Tampilkan postingan dengan label Norwegia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Norwegia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Mei 2015

Norwegia Kehilangan Diplomat Terbaiknya

ISLAMABAD, - Kementerian Luar Negeri Kerajaan Norwegia (Regjeringen) kehilangan diplomat senior terbaik yang dipunya lembaga ini akibat kecelakaan helikopter di kawasan Gilgit-Baltistan, Pakistan pada Jumat (8/5) waktu setempat.

Adalah Duta Besar Kerajaan Norwegia untuk Republik Islam Pakistan, Leif Holger Larsen tewas bersama koleganya dari Filipina, Domingo Lucenario Jr serta dua FirstLady Dubes RI, Heri Listyawati Burhan Muhamaad dan Malaysia, Habibah Mahmud.

Sebagaimana dilansir dari media Norwegia, begitu mendapatkan kabar duka, bendera Norwegia pun dikibarkan setengah tiang untuk menghormati sang Dubes.

Menteri Luar Negeri Norwegia, Børge Brende pun memberikan pernyataan bahwa Dubes kelahiran 27 Januari 1954 ini adalah rekan terbaik dan berpengalaman.

“Dia adalah salah satu rekan terbaik dan paling berpengalaman,”ucap Menlu ketika menggelar konferensi pers.

Kesedihan juga melanda Perdana Menteri Norwegia, Erna Solberg yang mengatakan bahwa ini sangat menyedihkan bahwa negara ini kehilangan diplomat yang sangat dihormati dan berbakat.

“Ini sangat menyedihkan, Kami telah kehilangan seorang diplomat dihormati dan berbakat tapi pikiran kita pertama kepada keluarganya yang telah kehilangan seseorang terlalu dini,”ucap PM Solberg.

Dalam data dirinya sebagaimana dilansir dari laman resmi kedutaan Norway di Islamabad, Dubes Larsen lulusan Master of Political Science dari Universitas Bergen pada 1984.

Karir diplomatiknya dimulai ketika masuk Regjeringen setelah lulus pada 1984 sebagai staff di direktorat Asia-Oceania yang kemudian menjadi trainee di Kemlu.

Penempatan perdana di luar negeri adalah pada Agustus 1986 di Kedutaan Norwegia untuk Saudi berkedudukan di Riyadh selama dua tahun.

Kemudian pada tahun 1988 bertugas di Kedutaan Norwegia untuk Iceland di Reykjavik hingga Juli 1990.

Mulai Agustus 1990 hingga 2005 banyak dihabiskan pada lingkungan Pakta Pertahanan Utara (NATO) serta kebijakan keamanan antara lain sebagai delegasi Norwegia untuk NATO di Brussels, Belgia.

Kemudian Kepala Divisi Politik NATO, Kemlu Norwegia di tahun 1995 hingga 1997, Senior Advisor, OSCE Chairmanship Unit, Kemlu Norwegia (1998-99).

Assistant Director General, Section for Security Policy, Kemlu (2000-01), Minister Councellor, Delegasi Norwegia untuk NATO, di Brussels, Belgium (2001-2005).

Kemudian beralih menjadi Deputy Director General, Head of Section for Security Policy and USA/Canada, Kemlu pada 2005 hingga 2006.

Di bidang akademisi pun Dubes Larsen pun menjabat Member of Directing Staff, Royal Norwegian Defense University College, Oslo dari tahun 2009 hingga 2011.

Pria yang selamat dari serangan teroris Taliban di Hotel Serena, Kabul pada tahun 2008 ini menjabat sebagai Special representative for Afghanistan and Pakistan, Kemlu Norwegia.

Dan pada September 2014 lalu, dirinya menduduki posisi sebagai Dutabesar Kerajaan Norwegia untuk Republik Islam Pakistan.

Pakistan dalam sosok Dubes Norwegia ini adalah negara yang hangat, ramah, pekerja keras dan ingin membuat perbedaan walau dimata bangsa Barat, sebagai negara yang keras.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 21 April 2015

2017, Norwegia Matikan Radio FM

OSLO, - Mungkin bagi para penikmat radio FM tidak akan pernah bisa mendengarkan gelombang radio favoritnya ketika berkunjung ke Norwegia.

Karena terhitung 11 Januari 2017 mendatang, Pemerintah Kerajaan Norwegia melalui Kementerian Budayanya mengumumkan akan menutup radio FM tersebut dan beralih ke ranah online.

Sebagaimana dilansir dari media setempat, Menurut Menteri Budaya Thorhild Widvey bahwa dengan kebijakan ini para pendengar masih bisa mengakses konten radio yang beragam lengkap dengan kualitas suara dan fungsi yang jauh lebih baik.

“Para pendengar akan bisa mengakses konten radio yang lebih beragam lengkap dengan kualitas suara dan fungsi baru yang jauh lebih baik,”ucapnya.

Sebagai informasi, Norwegia hanya memiliki lima stasiun radio sementara dengan digital radio setidaknya akan tersedia sekita 22 saluran nasional.

Dari segi biaya, Radio FM memakan dana lebih mahal delapan kali dari Digital, karena operasioan Saluran Digtal bisa hemat USD25 juta atau kisaran Rp322 miliar.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Minggu, 19 April 2015

Soal Toleransi, Norwegia Belajar dari Indonesia

JAKARTA, - Indonesia yang kaya akan budaya dan juga toleransi antar umat beragama mendapatkan apresiasi dari negara luar dalam menangkal isu radikalisme yang semakin menggila.

Adalah Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Kerajaan Norwegia untuk Indonesia Stig Traavik yang mengatakan bahwa dalam soal isu radikalisme Indonesia punya pengalaman dan pesan penting buat dunia.

“Saya kira dalam isu radikalisme Indonesia memiliki pengalaman dan pesan penting bagi dunia. Pesan toleransi dari negara populasi padat yang memiliki interprestasi yang kuat dan baik mengenai Islam. Ini satu hal di mana dunia bisa belajar,”ujar Dubes Traavik.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi KAA, Dubes Traavik mengatakan bahwa kunjungan Perdana Menteri negaranya ke Indonesia beberapa hari lalu juga membicarakan hal ini kepada Presiden Jokowi.

“Ketika PM kami bersama Jokowi, mereka membicarakan masalah ini, Norwegia memiliki masalah pemuda yang ikut berperang di Suriah, secara mengejutkan masalah kami lebih besar dibanding Indonesia.

Kerajaan Norwegia sendiri dalam Konferensi Asia Afrika sendiri bersama dengan Indonesia ikut membantu pembangunan di Afganistan dalam kerja sama Selatan-Sealtan dan Triangular.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

#KAA60, Komitmen Norwegia dan Indonesia terhadap Afghanistan

JAKARTA, - Walau bukan bagian dari Asia Afrika tetapi Kerajaan Norwegia akan berkomitmen memberikan bantuan terhadap Afghanistan berupa pertanian dan ekonomi.

Komitmen ini disampaikan pemerintah Kerajaan Norwegia di sela-sela pembukaan Konferensi Asia Afrika yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Minggu (19/4)

Sebagaimana dilansir dari laman resmi Kemlu, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Kerajaan Norwegia untuk Indonesia, Stig Travik mengatakan total bantuan yang diberikan negaranya kepada Pemerintah Afghanistan sekitar USD100 juta.

Bantuan tersebut diberikan dalam sejumlah bidang seperti kemanusiaan dan pelatihan tata kelola pemerintahan yang sudah dibantu sejak 2001.

“Norwegia sejak tahun 2001 telah membantu Afghanistan dan kami memiliki hubungan yang sangat baik selama ini,”ucapnya.

Dubes Stig juga mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan bantuan terhadap Afghanistan agar terwujud kerjasama yang saling menguntungkan.

“Tidak hanya terhadap Afghanistan, namun kepada Palestina kami juga terus memberikan dukungan secara nyata,”ucapnya.

Sementara itu, Kuasa Usaha Ad Interm Kedutaan Afghanistan untuk Indonesia, Ammanullah Salim menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah Kerajaan Norwegia dan Indonesia.

“Perkembangan yang telah dicapai oleh Afghanistan sejauh ini tidak akan tercapai tanpa dukungan dari Indonesia maupun Norwegia,”ucapnya.

KUAI Salim  berharap lewat peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA) negaranya bisa memperoleh manfaat untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan sosial.

Sementara itu, pihak Indonesia yang diwakili Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Dian Triyansyah Djani mengatakan bahwa selama ini pihkanya telah memberikan bantuan seperti pelatihan kepolisian.

“Selama ini kami telah memberikan bantuan seperti pendidikan dan pelatihan kepolisian untuk Afghanistan,”ucap Dubes Dian

Dubes Dian juga menambahkan bahwa bantuan untuk penguatan kelembagaan juga diberikan terhadap pemerintah Afghanistan  dengan harapan agar stabilitas dalam bidang politik maupun ekonomi bisa terwujud.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Kamis, 16 April 2015

Ketika PM Norwegia Mencium Tangan Orang Rimba Jambi

JAMBI, - Ada yang menarik ketika Perdana Menteri Kerajaan Norwegia Erna Solberg mengunjugi pemukiman Orang Rimba di Senamat Ulu, Kabupaten Bungo Jambi.

Selain harus berjalan kaki dengan berlumpur ria menuju pemukiman tersebut tidak membuat sang PM sedikit lelah bahkan menikmati.

Sebagaimana informasi yang beredar, setibanya di pemukiman Orang Rimba, Ibu dua anak ini langsung menyapa anak Orang Rimba yang dibalas dengan menyalami PM Solberg dengan mencium tangan.

Sang Ketua Partai Konservatif Norwegia ini pun sedikit bingung dengan situasi tersebut dan berrtanya kenapa anak-anak Orang Rimba ini mencium tangannya, akhirnya sang PM mendapatkan penjelasan bahwa mencium tangan tersebut adalah tradisi hormat kepada seseorang.

Begitu mendapatkan jawaban dari seorang penerjemah, secara spontan PM Solberg pun mencium tangan anak Orang Rimba.

Prosesi cium tangan ala perempuan kelahiran Bergen 24 Februari 1961 ini berlanjut kepada orang yang ditemuinya wanita dewasa dan wanita tua di pemukiman tersebut.

Aksi yang dilakukan PM Solberg ini cukup menarik perhatian dan tidak pernah ditemui seorang pejabat publik terutama negeri ini mencium tangan warganya, terutama mengingat Erna Solberg adalah seorang kepala negara

Dalam kunjungan ini, PM Solberg pun mendengar apa yang disampaikan Orang Rimba terutama kondisi mereka jaman dahulu hingga di masa mendatang.

Sebagai informasi, kondisi warga Orang Rimba saat ini yang terdata hanya 57 Kepala Keluarga dengan jumlah anggota 137 jiwa.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Kesedihan PM Norwegia Terhadap Nasib Orang Rimba

JAMBI, - Perdana Menteri Kerajaan Norwegia Erna Solberg sangat sedih ketika mendengar nasib Orang Rimba yang berada di kawasan hutan adat Senamat Ulu, Kabupaten Bungo yang bercerita kepadanya.

Sebagaimana informasi yang beredar, PM Solberg sangat sedih dengan kondisi Orang Rimba dengan menyadari pentingnya keberadaan hutan untuk dunia.

“Saya sangat sedih mendengar kondisi Orang Rimba, kami menyadari hutan sangat penting, penting sekali untuk dunia,”ucapnya.

Kesedihan perempuan kelahiran Bergen, 24 Februari 1961 ini ketika Orang Rimba mengalami kesulitan pangan bahkan mereka tidak bisa lagi berburu babi dan mendapatkan hasil hutan seperti jernang dan getah balam sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari mereka.

Ketua Partai Konservatif Norwegia ini pun sempat bertanya soal kegiatan yang dilakukan Orang Rimba muda ketika dihutan dan dijawab bahwa kehidupan saat ini sangat terjepit lantaran hutan sudah berubah fungsi salah satunya sebagai perkebunan sawit yang dikelola perusahaan.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya mengatakan ada persoalan yang bisa diambil dan menjadi masukan pemerintah dalam membuat kebijakan publik.

Soal lahan yang dikeluhkan Orang Rimba, Menteri Siti baru mengetahui dua perusahaan bukan tiga sebagaimana yang disampaikan.

Menteri Siti juga menjelaskan alasan dipilihnya Jambi dalam kunjungan dari ibu dua anak ini, menurutnya terkait dengan kerjasama emisi gas rumah kaca atau REDD antara Norwegia dengan Indoensia dimana Jambi satu dari sebelas propinsi yang terlibat.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Dengan Berkubang Lumpur, PM Norwegia Bertemu Orang Rimba

JAMBI, - Dengan kondisi berkubang lumpur tidak menyurutkan niat Perdana Menteri Kerajaan Norwegia, Erna Solberg untuk bertemu dengan Orang Rimba yang berada di kawasan hutan adat Snawat Ulu, Kabupaten Bungo, Jambi.

Istimewa
Sebagaimana dilansir media setempat, Perdana Menteri yang dikawal Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan Pengamanan Khusus dari negaranya harus menempuh dua jam perjalanan.

Dalam perjalanan yang dilewati perempuan yang menjabat PM sejak Oktober 2013 ini harus berkawan dengan lumpur di setiap jalan lantaran kawasan tersebut sejak siang diguyur hujan.

Butuh perjuangan ekstra bagi perempuan kelahiran 24 Februari 1961 yang didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya dan Gubernur Jambi dimana harus menyeberangi sungai bebatuan.

Bahkan 800 meter jelang tempat pemukiman orang rimba, rombongan harus menerima kenyataan ketika mobil patroli pengawalan tidak bisa mendaki jalan dikarenakan jalan licin yang berujung terperosok.

Dengan kondisi tersebut membuat Ketua Partai Konservatif Norwegia ini memutuskan untuk berjalan kaki ke tengah hutan yang membuat sepatu sang PM harus merasakan lumpur.

Justru perjalanan inilah yang membuat PM Erna menikmati jalanan yang lengket, namun tidak dengan pasukan pengamanan presiden (Paspampres) yang sibuk memastikan sang  PM untuk tidak tergelincir saat berjalan.

Bahkan apa yang dilakukan Paspampres supaya ibu dua anak ini tidak terjatuh dengan bertumpu pada tangan sang pengawals ditepis karena mungkin ingin merasakan suasana yang belum pernah dialami selama hidupnya.

Begitu tiba di tempat Orang Rimba, PM Solberg pun berdialog dengan bantuan penerjemah untuk mengetahui kehidupan komunitas tersebut mulai dari jaman nenek moyang mereka hingga saat ini yang juga didengarkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz

Selasa, 14 April 2015

PM Norwegia Singgung Hukuman Mati

JAKARTA, - Perdana Menteri Kerajaan Norwegia, Erna Solber berkunjung ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Dalam penjelasan kepada media PM dari Partai Konservatif ini membeberkan materi pertemuan yang seputar isu terhangat termasuk pentingnya hak asasi manusia terhadap pelaksanaan hukuman mati.

“Dalam pertemuan hari ini, kami juga memiliki diskusi yang terbuka dan sangat baik soal pentingnya hak asasi manusia termasuk pelaksanaan hukuman mati,”ucapnya.

Walau tidak menyatakan langsung sikapnya, tetapi Norwegia mendesak Indonesia untuk segera menghapuskan penerapan hukuman mati.

Apa yang dilakukan Indonesia dalam menjalankan pelaksanaan hukuman mati sangat bertentangan dengan sikap aktif negara ini dalam diskusi HAM internasional terutama di kalangan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sebagai informasi, Norwegia sendiri pelaksanaan hukuman mati sudah dihilangkan sejak tahun 1979 sejalan dengan berkembangnya kesadaran HAM di Eropa.

Pelarangan segala bentuk hukuman badan terhadap pelaku kejahatan di negara tersebut berakhir pada tahun 2014.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz

Presiden Jokowi : Norwegia Mitra Penting Indonesia

JAKARTA, - Norwegia di mata Indonesia adalah mitra penting dengan karakter yang berbeda bila dilihat geografis namun kedua negara memiliki kesamaan dalam menjunjung nilai universal terutama demokrasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memberikan keterangan pers pasca pertemuan dengan Perdana Menteri Kerajaan Norwegia, Erna Solberg yang baru pertama kali datang ke Indonesia dan menjadi tamu negara pertama sejak Jokowi dilantik.

“Kombinasi ini yang menjadikan hubungan kedua negara sangat erat bersahabat dan saling mendatangkan manfaat,”ucap Presiden Jokowi.

Selain itu Presiden juga menegaskan bahwa Norwegia mitra penting dalam bidang lingkungan hidup, hak asasi manusia, perikanan, maritim dan energy.

Dalam pertemuan tersebut kedua negara juga disepakati beberapa hal yang menjadi penguatan dalam berbagai isu antara lain

Dalam bidang lingkungan hidup dan kehutanan kedua negara sepakat untuk melanjutkan kerja sama REDD+ yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2010.

“Norwegia menghargai komitmen Indonesia untuk penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 26%-41% pada tahun 2020 serta beberapa kebijakan affirmative lainnya,”ucap Presiden Jokowi

Selain itu dalam bidang pertanian, kedua akan bermitra termasuk dalam upaya untuk memberantas penangkapan ikan secara illegal (IUU Fishing) dan budi daya ikan laut.

Dalam bidang energy terbarukan, kerjasama dilakukan pada hydropower dan domestic biogas yang sudah dijalankan sejak tahun 1995.

“Kerja sama ini telah dilakukan sejak tahun 1995 dan akan terus dilanjutkan kedua negara,”lanjut Presiden Jokowi

Untuk bidang  triangular, Indonesia-Norwegia telah melakukan kerja sama untuk melatih 25 polisi wanita dan 12 guru dari Afghanistan, di Jakarta dan Bandung.

Melihat positifnya hasil kerja sama ini, menurut Jokowi, Indonesia dan Norwegia sepakat untuk menjajaki perluasan kerja sama triangular antara Indonesia-Norwegia ke negara-negara berkembang lainnya.

bidang pendidikan, untuk mendorong implementasi joint-degree antar-universitas kedua negara, beberapa universitas di Indonesia, seperti UGM, ITB, dan Akademi Keperawatan Ibnu Sina telah menjalin kerja sama dengan universitas-universitas di Norwegia.

Presiden Jokowi mengatakan, tercatat antara 60-80 mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di Norwegia, dan sebagian besar mahasiswa pasca sarjana.

Di samping masalah bilateral, Presiden Jokowi mengatakan, dirinya dan PM Solberg juga bertukar pendapat mengenai beberapa isu regional dan global, antara lain ASEAN, perubahan iklim, situasi Timur Tengah dan lain-lain.

“Kedua Negara juga telah sepakat untuk melakukan saling dukung bagi pencalonan sebagai Anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, untuk Indonesia tahun 2019-2020 dan untuk Norwegia tahun 2021-2022,” kata Presiden Jokowi.

Presiden menekankan, bahwa Indonesia dan Norwegia telah memiliki “Kemitraan Dinamis” yang dideklarasikan dan ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri dari kedua negara pada tahun 2010.  Kedua Negara juga telah memiliki forum reguler Dialog Hak Asasi Manusia sejak tahun 2002.

Dalam akhir keterangannya, Presiden Jokowi menyampaikan penghargaan kepada PM Solberg atas kunjungannya.

“ Saya yakin bahwa hubungan bilateral Indonesia dan Norwegia akan semakin kuat dan bermanfaat bagi rakyat kedua negara,” pungkasnya.

Sementara PM Norwegia Erna Solberg mengatakan, di samping isu bilateral, penting juga mendiskusikan isu-isu internasional, di mana Indonesia-Norwegia harus lebih sering melakukan kerjasama di masa mendatang.

“Karena situasi dunia sekarang ini mengharuskan kita semua (negara-negara di dunia) bekerjasama untuk menyelesaikan konflik-konflik yang terjadi di dunia,” kata Erna Solberg.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Presiden Jokowi Terima Kunjungan Persahabatan PM Norwegia

JAKARTA, - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan persahabatan Perdana Menteri Kerajaan Norwegia, Erna Solberg di Istana Merdeka, Selasa (14/4) sore.

Sebagaimana informasi yang diterima, dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mempererat persahabatan dan kerja sama dengan Norwegia

“Indonesia berkomitmen untuk mempererat persahabatan dan kerja sama dengan Norwegia,”ucap Presiden Jokowi

Sementara PM Solberg mengatakan bahwa selain isu bilateral, sangat penting untuk mendiskusikan isu internasional dimana kedua negara harus lebih sering melakukan kerjasama di masa mendatang

“Karena situasi dunia sekarang ini mengharuskan kita semua (negara-negara di dunia) bekerjasama untuk menyelesaikan konflik-konflik yang terjadi di dunia,”ucapnya.

Pertemuan dilanjutkan dengan pembicaraan bilateral delegasi kedua negara yang langsung dipimpin oleh pemimpin kedua negara.

Dalam pertemuan ini, juga hadir Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menlu Retno L.P. Marsudi, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menko Kepala BKPM Franky Sibarani, Menteri ESDM Sudirman Said, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz

Pesan Lingkungan PM Norwegia kepada Para Pelaku Infrastruktur

JAKARTA, - Dalam kunjungan ke Indonesia untuk pertama kalinya dan menjadi tamu pertama di Indonesia sejak Presiden Joko Widodo dilantik Perdana Menteri Kerajaan Norwegia, Erna Solberg meminta agar pembangunan yang dilakukan negeri ini tidak melupakan isu lingkungan.

“Kami punya perjanjian dengan Pemerintah Indonesia untuk mendukung pendanaan perlindungan hutan hujan di negara ini karena presiden sebelumnya merupakan aktivis lingkungan di bidang ekonomi hijau, kami akan membahas hal itu dengan presiden yang baru,”ucapnya.

Selain masalah lingkungan, dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi, PM Solberg juga akan membahas perdagangan bilateral dalam kerangka European Free Trade Area (EFTA).
Berdasarkan informasi yang beredar, nilai perdagangan kedua negara sebesar USD450 juta selama tahun 2014 lalu.

Angka ini meningkat sekitar 22 persen dibandingkan 2013. Peningkatan ini seiring dengan hadirnya  sekitar 40 perusahaan negara skandivania yang bergerak dalam bidang minyak, gas, industri, maritim, perikanan, akualkultur, dan energi terbarukan


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Di Indonesia, PM Norwegia Akan Bertemu dengan Suku Anak Dalam

JAKARTA, - Masalah lingkungan terutama hutan dan komponennya menjadi perhatian ekstra bagi Norwegia dalam menjaga bumi ini.

Hal ini juga yang dibawa Perdana Menteri Kerajaan Norwegia, Erna Solberg ketika berkunjung ke Jakarta dimana salah satu agenda di tanah air adalah akan bertemu dengan koumunitas suku anak dalam.

Informasi yang beredar dikalangan media, dengan didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, Perdana Menteri Erna Solberg bertemu dengan Presiden Jokowi.

Belasan dentuman Meriam dan lagu kenegaraan dimainkan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang menjadi bagian dari penyambutan kepada Perdana Menteri dari Partai Konservatif ini.

Selain  berada di Jakara, PM Solberg akan mengunjungi Jambi untuk meninjau kawasan hutan adat serta tempat tinggal dari suku anak dalam yang berada di kawasan Muara Bungo

Apa yang dilakukan PM Solberg di Indonesia adalah bagian dari fokus dari kerjasama bilateral terutama bidang lingkungan hidup dimana salah satunya bekerjasama dengan BP REDD+

Selain kerja sama, pemerintah Norwegia juga memberikan dana hibah USD1 miliar untuk program lingkungan dan hutan di negara ini.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Ketika Dua Menteri Jokowi Cicipi Salmon Segar dari Atlantik

JAKARTA, - Ada yang menarik dari kunjungan Perdana Menteri Kerajaan Norwegia Erna Solberg di Jakarta dimana mengundang dua menteri kabinet Jokowi untuk menikmati sajian salmon segar langsung dari laut Atlantik.

Informasi yang Diterima, dua menteri kabinet Jokowi yang diundang khusus PM kelahiran 24 Februari 1961 ini adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said.

“Selamat menikmati sajian salmon segara langsung dari laut Atlantik,”ucap PM Solberg kepada Menteri Susi dan Sudirman.

Sementara itu, Menteri Perikanan Susi Pudjiastuti mengapresiasikan sebagai kehormatan disediakan potongan ikan segar dari Perdana Menteri.

“Suatu kehormatan buat saya disediakan potongan ikan salmon oleh Perdana Menteri,”ucap Menteri Susi dihadapan PM dari Partai Konservatif tersebut.

Kedua menteri kabinet Jokowi ini pun sangat menikmati salmon yang disajikan dengan racikan masakan dari Chef Marcus Dybwad dari The Fat Duck, sebuah restoran peraih tiga Michelin Stars dan penerima penghargaan sebagai restoran terbaik Inggris dan dunia.

Dalam dunia per-salmon-an, Norwegia dikatakan berhasi mengelola ikan tersebut dengan kualitas tinggi yang mampu memenuhi permintaan ekspor ke lebih dari seratus negara yang diklaim sebagai produsen ikan salmon terbaik di dunia. Bahkan Ikan Salmon dari Norwegia telah menguasai lebih 60 persen pasar salmon di dunia.

Terkait dengan ikan salmon dan energy membuat kunjungan PM Solberg sangat berarti dimana dalam sebuah acara yang bertajuk Norwegian Energy and Maritime Opportunities yang digelar Kedutaan Kerajaan Norwegia di Jakarta dengan menghadirkan sekitar 10 perwakilan perusahaan asal negara skandinavia tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Regional Director Norwegian Seafood Council Jon Erik Steenslid memberikan pemaparan tentang seafood dari negara tersebut.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Senin, 13 April 2015

PM Norwegia Kunjungi Indonesia

JAKARTA, - Perdana Menteri Kerajaan Norwegia, Erna Solberg akan mengunjungi Indonesia dari tanggal 14 hingga 16 April mendatang.

Informasi yang beredar, bahwa kunjungan Perdana Menteri kelahiran 24 Februari 1961 ini menjadi kunjungan perdana ke Indonesia dan tamu negara asing pertama pemerintahan Joko Widodo

Selama kunjungan ke Indonesia, PM Solberg memiliki sejumlah agenda selain melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka.

Melakukan audiensi dengan sejumlah petinggi negeri ini antara lain, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said dalam peluang kerjasama bilateral dalam bidang maritim dan energi.

Selain itu, mantan anggota Storting dari daerah pemilihan Hordaland tahun 1989 ini akan bertemu dengan pemimpin agama di Mesjid Istiqlal, Jakarta yang dilanjutkan mengunjungi Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Selain Jakarta, Alumni University of Bergen ini akan mengunjungi Jambi terutama ke Desa Senamat Ulu untuk meninjau Agroforestri, pembibitan benih serta pembangkit listrik berbasis microhydro.

Selain itu PM Solberg juga melakukan dialog dengan beberapa komunitas lokal soal hutan adat dan hutan desa.

Sebelum kembali ke negaranya, Pemimpin Partai Konservatif ini akan bertemu dengan perwakilan industri kelapa sawit, kertas dan pulp di Jambi dalam membahas sejumlah hal termasuk komitmen pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan serta resolusi konflik dan hak kepemilikan tanah masyarakat lokal.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Jumat, 10 April 2015

Negara Skandinavia Jalin Kemitraan Pertahanan Hadapi Rusia

OSLO, - Banyak kalangan yang mengatakan bahwa Rusia saat ini menjadi tantangan terbesar bagi kawasan Eropa membuat sejumlah negara sepakat tingkatkan kerja sama terutama bidang pertahanan.

Salah satunya adalah negara-negara yang berada di kawasan Nordik sepakat untuk jalin kemitraan dimana menteri pertahanan dari Swedia, Finlandia, Denmark, Norwegia dan Islandia mengatakan Eropa Utara harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan krisis.

Hal ini disampaikan dalam sebuah pernyataan bersama yang dilansir dari sebuah harian Norwegia, Aftenposten.

“Para pemimpin Rusia telah menunjukkan bahwa mereka siap untuk membuat penggunaan militer secara praktis dan efektif untuk mencapai tujuan politik mereka, bahkan ketika ini melanggar prinsi-prinsip hukum internasional,”demikian pernyataan bersama Menhan kawasan Nordik.

Menurut mereka ada peningkatan militer dan kegiatan intelijen di wilayah utara mereka dimana militer Rusia menantang pihaknya di sepanjang perbatasan dengan pelanggaran.

“Ada peningkatan militer dan kegiatan intelijen di Baltik dan di wilayah utara kami. Militer Rusia menantang kami disepanjang perbatasan kami dan ada beberapa pelanggaran perbatasan di Baltik,”demikian penjelasan bersama menteri pertahanan.

Pernyataan ini terkait dengan ketegangan pasca Rusia mengambil wilayah Krimea dari Ukraina tahun lalu. Dengan melihat jumlah minoritas Rusia yang cukup besar di kawasan Baltik membuat kekhawatiran tumbuh di wilayah tersebut terancam intervansi Rusia.

Salah satu yang akan terkena dampak tersebut yaitu Finlandia dimana berbatasan dengan Rusia dan Swedia dimana bukan anggota NATO namun untuk mengantisipasi telah melakukan kerjasama dengan aliansi trans-Atlantik tersebut.

“Tindakan Rusia adalah tantangan terbesar bagi keamanan Eropa. Propaganda dan maneuver politik Rusia berkontribusi untuk menabur perselisihan antar negara-negara dan di dalam organisasi seperti NATO dan Uni Eropa,”ucap para menteri.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Sabtu, 28 Maret 2015

Odegaard Sanjung Modric

ZAGREB, - Ada yang menarik jelang pertandingan antara Kroasia kontra Norwegia dimana akan berhadapan  dua pemain yang bermain dalam satu klub.

Adalah Martin Odegaard yang akan menghadapi rekan seklubnya di Madrid, Luka Modric dalam lanjutan kualifikasi Euro 2016.

Kepada TV2 Sport, Odegaard menyebut Luka Modric sebagai pemain terbaik di dunia dan tidak sabar untuk bertanding melawan rekan setimnya.

“Dia (Modric) adalah satu satu yang terbaik. Dia bisa mengatasi tekanan dan memberikan umpan di saat yang tepat. Dia memancing lawan-lawannya dan membuka ruang bagi rekan setimnya,”ucapnya.

Dirinya juga berharap bisa bermain dalam partai tersebut dan melakukan yang terbaik untuk negaranya, Norwegia

“Saya akan melakukan yang terbaik. setelah itu, semoga saya bisa siap bermain di laga itu,”ucap pemain yang memiliki dua caps bagi timnas senior Norwegia tersebut.

Namun sayangnya harapan Odegaard untuk bisa berduel melawan Modric dalam kualifikasi Euro 2016 harus ditunda lantaran Modric menderita radang tenggorokan yang membuatnya harus istirahat.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz


Jumat, 20 Maret 2015

Secara Bertahap, Jalur Khusus Sepeda Dibuka

JAKARTA, - Tingginya minat masyarakat Jakarta menggunakan saran transportasi sepeda dalam melakukan aktivitas mereka membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membuka kembali jalur khusus dengan bertahap.

Hal ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ketika menerima Duta Besar Kerajaan Norwegia untuk Indonesia, Stig Traavik dan Dubes Kerajaan Denmark untuk Indonesia, Casper Klynge di Balai Kota.

“Kita mesti beresin MRT dulu, selain ada bus tingkat ada sepeda,”ucapnya

Kedua Dubes ini pun menemui Gubernur DKI di Balai Kota menggunakan Sepeda. Bahkan dalam pertemuan ini Ahok terkesan dengan sepeda roda tiga model gerobak yang bawa Dubes Denmark.

Tanpa pikir panjang, Gubernur Ahok dengan menggunakan topi khas Viking pun mencoba sepeda jenis gerobak tersebut berboncengan bersama dengan Dubes Klynge mengelili Balai Kota secara bergantian.

Menurut Ahok, sepeda khas ini sangat cocok di Jakarta khususnya para ibu yang mengantarkan anaknya kesekolah sebagaimana biasa dilakukan di Denmark sendiri.

“kalau kita di perumahan macet, gara-gara ibu-ibu bawa mobil antar sekolah. Kalau pakai budaya ini (sepeda) dijamin perutnya slim, mungkin mesti pakai ini,”ujarnya sembari tertawa.

Terkait dengan usulan ini, Dinas Perhubungan DKI sedang mengkaji rutenya antara lain jalur Taman Suropati-Balaikota dengan rute sepanjang 5 kilometer yang terlintas dari Jl. Taman Suropati-Imam Bonjol-MH Thamrin dan Medan Merdeka Selatan.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 10 Maret 2015

Norwegia Gelar Latihan Perang

FINMARK, - Untuk pertama kalinya sepanjang 50 tahun terakhir, Norwegia menggelar latihan perang terbesar yang melibatkan lebih dari 5,000 tentara dan 400 peralatan perangn.

Sebagaimana dilansir dari media setempat, latihan yang dikenal dengan sandi Joint Viking tersebut diadakan di kawasan utara Norwegia yang berbatasan dengan Rusia selama seminggu hingga 18 Maret.

Akibat dari latihan perang besar-besaran ini dalam 50 tahun terakhir mengundang reaksi dari Rusia yang mengatakan seharusnya negara Eropa aktif dalam meredam konflik.

Namun apa yang disampaikan Moskow ditanggapi dingin oleh militer Norwegia melalui Juru Bicaranya Letkol Aleksander Jankov yang mengatakan bahwa latihan militer tersebut melibatkan semua perangkat yang mencapai sekitar 6 km

“Hari ini militer akan mengirimkan kendaraan, alat tempurnya dan personelnya ke Finnmark untuk memulai latihan perang Joint Viking. Latihan ini akan melibatkan semua peralatan dan kendaraan tempur Norwegia. Untuk menggambarkan seberapa besar latihan ini, bila kendaraan tersebut dibariskan maka akan memanjang sejauh 6 km,”ucapnya.

Sebagai informasi, latihan militer besar-besaran terakhir dilakukan oleh negara ini pada tahun 1967 dengan lokasi yang sama

Selain menggelar latihan di negaranya, Norwegia juga akan melakukan kegiatan latihan perang gabungan khusus untuk angkutan udara yang melibatkan sekitar 100 jet tempur dari delapan negara anggota NATO.

Latihan perang udara ini akan dipusatkan pada tiga pangkalan militer kepunyaan NATO yaitu, Rovaniemi di Finlandia, Lulea (Swedia), dan Bodo (Norwegia)



Kontak blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Sabtu, 07 Maret 2015

Norwegia Apresiasi Kebijakan Kementerian Agama

JAKARTA, - Pemerintah Norwegia mengapresiasikan kebijakan yang dilakukan Kementerian Agama RI dalam membuka dialog dengan kelompok minoritas.

Hal ini disampaikan Duta Besar Kerajaan Norwegia untuk Indonesia, Stig Traavik dalam laman twitternya tentang pertemuannya mendampingi Bishop Gunnar Stalsett salah satu uskup dan anggota pemberi Nobel ketika bertemu dengan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

“Inspiring discussion on religion tolerance & more,” tulisnya dalam akun @DubesNorwegia.
Dubes Traavik sendiri mengapresiasikan rencana Kementerian Agama untuk mengajukan RUU tentang Perlindungan Umat Beragama.

Sementara itu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Bishop Gunnar sangat apresiasi dan senang dengan berita-berita terakhir tentang Indonesia terutama yang dilakukan Pemerintah.

“Intinya beliau sangat apresiasi dan senang dengan berita-berita tetrakhir dengan Indoensia, apalagi yang dilakukan Pemerintah melalui Kementerian Agama,”ucap Menteri Lukman

Menteri Lukman juga mengatakan dalam pertemuan tersebut, Norwegia apresiasikan langkah yang dilakukan pihaknya selama ini dalam membuka dialog dengan kelompok minoritas.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Minggu, 01 Maret 2015

Setelah Sinagoga, Warga Oslo Bergandeng Tangan Lindungi Masjid

OSLO, - Setelah melakukan aksi bergandeng tangan untuk melindungi Sinagoga, kini warga Norwegia melakukan kegiatan tersebut dalam melindungi sebuah Masjid.

Sebagaimana dilansir dari Huffington Post, ratusan warga pusat kota Norwegia, Oslo bergandeng tangan beraksi damai di luar sebuah Masjid Jemaaf E Ahl-E Sunnah.

Ilustrasi - Istimewa
Aksi bergandeng tangan mengitari Masjid sebagai bentuk solidaritas terhadap umat Muslim serta ungkapan rasa terima kasih terhadap warga Muslim di Norwegia atas persahabatan yang telah mereka jalin selama ini.

“Kami ingin saling bahu membahu untuk terus bekerjasama dan memperlihatkan betapa menjijikannya permusuhan dan kebencian,”ucap salah satu demonstran

Apa yang dilakukan warga Oslo ini paling tidak membawa angin segar disaat isu sensitif terkait agama sedang berkembang di kawasan Eropa hingga menimbulkan korban jiwa.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz