Tampilkan postingan dengan label Pemuda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemuda. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Mei 2015

Mahasiswa Indonesia Siap hadapi ASEAN Community 2015

MOSKOW, -  Kota Moskow sedang bersolek guna menyambut Peringatan 70 tahun Hari Kemenangan Rusia  yang akan diperingati pada tanggal 9 Mei 2015 di Rusia dan juga merupakan hari nasional Rusia.

Keceriaan dan kemeriahan kota Moskow yang sedang bersolek juga  di wajah-wajah optimis Mahasiswa Indonesia yang mulai berdatangan dari seluruh wilayah Rusia dan kawasan Amerika dan Eropa untuk guyub Internasional ala mahasiswa Indonesia di Moskow yang akan dilaksanakan pada tanggal 6-8 Mei 2015.

Informasi yang diterima dari Pensosbud KBRI Moskow melalui email menjelaskan perhelatan akbar mahasiswa Indonesia ini dinamakan “Simposium PPI Amerika-Eropa 2015”, dengan tema “Persatuan dan Kesatuan Bangsa menghadapi ASEAN Community 2015”.

Puncak acara Simposium akan berlangsung pada tanggal 6 Mei dan bertempat di MGIMO University, Moskow, yang merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Rusia.

Dalam Simposium PPI Amerika-Eropa 2015 diselenggarakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA) serta didukung oleh  KBRI Moskow, yang direncanakan akan diikuti oleh sekitar 150 mahasiswa perwakilan PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) dari 20 negara di Amerika dan Eropa, yakni: Austria, Belanda, Belgia, Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Inggris, Italia, Jerman, Kanada, Norwegia, Perancis, Portugal, Rusia, Serbia, Spanyol, Swedia, Swiss dan Turki.

Dok KBRI Moskow

Selain itu, Simposium PPI Amerika-Eropa ini juga akan diikuti oleh perwakilan dari sejumlah  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia, yang telah konfirmasi hadir dan akan mengikuti perhelatan akbar mahasiswa di Moskow

Narasumber Simposium PPI Amerika-Eropa adalah Menlu RI Retno L.P. Marsudi (melalui telekonferensi); Dubes Djauhari Oratmangun; Dubes I Gusti Ngurah Swajaya dari Kemlu; Dr. Connie Rahakundini Bakri (Executive Director Institute of Defence and Security Studies); Dr. Viktor Sumsky (Director of ASEAN Center, MGIMO University); Fadhil Hasan (Executive Director of the Indonesian Palm Oil Producers Association), Dr. Dessy Irawati-Rutten (Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional), dan Victor Tarushin (Executive Director of Russian-ASEAN Business Council).

Dalam menyambut perhelatan Simposium PPI Amerika dan Eropa yang acara puncaknya akan dilaksanakan tanggal 6 Mei, para mahasiswa Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah Federasi Rusia sudah sejak 2 hari lalu telah datang hadir di kota Moskow untuk mempersiapkan diri.

Sedangkan para mahasiswa Indonesia dari wilayah Amerika dan Eropa sudah mulai berdatangan mendarat di Moskow sebelum hari-H.

Simposium PPI Amerika-Eropa ini sendiri merupakan wadah para mahasiswa Indonesia di kawasan Amerika dan Eropa berdiskusi dan bertukar ide mengenai langkah dan upaya yang perlu dilakukan generasi muda dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya guna mengantisipasi tantangan dan peluang Komunitas ASEAN 2015 nanti.

Hal ini disampaikan Handaru Lukiza Ketua Panitia symposium mengatakan bahwa masing-masing komisi akan menyampaikan hasil sidangnya dan selanjutnya dalam rapat pleno akan disampaikan kesepakatan yang ditanda tangani seluruh Ketua / Perwakilan PPI negara Amerika-Eropa.

“Seusai simposium, masing-masing komisi akan menyampaikan hasil sidangnya dan selanjutnya dalam rapat pleno akan disampaikan kesepakatan yang ditandatangani seluruh Ketua/Perwakilan PPI negara Amerika-Eropa yang hadir, yang dinamakan ‘Piagam Moskow’ sebagai rekomendasi kepada pemerintah,” ujar Handaru Lukiza, ketua panitia simposium yang juga mahasiswa S1 fakultas Ilmu Politik tahun ketiga Universitas RUDN.

Di sela-sela kegiatan simposium, para mahasiswa dari PERMIRA juga direncanakan akan menampilkan sejumlah pertunjukkaan kesenian dan budaya di aula MGIMO University.

Terkait dengan acara ini, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Indonesia untuk Federasi Moskow, Djauhari Oratmangun mengatakan bahwa pihaknya dan KBRI mendukung sepenuhnya dan mendorong inisiatif kegiatan kemahasiswaan yang kreatif dan produktif.

"Tentunya  kami sebagai Duta Besar Indonesia dan KBRI Moskow mendukung sepenuhnya dan mendorong inisiatif kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang kreatif dan produktif seperti ini, jayalah PERMIRA, hidup Mahasiswa Indonesia Kawasan Eropa dan Amerika, selamat bersimposium" ujar Duta Besar Djauhari Oratmangun




Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz


Jumat, 03 April 2015

43 Negara Ikuti Konferensi Pemuda Asia Afrika

JAKARTA, - Setidaknya 43 negara negara dipastikan ambil bagian dalam Konferensi Pemuda Asia Afrika (New Asia Afrika Youth Conference Plus 2015).

Informasi yang beredar, kegiatan kepemudaan ini berkaitan dengan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang akan berlangsung di Bandung, Jawa Barat pada 23 April mendatang

Dari 43 negara, kawasan Asia Tenggara yang siap mengikuti kegiatan ini sedangkan negara lainnya baru 21 negara yang sudah melakukan konfirmasi kegiatan ini.

Selain negara Asia dan Afrika, panita juga mengundang pemuda di kawasan luar dua benua tersebut yaitu Amerika, Eropa dan Australia.

Tema yang diangkat adalah permasalahan yang terjadi saat ini termasuk diantaranya pengenalan budaya dari seluruh peserta

Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari pihak terkait, antara lain Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkot Bandung, Kadin, Kementerian Pariwisata, Kementerian Koperasi dan UKM serta Kemlu.

Rencananya acara ini akan berlangsung di tiga tempat yaitu Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Bandung, Hotel Savoy Homann dan Gedung Merdeka.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Minggu, 22 Maret 2015

Berdayakan Anak Muda dalam Berinovasi lewat ITB Innovators Move

BANDUNG, - Sebagai salah satu institusi pendidikan ternama di Indonesia, Institut Teknologi Bandung bekerja sama dengan KIBAR mempersembahkan ITB Innovators Move, sebuah program yang bertujuan menjadi katalis dan menginspirasi mahasiswa menyelesaikan permasalahan pembangunan bangsa melalui inovasi dan kolaborasi.

Sebagaimana diinformasikan Ogi Wicaksana, Media Relations PT Kibar Kreasi Indonesia mewakili ITB Innovators Move melalui email menjelaskan  pada hari Minggu, (22/3), berlangsung Innovators Expo, rangkaian akhir dari program ITB Innovators Move yang diadakan di Aula Barat ITB.

Pada acara tersebut, hadir 9 Innovators yang merupakan mahasiswa ITB terpilih, mempresentasikan berbagai karya inovatif mereka di hadapan para kolaborator yang berasal dari sektor swasta, akademisi, pemerintah, hingga komunitas.

Menurut Intania Amanda Larasaty selaku Executive Director ITB Innovators Move mengatakan program ini merupakan yang pertama di ITB yang mengusung kolaborasi antar bidang keilmuan dan turut melibatkan para praktisi maupun akademisi dengan lintas keahlian.

“ITB Innovators Move merupakan acara pertama di ITB yang mengusung kolaborasi antar bidang keilmuan dan turut melibatkan para praktisi maupun akademisi dengan berbagai bidang keahlian. ITB Inmove ingin membangun supporting system untuk ekosistem berinovasi di ITB. Gerakan kami ini juga didukung penuh oleh Rektor ITB, Prof. Kadarsah Suryadi, yang memiliki visi menjadikan ITB sebagai entrepreneurial university,” kata Intania Amanda Larasaty selaku Executive Director ITB Innovators Move.

Intania juga menambahkan dengan mengusung tema Unleashing Hidden Potential Through Innovation, ITB Innovators Move ingin memicu semangat mahasiswa untuk berinovasi dalam memecahkan masalah yang ada di Indonesia.

“Para Innovators dituntut untuk membuat karya berdasarkan analisis kondisi dan masalah. Kami mengkurasi 9 karya terbaik yang memenuhi kriteria inovatif, menyelesaikan masalah, dan memberikan dampak kepada masyarakat secara luas,” kata Intania.

Beberapa di antara 9 karya tersebut termasuk Kabin, sebuah aplikasi yang mendukung sistem smarthouse, yang berfungsi memonitor konsumsi listrik dan mengontrol perangkat elektronik di rumah di mana pun dan kapanpun melalui perangkat mobile.

Adapula Smart Helmet,  sebuah perangkat yang ditambahkan ke helm yang dilengkapi sensor kecepatan. Perangkat tersebut terintegrasi dengan smartphone pengguna, dan dapat mendeteksi jika terjadi kecelakaan.

Secara terpisah, Yansen Kamto, Chief Executive KIBAR menuturkan pentingnya kolaborasi antar berbagai pihak untuk mendorong tumbuhnya generasi muda dengan pola pikir inovatif di Indonesia.

“KIBAR memiliki misi mengibarkan talenta muda Indonesia ke tingkat global melalui teknologi, dimulai dengan membangun kapasitas dan menanamkan pola pikir bahwa mereka harus berkarya untuk bermanfaat. Untuk itu dibutuhkan kerjasama dengan semua pemangku kepentingan, agar potensi ini dapat tumbuh dan berkembang semakin cepat.”ucapnya

ITB Innovators Move 2015 ini melibatkan para praktisi dan akademisi untuk menjadi kolaborator yang akan mengakselerasi para Innovators dalam mengembangkan produk mereka.

Para Kolaborator tersebut diantaranya adalah Budi Gunadi Sadikin (Presiden Direktur Bank Mandiri), Jusman Syafii Djamal (Komisaris Utama Garuda Indonesia), Yansen Kamto (Chief Executive KIBAR), Waizly Darwin (CEO Marketeers), Dicky Sukmana (CEO Invictus), Juwanda (Staf Ahli Walikota Bandung), Dr. Leo Aldianto, MBA, MSC (Dosen SBM ITB), dan Dr.techn. Saiful Akbar, S.T.,M.T. (Dosen Informatika ITB).

Dengan adanya kolaborasi dengan berbagai pihak, inovasi yang muncul diharapkan dapat berkembang lebih pesat sekaligus memberikan dampak positif yang lebih besar lagi.

Sebagai informasi, ITB Innovators Move adalah sebuah gerakan mahasiswa yang mengusung semangat kolaborasi dalam berinovasi untuk membuat karya yang mampu menyelesaikan masalah Indonesia.

Bekerja sama dengan KIBAR, sebuah perusahaan konsultan teknologi yang memiliki visi untuk mengibarkan talenta muda Indonesia, mereka percaya bahwa dengan semangat berkolaborasi, akan tercipta dampak positif yang lebih cepat dan lebih besar.

Program ini terdiri dari tiga acara utama yaitu Innovators Meetup, Innovators Hunt, dan Innovators Expo.




Kontak blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Jumat, 20 Maret 2015

New Cities Foundation dan Connect4Climate luncurkan “Jakarta Urban Challenge”

JAKARTA, - Jakarta Urban Challenge mengundang para pelajar dan wirausahawan Indonesia berusia 18-35 tahun yang ingin berkontribusi mengatasi tantangan mobilitas dan lalu lintas Jakarta.

Sebagaimana diinformasikan Dinar Primasari dari Edelman Indonesia mewakili pihak penyelenggara dalam keterangannya melalui email mengatakan kompetisi ini dibuka untuk perorangan maupun kelompok yang terdiri dari maksimal lima (5) orang.

Untuk mendaftar, individu atau kelompok harus mengirimkan proposal inovatif berbahasa Inggris yang terdiri dari 1 .000 kata yang memaparkan visi dan misi proyek mereka.

Aplikasi dibuka pada hari ini, 16 Maret 2015 dan akan ditutup pada 30 April 2015. Detil kompetisi bisa dilihat melalui http://bit.ly/JKTUrbChallenge.

Tiga finalis terbaik akan diumumkan pada bulan Mei untuk mempresentasikan ide mereka di depan panel juri internasional pada penyelenggaraan New Cities Summit 2015. Pemenang akan diumumkan saat Summit berlangsung dan mendapatkan hadiah sebesar USD20.000 untuk merealisasikan ide mereka.

Jakarta Urban Challenge diselenggarakan New Cities Foundation, sebuah organisasi nonprofit global, bersama dengan Connect4Climate, sebuah inisiatif global dari World Bank bersama Kementerian Lingkungan Italia.

Selain itu akan digelar New Cities Summit 2015 yang akan diadakan pada tanggal 9- 11 Juni, New Cities Foundation mengumumkan para pembicara dan program dari summit tersebut. 

Pembicara terdiri dari para pemimpin kota, arsitek, CEO, akademisi dan pengamat dari berbagai belahan dunia. New Cities Summit akan diadakan di Asia untuk pertama kalinya pada tahun ini.

Acara ini akan dihadiri oleh 800 delegasi dari 40 negara untuk mendiskusikan tema “Seizing Urban Moment: Cities at the Heart of Growth and Development”.

Konferensi ini akan membahas tantangan- tantangan urbanisasi Asia sekaligus mencari jawaban atas permasalahan-permasalahan serupa yang dihadapi semua kota di dunia. 

Beberapa pembicara pada New Cities Summit 2015 termasuk Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta; Muhammad Yunus, penerima Nobel Perdamaian sekaligus Pendiri Grameen Bank; Ahamed J. M. Muzammil, Walikota Kolombo, Sri Lanka; Charbel Aoun, Wakil Presiden Senior Smart Cities, Schneider Electric; Manuel Salgado, Wakil Walikota Lisbon; dan In Dong Cho, Direktur Jenderal, Seoul Innovation Department.

Sebagai informasi, New Cities Summit sebuah acara yang diselenggarakan oleh New Cities Foundation, New Cities Summit merupakan acara global terkemuka mengenai masa depan perkotaan.

Selain itu mendorong perubahan perkotaan yang positif, acara bergengsi tinggi ini mendukung kolaborasi antar sektor lewat pembangunan jaringan sosial, forum terdepan, dan diskusi yang hidup. Summit ini menampilkan sekaligus menyebarkan ide-ide terbaik mengenai masa depan kota-kota dan menghasilkan solusi nyata dan terukur yang dapat diadopsi dan diimplementasikan di semua negara di dunia.

Program acara disusun oleh New Cities Foundatio n, dengan dukungan dari para anggota dan mitra, sehingga mencerminkan pemikiran tajam dan inovatif untuk kota masa depan.

New Cities Summit 2015 akan diadakan di Jakarta, Indonesia dari 9-11 Juni, yang sebelumnya diselenggarakan di Dallas (2014), Sao Paolo (2013), dan Paris (2012).

Selain itu,  New Cities Foundation membawa misi untuk menciptakan masa depan perkotaan yang lebih baik dengan menghasilkan dan mengembangkan ide dan solusi melalui aktivitas, riset, dan proyek inovasi perkotaan.

Dalam semua aktivitasnya, New Cities Foundation berkerja sama dengan para eksekutif, pemerintahan, akademisi, masyarakat, media, dan seniman.

Setiap tahun, New Cities Foundation mengadakan New Cities Summit, sebuah acara global terkemuka di bidang masa depan perkotaan. New City Summit selanjutnya akan diadakan pada 9 -11 Juni 2015 di Jakarta, Indonesia, setelah sebelumnya diadakan di Dallas (2014), Sao Paolo (2013), dan Paris (2012). 

New Cities Foundation juga mengadakan acara lainnya termasuk Forum Cityquest –KAEC, sebuah forum terdepan di bidang proyek perkotaan baru berskala besar, dan Cities on the Move, sebuah acara di bidang mobilisasi perkotaan masa depan.

New Cities Foundation adalah organisasi non-profit independen, yang didirikan tahun 2010 dan didanai oleh para anggota dan mitranya.

Secara keseluruhan, anggota New Cities Foundation terdiri dari perusahaan, universitas, kota, dan organisasi terkait perkotaan dari seluruh dunia. 

Anggota sekaligus pend iri New Cities Foundation adalah Cisco dan Ericsson. New Cities Foundation berbasis di Geneva dengan kantor utama terletak di Paris.

Sementara Jakarta Urban Challenge adalah sebuah kompetisi berhadiah USD 20.000 untuk generasi muda Indonesia dengan solusi terbaik bagi permasalahan lalu lintas dan mobilitas Jakarta.

Seiring dengan perkembangan Jakarta, mobilitas menjadi tantangan yang terus tumbuh sementara masalah kepadatan semakin memburuk, isu yang dihadapi kota metropolitan besar.

Jakarta Urban Challenge didesain untuk menemukan solusi lokal guna meningkatkan mobilitas Jakarta, yang merupakan salah satu kota terpadat di dunia.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh New Cities Foundation berkolaborasi dengan Connect4Climate, sebuah komunitas global yang peduli dengan perubahan iklim, mendorong solusi dan melakukan aksi pemberdayaan. Connect4Climate didirikan oleh World Bank dan Kementerian Lingkungan Italia.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Rabu, 18 Maret 2015

Menlu Terima Dua Pramuka Luar Biasa

JAKARTA, - Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi disela-sela tugasnya sebagai menteri menerima dua anggota Pramuka Luar Biasa (Tuna Rungu) di ruang kerjanya.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi Kemlu RI, Menlu Retno yang didampingi Dirjen IDP, Esti Andayani menerima Nurafandi Patta Bate dari Gowa, Sulawesi Selatan dan Armin dari Kendari, Sulawesi Tengah.

Kedua anggota Pramuka Luar Biasa ini tengah melakukan kegiatan keliling nusantara dengan tujuan lebih memperluas wawasan dan mengenali Indonesia

Dalam pertemuan ini Menlu Retno mengapresiasikan atas kunjungannya ke Kementerian Luar Negeri serta mengharapkan kegiatan yang dilakukan dua pramuka ini dapat menjadi motivasi dan pengalaman bagi para generasi muda di Indonesia khususnya sesama anggota pramuka dan tentunya menambah rasa cinta bangsa dan tanah air Indonesia.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Sabtu, 07 Maret 2015

Lewat AJYF 2015 Perkuat Bilateral ASEAN-Jepang

BENGKULU, - Ratusan pemuda dari negara-negara ASEAN dan Jepang berkumpul di Bengkulu menghadiri forum pemuda.

Sebagaimana dilansir dari laman Kemlu RI,  Bengkulu menjadi tuan rumah ASEAN-Japan Youth Forum (AJYF) 2015 yang diadakan di Hotel Santika (4-7/3).

Forum yang diadakan atas kerja sama Indonesia Student and Youth FOrum (ISYF), Pemprov Bengkulu, Kemlu, Kemenpora, Asia Center, dan ASEAN Secretariat ini.

Tema yang diusung adalah "The Role of Youth on Strengthening ASEAN-Japan Partnership toward ASEAN Community 2015”.

Forum ini terbuka bagi siapa pun pemuda dan pemudi ASEAN dan Jepang yang berusia di bawah 25 tahun dan tentunya fasih berbahasa Inggris.

Adapun tujuan dari diadakannya program ini adalah sebagai ajang untuk berbagi pengalaman, ide-ide, kesadaran, dan pemahaman mengenai hubungan ASEAN-Jepang.

Sultan Bachtiar Najamudin, Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu, menyambut dengan ramah para peserta di kediamannya (4/3) dalam gala dinner.

Sehari setelahnya, AJYF resmi dibuka oleh Direktur Informasi dan Media (Infomed) Kemlu, Siti Sofia Sudarma.

Forum dilaksanakan selama dua hari. dimana pada hari pertama, seusai resmi dibuka, para peserta memulai seminar dengan narasumber Jun Takahashi dari Mision of Japan to ASEAN, Ai Goto dari Japan Foundation, Ky-Anh Nguyen dari ASCC Department, dan Ibrahim Mutaqqi dari The Habibie Center. Para narasumber mengangkat topik mengenai hubungan kerja sama ASEAN-Jepang.

Setelah mendengarkan kuliah singkat dari para narasumber, peserta dari masing-masing negara diberi waktu selama sepuluh menit untuk menyampaikan pandangan mereka tentang negaranya beserta hubungannya dengan Jepang dan negara ASEAN lainnya.

Presentasi ini dimoderatori oleh Direktur Kerja Sama Fungsional ASEAN (KFA), J.S. George Lantu, dan Direktur Infomed.

Pada hari kedua, para peserta dibagi menjadi tiga kelompok diskusi. Tema yang diangkat pada masing-masing kelompok yaitu ASEAN-Japan Youth Partnership in Political-Security Community, Economic Community, dan Sosio-Cultural Community.

Mereka mendiskusikan masalah-masalah apa yang dihadapi dan hal apa saja yang bisa mereka lakukan sebagai orang-orang muda.

Forum ini menghasilkan beberapa rekomendasi dan action plans. Dalam bidang politik dan keamanan, para peserta memberikan rekomendasi yaitu menjaga perdamaian di antara negara-negara ASEAN dan Jepang serta pembuatan simposium yang fokus pada isu buruh migran.

Dalam  bidang ekonomi, mereka setuju untuk melakukan pelatihan kepemimpinan dan bisnis bagi kaum muda di kedua wilayah. Terakhir, di bidang sosial budaya, para pemuda dan pemudi ini setuju untuk menginisiasi lebih banyak kegiatan youth engagement seperti program pertukaran pemuda antarnegara.

AJYF sendiri resmi ditutup oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Dr. Yuni Purwanti



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Minggu, 01 Maret 2015

Rifai Darus, Ketum DPP KNPI

JAYAPURA, - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) berhasil menjalankan kongres mereka dengan menghasilkan ketua baru.

Adalah Muhammad Rifai Darus terpilih menjadi Ketua Umum DPP KNPI dalam Kongres XIV yang berlangsung di Kota Jayapura Provinsi Papua.

Sebagaimana dilansir dari media setempat, Muhammad Rifai Darus yang disapa dengan MRD ini mengungguli saingannya Ahmad Sahroni dalam pemilihan Ketua Umum DPP KNPI yang baru berakhir hingga pukul 05.00 WIT pagi.

Istimewa
Sistem pemilihan sendiri berlangsung dalam dua putara dimana para tahap pertama MRD dan Sahroni meraih suara terbanyak pertama dan kedua namun tidak mencapai 50 persen plus 1 sebagaimana aturan yang berlaku untuk meraih kemenangan.

Pada tahap pertama diikuti delapan kandidat calon Ketua Umum DPP KNPI antara lain Maruli Silaban, Arif Mustofa, Arnold Udam, Bintang Prabowo, Muhammad Rifai Darus, M. Guntur, Ahmad Sahroni dan Abidam C Yadash.

Di putaran pertama ini, Rifai mendapatkan 88 suara dari total 184 peserta kongres sedangkan Sahroni meraih 80 suara.

Pada peringkat ketiga diraih Arif Mustofa sembilan suara, kemudian Bintang Prabowo (4), M Guntur (2) dan Maruli Silaban (1) sementara Arnold Udam serta Abidam C Yadash sama sekali tidak meraih suara.

Ketegangan sempat terjadi dalam kongres, ketika sejumlah peserta bersuara lantang namun hanya sebentar setelah Arif Mustofa peraih suara dalam peringkat ketiga serta Bintang Prabowo mengambil alih dan menyatakan mendukung Rifai.

Setelah itu terjadi, pemilihan tahap kedua dengan total suara perolehan 184 suara dimana Rifai kembali unggul suara cukup jauh yaitu 121 suara dan 63 suara untuk Ahmad Sahroni.
Dengan hasil ini Safa’at Perdana mengetuk palu sebagai tanda pengesahan hasil kongres dimana Rifai sebagai Ketua Umum DPP KNPI periode 2015-2018.

“Dengan demikian saya menyatakan Muhammad Rifai Darus ditetapkan sebagai Ketua Umum DPP KNPI periode 2015-2018 sekaligus sebagai Ketua Tim Formatur hasil Kongres XIV KNPI,”ucapnya.

Dengan terpilihnya Muhammad Rifai Darus maka Kongres XIV KNPI dinyatakan selesai dan ditutup dengan acara penutupan.





Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz


Sabtu, 28 Februari 2015

1,1 Miliar Anak Muda Terancam Tuli

GENEVA, - Setidaknya ada sekitar 1,1 miliar remaja dan orang dewasa di dunia yang terancam kehilangan pendengaran mereka karena perangkat audio di luar batas batas aman termasuk smartphone dan lingkungan bising.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi, angka ini dikeluarkan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bidang Kesehatan (WHO) berdasarkan analisis berpusat pada data penelitian di negara berpenghasilan menengah dan tinggi dimana 50 persen remaja dan dewasa berusia 12-35 tahun menggunakan perangkat audio secara tidak aman.

Ilustrasi - Istimewa
Sementara 40 persen dari mereka terpapar suara bising di luar batas aman saat berada di tempat-tempat hiburan.

“Saat orang-orang muda melakukan apa yang mereka inginkan semakin banyak dari mereka yang menempatkan diri pada resiko gangguan pendengaran,”ucap Direktur Departemen Pengelolaan Penyakit Tidak Menular, Disabilitas dan Pencegahan Cedera WHO, Dr Etienne Krung.

Krug juga mengatakan ketika pendengaran itu hilang maka tidak akan pernah kembali. Dengan tindakan pencegahan sederhana akan memungkinkan seseorang terus menikmati hidup tanpa membuat pendengaran mereka berisiko.

“Sekali kau kehilangan pendengaran, maka pendengaran itu tak akan pernah kembali. Melakukan tindakan pencegahan sederhana akan memungkinkan seseorang terus menikmati hidup tanpa membuat pendengaran mereka berisiko (rusak),”ucapnya.

Sebagai informasi, berdasarkan WHO tingkat suara dikatakan tidak aman bagi pendengaran jika lebih dari 85 desibel selama delapan jam atau 100 desibel selama 15 menit.

Kehilangan pendengaran berpotensi merugikan kesehatan fisik, mental, pendidikan dan pekerjaan seseorang.



Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

WHO Minta Anak Muda Batasi Penggunaan Perangkat Audio

GENEVA, - Badan PBB Bidang Kesehatan (WHO) meminta agar para anak muda di dunia untuk mulai membatasi diri menggunakan perangkat audio kurang dari satu jam demi menghindari risiko kehilangan pendengaran.

Sebagaimana dilansir dari laman WHO selain menyarankan membatasi diri, anak muda juga disarankan menjaga volume perangkat audio tetap rendah dengan mengenakan penutup telinga ketika mengunjungi tempat yang bising serta membatasi waktu berkegiatan di tempat bising dan terlibat dalam kegatan bising.

Ilustrasi - Istimewa
Rekomendasi ini terkait dengan data WHO yang baru saja keluar menunjukkan sekitar 1,1 miliar remaja serta orang dewasa di dunia berisiko kehilangan pendengaran karena menggunakan perangkat audio di luar batas aman termasuk ponsel pintas dan lingkungan bising.

Selain angka yang keluar, WHO juga mengatakan negara-negara berpenghasilan dan tinggi menunjukkan sekitar 50 persen remaja dan dewasa muda berusia 12-35 tahun menggunakan perangkat audio secara tidak aman.

Sedangkan 40 oersen dari mereka yang terpapar suara bising di luar batas aman saat berada di tempat-tempat hiburan.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 24 Februari 2015

Soal Baju, Ini Jawaban Puteri Indonesia 2015

Istimewa
JAKARTA, - Soal photo dirinya tengah mengenakan pakaian bergambar palu dan arit membuat satu negeri heboh membuat sang Puteri Indonesia terpilih Anindya Kusuma Putri angkat bicara juga.

Menurut Anin, baju yang dikenakan didapatkan sebagai hadiah pertukaran dari mahasiswa Vietnam ketika acara Association Internationale des etudiants en science economiques et commercial, dan kenapa dirinya mengunakan itu sebagai wujud penghargaan atas hadiah yang diberikan.

“Saya menghargai persahabatan antar bangsa dan juga perbedaannya termasuk ideology masing-masing negara. Saat itu pun saya berpikir saya mengenakan baju itu karena menghargai teman-teman dari Vietnam. Sama halnya seperti mereka yang memakai baju batik pemberian saya,”ucapnya

Anin juga mengatakan bahwa mengenakan baju tersebut sebagai bagian dari pembelajaran untuk bisa menghormati budaya dan paham negara lainnya.

“Saya dan teman-teman di seluruh dunia menjalankan misi untuk meningkatkan awareness tentang understanding dan perdamaian dunia, saya paham akan arti lambang bagi Indonesia, namun bukan berarti saya setuju dengan ideology tersebut. ideologi saya adalah Pancasila,”tegasnya.

Dalam jumpa pers tersebut dirinya juga menjelaskan tentang kronologi dari foto tersebut yang diunggah pada tahun 2013 di Semarang, walau sangat berbeda ketika disebuah wawancara televisi dirinya mengatakan itu diambil di Vietnam pada Juni 2014.

Dengan kejadian ini, Anin pun meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa ini sebuah kesalahpahaman, dan dirinya sudah menghapus photo tersebut.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/cataanLorcasz

Kamis, 11 Desember 2014

Wakil Bangka Belitung Juara Duta Wisata Indonesia 2014

PEKANBARU, - Pemilihan Duta Wisata Indonesia 2014 ke-9 kembali dihelat pada Rabu (10/12). Bertempat di Gedung Teater Anjungan Idrus Tintin, Kota Pekanbaru, 18 finalis dari 18 provinsi menunjukkan kemampuan terbaiknya sebagai representasi pemuda yang sadar wisata untuk daerahnya.

Sebagaimana informasi yang didapat melalui email mengatakan acara yang bertemakan Menyongsong MEA 2015 dengan semangat duta wisata ini bertujuan agar para duta wisata di seluruh Indonesia siap dalam menghadapi  perubahan secara global termasuk dalam dunia pariwisata.

Pemilihan ini menghasilkan Aleo Saputra dan Annisa Rohmah (Bangka Belitung) sebagai pemenang dari Pemilihan Duta Wisata Indonesia 2014.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menuturkan harapannya agar pemilihan ini bisa menghasilkan generasi muda yang berpotensi, karena Ia yakin setiap finalis merupakan pemuda yang berpotensi.

“Kita perlu orang yang bisa mensosialisasikan dan menginformasikan bagaimana pariwisata di daerah kita. Riau saat ini memang memiliki banyak potensi pariwisata, namun masih mengalami kekurangan dalam hal infrastruktur. Namun saya berjanji di tahun 2015 kita akan menganggarkan lebih banyak dana untuk pembangunan infrastruktur dalam rangka pengembangan sektor pariwisata. Saya berharap akan ada sinergi dari setiap kabupaten untuk membuat rangkaian pariwisata.”ucapnya

Pemenang Pemilihan Duta Wisata Indonesia, Aleo Saputra menuturkan bahwa dirinya berharap Pemerintah bisa lebih memberikan perhatian dan dukungan kepada para duta wisata.

“Hal penting yang perlu kita lakukan adalah meningkatkan peranan pada Duta Pariwisata dari hanya simbol menjadi ujung tombak dari industri pariwisata di setiap daerah. Pemerintah perlu memfasilitasi hal tersebut, memberikan dukungan tidak hanya moriil tapi juga materiil. Kami siap menjadi partner utama Menteri Pariwisata, Arief Yahya, dalam pengembangan pariwisata kita.”ujarnya

Sementara itu, Ketua Asosiasi Duta Wisata Indonesia, Adi Pratama Wicaksana Putra, yang menjadi anggota dewan juri mengungkapkan bahwa para duta wisata ini nantinya diharapkan tidak hanya sekedar mempromosikan Pariwisata di Indonesia tetapi juga menjadi inspirator untuk mengajak seluruh elemen masyarakat di Indonesia Belitung untuk ikut aktif dalam pengembangan pariwisata Bangka Belitung.

 “Duta Wisata Indonesia harus mampu mengajak masyarakat, utamanya pemuda untuk semakin serius melihat dan mengapresiasi berbagai potensi pariwisata yang ada di Indonesia.”ungkapnya

Selain itu juga menurut Adi, jelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di tahun 2015, Indonesia akan dibanjiri investor dan juga pencari kerja yang melihat peluang dari Industri pariwisata. Jika tidak mempersiapkan diri dengan baik, masyarakat kita hanya akan menjadi penonton saja saat industri pariwisata telah maju dengan sokongan dana investor.

“Pemerintah juga perlu semakin serius pada pembenahan sarana dan pra sarana Pariwisata, untuk bisa menjadikan sektor ini sebagai alternatif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Duta wisata kita, harus bisa menjadi marketer utama dari Pariwisata dan siap untuk berbicara tentang peluang usaha bersama investor di bidang pariwisata,” tutur Adi.

Secara berurutan, Gelar Wakil 1 diberikan kepada Duta Wisata Propinsi Jawa Tengah (M. Rizqi Adi Pratama dan Nydia Rena Benita),  Wakil 2 Matthew Harvoe F.H.L dan Novita Adipati Chandra (Kalimantan Timur).

Harapan 1 Diraih oleh Briansyah Dewandri & Rizky Warda (Jawa Timur), Sementara Perwakilan Propinsi Kalimantan Tengah (Anandta Nurudi Sawung & Fia Delfia Adventy) meraih gelar Harapan 2, sementara Duta Wisata Propinsi Riau (Frandinata & Rafinda) harus puas meraih gelar sebagai harapan 3.

Selama prosesi pemilihan, para finalis mengikuti rangkaian karantina yang dilaakukan di Hotel Pangeran dari tanggal 6 hingga 11 Desember 2014.

Rangkaian karantina dikemas dalam beberapa sesi dan juga tes antara lain pembekalan dari Asosiasi Duta Wisata Indonesia,  Pemangku adat, hingga beberapa kunjugan di daerah Riau.

Dari seluruh rangkaian kegiatan karantina ini, seluruh finalis dari Sabang hingga Merauke diharapkan mampu mengenal dan memperkenalkan budaya Melayu untuk dapat mempromosikan salah satu tujuan wisata yang ada di Indonesia.

Selain gelar tersebut, gelar atribut juga diberikan kepada provinsi-provinsi yang memiliki nilai tertinggi pada setiap tes yang diberikan antara lain:

Duta Wisata Indonesia Favorit: Briansyah Dewandri (Jawa Timur) dan Novita A. Chandra (Kalimantan Timur)

Duta Wisata Indonesia Persahabatan: Franky Lucas & Tiara Whitford (NTT)

Duta Wisata Indonesia Perdamaian 2014: I Wayan eka Darma Putra & Ida Ayu Santi Purnamawati (Bali)

Duta Wisata Indonesia Budaya Nusantara: Lukman Nur Hakim & Vera Nurhayati. S (Sulawesi Selatan)

Duta Wisata Indonesia E-Tourism 2014: Larry Pongmakamba Pasampa & Kostavina Infandi (Papua)

Duta Wisata Indonesia Intelegensia 2014: M. Ilham Abas & Gina Rahman (Gorontalo)

Duta Wisata Indonesia Special Juri Prize 2014: Multan & Chesya Nasution (Sumatera Utara)

Duta Wisata Indonesia lingkungan hidup 2014: Nordianto & Ita Alman A (Kalimantan Barat)

Sebagai informasi, Adwindo adalah wadah nasional pergerakan duta wisata di seluruh Indonesia. Organisasi ini pertama kali berdiri sebagai hasil dari Kongres Duta Wisata Indonesia pada tahun 2005 di Bali.

Tujuan Adwindo adalah menjadi partner pemerintah dalam melibatkan generasi muda berpartisipasi secara aktif dalam membangun pariwisata dan melestarikan budaya Indonesia.

Dalam kegiatanya, Adwindo mendapatkan dukungan dan pembinaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.



Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Sabtu, 06 Desember 2014

Kwarnas Pramuka Gelar FGD di 6 Kota

JAKARTA, - Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka secara resmi melaksanakan Focuss Group Discussion (Diskusi Kelompok Terbatas) di enam kota di seluruh Indonesia.

Sebagaimana informasi yang diterima melalui email,  kegiatan ini merupakan rangkaian dari rencana kegiatan penelitian untuk Transformasi dan Re-branding Gerakan Pramuka yang dicanangkan oleh Kwarnas Gerakan Pramuka dibawah kepemimpinan Kak Adhyaksa Dault guna menegaskan kembali peran Gerakan Pramuka di Indonesia.

“Kami ingin mewujudkan visi terwujudnya Pramuka yang relevan dengan kebutuhan kaum muda untuk melakukan perubahan, atau yang kami sebut Scout for Change,” terang Kak Adhy  menjelaskan latar belakang dibutuhkannya transformasi dan re-branding Gerakan Pramuka.

Kegiatan FGD dilakukan dari tanggal 28 November 2014 sampai dengan 11 Desember 2014 di Bali, Makassar, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Bandung dan akan ditutup dengan diseminasi hasil laporan pada akhir Desember 2014 di Jakarta.

Rencananya pemaparan laporan akhir akan dihadiri oleh pengurus Kwarnas, akademisi, praktisi brand, ahli pemasaran, pakar komunikasi dan anggota Pramuka aktif.

Sejak dipimpin Kak Adhy di tahun 2013, Kwarnas Pramuka, mencanangkan Scout for Change sebagai visi terkini Gerakan Pramuka, dengan tujuan agar kegiatan Pramuka dapat kembali dominan dalam membentuk pribadi generasi-generasi muda yang kelak menjadi motor penggerak perubahan negara ke arah yang lebih baik.

Melihat perkembangan gerakan kepemudaan lain yang menjamur di Indonesia, saat ini nampaknya Kwarnas Pramuka merasa perlu untuk terus melakukan aktualisasi persepsi masyarakat terhadap Pramuka, sehingga dapat menentukan langkah-langkah selanjutnya yang akan dilakukan demi menciptakan Pramuka yang dapat diterima (acceptable)  sehingga anggota Pramuka tetap menjadi generasi pilihan utama yang dapat membangun bangsa di masa depan

“FGD rebranding ini bertujuan memetakan perubahan persepsi yang terjadi terhadap Gerakan Pramuka dan mengidentifikasi langkah-langkah awal memetakan proses adaptasi terhadap perubahan tersebut,” kata Wakil Ketua Bidang  Perencanaan, Pengembangan dan Kerjasama   Marbawi,  menjelaskan hasil akhir yang diharapkan dari FGD.

Kak Marbawi menambahkan pihaknya yakin akan perubahan itu tak terelakan harus disambut dan diadopsi.

”Kami yakin perubahan itu tak terelakan, harus disambut dan diadopsi. Maka dari itu kami ingin beradaptasi dengan  perubahan lewat penyaringan aspirasi yang sekaligus berguna sebagai data dan informasi yang valid, akurat dan teruji secara ilmiah.”ucapnya

Sebagai informasi, FGD di enam kota melibatkan berbagai aktor yang secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi eksistensi Gerakan Pramuka di Indonesia. FGD akan melibatkan pejabat dan birokrat, anggota-anggota Sangga Kerja (Saka) Pramuka, Pelatih dan Pembina Pramuka, Pramuka Garuda, Andalan Nasional dan Andalan Daerah, Para pengguna media sosial yang berpengaruh (social media influencers), anak muda berprestasi, pengusaha muda, aktivis organisasi mahasiswa serta anak-anak “gaul”



Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Youth Carnival 2014 Siap Digelar

SURABAYA, -  Surabaya Youth Carnival (SYC) 2014, Event Kepemudaan Independen terbesar di Surabaya akan kembali digelar pada tanggal 7 Desember 2014. 

Sebagaimana informasi yang diterima melalui email bahwa acara tersebut bertempat di Surabaya Town Square, Kali ini Surabaya Youth Carnival akan mengusung tema industri kreatif dengan membawa 5 elemen industri kreatif yaitu Musik, Kuliner, Crafting, Design dan Film.

Beberapa penggiat industry kreatif yang turut ambil bagian dalam SYC 2014 antara lain JFlow, Dennis Adhiswara, Edi Brokoli, Inijie, Dendy Darman dan masih banyak lagi.

Ketua Panitia SYC 2014, Rizky Herdiansyah, menuturkan bahwa pemilihan industri kreatif sebagai tema Tahun ini didasari fakta bahwa industri ini bisa menjadi alternatif bagi perekonomian bangsa.

“Kita tengah menikmati fase bonus demografi dimana sebagian besar populasi kita anak muda. Anak muda dengan kreatifitasnya menjadi tulang punggu Industri Kreatif negeri ini. Kita bisa melihat dari tahun ke tahun jumlah pemasukan negara dari Industri kreatif. Kami berharap pelaksanaan SYC 2014 tidak hanya bisa membuat pemuda Surabaya semakin mengenal industri kreatif, tapi juga aktif menjadi pelaku.”ucapnya    

JFLOW, musisi Hiphop kenamaan Indonesia, berharap Industri kreatif bisa semakin mendapat tempat di Indonesia. Selain itu, dirinya juga berharap tekanan pasar tidak terus-menerus menjajah para musisi Indonesia dan membatasi mereka dalam menghasilkan karya musik yang berkualitas.

“Saatnya karya anak bangsa mendapat perhatian bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional. Indonesia memiliki pasar yang bagus, dan kita juga memiliki banyak sekali penggiat industri kreatif yang sangat produktif dalam berkarya. Kolaborasi seperti yang dilakukan oleh Surabaya Carnival merupakan sebuah inisiatif yang baik untuk mengembangkan industri kreatif kita. Saya yakin industri kreatif kita akan maju, bila semua pihak turut ambil bagian dalam pengembangannya.”ujarnya

Sementara itu, Dennis Adhiswara secara terpisah menyatakan harapannya agar para sineas muda kian mendapat kesempatan untuk berkembang dan diapresiasi oleh para penikmat seni.

 “Zaman berubah, berbagai kemudahan bisa kita dapat dengan perkembangan teknologi. Beberapa waktu yang lalu untuk membuat Film kita membutuhkan biaya yang cukup mahal. Sekarang, kita bisa membuat video dengan Kamera smartphone lalu upload ke youtube dan menjad webseries. Kita harus bisa melihat peluang di Industri kreatif, tentu tidak lupa pemerintah juga harus memberikan dukungan baik dalam bentuk pelatihan, bantuan pendanaan, maupun melindungi karya cipta yang dimiliki para sineas,”ujarnya

Melalui Surabaya Youth Carnival 2014, diharapkan bisa menginspirasi lebih banyak anak muda untuk menjadi penggiat industri kreatif. Selain itu, setelah kegiatan ini terselenggara, diharapkan akan ada lebih banyak kolaborasi antar komunitas/penggiat kreatif di Surabaya yang menjadi bagian dari tindak lanjut dari event ini. Peran serta Pemerintah Kota Surabaya juga dinantikan untuk bisa semakin mengembangkan industri kreatif di Kota Pahlawan.

Sebagai informasi, Surabaya Youth Carnival merupakan kegiatan kepemudaan independent dan not-for-profit yang diselenggarakan oleh pemuda Surabaya.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengingkatkan kepedulian anak muda Surabaya tentang berbagai isu sosial di sekitarnya yang dikemas secara kreatif dengan konsep pop culture cenderung disukai oleh pemuda.

Mengusung Tagline Juxtaposition, Surabaya Youth Carnival 2014 dilaksanakan dengan semangat untuk bisa menciptakan lebih banyak peluang melalui kolaborasi.

 Akan ada penampilan khusus dari Asosiasi Duta Wisata Indonesia dan Ikatan Raka Raki Jawa Timur, juga hiburan dari MOCCA, Mooikite, Taman Nada, Cotswolds, DJ Magia Negra, dan Stand Up Comedy.

Terdapat juga 30 komuntias kreatif yang hadir diantaranya: Beatlemania Surabaya, Grand Story Magazine, IMIKI, GSM Production, Startic AV Peduli, Komunitas MMK, KOI (Komunitas Illustrasi), Kokoro, TOYS (Tempat Orang Yang Senang), Click ITS, Monica Never Comes (MNC), NAW CRU x SLUG, Srikandi Project, Instameet Surabaya, Kemarin Sore Radio, STUDIO 6, Literoom Designlabs, JB43, Bird Fixed Gear, Indonesian Youth Motion, Sinematografi UA, MAFIAS Suraaya, Nebengers, and Boice Surabaya.

Juga 24 booth penggiat industry kreatif lokal Surabaya, BEARY ID, Cweamy Ice Cweam, Papepo drink, FASHIONISTAS, Giyomi Shop, Human Adventure Equipment, KRÈME patisserie, Gendhis Gantari Interior Works, Fancy Snack, ROLLIN RUBYN, Colony Project, Odette and Caramel, Bonclassy, Ersten jahr Company, House of Vintage, Talky Pillow, Klastik footwear, Glasch - Nitrogen Ice Cream, Handy Dandy, BUCAPÉ, Maw Wooden Company, Le Toujours, and House Of "RaWr".



Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz