.

Nilai minimal rata-rata Ujian Nasional:

8,4 untuk program S-1

8,0 untuk program D-3

8,0 untuk program D-2

Jika pada saat penutupan (11 Juni 2014) Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional asli belum bisa dikeluarkan, maka Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional sementara dari Kepala Sekolah bisa diterima.

Bagi sekolah yang tidak menggunakan standar nasional (misalnya dengan standard IB), nilai akan disetarakan sesuai di atas. Maka silahkan melampirkan hasil ujian akhir dan tarnskrip nilai seluruh semester.

Selain itu sebagai alternatif persyaratan pelamaran, bagi pelamar S-1 yang memilih bidang studi IPS bisa juga melamar dengan menggunakan sertifikat kemampuan bahasa Jepang (JLPT) minimal level N3, dan pelamar D-2 bisa juga melamar dengan menggunakan sertifikat kemampuan bahasa Jepang (JLPT) minimal level N4, walaupun persyaratan nilai minimal rata-rata Ujian Nasionalnya kurang.

Pelamar harus lulus dari SLTA dan sederajat terlebih dahulu (bagi yang menggunakan sistem kelulusan Nasional/UAN), atau akan lulus maksimal 31 Maret 2015 (bagi yang menggunakan sistem kelulusan standar Internasional/IB)

Hanya dapat mendaftar 1 (satu) program saja antara S1, D3, atau D2.

Prosedur Pendaftaran:

Mengisi formulir plikasi yang dapat didownload dari website resmi kedutaan Jepang berikut: http://www.id.emb-japan.go.jp/sch_slta.html

Lakukan registrasi secara online melalui link yang tertera pada website resmi kedutaan Jepang diatas, lalu cetak/printout konfirmasi registrasi online yang berisi yang dikirimkan ke e-mail pelamar.

Kirimkan

formulir aplikasi,

lembar printout konfirmasi registrasi online, c) fotokopi Ijazah/ Ijazah sementara yang dilegalisir/ dicap basah dari sekolah,

fotokopi SKHUN/SKHUN sementara yang dilegalisir/dicap basah dari sekolah, e) fotokopi sertifikat kemampuan Bahasa Jepang (JLPT) bagi yang ada, ke Kedutaan Besar Jepang di Jakarta.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi Kedutaan Besar Jepang ( beasiswa@dj.mofa.go.jp ).

Selamat mencoba…



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Rabu, 29 April 2015

Dubes Jepang Beraudiensi dengan Menteri ESDM

JAKARTA, - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Kerajaan Jepang Tanizaki Yasuaki melakukan kunjungan dan pertemuan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Sudirman Said.

Informasi yang diberikan Kedutaan Jepang melalui email, pertemuan kedua tokoh ini berlangsung pada pukul 15.00 selama 35 menit.

Pada kesempatan ini, Duta Besar Tanizaki dan Menteri Sudirman Said secara luas membahas mengenai kerja sama terkait sumber daya mineral, termasuk kerja sama dalam pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35 GW, perpanjangan production sharing contracts (PSC) untuk Masela Blok dan Mahakam Blok dan langkah-langkah yang akan diambil terkait Undang-undang tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba)

Dalam pembahasannya, Duta Besar Tanizaki menjelaskan bahwa perusahaan Jepang memiliki teknologi dan pengalaman di bidang energi dan sumber daya mineral dan bersedia untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam proyek pembangunan yang sudah ada maupun yang baru.

Selain itu, Duta Besar Jepang mengusulkan dimulainya dialog untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi kedua negara, termasuk langkah-langkah yang akan diambil terkait UU Minerba, dan Menteri Sudirman Said menyepakatinya.

“Untuk ke depannya, kami akan tetap mengupayakan peningkatan hubungan kerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral,”ucap Dubes Tanizaki


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 28 April 2015

Jepang Gelar Kontes Manga Internasional

JAKARTA, -  Komite Penyelenggara Kontes Manga Internasional ke-9 yang diketuai oleh Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida telah membuka pendaftaran Kontes Manga Internasional ke-9.

Sebagaimana informasi yang diberikan dari Kedutaan Besar Kerajaan Jepang melalui email menjelaskan bahwa pendaftaran kontes ini sudah dimulai pada 27 April 2015 hingga 12 Juni 2015.

Para penerima penghargaan ini akan diundang datang ke Jepang atas undangan The Japan Foundation untuk menghadiri upacara penyerahan penghargaan.

Selama berada di Jepang mereka juga dijadwalkan akan bersilaturahmi dengan Mangaka (komikus manga) Jepang dan melakukan kunjungan ke penerbit manga.

Bagaimana cara mengikutinya ? silakan mengunjungi laman Internasional Manga Award di  http://www.manga-award.jp

Dokumen pendaftaran bisa dikirim dua alternative dimana melalui Kedutaan Besar Kerajaan Jepang di Indonesia dengan alamat  JL.M.H.Thamrin 24 - Jakarta Pusat 10350 paling lambat di tangan staff kedutaan Jepang  tanggal 5 Juni 2015

Atau melalui pos dengan alamat berikut

PO BOX khusus Kontes Manga Internasional ke-9
MBE310 The Ninth International MANGA Award Executive Committee
1F MOF Kandaiwamoto-cho B bldg.
3-8-16 Iwamoto-cho Chiyoda-ku Tokyo, JAPAN
101-0032

Paling lambat dokumen berada di dalam PO BOX tanggal 12 Juni 2015 mendatang.

Sebagai informasi, penghargaan Manga Internasional ditetapkan pada bulan Mei 2007 dengan tujuan untuk memberikan penghargaan kepada para komikus manga yang berkontribusi bagi penyebaran budaya manga, dan sejak itu diselenggarakan setiap tahun.

Tahun ini pun penyelengaraan Kontes Manga Internasional ke-9 telah ditetapkan secara resmi pada pertemuan Komite Penyelenggara Kontes Manga ke-9

Dari karya yang diterima nanti, karya terbaik akan menerima ”Gold Award” dan 3 karya terbaik lainnya masing-masing akan mendapatkan ”Silver Award”.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz

Rabu, 22 April 2015

Bilateral Indonesia-Jepang Fokus Kepada Perdagangan dan Ekonomi

JAKARTA, - Disela-sela acara Konferensi Asia Afrika 2015 yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan-Jakarta, Pemerintah Indonesia dan Jepang melakukan pertemuan.

Sebagaimana informasi yang diterima dari Direktorat Informasi dan Media Kemlu melalui email menjelaskan Presiden RI, Joko Widodo dan PM Jepang, Shinzo Abe sepakat membicarakan lebih dalam kerjasama konkrit ekonomi dan investasi kedua negara pada pertemuan kedua kepala pemerintahan di sela sela Konferensi Asia Afrika 2015 di Jakarta.

Pertemuan ini merupakan kelanjutan pertemuan bilateral sebelumnya pada saat kunjungan Presiden RI ke Jepang tanggal 23 Maret 2015.

Kedua pemimpin juga membahas implementasi rencana Jepang untuk meningkatkan investasi di Indonesia dalam berbagai sektor, diantaranya infrastruktur, transportasi, maritim, dan energi.

Presiden RI mendorong agar kedua negara dapat melanjutkan negosiasi Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) untuk meningkatkan arus investasi, dalam upaya mendorong implementasi peningkatan kerja sama investasi. 

Presiden RI berharap agar skema pembiayaan proyek 140 milyar yen yang telah disepakati untuk pelabuhan Cilamaya dan proyek Shinkansen dapat segera dimulai. Presiden RI juga mengharapkan rencana investasi perusahan swasta Jepang termasuk Toyota, Suzuki dan Mitsui dapat dimateraliasikan dalam waktu dekat.

Kedua kepala negara juga menyambut baik kunjungan Kaidanren (Kamar Dagang) Jepang yang berkunjung ke Indonesia pada 9 April 2015 untuk bertemu langsung dengan pengusaha Indonesia.

Sebagai informasi, Jepang merupakan salah satu mitra ekonomi terbesar Indonesia,  pada 2014 volume perdagangan Indonesia-Jepang mencapai USD 40,17 milliar.

Jepang adalah partner dagang ketiga terbesar Indonesia setelah RRT dan Singapura, Jepang juga investor kedua terbesar Indonesia, setelah Singapura, dengan nilai investasi sebesar USD 2,7 milyar tahun 2014.

Kedua negara juga telah menandatangi perjanjian kerjasama di bidang ekonomi untuk mengakselarasi kerjasama ekonomi yaitu Memorandum of Understanding between The Ministry of Trade of the Republic of Indonesia and Japan External Trade Organization (JETRO) on Cooperation in Trade Cooperation dan Memorandum of Understanding between Indonesia Investment Coordinating Board and Japan External Trade Organization (JETRO) on Investment Promotion Cooperation.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

#KAA60, Mendagri Sambut Ketibaan PM Shinzo Abe

JAKARTA, - Pesawat yang membawa Perdana Menteri Kerajaan Jepang, Shinzo Abe mendarat di landasan Pangkalan Udara Militer Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada pukul 22.24 WIB.

Informasi yang diterima, rombongan PM Abe datang menggunakan pesawat jenis Boeing 747 tiba pada pukul 22.24 WIB disambut Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Sejumlah kendaraan pun telah disiapkan untuk delegasi negeri sakura ini, sebuah sedan pabrikan Jerman Seri C200 telah terparkir di landasan, selain itu jenis elf dan Alphard pun siap untuk mengantar para rombongan selama KAA.

Selain itu terdapat tambahan 2 bus pariwisata dibandara bahkan petugas penerbangan dari maskapai asal negeri sakura yang ada di Bandar Cengkareng ditarik hanya untuk mengarahkan pendaratan pesawat sang PM.

PM Shinzo Abe bersama rombongan akan berada di Indonesia untuk menghadiri peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 yang akan berlangsung di Jakarta dan puncak acara KAA di Bandung, Jawa Barat.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Rabu, 15 April 2015

Jepang Berikan Bantuan Hibah Grassroots Tahun Fiskal 2014 kepada Pemprov DKI

JAKARTA, - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Kerajaan Jepang yang diwakili oleh Kedutaan Jepang menggelar peresmian perbaikan Persimpangan Gelorayang diperbaiki melalui Bantuan Hibah Grassroots untuk Keamanan Manusia Pemerintah Jepang dan dukungan dari 9 perusahan otomotif Jepang yang tergabung dalam Jakarta Japan Club (JJC) dengan inisiatif 9 perusahaan tersebut.

Sebagaimana informasi yang diterima dari Faisal Ramadhan selaku Information and Culture Kedutaan Jepang di Jakarta melalui email menjelaskan acara ini dihadiri oleh Yasuaki Tanizaki, Duta Besar Jepang untuk RI sebagai perwakilan dari pihak Jepang, Sutanto Soehodho, Deputi Gubernur Bidang Industri, Perdagangan, dan Transportasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Wahyu Mulyana, Ketua Urban and Regional Development Institute sebagai perwakilan dari pihak Indonesia,  Masahiro Nonami, Ketua JJC serta perwakilan dari perusahaan-perusahaan tersebut.

Proyek ini telah dilaksanakan sebagai sebuah proyek Bantuan Hibah Grassroots untuk Keamanan Manusia berjudul “Proyek Mitigasi Kemacetan Lalu Lintas dan Kerusakan Lingkungan di daerah JABODETABEK (Persimpangan Gelora)”.

Proyek ini telah ditandatangani oleh Pemerintah Jepang dan Urban and Regional Development Institute pada bulan Januari yang lalu, di mana pemerintah Jepang telah memberikan dana senilai USD 94.949 dan 9 perusahaan tersebut telah memberikan bantuan dengan nilai yang setara kepada lembaga tersebut.

 Proyek ini dilaksanakan untuk mengurangi kemacetan di sekitar Persimpangan Gelora yang merupakan salah satu persimpangan dengan kemacetan parah di Jakarta, sehingga lingkungan hidup bagi masyarakat di sekitarnya dapat diperbaiki khususnya dari sisi polusi udara dan kebisingan.

Untuk itu, dalam proyek ini telah dilaksanakan perbaikan iklim Persimpangan Gelora, termasuk perbaikan garis jalur kendaraan, pulau-pulau lalu lintas, lampu lalu lintas dan rambu-rambu lalu lintas.

Diharapkan bahwa proyek ini selain dapat mengurangi kemacetan lalu lintas di sekitar Persimpangan Gelora, juga dapat memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh 160.000 penduduk di Kecamatan Tanah Abang saat ini, yaitu masalah lingkungan hidup, khususnya polusi udara serta kecelakaan lalu lintas.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Jumat, 10 April 2015

Jepang Luncurkan Beasiswa Monbukagakusho

JAKARTA, - Kedutaan Besar Kerajaan Jepang untuk Indonesia akan membuka penawaran beasiswa kepada putera-puteri Indonesia.

Sebagaimana informasi yang diterima dari Bagian Informasi dan Budaya Kedutaan Jepang di Jakarta melalui email mengatakan mulai 13 April 2015, Kedutaan Besar Jepang akan membuka penawaran beasiswa kepada mahasiswa/mahasiswi Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di universitas di Jepang sebagai research student pada tahun akademis 2016 (April 2016 /Oktober 2016) dalam Program Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho).

Prasyarat yang diajukan untuk mengikuti program beasiswa ini adalah

(1) Pelamar berkewarganegaraan Indonesia

(2) Pelamar lahir pada dan setelah tanggal 2 April 1981

(3) IPK dari universitas jenjang pendidikan terakhir minimum 3,0

(4) Nilai TOEFL minimum 550 atau ekuivalen atau lulus Tes Kemampuan Bahasa Jepang minimum level 2/N2

Kemudian,  tiket pergi pulang, uang masuk universitas, uang kuliah dibiayai dengan beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho), para mahasiswa akan menerima uang setiap bulannya untuk biaya kehidupan sehari-hari.

Registrasi Online dan Formulir pendaftaran dapat diperoleh pada website Kedutaan Besar Jepang (http://www.id.emb-japan.go.jp).

Dokumen lamaran harus dikembalikan kepada Kedutaan Besar Jepang sebelum tanggal 30 April 2015, dapat diserahkan secara langsung atau dikirim melalui pos (paling lambat 30 April 2015 cap pos).

Pertanyaan mengenai program beasiswa ini dapat menghubungi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia melalui Email berikut: beasiswa@dj.mofa.go.jp

Sebagai informasi, pada tahun akademis 2015, sebanyak 33 orang mahasiswa Indonesia telah lulus ujian dan berangkat ke Jepang sebagai research student dengan rekomendasi dari pihak Kedutaan.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Godzilla Jadi Duta Wisata Jepang

TOKYO, - Monster fiksi dari Jepang, Gojira atau dikenal dengan Godzilla dijadikan sebagai Duta Wisata negeri  untuk menarik perhatian para wisatawan yang hadir.

Sebagaimana dilansir media setempat, Monster yang sudah menjadi bintang selama lebih dari 60 tahun ini akan menjadi Duta Wisata pada kawasan Shinjuku.

Kehadiran Godzilla sebagai duta wisata lewat tampilan patungnya yang berdiri tegak dengan tinggi sekitar 52 meter di depan kantor Toho, studio film yang menciptakan sosok ini pada tahun 1952.

Terkait dengan penunjukkan Godzilla sebagai duta wisata, Walikota Shinjuku, Kenichi Yoshizumi mengatakan bahwa monster ini sebagai karakter kebanggan Jepang

“Godzilla adalah karakter kebanggaan Jepang,”ucapnya

Sebagai informasi, Gojira atau dikenal dengan Godzilla berasal dari bahasa Jepang yang berasal dari gabungan dari Gorilla dan Kujira.

Godzilla sendiri menurut kabar yang beredar lahir akibat dari dampak radiasi pengujian nuklir di Samudera Pasifik

Studio Toho sendiri akan membuat film Godzilla baru setelah tidur selama 10 tahun, bahkan Hollywood juga akan membuat sekuel yang dirilis tahun 2018.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Kamis, 09 April 2015

Keidanren Beraudiensi dengan Menlu RI

JAKARTA, - Pagi tadi (9/4), Menlu RI menerima courtesy call dari Federasi Bisnis Jepang (Keidanren) di Gedung Pancasila.

Sebagaimana informasi yang diterima Direktorat Informasi dan Media Kemlu RI melalui email menjelaskan bahwa delegasi Keidanren terdiri dari 46 pengusaha asal Jepang. 18 diantaranya merupakan pemimpin setingkat CEO dari berbagai perusahaan terkemuka seperti Toyota Motor Corp, Mitsubishi Corp, Asahi Group Holdings, dan Toshiba Corp.

Pada pertemuan tersebut, Wamenlu RI yang juga menjadi Ketua Satgas Diplomasi Ekonomi di Kemlu hadir untuk lebih dalam berdiskusi dengan anggota Keidanren.

Kunjungan yang merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Jokowi ke Jepang pada tanggal 23-25 Maret 2015, merefleksikan confidence tinggi Jepang untuk semakin meningkatkan investasi di Indonesia.

Menlu kembali menegaskan bahwa Jepang, investor terbesar kedua di Indonesia setelah Singapura, sepatutnya dapat kembali menjadi investor terbesar di Indonesia.

Lebih lanjut, Menlu juga menggarisbawahi bahwa dengan terbentuknya ASEAN Economic Community pada akhir tahun ini, pasar bagi investor Jepang di Indonesia akan bertambah, dengan pangsa pasar 600 juta orang.

Menlu mengharapkan hal ini dapat menjadi insentif bagi perusahaan anggota Keidanren untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi yang akan diekspor ke ASEAN.

Dalam pertemuan ini, Keidanren menegaskan bahwa bidang-bidang investasi di Indonesia yang diminati antara lain infrastruktur, manufaktur, jasa, dan otomotif.

Berbagai perusahaan papan atas Jepang tengah membangun sejumlah pabrik di Indonesia. Asahi, bekerja sama dengan Indofood, sedang membangun pabrik yang memproduksi air mineral dan teh hijau (ocha) di Sukabumi dengan nilai investasi sebesar Rp. 700 milliar.

Toyota Corp akan membangun pabrik bis dengan nilai investasi sebesar Rp. 20 triliun. Mitsubishi Corp turut membangun pabrik di daerah Tangerang yang akan memproduksi tiga jenis mobil.

Seluruh perusahaan di atas akan memasarkan produknya di Indonesia dan ASEAN.   Sehari sebelumnya (8/4), Keidanren telah melakukan courtesy call kepada Presiden RI di Istana Negara.

Sebagai informasi, Keidanren merupakan organisasi ekonomi eksklusif Jepang dengan anggota 1,309 perusahaan, 112 asosiasi industri nasional, dan 47 organisasi ekonomi regional.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 31 Maret 2015

Indonesia Buka Kesempatan kepada Investor Jepang

TOKYO, - Indonesia membuka lebar bagi pelaku usaha untuk melebarkan produk mereka di Indonesia yang sesuai dengan visi misi dan program prioritas Pemerintah.

Hal ini disampaikan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Kerajaan Jepang Yusron Ihza Mahendra ketika membuka seminar investasi bertajuk “Indonesia Updates: New Investment Policy and Opportunities” di Tokyo, Jepang (31/3) waktu setempat

Kesempatan investasi RI-Jepang tidak hanya melibatkan infrastruktur, tapi juga kawasan ekonomi khusus dan produk – produk halal yang sangat diminati di Jepang.

“Visi, misi dan program prioritas Pemerintah Indonesia yang baru telah menciptakan berbagai peluang investasi yang baru pula bagi dunia usaha Jepang.” ucap Dubes Yusron.

Dubes Yusron pun memberikan contoh, program prioritas di bidang pembangunan infrastruktur, maritim, dan tenaga listrik tentunya membuka peluang kerjasama dan investasi di bidang-bidang tersebut.

“Di samping itu, selaras dengan upaya mempercepat laju pembangunan di daerah, khususnya di luar Jawa, pemerintah juga telah meluncurkan program bagi penciptaan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di seluruh wilayah Indonesia, yang tentunya akan mempermudah penanaman modal Jepang di wilayah-wilayah tersebut.”ucapnya

Seminar menghadirkan beberapa pembicara terkemuka dari Indonesia, yaitu Deputi Kepala BKPM bidang Layanan Investasi Lestari Indah, Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Imam Haryono, dan Wakil Direktur  LPPOM MUI Sumunar Jati.

Dalam acara ini, Deputi Kepala BKPM telah memaparkan kebijakan investasi terkini Indonesia, khususnya berbagai langkah yang diambil guna meningkatkan pelayanan kepada calon investor.

“BKPM telah meluncurkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk memudahkan proses penanaman modal bagi investor baru, dan juga menawarkan sejumlah insentif bagi investor yang memenuhi kriteria yang ada.” ucapnya.

Sementara itu, Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian memaparkan upaya Pemerintah Indonesia menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di seluruh wilayah Indonesia.

“Tidak kurang dari 14 Kawasan Ekonomi Khusus akan dibentuk, utamanya di luar Jawa, guna mengoptimalkan potensi ekonomi yang ada di wilayah-wilayah tersebut. Tentunya masing-masing Kawasan Ekonomi Khusus akan didukung dengan pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur dan sejumlah insentif bagi investor,”ucapnya

Mencermati semakin tingginya minat dunia usaha Jepang atas produk halal, seminar juga menghadirkan Sumunar Jati, Wakil Direktur LPPOM MUI, yang memberikan pemaparan khusus mengenai industri halal sebagai sektor investasi baru yang potensial.

“Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia dapat menjadi basis yang potensial bagi industri halal baik untuk konsumsi domestik maupun pasar ekspor.” ujarnya

Pada kesempatan ini, dirinya memaparkan berbagai sektor industri halal seperti makanan dan minuman, kosmetika, obat-obatan, produk rumah tangga, pariwisata, dsb, serta prosedur dan tatacara memperoleh sertifikasi halal.

Dari pihak Jepang, seminar menghadirkan Wakil Direktur Urusan Indonesia JICA (Japan International Cooperation Agency) Jun Saotome, dan General Manager Bank SMBC Hiro Hyakutome, selaku pembicara.

JICA memaparkan mengenai kemajuan berbagai program kerjasama Indonesia – Jepang di bidang pembangunan infrastruktur, sementara SMBC telah memaparkan mengenai kerjasama investasi yang dilakukannya bersama Bank BTPN yang telah memungkinkan penyediaan layanan finansial kelas dunia bagi investor Jepang di seluruh wilayah Indonesia.

Penyelenggaran seminar ini mendapatkan sambutan yang hangat dari dunia usaha Jepang. Dari target peserta 200 orang, seminar berhasil menarik partisipasi sekitar 400 peserta.

Hal ini tentunya mencerminkan tingginya minat dunia usaha Jepang untuk terus memperkuat kerjasama ekonomi dengan Indonesia. Seminar investasi ini diselengarakan KBRI Tokyo bekerjasama dengan ASEAN – Japan Center dan BKPM RI.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Jumat, 27 Maret 2015

Debut Perdana Vahid Halilhodzic di Timnas Jepang Berjalan Sukses

TOKYO, - Debut perdana Vahid Halilhodzic melatih timnas Jepang berjalan sukses dimana meraih kemenangan 2-0 atas Tunisia.

Pertandingan yang berlangsung di Oita ini, Jepang baru bisa membongkar pertahanan Tunisia pada menit ke-60 dimana Keisuke Honda dan Shinji Kagawa masuk sebagai pemain pengganti.

Dengan masuknya dua pemain baru, membuat permainan Jepang menjadi hidup dimana umpan silang Honda berhasil dikonversikan dengan baik oleh Okazaki pada menit ke-78.

Pada menit ke-82, Keisuke Honda mencatatkan namanya di papan skor setelah mendapatkan umpan dari Kagawa yang mengagetkan barisan belakang Tunisa dan berubah menjadi 2-0 untuk Jepang.

Hingga peluit yang ditiupkan Williams tidak mengubah keadaan tetap 2-0 untuk Jepang dan membuat debut perdana pelatih asal Bosnia tersebut manis.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Rabu, 25 Maret 2015

Ketika Jepang Bandingkan Jokowi dengan Steve Jobs

TOKYO, - Ada yang menarik ketika kunjungan Presiden Joko Widodo ke Jepang terutama saat bertemu dengan 1,200 pemimpin perusahaan dengan mempresentasikan peluang investasi mereka di Tanah Air dengan cara khasnya up close and personal.

Gaya Jokowi yang up close and personal menjadi daya sendiri bagi media negeri Sakura tersebut melihat mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Sebagaimana dilansir dari Nikkei dalam laporannya mengatakan cara Presiden meyakinkan para pelaku bisnis Jepang dalam proyek total berbanderol USD418 miliar atau sekitar Rp5,420 trilun mengingatkan pada sosok pendiri Apple mendiang Steve Jobs.

“Widodo dengan cepat meninggalkan podium dan menghabiskan sisa waktu pidato 20 menitnya dengan menyusuri panggung seperti (mendiang pendiri Apple) Steve Jobs dan acapkali berhenti untuk menanggapi pengunjung dengan caranya yang halus,”demikian tulis Nikkei.

Tidak hanya Nikkei yang menuliskan sosok dari Jokowi tetapi juga Ketua Kamar Dagang dan Industri Jepang, Akio Mimura pun memuji cara presentasi mantan Walikota Solo tersebut.

“Cara dia menjelaskan semuanya dengan slides dan mikrofon di tangan adalah hal yang luar biasa untuk seorang kepala negara,”ucapnya.

Apa yang dilakukan Jokowi untuk meyakinkan para pelaku usaha Jepang untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia mendapatkan tepuk tangan yang luar biasa.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 24 Maret 2015

Presiden Tatap Muka dengan WNI di Jepang

TOKYO, - Disela-sela acara kenegaraan di Jepang, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri untuk berdialog dengan para warga negara Indonsia yang ada di negeri sakura tersebut.

Sebagaimana informasi yang beredar, Presiden hadir di Balai Indonesia, Tokyo, Selasa (24/3) malam waktu setempat dan bertemu dengan ratusan warga Indonesia yang berada di negeri tersebut.

Dalam kesempatan ini, Presiden meminta beberapa orang yang paling semangat menyambut dirinya untuk naik ke panggung dan memperkenalkan dirinya.

Suhu Tokyo yang berkisar 7-10 derajat celcius tersebut tidak menghalangi para warga Indonesia untuk bertemu sang Presiden yang juga idola mereka.

Dalam pertemuan ini Presiden beberapa kali mengomentari dan menjawab keluhan dari masyarakat Indonesia yang ada di Jepang termasuk soal pembangunan masjid yang dananya kurang.

Pada akhir acara pun masyarakat Indonesia tidak melewatkan untuk berphoto bersama dengan Presiden bahkan ada yang mengajak selfie.





Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Indonesia Ingin Perdamaian di Laut Tiongkok Selatan Terwujud

TOKYO, - Terkait dengan penyataan Presiden Jokowi soal Laut Tiongkok Selatan yang beredar di sejumlah media setempat maupun internasional membuat Menteri Luar Negeri RI angkat bicara

Sebagaimana dilansir dari laman resmi Sekretaris Kabinet, Menlu Retno kepada jurnalis yang mencegatnya  di sela-sela mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Jepang, Menlu menjelaskan, bahwa pernyataan Presiden Jokowi yang mengatakan, bahwa klaim  teritorial Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan tidak memiliki dasar dalam hukum internasional itu tekanannya adalah bagaimana perdamaian di kawasan itu terwujud.

“Tekanan bagi Indonesia bahwa stabilitas dan perdamaian di kawasan itu terwujud. Jadi itu yang terus terus ditekankan bagi Indonesia, dan sebagaimana yang Bapak Presiden tadi sampaikan bahwa satu  Indonesia tidak mempunyai claim tumpang tindih apapun dengan Tiongkok. Itu yang perlu digaris bawahi,” ucapnya

Menurut Menlu Retno dengan tidak adanya klaim tumpeng tindih tersebut membuat Indonesia menjadi lebih mudah untuk bergerak sehingga sebagaimana yang disampaikan Presiden, Indonesia dari awal sudah menawarkan menjadi  broker, broker atau membantu memfasilitasi, fasilitator apabila diperlukan.

Menlu menegaskan, dalam rangka untuk menjamin bahwa perdamaian dan stabilitas di kawasan Laut Tiongkok Selatan itu terwujud, maka menjadi kewajiban dari ASEAN untuk terus mendorong implementasi dari declaration of conduct, dan juga segera memulai negosiasi untuk code of conduct (COC).

“Indonesia juga sudah sangat terlibat didalam pembicaraan-pembicaraan tersebut. Saya kira dengan pernyataan yang disampaikan Bapak Presiden dan saya hanya tambahkan sedikit, message yang kita keluarkan jelas bagi Indonesia stabilitas perdamaian penting. Indonesia siap untuk membantu untuk menciptakan  suasana yang stabil dan damai di kawasan,” ujarnya

Diakui Menlu, pada tahun pada awal tahun 2010 memang pemerintah Indonesia dan ini juga dilakukan oleh beberapa negara lain, mengirim surat kepada sekjen PBB untuk menanyakan mengenai dasar pembuatan nine dot line tersebut.

“Jadi itu yang dilakukan  Indonesia pada tahun 2010  yang lalu. Jadi semuanya sudah jelas, tidak ada salah interpretasi dari apa yang posisi Indonesia terhadap Laut China Selatan,” ucapnya



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz

Bahas Bebas Visa, Jokowi Bertemu dengan PM Abe

TOKYO,- Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe di kantornya di Tokyo.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi Kemlu, pertemuan ini membahas sejumlah bidang seperti pada bidang ekonomi kedua tokoh ini sepakati general review terhadap Indonesia – Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA) untuk segera diselesaikan dan mengedepankan pendekatan win-win sehingga dapat lebih menyeimbangkan neraca perdagangan bilateral kedua negara. Kedua pihak juga setuju untuk memulai renegosiasi Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B).

Kemudian pada bidang people-to-people contact, kedua pemimpin menyambut baik penerapan bebas visa baik oleh Jepang bagi WNI, maupun rencana Pemerintah Indonesia untuk memberikan bebas visa bagi warga Jepang yang berkunjung.

Slain itu, Presiden Jokowi juga menyambut baik JENESYS Project (Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths) yang bertujuan memberikan pengertian mengenai masing-masing budaya melalui pertukaran pelajar.

Presiden Jokowi dan PM Abe juga menyepakati kerja sama dalam persiapan dan pelaksanaan Asian Games yang akan dilaksanakan di Jakarta tahun 2018.

Terkait dengan kerja sama politik dan keamanan, kedua pemimpin menyambut baik dimulainya forum 2+2 antar Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara dalam waktu dekat.

Pertemuan juga menyepakati beberapa MoU antara Kementerian Perdagangan RI dan Japan External Trade Organization (JETRO) on Cooperation in Trade and Industry; antara BKPM dan Japan External Trade Organization (JETRO) on Cooperation in Investment Cooperation; dan  antara Kementerian Pertahanan RI dan the Ministry of Defence of Japan on Cooperation and Exchanges in the Field of Defense;

Dalam kesempatan pertemuan bilateral, Presiden  mengundang Perdana Menteri Shinzo Abe untuk menghadiri KTT Asia Afrika dan peringatan 60 KAA yang akan dilaksanakan tanggal 22-24 April 2015 di Jakarta dan Bandung.

Sebagai informasi, Jepang juga merupakan mitra dagang nomor 3 terbesar Indonesia dengan nilai USD 40, 2 miliar di tahun 2014.

Dari segi investasi, nilai investasi Jepang adalah nomor 2 terbesar bagi Indonesia dengan nilai USD 2,7 milyar di tahun 2014, dan ada sekitar 486 ribu wisatawan Jepang yang berkunjung ke Indonesia di tahun 2014



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Di Tokyo, Presiden Bahas Kerja sama Lintas Sektoral

TOKYO, - Dalam kunjungan kerja ke Jepang, Presiden Jokowi memliki sejumlah agenda penting selain adanya pertemuan-pertemuan dengan para pemangku kepentingan di negara tersebut.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi Sekretaris Kabinet, kunjungan pertama Presiden dan Ibu Negara di Jepang adalah melakukan pertemuan dengan Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko di Imperial Place, Istana Akaska.

Selepas pertemuan dengan Kaisar Akihito, Presiden melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe di kantornya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas kerja sama bilateral lintas bidang. Dalam kontek investasi Presiden Jokowi menyampaikan rencana pembangunan di Indonesia khususnya terkait dengan insfrastruktur.

Selain itu, Presiden menekankan adanya banyak peluang bagi investor Jepang untuk berinvestasi di berbagai sektor seperti pembuatan pembangkit tenaga listrik; pembangunan 24 pelabuhan; pembuatan 1000 km dan perbaikan jalan tol; pembangunan 15 bandara baru dan merenovasi yang lama; pembangunan MRT di kota kota metropolitasn dan kota besar di Indonesia; serta pembangunan kawasan ekonomi khusus di luar Jawa.

Terkait hal ini kedua pemimpin menyambut baik rencana kerja sama infrastruktur dalam pembangunan Mass Rapid Transport (MRT) di Jakarta dan proyek jalur kereta Jawa-Sumatra interconnection transmission line.

Presiden RI dan PM Jepang juga meluncurkan PROMOSI (Japan-Indonesia Investment and Export Promotion Initiative) dalam upaya meningkatkan kerja sama perdagangan dan promosi.

Dalam hal kerja sama maritim, Indonesia dan Jepang sepakat membentuk forum kerjasama maritim, khususnya membahas keamanan maritim, infrastruktur maritim (program tol laut), peningkatan kapasitas untuk bidang kerja dan industri perikanan. 

Hal ini sejalan dengan upaya Indonesia untuk mengembangkan poros maritim.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Soal Laut Tiongkok Selatan, Indonesia Siap Jadi Mediator

TOKYO,- Konflik Laut Tiongkok Selatan yang hingga saat ini belum ada titik temu, terkait hal ini membuat Presiden Joko Widodo angkat bicara dan bersedia menjadi mediator dari pihak yang bersengketa.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi ketika ditanya sejumlah media termasuk media lokal di Hotel Imperial, dalam kunjungannya ke Tokyo Jepang.

“Perlu saya sampaikan bahwa Indonesia tidak berada pada pihak yang bersengketa di situ. kita hanya ingin mendoro agar Code of Conduct, CoC bisa diimplementasikan dan ada finalisasi,”ucapnya

Sebagaimana dilansir dari media setempat beredar ucapan Presiden Jokowi yang mengatakan bahwa klai teriorial Tiongkok di Laut Tiongkok selatan tidak memiliki dasar dalam hukum internasional

“Kita membutuhkan perdamaian dan stabilitas di wilayah Asia Pasifik,”ucapnya.

Menurut Presiden Jokowi, stabilitas politik dan keamanan penting untuk pertumbuhan ekonomi negara manapun.

“Jadi kami mendukung Code of Conduct di Laut China Selatan dan juga dialog China (RRT)-Jepang, China (RRT)-ASEAN,”ucapnya.

Seperti diketahui, keberadaan Laut Tiongkok Selatan hingga saat ini masih diperdebatkan sejumlah negara selain Tiongkok serta negara-negara yang berada di kawasan ASEAN.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Jepang Serahkan Bantuan Hibah Grassroots Tahun Fiskal 2013

SUMBAWA, - Pemerintah Kerajaan Jepang, menyerahkan fasilitas penyediaan air bersih di Desa Talonang Baru, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB

Sebagaimana diinformasikan Faisal Ramadhan, Staff Informasi dan Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta melalui email menjelaskan, penyerahan bantuan ini bagian dari bantuan hibah grassroots pemerintah Jepang.

Acara penyerahan ini dihadiri oleh Kijima Yoshiko, Minister, Kedutaan Besar Jepang di Indonesia sebagai wakil dari pihak Jepang serta Zulkifli Muhadli, Bupati Kabupaten Sumbawa (waktu penandatanganan di prasasti), Mala Rahman, wakil Bupati Kabupaten Sumbawa (hadir di acara peresmian), dan Iwan Irawan Marhalim, Ketua Yayasan Serikat Tani Pembangunan dari pihak Indonesia.

Fasilitas tersebut adalah hasil dari “Proyek Penyediaan Air Bersih di Desa Talonang Baru, Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat”, yang merupakan proyek bantuan hibah grassroots senilai USD 99.390 dan telah ditandatangani oleh Pemerintah Jepang dan Yayasan Serikat Tani Pembangunan pada bulan Maret 2014.

Dalam pelaksanaan proyek ini, dengan adanya kerja sama dari PT. Newmont Nusa Tenggara sebagai mitra, telah dilaksanakan pembangunan fasilitas penyediaan air termasuk sumur, pompa, tangki air dan hidran umum serta pengadaan perpipaan yang menghubungkan sumber air dan fasilitas umum untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup warga setempat yang terjamin akses air bersih.

Selain itu, juga dilaksanakan pembentukan Komite Pengarah, yang anggotanya berasal dari warga setempat, yang bertugas mengelola fasilitas yang telah dibangun, dan pemberian pelatihan kepada komite tersebut untuk melakukan tugas tersebut.

Pemerintah Jepang berharap bahwa proyek ini dapat menjamin akses air bersih untuk minum dan kebutuhan sehari-hari di sepanjang tahun bagi 1.623 orang dari 443 KK sehingga sanitasi lingkungan mereka akan semakin baik.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz