Tampilkan postingan dengan label Kerjasama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerjasama. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Mei 2015

Lewat Blue Book 2015, RI-EU Perkuat Kemitraan Pembangunan

JAKARTA, - Deputi Menteri bidang Pendanaan Pembangunan BAPPENAS, Ir Wismana Adi Suryabrata, dan Kuasa Usaha Delegasi Uni Eropa, Colin Crooks, bersama-sama meluncurkan Blue Book 2015, sebuah laporan tahunan mengenai kerjasama pembangunan Uni Eropa (UE) dan Indonesia.

Dok EU-Edelman Indonesia
Laporan ini berisi kebijakan UE dan Negara-negara Anggotanya yang telah menyediakan dana bantuan lebih dari 570 juta euro untuk pembangunan di Indonesia pada tahun 2014

Secara kolektif, UE dan Negara-negara Anggotanya adalah donor terbesar di dunia dan telah mengucurkan lebih dari setengah nilai total bantuan global.

Meskipun mengalami perlambatan ekonomi, UE dan Negara-negara Anggotanya menggelontorkan 58,2 milyar  euro dana pembangunan pada tahun 2014.

Terkait dengan peluncuran Blue Book 2015 ini, Kuasa Usaha UE Colin Crooks menyatakan, bahwa kedua belah pihak terus bekerja sama secara erat di lintas sector termasuk pendidikan, lingkungan, tata kelola pemerintahan.

“Merujuk kepada Blue Book 2015, UE dan Indonesia terus bekerja sama secara erat di berbagai sektor termasuk pendidikan, lingkungan, tata kelola pemerintahan yang baik dan perekonomian. Pada tahun 2014, bantuan pembangunan yang disediakan oleh UE dan Negara-negara Anggotanya mencapai lebih dari 570 juta euro,”ucapnya

Dana ini dicairkan terdiri dari bantuan pembangunan dalam bidang lingkungan dan perubahan iklim (341 juta euro), pendidikan (36 juta euro), kerjasama perekonomian (65 juta euro), tata kelola pememerintahan yang baik (31 juta euro), kesehatan, air dan sanitasi (16 juta euro) dan bidang-bidang lainnya, termasuk infrastruktur, kesiapsiagaan bencana dan ketahanan pangan (81 juta euro).

Tema yang diusung dari laporan kerja sama pembanguan UE-Indonesia 2015 ini, “Putting People First” atau “Mengutamakan Masyarakat”, menandakan tujuan UE untuk mendukung perubahan transformasional bagi masyarakat.

“Banyak masyarakat Indonesia, mulai dari murid-murid dan guru-guru di Flores sampai perajin mebel di Jepara (Jawa Tengah), dari para petani pala di Sulawesi Utara sampai petugas kehutanan di Aceh menerima manfaat dari kerja sama UE,” ujar KUAI Colin.

Tahun lalu dana bantuan untuk lingkungan dan perubahan iklim hampir mencapai 60 persen dari total dana yang dicairkan oleh UE dan Negara-negara Anggotanya.

Menyoroti komitmen ini, peluncuran Blue Book 2015 juga menghadirkan kuliah umum bertajuk “Mendukung upaya Indonesia untuk melindungi lingkungan - jelang COP21 Paris".
Selain itu KUAI Colin menjelaskan bahwa untuk menunjukkan kerja sama antara pihaknya dengan Indonesia dalam penanggulangan perubahan iklim memutuskan untuk mengangkat tema lingkungan pada tahun ini

“Untuk menunjukan dan memperkuat kerja sama UE dan Indonesia dalam menanggulangi perubahan iklim, kami memutuskan untuk mengangkat tema lingkungan pada peluncuran Blue Book tahun ini. Hal ini juga merupakan alasan dibalik Blue Book yang berubah warna menjadi hijau. Kali ini kami tidak hanya mengundang para mitra dan pemangku kepentingan untuk hadir, tetapi juga para mahasiswa – masa depan Indonesia.”ucapnya

Kuliah umum ini menghadirkan perwakilan UE dan Negara Anggota UE seperti: Colin Crooks (Kuasa Usaha Delegasi Uni Eropa), Corinne Breuzé (Duta Besar Perancis), Georg Witschel (Duta Besar Jerman),

Kemudian, Patrick Hermann (Duta Besar Belgia) dan Wouter Plomp (Wakil Duta Besar Belanda) sebagai pembicara.

Para peserta adalah perwakilan pemerintah Indonesia, masyarakat madani, komunitas internasional dan para mahasiswa.

Untuk menyoroti pentingnya kerjasama pembangunan antara UE dan Indonesia, UE meluncurkan laporan terbaru ini dalam periode Pekan Eropa (Europe Week).

Pada Pekan Eropa, Delegasi UE di Indonesia menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka hari ulang tahun UE dan untuk memperkenalkan kembali lingkup kerja dan keragaman kegiatan UE di Indonesia.

Pekan Eropa juga menekankan tahun 2015 sebagai “European Year for Development” untuk menunjukkan komitmen UE dalam memberantas kemiskinan dan membantu pengembangan di seluruh dunia.

Pekan Eropa diselenggarakan dalam rangka merayakan Hari Eropa, yaitu hari lahirnya Uni Eropa pada tanggal 9 Mei.

Pekan ini mengusung tema “United in Diversity” (Bersatu dalam Keragaman). “United in Diversity” adalah moto resmi UE yang menggambarkan bagaimana orang Eropa bersatu untuk memperjuangkan perdamaian dan kemakmuran, dan secara bersamaan juga menyoroti keragaman budaya, tradisi dan bahasa yang ada benua itu.

Moto ini juga menitik beratkan pada nilai-nilai yang sama antara UE dan Indonesia “United in Diversity” atau “Bhinneka Tunggal Ika”.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Senin, 04 Mei 2015

ASEAN-Russia Gelar Komite Bersama

JAKARTA, - ASEAN dan Russia menggelarkan Rapat Komite Bersama untuk meningkatkan hubungan antara negara Eropa Timur dengan negara-negara anggota ASEAN.

Informasi yang diterima dari bagian Media ASEAN melalui email mengatakan bahwa rapat komite bersama ini dipimpin oleh Perutusan Tetap Malaysia untuk ASEAN, Dato Hasnudin Hamzah bersama dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Indonesia dan ASEAN, Mikhail Galuzin.

Dalam acara ini juga dihadiri Wakil Sekjen ASEAN untuk Politik dan Keamanan Masyarakat, Hirubalan VP serta Utusan Rusia untuk Asia Pasifik yang juga mantan Dubes Rusia untuk Indonesia, Alexander Ivanov.

Dok ASEAN

Dalam pertemuan ini dibahas tentang implikasi dari komprehensif program aksi (CPA) yang akan berakhir pada tahun 2015 ini.

Selain itu juga membahas soal perkembangan lintas sektoral seperti pada bidang politik-keamanan, social budaya, iptek yang berpotensi untuk berkolaborasi lebih besar.

Dalam pertemuan ini juga akan merencanakan tentang ASEAN-Russia Business Summit yang masuk dalam agenda KTT ASEAN ke-27 yang akan berlangsung di Kuala Lumpur pada November tahun ini.

Dalam pertemuan ini kedua belah pihak sangat puas dengan kemajuan dan kerjasama yang terjalin serta mempersiapkan untuk perayaan peringatan 20 tahun hubungan ASEAN-Rusia pada tahun 2016 mendatang


Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz














Selasa, 28 April 2015

RI-Slovakia Sepakat Fokus pada Kerja sama Ekonomi

JAKARTA, - Hubungan bilateral antara Indonesia dan Slovakia sudah terjalin dengan baik bahkan kini diperkuat dalam bidang ekonomi.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI, Dubes Dian Triansyah Djani ketika melakuikan pertemuan dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Slovakia, Lubomir Rehak bersama dengan Political Director Kementerian Luar Negeri dan Urusan Eropa Republik Slovakia dalam Forum Konsultasi Bilateral RI-Slovakia ke-4 di Jakarta

“Hubungan kerja sama politik yang telah berlangsung baik antara RI-Slowakia perlu diperkuat dengan tindak lanjut kerja sama bilateral yang konkrit, khususnya di bidang ekonomi,”ucap Dubes Dian Triansyah Djani,

Sebagaimana informasi yang diterima dari Direktorat Informasi dan Media Kemlu RI melalui email menjelaskan menurut Dubes Rehák, Slowakia memandang Indonesia sebagai mitra penting di kawasan Asia Tenggara.

Slowakia akan terus upayakan peningkatan hubungan kerja sama bilateral ekonomi dengan Indonesia di berbagai bidang, khususnya pada sektor energi, pertanian dan pertahanan.

Di sektor pertanian, kedua pihak bekerjasama dalam penelitian dan pengembangan bibit gandum tropis di Padang.

Ini merupakan contoh konkrit kerja sama bilateral yang dapat mendukung upaya ketahanan dan kemandirian pangan, yang juga merupakan salah satu prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Selain itu, kedua pihak sepakat memperkuat kerja sama ekonomi melalui peningkatan kontak antar pelaku usaha kedua negara serta kerja sama investasi Slowakia di Indonesia dan juga sebaliknya.

Kedua pihak juga sepakat meningkatkan nilai perdagangan bilateral RI-Slowakia. Dalam hal ini, Dubes Djani mendorong produk Indonesia seperti ban dan minyak sawit agar masuk pasar Slowakia

Pada pertemuan tersebut Dubes Djani menekankan bahwa Indonesia adalah pintu masuk pasar ASEAN dan merupakan peluang besar dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN. 

Sedangkan, Slowakia yang sedang menduduki presidensi kelompok negara-negara Visegrad atau V4 (Slowakia, Polandia, Hongaria dan Ceko) adalah pintu masuk pasar kawasan negara-negara tersebut dan sekitarnya.

Pihak RI dan Slowakia sepakat meningkatkan people-to-people-contact, antara lain melalui kerja sama antar universitas, program Darmasiswa, serta penyelenggaraan Dialog Lintas Agama RI-Slowakia ke-2.

Terkait hal itu, kedua pihak mengharapkan kemudahan fasilitas visa kunjungan singkat bagi Slowakia dan visa Schengen bagi Indonesia.

Dalam pertemuan, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai isu-isu regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama seperti ASEAN, Uni Eropa, dan perkembangan di kawasan Asia, Eropa Tengah dan Timur, serta Timur Tengah.

Di samping itu, kedua pihak juga saling mendukung untuk pencalonan di berbagai organisasi internasional, termasuk pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020.

Sebagai informasi, hubungan diplomatik Indonesia dan Slowakia dibuka sejak 1 Januari 1993 dan peningkatan hubungan bilateral kedua negara ditandai dengan kunjungan Presiden Slowakia ke Indonesia pada tahun 2011.

Investasi Slowakia di Indonesia pada 2010-2014 tercatat sebanyak 12 proyek. Dalam rangka meningkatkan kerja sama ekonomi, kedua negara telah mengadakan Sidang Komisi Bersama (SKB) sebanyak 3 kali dan Business Round Table (BRT) sebanyak 8 kali. SKB terakhir dilaksanakan pada 2 Desember 2013 secara back-to-back dengan BRT ke-8 dan menghasilkan penandatanganan beberapa MoU antar pelaku usaha swasta (Direktorat Eropa Timur dan Tengah).

Sebagai catatan, nilai perdagangan bilateral RI-Slowakia pada 2014 tercatat USD 29,91 juta dengan surplus di pihak Indonesia sebesar USD 4,94 juta.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Jumat, 24 April 2015

RI-Nepal Dorong Kerja Sama Capacity Building

JAKARTA, -  Presiden RI, Joko Widodo mendorong kerja sama capacity building di berbagai sektor terutama pertanian dan UKM dengan Nepal. 

Hal tersebut dibahas oleh Presiden RI dengan PM Sushil Koirala pada pertemuan bilateral yang dilaksanakan di sela-sela Pertemuan KAA 2015.

Pada kesempatan pertemuan, Presiden RI juga menegaskan bahwa kerja sama di bidang pariwisata antara kedua negara dapat terus dijajaki, mengingat pada 2012 tercatat sekitar 1500 orang Indonesia mengunjungi Nepal.  
  
Nepal juga berpotensi menjadi pasar produk industri strategis Indonesia, antara lain Panser dari PT PINDAD, termasuk pesawat dan helikopter produksi PT DI.

Sebagai informasi, Nepal, sebuah negara landlocked yang berbatasan dengan India, Tiongkok dan Bhutan memiliki potensi yang cukup besar dalam upaya peningkatan kerja sama bilateral kedua negara.

Selain membutuhkan dukungan capacity building di sektor-sektor tersebut, Nepal juga mendukung kerja sama kapasitas untuk penanggulangan bencana alam dan pelestarian lingkungan hidup.

Di bidang ekonomi, Nepal merupakan pasar non-tradisional Indonesia dan ekspor terbesar Indonesia adalah pupuk serta pelumas Pertamina, bahkan Nepal merupakan negara pengimpor ke-11 terbesar untuk minyak pelumas Pertamina.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz


RI-Swazilan Jalin Kemitraan

JAKARTA, - Ekonomi dan kerjasama teknik merupakan dua isu utama yang menjadi fokus pertemuan Presiden RI, Joko Widodo dengan Raja Swaziland Mswati III di sela sela Konferensi Asia Afrika 2015

Sebagaimana informasi yang diterima dari Direktorat Informasi dan Media Kemlu RI melalui email menjelaskan  kedua Pemimpin sepakat untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan menjajaki kerja sama investasi.

Volume perdagangan bilateral saat ini yang mencapai USD 3,18 juta pada tahun 2014 belum mencerminkan potensi yang dimiliki kedua negara.

Presiden Jokowi mengharapkan perluasan akses ekspor bagi produk-produk Indonesia di Swaziland, seperti kendaraan bermotor, makanan, produk turunan CPO, garmen dan sepatu.

Sementara di bidang investasi, Kedua negara juga akan menjajaki kerja sama bidang pertambangan dan energi, khususnya batu bara dan biji besi

Selain itu, kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai kerjasama teknis untuk peningkatan kapasitas.

Presiden Jokowi menawarkan berbagai program yang dapat dimanfaatkan untuk masyarakat Swaziland seperti di pertanian, pendidikan, dan pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).




Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/catatanLorcasz


Kamis, 23 April 2015

Indonesia Buka Pasar Minyak Sawit di Mesir

JAKARTA, -  Sebagai salah satu negara produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjalin kerja sama dengan Mesir untuk produk tersebut.

Demikian disampaikan Presiden RI, Joko Widodo dalam pertemuan dengan PM Mesir Ibrahim Mehlab di sela sela Konferensi Asia Afrika 2015. Peluang pasar impor minyak sawit di Mesir saat ini mencapai 700 juta ton/tahun.

Sebagaimana diinformasi Direktorat Informasi dan Media Kemlu RI melalui email menjelaskan dalam pertemuan tersebut dimanfaatkan juga oleh Presiden Jokowi untuk mengundang investasi Mesir ke Indonesia, terutama di bidang infrastruktur, pelabuhan laut, bandara dan jalan tol.

Presiden Jokowi  juga mendorong kerja sama industri strategis dan serta pemasaran produk-produk kapal, pesawat serta peralatan militer produksi Indonesia seperti PT Pindad, PT PAL dan PT Dirgantara Indonesia.

Dalam kesempatan pertemuan, PM Mesir juga menyampaikan apresiasinya atas kehadiran lebih dari 3.000 mahasiswa Indonesia yang belajar di Mesir. PM Ibrahim Mehlab juga menyampaikan rencananya untuk menambah beasiswa ke Universitas Al-Azhar bagi mahasiswa Indonesia.

Pemerintah Mesir melalui Universitas Al-Azhar setiap tahun memberikan tawaran beasiswa kepada pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar Cairo. Pemberian beasiswa tersebut dilakukan sejak tahun 60-an.

Di sisi lain, PM Mehlab juga mengharapkan dibentuknya kerja sama peningkatan kapasitas maupun berbagi pengalaman di bidang UMKM, pertanian serta pengurangan subsidi. Hal tersebut disambut baik oleh Presiden RI dan akan ditindak lanjuti secara konkrit pada tingkat teknis.

Kedua Pimpinan juga telah membahas mengenai penanganan terorisme yang dipandang sebagai suatu tantangan bersama.

Salah satunya, disepakati adanya suatu keperluan mendesak untuk mendorong gerakan bersama untuk menyuarakan Islam yang benar, yakni sebagai suatu ajaran yang damai dan bersifat rahmatan lil-alamin.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Indonesia Harap Penurunan Tarif Produk Indonesia di Madagaskar

JAKARTA, - Presiden RI, Joko Widodo menyatakan harapannya kepada Presiden Madagaskar untuk penurunan tarif produk Indonesia di Madagaskar terutama Crude Palm Oil (CPO), sabun dan kertas.

Demikian salah satu topik pembahasan Presiden RI dengan Presiden Madagaskar, Hery Rajaonarimampianina dalam pertemuan bilateral di sela sela Pertemuan KAA 2015.

Sebagaimana diinformasi dari Direktorat Informasi dan Media Kemlu RI melalui email mengatakan bahwa kedua kepala juga membahas rencana Madagaskar untuk membeli pesawat dan kapal penumpang buatan Indonesia serta pemberian beasiswa oleh pemerintah Indonesia kepada pelajar Madagaskar.

Selain itu juga Presiden Jokowi menyambut baik rencana pembukaan Kedutaan Besar Madagaskar di Jakarta yang diharapkan dapat mempererat hubungan bilateral kedua negara.

Sebagai informasi, sekitar 60% penduduk Madagaskar adalah keturunan Indonesia dan sangat meminati consumer goods Indonesia, yaitu tekstil, kertas (kertas fotokopi dan karton manila), makanan serta furniture.

Terdapat sekitar 2000 produk Indonesia yang telah masuk ke Pasar Madagaskar
.
RI saat ini merupakan mitra dagang terbesar ke 2  Madagaskar di Asia Tenggara.  Total nilai perdagangan kedua negara tahun 2014 mencapai US$ 66.165 juta dengan peningkatan rata rata selama 5 tahun terakhir (2010-2014) sebesar 3% per tahun.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz

RI-Bangladesh Sepakat Dorong Kerja Sama Perdagangan

JAKARTA, -  Presiden Indonesia, Joko Widodo  meminta agar kerja sama RI-Bangladesh di bidang perdagangan dan investasi semakin ditingkatkan.

Hal tersebut menjadi fokus utama pembicaraan antara Presiden RI dengan counterpart-nya Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, yang diselenggarakan di sela-sela Pertemuan KAA 2015 di Jakarta.

Sebagaimana informasi yang diterima dari Direktorat Informasi dan Media Kemlu RI melalui email menjelaskan dalam pertemuan, dibahas mengenai terbukanya peluang pasar bagi produk Indonesia untuk produk kimia dan farmasi, namun Presiden Jokowi meminta agar akses pasar untuk Indonesia dibuka lebih luas lagi, terutama untuk produk kertas, minyak kelapa sawit, batubara, kendaraan bermotor, peralatan listrik serta alutsista.

Presiden Jokowi  juga secara khusus mengundang investor Bangladesh untuk menginvestasikan modalnya di sektor-sektor yang masih terbuka luas peluangnya di Indonesia seperti infrastruktur dan transportasi.

Bangladesh memiliki kepentingan investasi yang cukup beragam di Indonesia, antara lain investasi di bidang industri pakaian jadi serta kendaraan bermotor.

Sebagai informasi Bangladesh adalah negara yang berbatasan dengan India, dengan jumlah penduduk 160 juta (terbesar ke-8 di dunia). Indonesia merupakan mitra dagang terbesar ke-6 Bangladesh.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz

RI-Iran Jalin Kemitraan Bilateral Ekonomi

JAKARTA, -  Presiden RI dan Presiden Republik Islam Iran sepakat untuk segera mengaktifkan kembali Komisi Bersama (SKB) kedua negara untuk meningkatkan kerja sama bilateral.

Hal ini dibahas pada pertemuan bilateral RI – Iran di sela-sela Konferensi Asia Afrika pada 23 April 2015 di Jakarta.

Sebagaimana diinformasikan Direktorat Informasi dan Media Kemlu RI melalui email menjelaskan kedua pimpinan juga sepakat untuk meningkatkan kerjasama antar kedua negara dan negara-negara Islam khususnya dalam upaya memberantas radikalisme dan terrorisme dengan mengedepankan sisi kebudayaan dan agama, serta kerjasama tukar informasi untuk mengatasi terorisme.

Pertemuan bilateral juga membahas berbagai upaya peningkatan kerjasama antar kedua negara terutama di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi.

Presiden Jokowi  juga  meminta agar akses ekspor kelapa sawit dari Indonesia ke Iran dapat didorong lebih banyak.

Pada kesempatan ini Presiden Jokowi juga mengundang pengusaha Iran untuk berinvestasi di bidang infrastruktur di Indonesia yang masih terbuka luas.

Sementara itu, Presiden Iran, Hassan Rouhani menegaskan  bahwa hubungan Iran dan Indonesia sangat penting, karenanya Presiden Rouhani setuju untuk  mendorong pihak swasta Iran hadir di Indonesia.

Sebagai informasi, Iran memiliki cadangan gas alam terbesar dan cadangan minyak bumi ke-empat terbesar dunia. Iran juga memiliki keunggulan teknologi di bidang alat-alat kedokteran, pengembangan tenaga nuklir untuk energi, serta persenjataan.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz

Rabu, 22 April 2015

RI-Jordan Minta Negara Islam Suarakan Islam sebagai Agama Damai

JAKARTA, - Pemerintah Indonesia dan Kerajaan  Jordania akan terus sebarkan pesan agar negara-negara Muslim terus menyuarakan Islam sebagai agama yang damai, toleran dan “Rahmatan lil Alamin”.

Demikian salah satu hasil pertemuan antara Presiden RI, Joko Widodo dengan Raja Yordania, Abdullah II di sela sela pertemuan Konferensi Asia Afrika (KAA) 2015.

“Bersama-sama kita serukan persatuan umat Islam di seluruh dunia” ujar Presiden RI.

Sebagaimana diinformasikan dari Direktorat Informasi dan Media Kemlu RI melalui email mengatakan kedua pemimpin menegaskan pentingnya upaya negara-negara Islam untuk selalu menyampaikan bahwa Islam adalah agama yang toleran, agama yang damai, dan agama yang dapat memberikan solusi damai.

Dalam pertemuan ini, kedua kepala negara sepakat untuk meningkatkan kerjasama bilateral di bidang pertahanan dan keamanan.

Presiden RI telah menawarkan produk unggulan industri strategis Indonesia yang telah sering di ekspor ke beberapa negara Asia dan Afrika seperti Pesawat, kapal dan produk militer lainnya kepada Raja Yordania.

Sementara di bidang perdagangan dan investasi, Raja Yordania menyambut baik keinginan Indonesia untuk menjadikan Yordania sebagai pintu masuk produk ekspor Indonesia ke wilayah timur tengah.

Sebagai informasi, total nilai perdagangan RI-Yordania selama periode 2009-2014 naik rata-rata 6,23% per tahun. Pada tahun 2014, nilai perdagangan bilateral mencapai USD 305,19 juta.

Komoditas ekspor utama Indonesia adalah CPO, produk perikanan, kopi, lada, makanan olahan, tekstil, produk kayu dan turunannya, furniture, gelas dan keramik, peralatan kendaraan.

Di bidang investasi, Yordania telah menanamkan modal ke Indonesia senilai USD 211,9 juta di bidang kimia dan pertanian.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz

RI-RRT Dorong Tercapainya Kemitraan Strategis Kedua Negara

JAKARTA, -  Indonesia dan RRT sepakat untuk merumuskan proyek-proyek prioritas besar dan Plan of Action Kemitraan Strategis Komprehensif kedua negara.

Kesepakatan tersebut diperoleh pada pertemuan bilateral Presiden RI, Joko Widodo, dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping disela-sela pertemuan KAA 2015 di Jakarta.

Sebagaimana diinformasikan dari Direktorat Informasi dan Media Kemlu RI melalui email menjelaskan bahwa  Presiden Jokowi menyampaikan pentingnya tindak lanjut pemenuhan target yang disepakati pada kunjungan Presiden RI ke Beijing bulan Maret 2015 lalu.

Target tersebut antara lain berbentuk peningkatan nilai perdagangan bilateral hingga mencapai USD 150 Milyar. Presiden RRT selanjutnya juga berjanji untuk memperluas investasi di Indonesia.

Sebagai catatan RRT adalah mitra dagang terbesar RI dengan nilai sebesar USD 48,23 Milyar di tahun 2014.

RRT juga investor asing terbesar ke-8 di Indonesia (2014: USD 800 juta, dalam 501 proyek) dan karenanya Presiden Indonesia mengundang RRT untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur maritim Indonesia, khususnya untuk pelabuhan laut dalam.

RRT berada pada peringkat ke-4 wisatawan mancanegara yang mengunjungi Indonesia (2014: 883.725 wisatawan).

Presiden RRT pada pertemuan juga berjanji akan mendorong wisatawan Tiongkok untuk berkunjung ke Indonesia dengan target 10 juta wisatawan/tahun.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Bilateral Indonesia-Jepang Fokus Kepada Perdagangan dan Ekonomi

JAKARTA, - Disela-sela acara Konferensi Asia Afrika 2015 yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan-Jakarta, Pemerintah Indonesia dan Jepang melakukan pertemuan.

Sebagaimana informasi yang diterima dari Direktorat Informasi dan Media Kemlu melalui email menjelaskan Presiden RI, Joko Widodo dan PM Jepang, Shinzo Abe sepakat membicarakan lebih dalam kerjasama konkrit ekonomi dan investasi kedua negara pada pertemuan kedua kepala pemerintahan di sela sela Konferensi Asia Afrika 2015 di Jakarta.

Pertemuan ini merupakan kelanjutan pertemuan bilateral sebelumnya pada saat kunjungan Presiden RI ke Jepang tanggal 23 Maret 2015.

Kedua pemimpin juga membahas implementasi rencana Jepang untuk meningkatkan investasi di Indonesia dalam berbagai sektor, diantaranya infrastruktur, transportasi, maritim, dan energi.

Presiden RI mendorong agar kedua negara dapat melanjutkan negosiasi Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) untuk meningkatkan arus investasi, dalam upaya mendorong implementasi peningkatan kerja sama investasi. 

Presiden RI berharap agar skema pembiayaan proyek 140 milyar yen yang telah disepakati untuk pelabuhan Cilamaya dan proyek Shinkansen dapat segera dimulai. Presiden RI juga mengharapkan rencana investasi perusahan swasta Jepang termasuk Toyota, Suzuki dan Mitsui dapat dimateraliasikan dalam waktu dekat.

Kedua kepala negara juga menyambut baik kunjungan Kaidanren (Kamar Dagang) Jepang yang berkunjung ke Indonesia pada 9 April 2015 untuk bertemu langsung dengan pengusaha Indonesia.

Sebagai informasi, Jepang merupakan salah satu mitra ekonomi terbesar Indonesia,  pada 2014 volume perdagangan Indonesia-Jepang mencapai USD 40,17 milliar.

Jepang adalah partner dagang ketiga terbesar Indonesia setelah RRT dan Singapura, Jepang juga investor kedua terbesar Indonesia, setelah Singapura, dengan nilai investasi sebesar USD 2,7 milyar tahun 2014.

Kedua negara juga telah menandatangi perjanjian kerjasama di bidang ekonomi untuk mengakselarasi kerjasama ekonomi yaitu Memorandum of Understanding between The Ministry of Trade of the Republic of Indonesia and Japan External Trade Organization (JETRO) on Cooperation in Trade Cooperation dan Memorandum of Understanding between Indonesia Investment Coordinating Board and Japan External Trade Organization (JETRO) on Investment Promotion Cooperation.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 21 April 2015

#KAA60 , Indonesia Tawarkan Gambia Industri Pertanian

JAKARTA, - Pemerintah Indonesia berkomitmen meningkatkan kerja sama di bidang pertanian dengan Gambia. Indonesia akan menawarkan industri pertanian untuk negara tersebut.

Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi ketika melakukan pertemuan dengan koleganya Menlu Gambia Neneh Macdual Gaye di sela-sela penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika di Jakarta Convention Center, Senayan-Jakarta

“Kami juga akan memberikan bantuan penguatan kapasitas untuk Gambia apalagi negara tersebut mempunyai potensi yang cukup besar,” ujar Menlu Retno

Sebagaimana dilansir dari laman resmi KAA, Menlu Retno mengatakan Indonesia mengekspor alat pertanian, seperti traktor ke Gambia.

”Indonesia sebagai negara agraris mempunyai banyak produk unggulan dan ini sudah kami tawarkan kepada Gambia,” ucapnya

Selain itu, Indonesia juga akan memberikan dukungan kepada Gambia yang akan mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

”Kerjasama yang dilakukan antara pemerintah Indonesia dan Gambia ini memiliki arti penting dalam membangun Kemitraan Selatan-Selatan,” ujarnya

Sementara itu, dalam rangkaian Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika ini, Menteri Luar Negeri Gambia Neneh Macdual Gaye mengatakan akan bekerja sama dengan Indonesia dalam pembuatan saluran irigasi untuk persawahan, serta peningkatan produksi beras. 

“Gambia akan belajar banyak kepada Indonesia seperti dalam pembuatan produk-produk makanan,” katanya.

Menlu Gaye mengatakan pihaknya juga tertarik untuk mengembangkan kapasitas perempuan untuk terlibat aktif dalam kebijakan publik.

“Kami merasa senang melihat kemajuan yang telah ditunjukkan oleh Indonesia, salah satunya yakni partisipasi yang tinggi dari kelompok wanita dalam pembangunan,” ungkapnya.

Gambia juga mengharapkan dukungan Indonesia terhadap pencalonan negaranya sebagai anggota tidak tetap DK PBB.

”Kerjasama Selatan-Selatan ini sangat kami perlukan agar tingkat perekonomian dan kesejahteraan, khususnya negara di benua Afrika, bisa lebih baik,” tambahnya seraya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas dukungan yang telah diberikan.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Indonesia Dorong adanya Kerjasama Bahan Olahan Maritim

JAKARTA, - Melihat potensi yang besar dari sektor maritim namun belum ada yang mengembangkan membuat Indonesia mendorong adanya kerjasama dalam bidang ini termasuk dalam pengelolaan bahan olahannya.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Indroyono Susilo ketika jumpa pers pada kegiatan side event Asian African Bussiness Summit (AABS) 2015 yang merupakan bagian dari Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jakarta Convention Center, Senayan-Jakarta.

"Bukan hanya bagian dari bahan mentah, tapi juga bahan olahan, jadi ada nilai tambahan di negara-negara anggota," ucapnya

Mantan Direktur Sumber Daya Perikanan dan Aquakultur FAO, PBB ini menilai forum AABS 2015 merupakan suatu kesempatan yang bagus untuk Indonesia memperkuat negosiasi kerjasama dalam sektor maritim dengan berbagai negara yang hadir.

"Indonesia, yang kita dorong bersama-sama untuk bisa tampil untuk merapatkan barisan. Memberikan sesuatu dibawa untuk memperkuat negosiasi," ucapnya

Pemerintah Indonesia juga mengundang negara-negara kepulauan dan negara-negara Samudera Hindia untuk bergabung di forum AABS 2015, untuk mendukung dokumen Social Development Goal (SDGs) Post 2015, khususnya Nomor 14 yang isinya tentang masalah kelautan dan sumber daya kelautan di tingkat dunia.

“Saat ini dokumen SDGs sedang diselesaikan. Dokumen SDGs ini merupakan kelanjutan dari Millennium Development Goals (MDGs) yang memiliki Periode 2002 sampai 2015. Dokumennya itu sekarang disebarkan ke seluruh dunia,” ujar Menko Indroyono.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

#KAA60 , Indonesia dan Thailand Jalin Kemitraan dalam Berantas Illegal Fishing

JAKARTA, - Pemerintah Indonesia akan meningkatkan kerjasama bilateral dengan Thailand dalam pemberantasan illegal fishing.

Dukungan dari Thailand itu diwujudkan dalam bentuk pemasangan 7.000 tracking system di kapal ikan untuk mempermudah pengawasan.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Indroyono Soesio dalam acara side event yang merupakan bagian dari Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jakarta Convention Center, Senayan-Jakarta sebagaimana dilansir dari laman resmi KAA

“Kami sangat mengapresiasi respon yang sangat tinggi dari Thailand. Mereka sudah setuju untuk bekerja keras dalam menghadapi masalah illegal fishing karena persoalan ini harus dihadapi secara bersama-sama,” ucapnya

Menurut putera mantan Menkopolkam era Orde Baru, Soesilo Soedarman ini mengatakan komitmen pemerintah Indonesia terhadap penuntasan illegal fishing sejalan dengan kebijakan dari Presiden Joko Widodo yang ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim.

“Tentunya kami perlu dukungan dan kerjasama dari negara-negara tetangga yang berbatasan secara langsung dengan Indonesia," katanya.

Menk Indroyono optimis dengan peningkatan kerjasama dengan Thailand tersebut maka kasus-kasus pencurian ikan dapat dikurangi dan bahkan bisa dihapuskan.

“Sejauh ini kami juga akan mengajak negara-negara lain di Asia agar mau menuntaskan illegal fishing, sebab sangat merugikan kekayaan alam dan juga nelayan,” ujarnya.

Mantan Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan ini menambahkan tidak menutup kemungkinan juga akan dilakukan kerjasama pemberantasan illegal fishing dengan negara seperti Malaysia dan Vietnam.

Harapannya agar kekayaan laut Indonesia bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk perbaikan kesejahteraan para nelayan.

“Jangan sampai justru pihak lain yang mendapatkan manafaat atau keuntungan dari kekayaan laut kita yang sangat melimpah,”ucapnya.

Mantan Direktur Sumber Daya Perikanan dan Aquakultur FAO, PBB ini menyebutkan selain illegal fishing, juga telah dibahas persoalan perlindungan terhadap terumbu karang di kawasan Pasifik. Sejumlah negara yang telah diajak kerja sama, antara lain Papua New Guinea (PNG)

Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Senin, 20 April 2015

#KAA60 , Indonesia-Afrika Selatan Jalin MoU

JAKARTA, - Disela-sela pertemuan Konferensi Asia Afrika ke-60 di Jakarta, Indonesia dan Afrika Selatan menjalin kemitraan yang dituang dalam MoU.

Informasi yang dilansir dari laman Kemlu menjelaskan Menlu Retno Marsudi dan Menteri Hubungan dan Kerja Sama Internasional Afrika Selatan Maite Nkoana-Mashabane menandatangi MoU on the Establishment of a Joint Commission for Bilateral Cooperation (20/4).

Penandatangan MoU tersebut dilakukan kedua Menteri Luar Negeri di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) dan Peringatan 10 Tahun New Asia-Africa Strategic Partnership (NAASP) yang dipimpin bersama kedua Menlu.

Indonesia dan Afrika Selatan akan terus memperkuat hubungan perdagangan yang pada tahun 2014 nilainya mencapai USD 1,87 milyar.

Kedua negara juga mendorong kerja sama antara BUMN industri strategis kedua negara, termasuk dalam bentuk co-production dan marketing. Di samping itu, kedua menteri juga menyepakati penjajakan kolaborasi di bidang kemaritiman dan Blue Economy.

Dalam bidang regional,  Indonesia dan Afrika Selatan, selaku Ketua dan Wakil Ketua Indian Ocean Rim Association (IORA) periode 2015-2017, berkomitmen untuk bekerjasama guna memastikan agar IORA dapat menghasilkan kerja sama konkret bagi penguatan perdamaian dan kesejahteraan negara-negara di Samudera Hindia.

Pada tingkat multilateral, Menlu kedua negara berbagi pandangan mengenai perkembangan reformasi Dewan Keamanan PBB.

Selain menegaskan saling dukung dalam berbagai posisi penting di PBB, kedua menteri sepakat untuk terus bersama-sama mendorong upaya reformasi DK PBB menjadi sebuah lembaga yang demokratis, representatif, transparan, akuntabel, dan efisien.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz