JAKARTA, - Melihat potensi
yang besar dari sektor maritim namun belum ada yang mengembangkan membuat
Indonesia mendorong adanya kerjasama dalam bidang ini termasuk dalam
pengelolaan bahan olahannya.
Hal ini disampaikan Menteri
Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Indroyono Susilo ketika jumpa pers pada
kegiatan side event Asian African Bussiness Summit (AABS) 2015 yang merupakan bagian
dari Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jakarta Convention
Center, Senayan-Jakarta.
"Bukan hanya bagian
dari bahan mentah, tapi juga bahan olahan, jadi ada nilai tambahan di
negara-negara anggota," ucapnya
Mantan Direktur Sumber Daya
Perikanan dan Aquakultur FAO, PBB ini menilai forum AABS 2015 merupakan suatu
kesempatan yang bagus untuk Indonesia memperkuat negosiasi kerjasama dalam
sektor maritim dengan berbagai negara yang hadir.
"Indonesia, yang kita
dorong bersama-sama untuk bisa tampil untuk merapatkan barisan. Memberikan
sesuatu dibawa untuk memperkuat negosiasi," ucapnya
Pemerintah Indonesia juga
mengundang negara-negara kepulauan dan negara-negara Samudera Hindia untuk
bergabung di forum AABS 2015, untuk mendukung dokumen Social Development Goal
(SDGs) Post 2015, khususnya Nomor 14 yang isinya tentang masalah kelautan dan
sumber daya kelautan di tingkat dunia.
“Saat ini dokumen SDGs
sedang diselesaikan. Dokumen SDGs ini merupakan kelanjutan dari Millennium
Development Goals (MDGs) yang memiliki Periode 2002 sampai 2015. Dokumennya itu
sekarang disebarkan ke seluruh dunia,” ujar Menko Indroyono.
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz