Selasa, 21 April 2015

Indonesia Dorong adanya Kerjasama Bahan Olahan Maritim

JAKARTA, - Melihat potensi yang besar dari sektor maritim namun belum ada yang mengembangkan membuat Indonesia mendorong adanya kerjasama dalam bidang ini termasuk dalam pengelolaan bahan olahannya.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Indroyono Susilo ketika jumpa pers pada kegiatan side event Asian African Bussiness Summit (AABS) 2015 yang merupakan bagian dari Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jakarta Convention Center, Senayan-Jakarta.

"Bukan hanya bagian dari bahan mentah, tapi juga bahan olahan, jadi ada nilai tambahan di negara-negara anggota," ucapnya

Mantan Direktur Sumber Daya Perikanan dan Aquakultur FAO, PBB ini menilai forum AABS 2015 merupakan suatu kesempatan yang bagus untuk Indonesia memperkuat negosiasi kerjasama dalam sektor maritim dengan berbagai negara yang hadir.

"Indonesia, yang kita dorong bersama-sama untuk bisa tampil untuk merapatkan barisan. Memberikan sesuatu dibawa untuk memperkuat negosiasi," ucapnya

Pemerintah Indonesia juga mengundang negara-negara kepulauan dan negara-negara Samudera Hindia untuk bergabung di forum AABS 2015, untuk mendukung dokumen Social Development Goal (SDGs) Post 2015, khususnya Nomor 14 yang isinya tentang masalah kelautan dan sumber daya kelautan di tingkat dunia.

“Saat ini dokumen SDGs sedang diselesaikan. Dokumen SDGs ini merupakan kelanjutan dari Millennium Development Goals (MDGs) yang memiliki Periode 2002 sampai 2015. Dokumennya itu sekarang disebarkan ke seluruh dunia,” ujar Menko Indroyono.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz