Tampilkan postingan dengan label Istana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Istana. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Mei 2015

Presiden Perintahkan Kapolri Tidak Tahan Novel

SOLO, - Aksi penyidik Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya yang menangkap penyidik KPK ternyata sampai juga ke telinga Presiden Joko Widodo
.
Presiden Jokowi pun memerintah kepala Kepolisian Negara RI, Jenderal Badrodoin Haiti untuk tidak menahan Novel Baswedan. 

Hal ini disampaikan Presiden kepada jurnalis seusai Salat Jumat di Masjid Koa Barat Solo, Jawa Tengah

“Saya sudah perintahkan Kapolri untuk tidak ditahan,”ucapnya.

Selain untuk tidak menahan Penyidik Novel, Presiden juga mengeluarkan dua perintah yaitu melakukan proses hukum yang transparan.

Kemudian perintah selanjutnya adalah lebih kepada Wakapolri Komjen Polisi Budi Gunawan agar tidak memberi pernyataan atau hal yang membuat kontroversi di tengah masyarakat.

“Ya semua harus bersinergi baik KPK, Polri dan Kejaksaan dalam memberantas korupsi. Semuanya sudah saya perintahkan mengenai hal itu,”ucapnya.

Sebagai informasi, sekitar 13 penyidik Polri pada pukul 00.00 WIB mendatangi kediaman Novel Baswedan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikawasan Kelapa Gading.

Novel yang saat itu baru pulang dari kantornya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan dan akan beranjak tidur tiba-tiba dibangunkan sang isteri karena mendengar suara bel rumah.

Novel pun bangun dan melihat sekitar 13 orang dengan menyebutkan dari Bareskrim Mabes Polri dengan memperlihatkan Surat Perintah Penangkapan untuk dirinya.

Penyidik Bareskrim ini tidak memberikan hak Novel Baswedan untuk mengganti pakaiannya bahkan langsung dibawa pergi dari rumahnya pada pukul 00.20 WIB

Novel Baswedan dijadikan tersangka atas kasus penembakkan pelaku pencurian sarang burung wallet ketika menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Kota Bengkulu (Kasat Polresta Bengkulu) tahun 2004 silam.

Kasus ini sebenarnya sudah diminta ditahan pada 2012 atas permintaan Presiden RI kala itu Susilo Bambang Yudhoyono.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz


KomJen Budi Waseso : Jangan Lebay !

JAKARTA, - Terkait dengan perintah Presiden Joko Widodo yang meminta Kepala Kepolisian Negara RI, Badrodin Haiti untuk tidak menahan penyidik senior KPK, Novel Baswedan ternyata tidak satu suara dalam insitusi tersebut dalam menjalankan perintah dari panglima tertinggi angkatan perang negara ini.

Adalah Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Komisaris Jenderal Pol Budi Waseso yang tidak mengindahkan apa yang diperintahkan Presiden Jokowi yang mana dalam UUD1945 adalah Panglima Tertinggi Angkatan Perang Indonesia bahkan meminta jangan lebay (berlebihan, red)

“Tolonglah, kita saling menghormati proses penegakkan hukum. Kia ini kan mengikuti aturan hukum jangan lebay-lah,”ucapnya

Menurut mantan Kapolda Gorontalo ini, penanguhan penahanan tersebut menguntungkan polisi dengan mengatakan akan banyak yang ditembak aparat.

“Ya sudah enggak apa-apa, mungkin nanti akan banyak yang ditembaki polisi,”ucapnya.

KomJen Waseso juga menjelaskan bahwa penyidik Novel akan ditahan selama 20 hari ke depan dalam proses penyidikan.

Penahanan ini menurut Waseso dikarenakan Novel dianggap tidak kooperatif dalam pemeriksaan seperti tidak mau menjawab pertanyaan penyidik dan meminta 63 kuasa hukumnya didatangkan semua.

Sebagai informasi, sekitar 13 penyidik Polri pada pukul 00.00 WIB mendatangi kediaman Novel Baswedan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikawasan Kelapa Gading.

Novel yang saat itu baru pulang dari kantornya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan dan akan beranjak tidur tiba-tiba dibangunkan sang isteri karena mendengar suara bel rumah.

Novel pun bangun dan melihat sekitar 13 orang dengan menyebutkan dari Bareskrim Mabes Polri dengan memperlihatkan Surat Perintah Penangkapan untuk dirinya.

Penyidik Bareskrim ini tidak memberikan hak Novel Baswedan untuk mengganti pakaiannya bahkan langsung dibawa pergi dari rumahnya pada pukul 00.20 WIB

Novel Baswedan dijadikan tersangka atas kasus penembakkan pelaku pencurian sarang burung wallet ketika menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Kota Bengkulu (Kasat Polresta Bengkulu) tahun 2004 silam.

Kasus ini sebenarnya sudah diminta ditahan pada 2012 atas permintaan Presiden RI kala itu Susilo Bambang Yudhoyono.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Kamis, 30 April 2015

Iran Minta Internasional Hormati Eksekusi Indonesia

JAKARTA, - Walau banyak negara bahkan organisasi internasional mengkritik kebijakan Indonesia soal eksekusi mati namun dari itu semua ada negara yang justru menghargai kebijakan yang dilakukan negeri ini.

Adalah Wakil Presiden Iran Bidang Manajemen dan Perencanaan Mohammad Bagher Nobakht ketika bertemua Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di Jakarta meminta bahwa seluruh negara punya peraturan hukum sendiri termasuk Indonesia memiliki kedaulatan hukum.

“Masing-masing negara punya peraturan dan UU-nya tersendiri. Melaksanakan UU berbeda dengan hal yang dianggap kekerasan atau terorisme,”ucapnya.

Wapres Nobakht mengatakan  Iran juga memberlakukan hukuman mati kepada terpidana narkoba melihat bahwa Indonesia memberlakukan hukuman ini bagian dari peraturan dimana tidak bisa dikategorikan kekerasan atau terorisme.

Pada Rabu (29/4) pukul 00.35 WIB tim eksekutor yang terdiri dari Kejaksaan Agung dan Kepolisian RI sukses menjalankan vonis hukuman mati yang diberikan Hakim kepada delapan terpidana kasu narkotika.

Kedelapan terpidana tersebut adalah duo maut Bali Nine asal Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, empat warga Nigeria  Jamiu Owolabi Abashin yang lebih dikenal sebagai Raheem Agbage Salami, Okwudili Oyatanze, Martin Anderson dan Silvester Obiekwe Nwolise.

Kemudian Rodrigo Gularte (Brasil), Zainal Abidin (Indoesia). Sementara Mary Jane Veloso ditunda eksekusinya lantara pada detik akhir mendapatkan keajaiban dimana tiba-tiba mendadak dari Manila mendapatkan kabar bahwa otak dibalik tertangkapnya terpidana asal Filipina ini menyerahkan diri.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Rabu, 29 April 2015

Soal Mary Jane, JK Akui ada Lobi Politik

JAKARTA, - Spekulasi tentang adanya tawar-menawar atau lobi politik dibalik batalnya matinya Mary Jane ditangan eksekutor detik-detik pelaksanaan ekesekusi benar adanya.

Adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla yang tidak menampik adanya lobi politik dibalik tertundanya Mary Jane dan mengatakan kalau hal itu sangat biasa dalam hubungan kenegaraan.

“Lobi politik itu biasa saja dalam hubungan kenegaraan. Lobi itu sangat penting tapi masalahnya begini kami ingin meletakkan hukum itu secara baik,”ucap JK di Kantor Wapres

Menurut JK, pelaksanaan hukuman mati tidak boleh dilakukan sembarangan hal ini terkait dengan informasi yang diberikan Presiden Filipina, Benigni Aquino kepada Presiden Jokowi dan dirinya soal kasus Mary Jane di acara KTT ASEAN.

“Presiden Aquino menyebut Mary Jane hanya korban, otak sindikat narkoba yang memerintahkan Mery Jane telah menyerahkan diri dan mengakui kesalahannya kepada pemerintah Filipina, jadi kami menunggu proses apa yang terjadi, tindakan Pemerintah Filipina terhadap sindikat itu,”ucapnya.

JK sendiri mengatakan Pemerintah Indonesia telah meminta Filipina untuk menindak tegas sindikat narkotika hukuman yang diterima harus lebih keras daripada hukuman yang diberikan kepada Mary Jane yang nota bene adalah seorang kurir.

Namun JK mengatakan proses eksekusi Mary Jane terhadap kasus narkotika tetap berjalan tidak dibatalkan.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz 

Alasan Jaksa Agung Tunda Mary Jane

CILACAP, - Jelang pelaksanaan hukuman mati, tiba-tiba terpidana Mary Jane tidak melaksanakan hukumannya berbuah tanda tanya namun Jaksa Agung HM Prasetyo memberikan alasan terkait masalah ini.

Alassan ini disampaikan Jaksa Agung ketika bersama Kapolri melakukan jumpa pers setelah mengunjungi lokasi eksekusi hukuman mati di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah

“Bahwa awalnya kita akan eksekusi sembilan terpidana mati narkoba. Tapi di saat-saat terakhir ada permohonan dari pemerintah Filipina yang diajukan bahwa mereka miliki satu bukti dan fakta salah seorang warga negara mereka dinyatakan sebagai korban perdagangan manusia,”ucapnya

Jaksa Agung Prasetyo mengatakan karena adanya permintaan resmi, Presiden pun merespon dan memberi kesempatan untuk Filipina ungkapkan kejahatan tersebut.

“Karena ada permintaan resmi, Presiden Joko Widodo merespon dan memberi kesempatan pemerintah Filipina untuk ungkapkan kejahatan perdagangan manusia. Pemerintah Filipina meminta putusan hukuman mati ditangguhkan karena Mary Jane diperlukan untuk mengungkap kasus human trafficking dan dia diminta berikan keterangan dan testimony. Karena inilah kita menghormati proses hukum yang ada di Filipina,”ucapnya.

Namun Jaksa Agung Prasetyo mengatakan bahwa yang terjadi pada Mary Jane hanya penundaan bukan pembatalan karena faktanya ibu dua anak ini terbukti membawa narkotika masuk ke wilayah Indonesia.

Jaksa Agung Prasetyo juga mengatakan bahwa Mary Jane tetap di Indonesia dan Filipina yang harus datang ke Indonesia

“Yang pasti apa yang diperlukan keterangan Mary Jane mereka (pemerintah Filipina) yang harus datang kemari. Mary Jane tetap di Indonesia,”ucapnya.

Informasi yang beredar, terpidana yang tertundanya hukumannya Mary Jane Fiesta Veloso telah dikembalikan ke lapas sebelum dipindahkan yaitu di Wirogunan, Sleman, Yogyakarta.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 28 April 2015

Presiden Perintahkan Jaksa Agung Tetap Eksekusi Mary Jane

JAKARTA, - Presiden RI, Joko Widodo memerintah Jaksa Agung untuk tetap melaksanakan eksekusi kepada terpidana Mary Jane.

Hal ini diungkapkan Jaksa Agung M Prasetyo di komplek Istana ketika menerima arahan dari Presiden Jokowi walau dapat informasi dari Manila, Otak perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri.
“Pak Presiden mengatakan laksanakan sesuai dengan aturan dan ketentuan,”ucapnya

Soal kabar penyerahan diri otak dari tertangkapnya Mary Jane di Indonesia, menurut Jaksa Agung bahwa itu alibi dan itu terjadi juga kepada terpidana asal Filipina tersebut.

“Itu saya katakana alibi ya alibi. Alibi itu berubah-ubah dia. Dulu dia katakana tidak mengerti bahasa Indonesia dan Inggris hingga pengakuan bahwa dirinya telah menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking),”ucapnya.

Jaksa Agung juga mempertanyakan kenapa alibi-alibi tersebut dikeluarkan ketika pelaksanaan eksekusi tinggal hitungan jam.

“Tapi kenapa baru muncul sekarang ? kenapa enggak dari dulu ? Ini kan kita bisa melihat bahwa itu rasanya upaya untuk katakanlah menunda pelaksanaan dan sebagai,”ucapnya.

Sebagai informasi, dalam hitungan jam jelang eksekusi mati delapan terpidana mati diantaranya Mary Jane tiba-tiba dari Manila heboh dan suka citanya dengan muncul entah dari mana Otak dibalik tertangkapnya Mary Jane di Jogjakarta kepada kepada kepolisian setempat.

Otak dibalik penangkapan Mary Jane di Indonesia bernama Mary Christine Gulles Pasadilla menyerahkan diri ke Kantor Polisi Nueva Ecija kawasan Cabanatuan, Filipina pada pukul 10.00 pagi waktu setempat


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Minggu, 26 April 2015

#Pray4Nepal , Indonesia Siapkan Bantuan

JAKARTA, - Terkait dengan bencana gempa bumi yang melanda Nepal membuat Indonesia menyiapkan bantuan untuk dikirimkan ke negara tersebut.

Hal ini disampaikan Presiden RI Joko Widodo di Pangkalan Udara Militer Halim Perdanakusuma sebelum bertolak menuju Kuala Lumpur untuk mengikuti KTT ASEAN.

“Indonesia siap membantu Nepal. Baru disiapkan,” ucapnya.

Sementara itu, soal keberadaan WNI yang berada di negara tersebut, Kementerian Luar Negeri telah melakukan identifikasi terhadap 34 WNI.

Informasi yang beredar di Pejambon, dikarenakan tidak adanya Kedutaan RI di Kathmandu maka untuk memfasilitasi para WNI yang berada di Nepal, pihaknya mengerahkan KBRI Dhaka di Bangladesh serta konsul kehormatan yang ada di Nepal.

Jika ada anggota keluarga yang berada di Nepal bias berkoordinasi dengan Hemawan Bagaskoro dari Direktorat Perlindungan WNI Kemlu di nomor  (021) 3813186 atau 081284794696.

Sebagai informasi, Nepal diguncang gempa dengan kekuatan 7,9 Skala Richter pada Sabtu (25/4) pukul 06.11 waktu setempat.

Setelah gempa 7,7 masih terdapat gempa dengan skala kecil di beberapa titik bahkan dirasakan di beberapa kota di India. Bangladesh bahkan gunung tertinggi di dunia, Everest pun merasakan kekuatan ini.

Gempa ini merupakan yang terburuk melanda Nepal sejak 80 tahun terakhir.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz


Jumat, 24 April 2015

Indonesia Dorong Kerja Sama Energi dengan Venezuela

JAKARTA, -  Di sela-sela Konferensi Asia Afrika 2015, Wakil Presiden RI dengan didampingi Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI, Dian Triansyah Djani melakukan pertemuan dengan koleganya dari Venezuela.

Sebagaimana informasi yang diterima dari Kemlu bahwa  Dirjen Amerika dan Eropa, Dian Triansyah Djani mendampingi Wapres RI dalam pertemuan dengan Wapres Venezuela, Jorge Arreaza di sela-sela rangkaian kegiatan Konferensi Asia Afrika 2015.

Menurut Direktur Triansyah Djani, kedua pemimpin Negara sepakat untuk mendorong kerja sama konkrit dalam bidang energi, perdagangan , pariwisatan serte memperkuat kerja sama Selatan-Selatan.

“Wapres kedua negara sepakat untuk mendorong kerja sama konkrit di bidang energi, perdagangan, pariwisata dan people-to-people contact, serta memperkuat kerja sama Selatan-Selatan, kesepakatan dalam pertemuan tersebut akan segera ditindaklanjuti sehingga dapat memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi di kedua negara,”ucapnya

Selain itu,  Wapres Jusuf Kalla menyetujui usulan Venezuela guna membentuk “Kelompok Kerja” untuk meningkatkan kerja sama energi di antara kedua negara, termasuk dalam bidang produksi dan pemasaran minyak.

Wakil Presiden kedua negara sepakat untuk mendorong saling kunjung antara pengusaha serta mendorong people-to-people contact.

Menurut Jusuf Kalla, saling kunjungan pengusaha merupakan langkah yang lebih nyata dalam meningkatkan hubungan ekonomi di antara kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, Jusuf Kalla menyambut baik rencana Venezuela menyelenggarakan KTT Gerakan Non Blok ke-17 pada akhir bulan September 2015.

Sebagai pendiri GNB, Indonesia berkomitmen untuk memperkuat kerjasama di antara negara anggota GNB serta memastikan kehadiran Indonesia pada KTT tersebut di Venezuela.

Selain itu, Wapres Jorge Arreaza mengapresiasi pidato Presiden RI yang antara lain mendukung kemerdekaan Palestina. Dikatakan bahwa Venezuela, sejak masa kepemerintahan mendiang Presiden Hugo Chavez, telah memberikan dukungan bagi kemerdekaan Palestina.

Sebagai informasi, Jorge Arreaza adalah menantu dari mendiang Presiden Hugo Chavez dan menjabat sebagai wapres sejak tahun 2013.

Orang kedua Venezuela tersebut mempunyai peran penting dalam pemerintahan dan pengelolaan ekonomi Venezuela yang mempunyai proven oil reserve terbesar di dunia, 298.350 juta barrel pada tahun 2013. Produksi minyak mentah Venezuela mencapai 2,7 juta barrel per hari pada tahun 2014.

Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Venezuela pada tahun 2014 mencapai USD 39 juta dengan surplus yang signifikan untuk Indonesia.

Komoditi ekspor utama Indonesia ke Venezuela antara lain adalah produk kimia, mineral, logam, peralatan transportasi, mesin dan peralatan listrik.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Zimbabwe Dukung Pencalonan RI di Anggota Tidak Tetap DK PBB

JAKARTA, - Satu negara di Afrika, Zimbabwe mendukung pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020.

Hal ini disampaikan dalam pertemuan bilateral antara Presiden RI Joko Widodo dengan Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe.

Sebagaimana informasi yang diberikan Direktorat Informasi dan Media Kemlu RI melalui email menjelaskan juga dalam pertemuan bilateral Indonesia - Zimbabwe, Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasi atas kesediaan Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe menjadi ketua bersama (co-chairs) dalam Pertemuan Puncak Konferensi Asia Afrika.

Pada pertemuan bilateral yang dilaksanakan di sela-sela Konferensi Asia Afrika di Jakarta, Presiden Joko Widodo juga menawarkan  Zimbabwe untuk memanfaatkan alat dan mesin pertanian Indonesia dalam pengembangan sektor pertanian Zimbabwe.

Presiden Jokowi, dalam diskusi juga menyatakan dukungan dalam program peningkatan kapasitas dengan Zimbabwe, khususnya di bidang pertanian dan pengembangan sumber daya manusia, dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM),

Presiden Jokowi secara khusus juga memberikan apresiasi terhadap antusiasme pengusaha Zimbabwe yang berpartisipasi di Trade Expo Indonesia di beberapa tahun terakhir.

Sebagai informasi, Zimbabwe merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Afrika dan menjadi pasar non-tradisional yang potensial bagi Indonesia.

Terdapat sejumlah peluang pasar bagi produk ekspor Indonesia seperti peralatan pertanian, tekstil dan suku cadang kendaraan bermotor.

Sebelum Perteuan Bilateral Presiden RI dan Presiden Mugabe, Menlu kedua negara juga menandatangani Mou tentang Pembentukan Sidang Komisi Bersama antara kedua negara. MoU tersebut akan menjadi payung peningkatan kerja sama disemua bidang


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz

RI-Nepal Dorong Kerja Sama Capacity Building

JAKARTA, -  Presiden RI, Joko Widodo mendorong kerja sama capacity building di berbagai sektor terutama pertanian dan UKM dengan Nepal. 

Hal tersebut dibahas oleh Presiden RI dengan PM Sushil Koirala pada pertemuan bilateral yang dilaksanakan di sela-sela Pertemuan KAA 2015.

Pada kesempatan pertemuan, Presiden RI juga menegaskan bahwa kerja sama di bidang pariwisata antara kedua negara dapat terus dijajaki, mengingat pada 2012 tercatat sekitar 1500 orang Indonesia mengunjungi Nepal.  
  
Nepal juga berpotensi menjadi pasar produk industri strategis Indonesia, antara lain Panser dari PT PINDAD, termasuk pesawat dan helikopter produksi PT DI.

Sebagai informasi, Nepal, sebuah negara landlocked yang berbatasan dengan India, Tiongkok dan Bhutan memiliki potensi yang cukup besar dalam upaya peningkatan kerja sama bilateral kedua negara.

Selain membutuhkan dukungan capacity building di sektor-sektor tersebut, Nepal juga mendukung kerja sama kapasitas untuk penanggulangan bencana alam dan pelestarian lingkungan hidup.

Di bidang ekonomi, Nepal merupakan pasar non-tradisional Indonesia dan ekspor terbesar Indonesia adalah pupuk serta pelumas Pertamina, bahkan Nepal merupakan negara pengimpor ke-11 terbesar untuk minyak pelumas Pertamina.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz


RI-Swazilan Jalin Kemitraan

JAKARTA, - Ekonomi dan kerjasama teknik merupakan dua isu utama yang menjadi fokus pertemuan Presiden RI, Joko Widodo dengan Raja Swaziland Mswati III di sela sela Konferensi Asia Afrika 2015

Sebagaimana informasi yang diterima dari Direktorat Informasi dan Media Kemlu RI melalui email menjelaskan  kedua Pemimpin sepakat untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan menjajaki kerja sama investasi.

Volume perdagangan bilateral saat ini yang mencapai USD 3,18 juta pada tahun 2014 belum mencerminkan potensi yang dimiliki kedua negara.

Presiden Jokowi mengharapkan perluasan akses ekspor bagi produk-produk Indonesia di Swaziland, seperti kendaraan bermotor, makanan, produk turunan CPO, garmen dan sepatu.

Sementara di bidang investasi, Kedua negara juga akan menjajaki kerja sama bidang pertambangan dan energi, khususnya batu bara dan biji besi

Selain itu, kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai kerjasama teknis untuk peningkatan kapasitas.

Presiden Jokowi menawarkan berbagai program yang dapat dimanfaatkan untuk masyarakat Swaziland seperti di pertanian, pendidikan, dan pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).




Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/catatanLorcasz


Kamis, 23 April 2015

Timor Leste Ajak Indonesia Duduk Bersama Bahas Perbatasan Laut

JAKARTA, - Perdana Menteri (PM) Timor Leste Taur Matan Ruak menjadi tamu terakhir yang diterima secara khusus oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika (KAA) ke-60, di ruang Kakatua, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (23/4) sore.

Sebagaimana dilansir dari laman Sekretaris Kabinet dalam kesempatan itu, PM Taur Matan Ruak mengakui Timor Leste  merasa banyak mendapat keuntungan dari kerjasama dengan Indonesia di berbagai bidang.

Namun demikian, PM Taur Matan Ruak mengatakan, Timor Leste berharap dapat duduk bersama  untuk membahas perbatasan laut dengan Indonesia.

Timor Leste sendiri, sebagaimaa disampaikan PM Taur Matan Ruak, menawarkan kerjasama trilateral Indonesia, khususnya wilayah Timur, Timor Leste, dan Australia Bagian Barat.

PM Timor Leste itu juga mengharapkan dukungan Indonesia dalam integrasi Timor Leste dengan kawasan.

Adapun Presiden Jokowi dalam kesempatan itu mendorong penyelesaian masalah perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz

Vietnam Ingin Tingkatkan Kerjasama Pertahanan Dengan Indonesia

JAKARTA, - Perdana Menteri (PM) Vietnam Truong Tang San menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di ruang Krakatau, Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (23/4) siang, untuk melakukan pembicaraan bilateral.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi Sekretaris Kabinet, dalam pertemuan itu, PM Truong Tang San menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika (KAA) ke-60 kali ini karena manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh kawasan Asia Afrika tetapi juga oleh dunia.

Selanjutnya, PM Truong berharap adanya peningkatan kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Vietnam, terutama dengan pelatihan bersama, transfer teknologi militer, dan patroli laut bersama.

Sementara dalam masalah kelautan, PM Truong optimistis terhadap prospek perundingan antara Indonesia dan Vietnam. dirinya menilai, perundingan perbatasan maritim antar dua negara sejauh ini telah berjalan baik, dan akan mencapai kesepakatan yang menegaskan kedaulatan teritorial masing-masing.

Sementara itu Presiden Jokowi menyampaikan komitmen Indonesia dalam mengatasi masalah illegal fishing. Presiden percaya, bahwa masalah tersebut merupakan masalah bersama Indonesia – Vietnam.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menegaskan pentingnya menjaga situasi kondusif di wilayah Laut Tiongkok Selatan.

Terkait masalah Laut Tiongkok Selatan itu, kata Jokowi, Indonesia bersedia berperan sebagai honest broker dengan berpegang pada Declaration of Conduct (DoC) dan Code of Conduct (CoC) yang digagas Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan PM Vietnam itu antara lain Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menlu Retno L.P. Marsudi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, dan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Indonesia Buka Pasar Minyak Sawit di Mesir

JAKARTA, -  Sebagai salah satu negara produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjalin kerja sama dengan Mesir untuk produk tersebut.

Demikian disampaikan Presiden RI, Joko Widodo dalam pertemuan dengan PM Mesir Ibrahim Mehlab di sela sela Konferensi Asia Afrika 2015. Peluang pasar impor minyak sawit di Mesir saat ini mencapai 700 juta ton/tahun.

Sebagaimana diinformasi Direktorat Informasi dan Media Kemlu RI melalui email menjelaskan dalam pertemuan tersebut dimanfaatkan juga oleh Presiden Jokowi untuk mengundang investasi Mesir ke Indonesia, terutama di bidang infrastruktur, pelabuhan laut, bandara dan jalan tol.

Presiden Jokowi  juga mendorong kerja sama industri strategis dan serta pemasaran produk-produk kapal, pesawat serta peralatan militer produksi Indonesia seperti PT Pindad, PT PAL dan PT Dirgantara Indonesia.

Dalam kesempatan pertemuan, PM Mesir juga menyampaikan apresiasinya atas kehadiran lebih dari 3.000 mahasiswa Indonesia yang belajar di Mesir. PM Ibrahim Mehlab juga menyampaikan rencananya untuk menambah beasiswa ke Universitas Al-Azhar bagi mahasiswa Indonesia.

Pemerintah Mesir melalui Universitas Al-Azhar setiap tahun memberikan tawaran beasiswa kepada pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar Cairo. Pemberian beasiswa tersebut dilakukan sejak tahun 60-an.

Di sisi lain, PM Mehlab juga mengharapkan dibentuknya kerja sama peningkatan kapasitas maupun berbagi pengalaman di bidang UMKM, pertanian serta pengurangan subsidi. Hal tersebut disambut baik oleh Presiden RI dan akan ditindak lanjuti secara konkrit pada tingkat teknis.

Kedua Pimpinan juga telah membahas mengenai penanganan terorisme yang dipandang sebagai suatu tantangan bersama.

Salah satunya, disepakati adanya suatu keperluan mendesak untuk mendorong gerakan bersama untuk menyuarakan Islam yang benar, yakni sebagai suatu ajaran yang damai dan bersifat rahmatan lil-alamin.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Hasil KTT Asia Afrika Ke-60

JAKARTA, -  Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika (KAA) ke-60 resmi ditutup oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (23/4) petang.

Menurut Presiden Jokowi, sebagaimana dilansir dari laman Sekretaris Kabinet melaporkan KTT Asia Afrika ini telah menghasilkan tiga dokumen penting, yaitu Pesan Bandung 2015; Deklarasi Penguatan Kemitraan Strategis Asia dan Afrika; dan Deklarasi Mengenai Palestina.

“Sidang telah mengirimkan pesan kepada dunia bahwa kondisi kehidupan dunia masih tidak seimbang dan jauh dari keadilan, dan jauh dari perdamaian. Oleh karena itu, Bandung Spirit masih sangat relevan,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan seusai penutupan KTT.

Disampaikan Presiden Jokowi, KTT Asia Afrika telah berhasil menyusun langkah nyata untuk menindaklanjuti kerja sama secara konkrit yang tercantum dalam Deklarasi Penguatan Kemitraan Strategis Baru Asia Afrika.

Selain itu, KTT ini juga berhasil menyusun kerangka operasional mekanisme pemantauan.
“Para menteri luar negeri diminta untuk melakukan pertemuan dua tahun sekali di sela-sela Sidang Umum PBB di New York,” ujar Jokowi.

Kesepakatan lain yang dihasilkan dalam KTT Asia Afrika ini, lanjut Presiden Jokowi, adalah pentingnya penguatan kerja sama selatan-selatan melalui inisiatif dan program pengembangan kapasitas dan kerja sama teknis.

Sementara masalah Palestina memperoleh perhatian khusus setelah, selain diadopsinya Deklarasi Khusus Mengenai Palestina,  dan dukungan peserta bagi kemerdekaan Palestina yang juga sangat kuat dan siap membantu pengembangan kapasitas SDM dan kelembagaan bagi Palestina.

“Saya juga gembira sidang sepakat untuk menetapkan 24 April sebagai hari Asia Afrika dan menetapkan Bandung sebagai ibu kota solidaritas Asia Afrika. Dan, ini yang penting, mendukung berdirinya Asia Africa Center di Indonesia,” ungkap Presiden Jokowi.

Presiden juga mengemukakan, di sela-sela acara KTT Asia Afrika itu, ia telah melakukan pertemuan informal dengan negara-negara anggota OKI, dan dalam pertemuan itu Indonesia menyerukan persatuan dan perdamaian.

Menurut Presiden Jokowi, dalam pertemuan informal dengan OKI tersebut disepakati; pertama, menyelesaikan tiga tantangan utama umat Islam, yaitu Palestina, terorisme, dan konflik internal-ekternal yang ada di kawasan.

Kedua, membentuk task force atau kontak grup untuk membangun kerangka kerja dan kerangka komunikasi untuk menyelesaikan masalah.

“Negara-negara OKI juga menyampaikan harapan besar kepada Indonesia untuk memainkan peran penting dalam mengatasi masalah-masalah di dunia Islam,” ungkap Jokowi.

Menutup keterangan persnya, Presiden Jokowi menyerukan negara-negara Asia Afrika untuk menjaga perdamaian dunia.

“Lakukan gencatan senjata bagi pihak yang sedang bersengketa,” ucapnya




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Presiden Jokowi Tutup Konferensi Terbesar Kedua di Dunia

JAKARTA, -  Seperti sudah diduga sejak semula, tiga dokumen dalam Konferensi Asia Afrika 2015 disepakati.

Presiden Jokowi mengetuk palu tanda pengesahan dokumen dan berakhirnya konferensi Asia Afrika. Tepuk tangan bergemuruh di akhir pidato Jokowi.

Sebagaimana informasi yang diterima dari Kemlu RI, dalam sambutan penutupannya, Jokowi mengakui bahwa selama dua hari persidangan terdapat antusiasme dan kehangatan dari peserta.

Mereka dengan sepenuh hati telah bekerja keras untuk memajukan tatanan dunia yang damai, adil dan mendorong kemakmuran, pembangunan dan terciptanya Palestina yang merdeka.

Sebagai hasil kongkrit, telah disyahkan 3 dokumen penting Konferensi Asia Afrika 2015 berupa Pesan-Pesan Bandung, Penguatan Kemitraan Strategis Baru Asia Afrika, dan deklarasi tentang Palestina.

Selain itu, tanggal 24 April telah ditetapkan sebagai hari jadi Asia Afrika, Bandung sebagai ibukota Asia Afrika serta peresmian pendirian Asia Africa Center di Indonesia.

Konferensi ini, menurut Jokowi, merupakan salah satu forum antar pemerintahan terbesar kedua diluar PBB yang dihadiri oleh negara-negara di Asia dan Afrika serta para pengamat (observer). 

“Suara di Konferensi ini adalah suara kebangkitan bangsa-bangsa di Asia Afrika yang tidak bisa diabaikan oleh siapapun. Kita gelorakan semangat Selatan-Selatan terkait kesejahteraan, solidaritas, dan stabilitas,” ujarnya.

Selain itu, dalam konferensi ini telah disepakati pernyataan untuk mengutuk segala bentuk terorisme dan ekstremisme atas nama agama, mendorong perdagangan dan investasi sebagai mesin pembangunan.

Selain itu, disuarakan juga pentingnya perdagangan multilateral yang adil dan pro pembangunan dan inklusif, berwawasan lingkungan dan berkesinambungan.

Disepakati juga tentang peran sentral sektor maritim serta stategisnya Samudra Hindia yang berpotensi menjadi jembatan kerja sama menjadi kemitraan baru Asia dan Afrika.

“Saya berjanji akan bekerja keras bersama saudara-saudara semua untuk memastikan pelasanaan kemitraan Asia Afrika. Saya juga akan berusaha, dengan dukungan negara-negara Asia Afrika, untuk menggapai kemakmuran, persamaan dan stabilitas di kedua kawasan,” ujar Presiden.



Kontak  Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Pidato Penutupan KTT Asia Afrika 2015

JAKARTA, - Berikut adalah pidato penutupan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika 2015 yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan-Jakarta.

Transkrip ini dikeluarkan dan dipublikasikan oleh Kementerian Luar Negeri RI sebagaiaman ditampilkan pada laman resmi.


Pidato Penutupan Y.M. Joko Widodo Presiden Republik Indonesia Pada KTT Asia-Afrika 2015 Jakarta, 23 April 2015

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam Sejahtera untuk Kita Semua,

Yang Mulia Para Pemimpin Negara-Negara Asia-Afrika,

Yang Terhormat Para Ketua Delegasi,

Ibu dan Bapak sekalian yang saya hormati,

Selama dua hari ini, saya merasakan antusiasme, kehangatan, dan persaudaraan antar kita, antar delegasi, dan peninjau, Konferensi Asia Afrika.

Selama itu pula, kita telah bekerja keras dengan sepenuh hati, menyusun langkah nyata:

guna memperkuat dan memajukan tatanan dunia yang lebih damai dan adil.

mendorong tercapainya kerja sama saling menguntungkan.
agar dapat menjembatani kesenjangan pembangunan.

merealisasikan kemerdekaan Palestina.
dan memastikan tersedianya dana bagi pembangunan infrastruktur melalui antara lain AIIB
Kita telah berhasil merumuskan tiga kesepakatan penting:

Pesan Bandung,

Deklarasi Penguatan Kemitraan Strategis Baru Asia-Afrika, dan

Deklarasi mengenai Palestina.

Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih atas semangat dan komitmen Yang Mulia, serta semua pihak yang telah terlibat dalam perumusan hasil dan penyelenggaraan pertemuan ini.

Yang Mulia,
Ibu dan Bapak sekalian,

Konferensi yang telah kita jalani ini merupakan salah satu forum antar-pemerintahan terbesar di dunia di luar PBB, yang dihadiri oleh negara-negara Asia, Afrika, dan beberapa negara observer.

Suara yang disampaikan dalam konferensi ini adalah suara kebangkitan bangsa-bangsa Asia-Afrika.

Oleh sebab itu, suara dan keputusan kita tidak dapat diabaikan oleh siapa pun.
Dalam konferensi ini, kita sepakat untuk menggelorakan kembali inti perjuangan Selatan-Selatan, yaitu:

Kesejahteraan, Solidaritas, dan Stabilitas negara-negara Asia-Afrika.

Kita sepakat untuk membentuk jejaring pusat penjagaan perdamaian di kedua kawasan, yang dapat memfasilitasi kerjasama peningkatan kapasitas.

Kita semua mengecam aksi ekstrimisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama, dan mendorong dialog budaya dan agama.

Kita juga sepakat meningkatkan perdagangan dan investasi sebagai mesin pendorong perekonomian.

Dalam kaitan ini, kita mendorong sistem perdagangan multilateral yang adil,

Yang pro-pembangunan, dan inklusif, Yang berkontribusi pada pertumbuhan, investasi, dan lapangan kerja, serta yang berwawasan lingkungan dan berkesinambungan.

Kita menyadari pentingnya sektor maritim dan arti strategis Samudra Hindia sebagai jembatan pembangunan ekonomi di Asia dan Afrika.

Kerjasama maritim akan menjadi salah satu pilar utama Kemitraan Strategis Baru Asia-Afrika.

Saya akan bekerja dengan anda semua untuk memastikan bahwa Kemitraan Strategis antara Asia dan Afrika benar-benar terwujud.

Saya juga akan bekerja dengan anda semua demi kemakmuran, keadilan, dan ketenteraman seluruh warga bangsa Asia-Afrika.

Yang Mulia,
Ibu dan Bapak sekalian,

Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran, kerja keras, ketulusan, dan pencerahan yang telah Anda berikan.

Semua ini demi martabat dan kejayaan Selatan-Selatan yang selalu memegang teguh perikemanusiaan dan perdamaian abadi.

Dengan ini, Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika 2015, saya nyatakan ditutup.

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Jakarta, 23 April 2015

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
JOKO WIDODO




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz