Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 April 2015

#Pray4Nepal , PGI Sampaikan Duka Cita

JAKARTA, - Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan simpati dan dukacita yang mendalam atas apa yang terjadi di Nepal.

Sebagaimana dilansir dalam laman resmi mereka, selain menghaturkan simpati dan dukacita, PGI akan menyalurkan bantuan melalui Dewan Gereja Nepal.

Selain itu, PGI mengajak gereja seluruh dunia dan Inodnesia serta lembaga kemanusiaan dapat bahu-membahu untuk meringankan penderitaan para korban serta keluarganya.

PGI juga menyadarkan umatnya bahwa gempa tersebut adalah tanda kedahsyatan kekuatan alam yang tidak mampu dikendalikan oleh manusia dan menunjukkan keringkihan manusia.

Apa yang terjadi di Nepal menurut PGI juga menyadarkan manusia masih banyak misteri semesta ini dan lebih bersahabat dengan alam ciptaan Tuhan.

Sebagai informasi, Nepal diguncang gempa dengan kekuatan 7,9 Skala Richter pada Sabtu (25/4) pukul 06.11 waktu setempat.

Setelah gempa 7,7 masih terdapat gempa dengan skala kecil di beberapa titik bahkan dirasakan di beberapa kota di India. Bangladesh bahkan gunung tertinggi di dunia, Everest pun merasakan kekuatan ini.

Gempa ini merupakan yang terburuk melanda Nepal sejak 80 tahun terakhir.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Rabu, 22 April 2015

#KAA60 , Peran Indonesia Dibutuhkan Untuk Selesaikan Isu-isu Negara Islam

JAKARTA, -  Wakil Presiden RI menyampaikan rencana negara-negara anggota OKI untuk membentuk satuan tugas khusus yang bertugas membahas lebih dalam berbagai isu yang terjadi di negara-negara Islam.

Sebagaimana diinformasi Direktorat Informasi dan Media Kemlu RI melalui email menjelaskan pertemuan ini dilakukan  di sela-sela pertemuan KAA 2015 di Jakarta,.

Presiden RI telah mengundang 46 Kepala Negara/Pemerintahan serta Ketua Delegasi negara anggota OKI untuk diskusi informal membahas isu kunci yang berkembang di kawasan negara-negara anggota OKI yaitu Palestina, terorisme-radikalisme serta berbagai konflik yang terjadi antara negara-negara Islam.

Anggota-anggota OKI yang hadir pada pertemuan ini sepakat bahwa Indonesia perlu menggambil peran lebih besar untuk mencari penyelesaian masalah-masalah tersebut.

Selain itu, dengan adanya satuan tugas khusus diharapkan semua pihak dapat berdiskusi dengan lebih terbuka, menawarkan best practises serta melakukan pertemuan berkala.

Selanjutnya akan diadakan pertemuan lagi untuk menentukan mekanisme satuan tugas khusus tersebut serta negara-negara anggota satgas.

Pertemuan yang diprakarsai Indonesia ini dilatarbelakangi keprihatinan mendalam atas merebaknya krisis dan konflik bersenjata di sejumlah negara di kawasan.

Hal ini semakin memburuk dengan meluasnya berbagai ancaman teror dari kelompok-kelompok yang mengatasnamakan Islam.

Di berbagai kesempatan, Indonesia selalu menyerukan kepada pemimpin negara-negara OKI pentingnya persatuan umat Islam di seluruh dunia dalam menghadapi tantangan dunia saat ini. 

Islam adalah agama yang damai, toleran dan “Rahmatan lil Alamin”, rahmat bagi semesta alam.

Indonesia juga selalu menyerukan agar negara-negara Muslim menyuarakan Islam sebagai agama yang dapat berkontribusi bagi perdamaian dan kesejahteraan dunia, dan mendorong penyelesaian konflik melalui cara-cara damai dan dialog..



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Minggu, 19 April 2015

Soal Toleransi, Norwegia Belajar dari Indonesia

JAKARTA, - Indonesia yang kaya akan budaya dan juga toleransi antar umat beragama mendapatkan apresiasi dari negara luar dalam menangkal isu radikalisme yang semakin menggila.

Adalah Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Kerajaan Norwegia untuk Indonesia Stig Traavik yang mengatakan bahwa dalam soal isu radikalisme Indonesia punya pengalaman dan pesan penting buat dunia.

“Saya kira dalam isu radikalisme Indonesia memiliki pengalaman dan pesan penting bagi dunia. Pesan toleransi dari negara populasi padat yang memiliki interprestasi yang kuat dan baik mengenai Islam. Ini satu hal di mana dunia bisa belajar,”ujar Dubes Traavik.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi KAA, Dubes Traavik mengatakan bahwa kunjungan Perdana Menteri negaranya ke Indonesia beberapa hari lalu juga membicarakan hal ini kepada Presiden Jokowi.

“Ketika PM kami bersama Jokowi, mereka membicarakan masalah ini, Norwegia memiliki masalah pemuda yang ikut berperang di Suriah, secara mengejutkan masalah kami lebih besar dibanding Indonesia.

Kerajaan Norwegia sendiri dalam Konferensi Asia Afrika sendiri bersama dengan Indonesia ikut membantu pembangunan di Afganistan dalam kerja sama Selatan-Sealtan dan Triangular.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Minggu, 05 April 2015

Tanggapan AJI Jakarta Soal Tindakan KemKominfo

JAKARTA, - Kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang melakukan pemblokiran terhadap 22 laman yang berisikan dianggap menyebarkan kebencian dan kekerasan atas nama agama mendapatkan perhatian banyak kalangan terutama media.

Sebagaimana dilansir dari laman AJI Jakarta, AJI mengapresiasikan kebijakan tersebut namun masih menjadi perdebatan lantaran mengambil kebijakan berdasarkan dasar hukum Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 19 Tahun 2014.

Menurut AJI dalam kasus penutupan 22 situs ini, pemerintah menggolongkannya sebagai konten negatif yang dapat membahayakan masyarakat dan keamanan nasional
.
Pemblokiran ini sebenarnya telah lama dinantikan karena pemerintah harus melindungi kepentingan umum dari konten internet yang dianggap menyerukan kekerasan dan mengajak pembacanya untuk bergabung dengan kelompok-kelompok keagamaan yang menghalalkan aksi kekerasan seperti Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Di negara demokrasi, pemerintah memang harus tegas membuat batasan antara kebebasan berekspresi dengan penyebaran kebencian dan penyeru kekerasan.

Masalahnya di Indonesia, sebagian masyarakat masih belum melek media sehingga belum bisa membedakan antara situs yang merupakan bagian dari kebebasan berekspresi dengan situs penyebar kebencian (hate speech).

Bahkan sebagian situs penyebar kebencian dan penganjur kekerasan yang diblokir itu mengklaim sebagai pers Islam atau media Islam.

Padahal, sangat mudah untuk dikenali dari konten-konten yang telah mereka produksi, situs-situs yang diblokir itu bukan produk pers karena tidak menjalankan prinsip pers seperti diatur dalam Undang-Undang Nomor 40/1999 tentang Pers.

Mengenai penutupan 22 situs internet, AJI Jakarta menyatakan sebagai berikut: pertama,  pemerintah harus mengontrol situs-situs penyebar kebencian dan situs yang mengajak melakukan kekerasan dengan alasan keagamaan.

Kedua, meskipun kontrol diperlukan, pemerintah harus transparan dan menempuh cara yang demokratis dalam melakukan pemblokiran sehingga panel ahli yang telah dibentuk oleh pemerintah melalui Menkominfo Nomor 290 Tahun 2015 tentang Forum Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif, tidak menjadi lembaga sensor baru di dunia maya.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Produk Hukum kepada Pemblokiran Laman Islam Kurang Kuat

JAKARTA, - Peraturan Menteri Nomo 19 tahun 2014 yang dijadikan dasar hukum dalam pemblokiran laman radikal dan Islam menurut Dewan Pers tidak kuat karena produk hukum tersebut hanya berlaku di internal kementerian tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Komisi Hukum Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dalam sebuah diskusi yang digelar Aliansi Jurnalis Indenpenden (AJI) Jakarta.

“Permen tidak bisa dilakukan sebagai paying hukum pemblokiran. Pemblokiran butuh paying hukum dan sebaliknya melibatkan panel. Pemblokiran bisa diuji melalui pengadilan,”ucapnya.

Menurut pria yang sering disapa Stanley ini menurutnya pemerintah menggunakan undang-undang walau sampai sekarang belum ada instrument hukumnya.

Produk hukum yang ada seperti UU Informasi dan Transasksi Elektronik (UU ITE) tidak terdapat soal pemblokiran namun ada cara lain yaitu dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).

“Mestinya pakai undang-undang dan sejauh ini belum ada instrument hukumnya. Ya kalau kondisinya seperti itu, kan bisa bikin Perppu sehingga tidak ada kekosongan hukum,”ucapnya.

Soal pemblokiran tersebut, menurut Dewan Pers sendiri dikategorikan merenggut hak asasi manusia untuk berpendapat dan bebas berekspresi yang terdapat dalam konstitusi Pasal 28 J UUD 1945.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Sabtu, 04 April 2015

Iran Longgarkan Larangan Kepada Perempuan

TEHERAN, - Pemerintah Republik Islam Iran mencabut beberapa peraturan soal perempuan yang menghadiri pertandingan olah raga laki-laki.

Kebijakan ini dikeluarkan setelah pengadilan mengampuni perempuan Inggris keturunan Iran yang memrotes peraturan tersebut.

Sebagaimana dilansir dari Kantor Berita IRNA Wakil Menteri Iran, Abdolhamid Ahmadi mengatakan kebijakan tersebut akan belaku pada tahun ini berdasarkan penanggalan Iran.

Perhitungan penanggalan Iran yang dimaksud berarti akhir Maret 2016 namun di beberapa tempat masih terlarang bagi perempuan untuk menyaksikan pertandingan.

“Tentu saja, di sejumlah wilayah olah raga dimana keluarga tidak tertarik untuk menghadir atau tidak mungkin hadir,”ucapnya.

Kebijakan ini keluar berawal dari pengadilan banding yang mengampuni Ghoncheh Ghavami, seorang perempuan Inggris keturunan Iran yang ditangkap Juni di luar stadion tempat dirinya dan beberapa orang yang menggelar aksi protes aga perempuan bisa melihat pertandingan voli laki-laki.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Jumat, 03 April 2015

Hadiri Ibadah Jumat Agung, PM Australia Bacakan Ayat Alkitab

SYDNEY, - Perdana Menteri Australia Tony Abbott membacakan sebuah ayat dari Alkitab dalam ibadah Jumat Agung di Gereja St Charbel, Punchbowl, Barat Daya Sydney Australia Jumat (3/4) waktu setempat.

Sebagaimana dilansir media setempat, PM Abbott membaca sebuah ayat dari Galatia 2 : 19-20 dalam ibadah tersebut.

“Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus (ayat 19). Aku telah disalibkan dengan Kristus dan bukan lagi aku yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku,”demikian ayat yang dibacakan PM Abbott dihadapan jemaat gereja tersebut.

Sementara itu dibagian lain dari Australia, ribuan jemaat menghadiri ibadah pada seluruh gereja di Bagian New South Wales termasuk diantaranya melakukan prosesi Jalan Salib di Katedral St Mary dan Komuni Paskah di Katedral St Andrew, Sydney.

Sementara itu, Uskup Agung Katolik, Anthony Fisher dalam pesan Paskahnya mengatakan untuk merefleksikan terhadap peristiwa penganiayaan umat kristiani agama Kristen di seluruh dunia.

“Sayanya, katanya karena saat ini di seluruh dunia banyak perang untuk mengakhiri semua perang dan masih akan banyak lagi jatuh korban, terorisme dan penganiayaan agama sekarang juga kekhawatiran besar, terutama di Timur Tengah, Afrika dan Asia, ”ucapnya.

Sedangkan Pesan Paskah yang disampaikan Uskup Agung Philip Freier dari Gereja Anglikan Australia mengatakan bahwa setiap orang di dunia harus mengambil peran terhadap kekerasan yang terjadi di seluruh dunia dimana kekerasan merupakan bagian tidak terhindarkan dari kondisi manusia.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Kamis, 02 April 2015

Soal Blokir Laman, Kominfo Tunjuk Tiga Tokoh Senior

JAKARTA, - Menanggapi soal pemblokiran laman berkaitan dengan Islam radikal, membuat Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pun bergerak cepat dengan membentuk tim panel untuk menangani persoalan tersebut.

Kominfo mempercayakan tiga tokoh senior yaitu Bagir Manan, Din Syamsuddin dan Salahuddin Wahid (Gus Solah) yang sudah ditandatangani melalui Keputusan Menteri.

“Saya sudah menandatangani Kepmen (Keputusan Menteri) untuk membentuk panel,”ucapnya.

Soal penunjukkan tiga tokoh ini menurut Rudiantara dilakukan supaya adanya transparansi dalam tim bekerja

Menteri Rudiantara juga mengatkan selain tiga tokoh tersebut dalam panel terhadap tokoh masyarakat dan ahli yang bertugas untuk memberikan penilaian dan rekomendasi.

Kementerian Komunikasi dan Informasi beberapa hari belakangan ini disorot lantaran adanya kebijakan pemblokiran terhadap 22 laman media Islam.

Menurut Kominfo pelaksanaan tersebut dilakukan atas rekomendasi BNPT berdasarkan surat Nomor 149/K. BNPT/3/2015 tentang laman radikal ke dalam sistem filtering Kemkominfo.

Pelaksanaan ini juga sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 19 tahun 2014 soal penanganan situs internet bermuatan negative yang ditanda tangani oleh Menteri Kominfo ketika itu Tifatul Sembiring yang berasal dari PKS.

Dalam Peraturan Menteri tersebut dengan merujuk pasal 1 dimana pemblokiran laman adalah upaya yang dilakukan agar laman internet bermuatan negative tidak dapat diakses.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz

Rabu, 01 April 2015

Tanggapan PKS soal Pemblokiran Laman Islam

JAKARTA, - Tindakan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) yang mengajukan pemblokiran terhadap beberapa laman Islam tanpa ada klasifikasi kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi menuai kritik.

Salah satunya adalah anggota Komisi III DPR asal PKS Almuzzammil Yusuf yang mengkritik sikap tersebut dimana yang dilakukan oleh BNPT sama seperti yang terjadi ketika orde baru

Dalam keterangannya, Yusuf mengatakan seharusnya memberikan peringatan dan mengundang para pengelola laman dengan berdialog

“Pemblokiran sembarangan terhadap website Islam sangat disayangkan. Jika itu dilakukan kita kembali ke rezim Orde Baru yang represif dan otoriter,”ucapnya.

Menurut Yusuf seharusnya BNPT berkoordinasi dengan Kemenkominfo dan Kemenag untuk menentukan apakah laman tersebut bertentangan atau tidak dengan ajaran Islam

“Sampaikanlah surat teguran dan undangan dialog secara baik-baik dengan para pengelola website tersebut. Tidak serta merta merekomendasikan pemblokiran tanpa tolak ukur yang jelas. Tujuan dialog adalah untuk memberikan hak jawab dan klarifikasi. Jika mereka menolak dan tidak kooperatif saya kira wajar jika pemerintah ekspose sikap tersebut untuk jadi catatan publik,”ucapnya

Sementara itu, informasi yang beredar bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika RI meminta kepada internet service provide (IS) memblokir 22 laman yang menyebarkan paham radikal atau mendukung kekerasan. Permintaan ini berdasarkan laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)

Laman yang diminta diblokir adalah Voa-islam.com, Azzammedia.com, arrahmah.com, ghur4ba.blogspot.com, panjimas.com.

thoriquna.com, dakwatuna.com, an-najah.net, kafilahmujahid.com, muslimdaily.net, hidayatullah.com, salam-online.com, aqlislamiccenter.com.

Kiblat.net,dakwahmedia.com, muqawamah.com, lasdipo.com, gemaislam.com, eramuslim.com, daulahislam.com, soutussalam.com,
indonesiasupportislamicatate.blogspot.com



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Sabtu, 28 Maret 2015

Indonesia Sambut Baik Penyelenggaraan Bridge-Dialogues Towards a Culture of Peace”

JAKARTA, - Disela-sela kesibukannya, Wakil Menteri Luar Negeri RI A.M. Fachir menerima kunjungan kehormatan dari Chairman of the International Peace Foundation (IPF) Uwe Morawetz.

Sebagaimana informasi yang diterima dari Direktorat Informasi dan Media Kemlu RI melalui email menjelaskan kunjungan Chairman Morawetz terkait rencana penyelenggaraan kegiatan “Bridges-Dialogues Towards a Culture of Peace” di Indonesia.

Kegiatan “Bridges-Dialogues Towards a Culture of Peace” adalah program IPF yang dilaksanakan dalam bentuk dialog interaktif antara tokoh-tokoh penerima nobel (Nobel Laurate) dengan kalangan universitas di dunia tentang isu perdamaian, kemanusiaan, demokrasi, peningkatan kualitas pendidikan dan ilmu pengetahuan serta isu aktual lainnya.

Program ini rencananya akan diselenggarakan pada bulan November 2016 sampai dengan April 2017 dan bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Menanggapi rencana penyelenggaraan “Bridge-Dialogues Towards a Culture of Peace”, Wamenlu Fachir menyambut baik dan menyampaikan apresiasinya kepada IPF.

Tentunya program ini akan memperkaya pengetahuan kalangan generasi muda mengenai upaya membangun budaya perdamaian guna mencegah timbulnya konflik.

Wamenlu juga menegaskan sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, Indonesia akan terus berperan aktif untuk menjaga perdamaian dan ketertiban dunia.

Hal ini tentunya selaras dengan visi dan misi IPF yang mengutamakan perdamaian, demokrasi, dan dialog lintas agama.

Oleh karena itu, Pemri akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan sejumlah perguruan tinggi yang terlibat guna mensukseskan penyelenggaraan  “Bridge-Dialogues Towards a Culture of Peace” mendatang.





Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Senin, 23 Maret 2015

Inggris Tahan Enam Orang

LONDON, - Aparat Kepolisian Inggris menangkap empat pria dan dua wanita setelah mencoba untuk memaksa masuk ke dalam sebuah sinagoga di kawasan StamfordHill, London Utara.

Sebagaimana tersebarnya rekaman video yang diposting pada jejaring sosial video, Youtube dimana sekelompok tersebut merusak property dan berteriak.

Menurut penjelasan aparat keamanan setempat mengatakan bahwa satu petugas menderita luka kecil di wajah saat mencoba mencegah kelompok tersebut masuk gedung.

“Insiden itu sedang diperlakukan sebagai insiden anti-semit karena pernyataan yang dibuat oleh salah satu anggota kelompok. Pada tahap awal ini tidak ada bukti bahwa ini adalah serangan sayap kanan atau ekstremis melainkan tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima dari sekelompok orang yang sedang mabuk,”penjelasan dari Kepolisian Metropolitan London.

Sebagai informasi, Stamford Hill adalah rumah bagi salah satu komunitas Yahudi Ortodoks terbesar di kawasan Eropa dengan sekitar 30 ribu orang Yahudi Hasidic yang berada di kawasan tersebut.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Jumat, 20 Maret 2015

Pendidikan Islam di Indonesia Mendapatkan Apresiasi

JAKARTA, - Pendidikan Islam di Indonesia mendapatkan apresiasi tinggi dari Ummat Islam Thailand dan mereka berharap bisa banyak belajar dari negeri ini dalam mengembangkan hal serupa yang dikaitkan dengan budaya lokal.

Hal ini disampaikan Pelaksana Subdit Pendidikan Pesantren Kementerian Agama, Mohamma Zen kepada jurnalis di Jakarta.

“Mereka berharap bisa banyak belajar dari Indonesia dalam mengembangkan pendidikan Islam yang bisa menyatu dengan budaya lokal,”ucapnya.

Kepastian itu di dapat ketika Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof Dr Mohammad Ishom Yusqi menerima delegasi Asosiasi Pengembangan Pendidikan Muslim Thailand (MEDAT) di Jakarta.

Sebagai informasi, kedatangan delegasi Muslim Thailand ke Indonesia bertujuan menjajaki kerja sama pendidikan Islam dengan beberapa lembaga pendidikan Islam di Tanah Air.

Selain berkunjung ke Kementerian Agama, delegasi ini juga akan bertemu dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta pimpin  Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta.

Delegasi ini sendiri berjumlah 17 orang berasal dari 11 provinsi di kawasan Thailand Selatan seperti dari Songkhla, Patalung dan Krabi.

MEDAT sendiri adalah organisasi dari beberapa sekolah Islam yang berada di Thailand Selatan. Sejauh ini sudah banyak warga Muslim Thailand yang ingin belajar di lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia namun satu kesulitannya adalah bahasa karena sangat sedikit yang menguasai bahasa Indonesia.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Rabu, 18 Maret 2015

Indonesia-Qatar Komitmen Perhatikan TKI

JAKARTA, - Tidak bisa dipungkiri bahwa masalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) selalu menjadi cerita bahkan tidak jarang menjadi korban serta tidak mendapatkan tempat untuk diperhatikan oleh negaranya serta tempat mereka bekerja.

Dengan hal inilah membuat Indonesia dan Qatar mencoba memberikan perhatikan terhadap keberadaan para tenaga kerja ini.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Agus Hermanto ketika menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Qatar untuk Indonesia, Mohammed Khater Al-Khater di ruang kerjanya.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi DPR, Dubes Khater sendiri mengatakan bahwa negaranya selalu memberikan perhatian sekaligus perlakuan yang baik terhadap TKI bahkan dalam sektor informal keberadaan para tenaga kerja asal Indonesia masih dominan.
“Kami undang semua pekerja dari berbagai negara dan kami sediakan fasilitas kesehatan dan pendidikan,”ucapnya.

Dalam pertemuan ini juga Agus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Qatar yang telah banyak memberikan bantuan pendidikan kepada Indonesia seperti beasiswa kepada pelajar Indonesia saat ini tengah belajar di sejumlah universitas di Qatar.

Selain itu juga banyak pesantren yang menerima bantuan dari pemerintah Qatar. Terkait tentang pesantren, Dubes Khater meminta bantuan kepada Agus untuk diantar melihat pesantren di Jawa yang membutuhkan bantuan dari negaranya sebagai bagian dari hubungan bilateral kedua negara.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz


Senin, 16 Maret 2015

Ledakan Bom Guncang Geraja di Lahore

LAHORE, - Sebuah bom meledak di luar dua gereja pada kawasan Kota Lahore, Pakistan disaat umat mengadakan ibadah Minggu.

Sebagaimana dilansir dari media setempat, setidaknya 14 orang meninggal dan melukai lebih dari 80 orang lainnya.

Menurut laporan kepolisian setempat diledakan di luar dua gereja tersebut hanya berselang beberapa menit yang sudah diincar para pelaku yaitu satu gereja Katolik dan lainnya Protestan yang jaraknya berdekatan.

Polisi juga mengatakan Akibat perisitwa ini para penduduk sekitar marah besar bahkan menggantung dua orang yang terindikasi terlibat dalam kejadian tersebut

Seperti diketahui, Milisi bersenjatan di negeri itu menyerang para penganut Kristen dan agama kecil lainnya dalam sepuluh tahun terakhir. Pemerintah pun dinilai tidak memberikan perlindungan maksimal kepada kelompok minoritas tersebut

Selain itu, pihak kepolisian setempat pun tidak terlatih dengan baik dalam menangani masalah tersebut serta kurangnya pendanaan.’

Lahore sendiri adalah Ibukota dari Provinsi Punjab yang paling padat dan kaya di Pakistan. Di kota ini jugalah menjadi pusat pemeritnahan negara dimana Perdana Menteri Nawaz Sharif tinggal.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Minggu, 15 Maret 2015

Krisis Keamanan Libya, KBRI Tripoli Keluarkan Himbauan Kepada WNI

TRIPOLI, - Situasi politik dan keamanan di Libya yang sedang bergejolak membuat Kedutaan Besar RI di Tropoli mengeluarkan himbauan serta peringatan kepada warga Indonesia untuk tidak melakukan perjalanan ke negeri tersebut.

Himbauan dan peringatan itu disampaikan KBRI dalam sebuah edaran yang dikeluarkan pada Minggu (15/3) waktu setempat.

“WNI yang terlanjut telah berada di Libya untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, memantau segala perkembangan yang terjadi dan mengambil langkah-langkah untuk keluar dari Libya untuk di evakuasi,”demikian isi pernyataan KBRI.

KBRI juga membuka saluran komunikasi untuk WNI yang berada di Libya atau yang membutuhkan informasi terkini keberadaan salah satu anggota keluarganya di Tripoli

Berikut nomor yang bisa dihubungi

Hotline KBRI Tripoli ( 216 25 596 366)

Sdr. Bambang Priya Hutama ( 216 28 504 750) - Koordinator Fungsi Pensosbud/Protkons

Sdr. Untung Istiawan ( 216 21 683 669)

Sdr. Haris Agung ( 216 28 674 946)

Sdr. Zakaria El Barouni ( 218 91 931 6294)

Email KBRI Tripoli: tripoli.kbrikemlu.co.id

Sebagai informasi, militant Libya yang ikut arus ISIS terlibat bentorkan besar dengan pasukan pemerintah di pusat kota Tripoli.

Dengan masuknya ISIS melalui militant Libya semakin bertambah kelompok yang berseteru setelah tewasnya pemimpin tertinggi negeri tersebut, Moamar Gaddafi.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcassz

Vatikan Dukung Tindakan Militer Terhadap ISIS

VATICAN CITY, - Vatikan mendukung kekuatan militer untuk menghentikan serangan yang dilakukan Militan Negara Islam (ISIS) jika tidak ada solusi politis dalam mengakhiri tindakan tersebut.

Hal ini disampaikan Uskup Agung Silvano Tomasi perwakilan Vatikan untuk PBB di Jenewa ketika berbicara kepada laman Katolik AS Crux

“Yang dibutuhkan adalah koalisi terkoordinir dan terencana dengan baik untuk melakukan segala yang mungkin untuk mencapai solusi politis tanpa kekerasan, Tetapi jika hal itu tidak mungkin, maka penggunaan kekuatan militer menjadi penting,”ucapnya

Uskup Tomasi juga mengatakan  bahwa bahwa tindakan jihadis melakukan genosida harus dihentikan, jika tidak pihaknya akan menangis menyesali kenapa tidak melakukan apa-apa terhadap kejadian ini.

“Kami harus menghentikan genosida ini. Jika tidak kami akan menangis di masa depan menyesali kenapa kami tidak melakukan apa-apa, kenapa kami mengizinkan tragedy mengerikan ini terjadi,”ucapnyas

Sebagai informasi, Paus Fransiskus  mengecam pemenggalan atas 21 pengikut Kristen Koptik Mesir pada bulan Februari lalu oleh ISIS di Libya.

Kelompok militant ini pun menyasar kelompok keagamaan minoritas yang berada di wilayah Suriah dan Irak yang mereka kuasai.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Jumat, 13 Maret 2015

Jerman Bolehkan Guru Muslim Berhijab

BERLIN, - Otoritas hukum Jerman membawa angin segar kepada para guru perempuan muslim dimana mereka boleh mengenakan hijab dalam akitvitas mengajar mereka.
Sebagaimana dilansir dari media setempat, Mahkamah Konstitusi Jerman memperbolehkan mengenakan hijab dalam kelas selama tidak menimbulkan gangguan di sekolah.

Sidang yang berlangsung di Karlsruhe ini memutuskan kasus yang diajukan seorang perempuan Muslim yang dilarang mengajar lantaran menggunakan hijab.

Kepastian hukum ini disambut gembira salah satunyaa adalah Volker Beck seorang anggota parlemen dari partai oposisi Green yang mengatakan saat yang tepat untuk kebebasan beragama.

“Ini saat yang tepat untuk kebebasan beragama,”ucapnya.

Menurut Beck, penutup kepala yang dikenakan pria maupun Muslim, Yahudi dan Kristen tidak terlalu menjadi ancaman warga setempat dibandingkan penentang keberaagaman seperti sayap kanan alternative untuk Jerman (AFD), neo-Nazi dan ekstrimis Muslim Salafi.

Serupa dengan Beck, Kepala Badan Antidiskriminasi Federal Christine Lueders menyambut baik akan keputusan ini untuk menegakkan kebebasan beragama di Jerman.

Namun sebuah harian di Berlin, TAZ dalam laporannya memperingatkan tentang kelompok anti-Islam PEGIDA yang mulai melakukan aksi kecil di kawasan Dresden dan segera melakukan aksi serupa di seluruh Jerman.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Rabu, 11 Maret 2015

Bahas Hukuman Mati, Ulama Australia Bertemu Menteri Agama RI

JAKARTA, - Usaha Australia untuk bisa mengeluarkan dua warganya dari daftar eksekusi mati belum juga berhenti kali ini giliran tokoh agama yang mencola melakukan diplomasi.

Hal ini terlihat dengan hadirnya Mufti Besar Australia Ibrahim Abu Mohamed yang menemui Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin untuk membicarakan soal eksekusi mati tersebut.

Dalam pertemuan tersebut Ibrahim mengatakan pemberian maaf adalah simbol akan ketinggian moral keagamaan dan langkah mulia yang dijunjung tinggi oleh semua ajaran agama di atas muka bumi.

“Pemberian maaf adalah simbol akan ketinggian moral keagamaan dan langkah mulia yang dijunjung tinggi oleh semua ajaran agama di atas muka bumi, khususnya Islam,”ucapnya.

Dirinya juga mengakan hanya menyampaikan masukan kepada Menteri Agama serta menghormati kedaulatan Indonesia.

“Kami sampaikan kami menghormati kedaulatan Indonesia dan tidak ingin mencampurinya dan tidak akan mengomentari ketentuan yang berlaku,”ucapnya,

Ibrahim juga memahami perasaan masyarakat serta pemerintah Indonesia tentang kejahatan terkait narkotika yang telah merengut banyak korban jiwa.

Terkait dengan permintaan tersebut, Menteri Agama Lukman Hakin mengatakan akan segera melaporkan kunjungan ulama Australia tersebut.

“Kami teria grand mufti dari Australia dan ini sesuatu yang menggembirakan serta kami syukuri. Kami berdiskusi salah satunya terkait hukuman mati dengan hukum peradilan Indonesia menghukum warga negara Australia,”ucapnya.

Namun dirinya kembali menegaskan bahwa sebagai bagian dari eksekutif dirinya tidak bisa mencampuri keputusan hukum

“Pemerintah ikut merasakan apa yang dirasakan pemerintah dan masyarakat Australia yang warganya dijatuhi hukuman mati. Kami harap Australia dan masyarakatnya bisa memahami putusan itu,”ucapnya.

Menuru Menteri Lukman kedua negara Australia dan Indonesia sejak lama bersinergi lewat kerja sama pemerintah dan pemerintah  dan masyarakat ke masyarakat

“Dua negara Indonesia-Australia sejak lama sudah bersinergi kerja sama pemerintah ke pemerintah dan masyarakat ke masyarakat. Maka mudah-mudahan kasus ini tidak mengganggu pemerintah di kedua negara,”ucapnya




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 10 Maret 2015

Soal Eksekusi Mati, Senator Australia Coba Lobi PBNU

JAKARTA, - Usaha Australia untuk mencoba mengeluarkan dua warganya dari pelaksanaan eksekusi mati tidak pernah berakhir.

Setelah mencoba mengungkit soal bantuan Tsunami kali ini Australi mencoba kembali dengan hadirnya seorang Senator ke negeri ini bertemu dengan tokoh ormas agama untuk meminta agar dua warga negaranya ditunda.

Adalah Nick Xenophon bersama Imam Masjid Afghan Adelaide, Australia Syekh Kafrawi serta penerjemah Abdurrahman Hamzah.

Duo warga negara Australia ini bertemu dengan Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Masuadi, Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, Ketua PBNU H Mohammad Maksoem Mahfudz, H Slamet Efendi Yusuf, H Iqbal Sullam dan H Kacung Marijan.

Sebagaimana informasi yang beredar, Syekh Kafrawi mengatakan bahwa pihaknya sadar yang dilakukan pemerintah Indonesia kami tidak minta membatalkan hanya ditunda agar kedepannya menjadi pembelajaraan bagi masyarakat Australia.

“Kami sadar bahwa pemberlakuan hukuman mati ini hak Pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, kami tidak meminta dibatalkan tapi mohon untuk ditunda agar ke depan juga bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat Australia bahwa narkoba membawa bahaya yang sangat besar,”ucapnya.

Kafrawi juga mengatakan dalam kunjungan ini ingin mengetuk hati PBNU sebagai organisasi umat Islam terbesar di Indonesia bahwa duo Bali Nine sudah menunjukkan keinginan bertobat.

“Jadi, kami ingin mengetuk hati PBNU sebagai organisasi umat Islam terbesar di Indonesia dan juga umat beragama lain di sini, termasuk Pemerintah Indonesia bahwa Andrew Chan dan Myuran Sukumaran sudah menunjukkan keinginan bertobat yang kuat. Islam adalah agama rahmat mengedepankan pengampunan maka sudah sewajarnya dua warga Australia itu mendapatkan pengampunan, “ucapnya.

Apa yang diminta Imam Masjid Adelaide tersebut ditanggapi Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud bahwa sikapnya mendukung hukuman mati terhadap pengedar dan bandar narkoba.

“Tidak semua hukuman mati kami dukung. Ketika Pemerintah Mesir akan mengeksekusi mati tahanan politik, kami bersurat ke PBB agar bisa menghentikan itu. Tapi kalau narkoba beda, karena narkoba sudah membunuh 50 orang di Indonesia setiap harinya,”ucapnya.

Sementara itu Senator Nick Xenophon mengatakan dirinya bisa memahami sikap PBNU terkait rencana hukuman mati terhadap duo Bali Nine namun tidak bisa mengintervensi hukum yang diterapkan di Indonesia.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Sabtu, 07 Maret 2015

Norwegia Apresiasi Kebijakan Kementerian Agama

JAKARTA, - Pemerintah Norwegia mengapresiasikan kebijakan yang dilakukan Kementerian Agama RI dalam membuka dialog dengan kelompok minoritas.

Hal ini disampaikan Duta Besar Kerajaan Norwegia untuk Indonesia, Stig Traavik dalam laman twitternya tentang pertemuannya mendampingi Bishop Gunnar Stalsett salah satu uskup dan anggota pemberi Nobel ketika bertemu dengan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

“Inspiring discussion on religion tolerance & more,” tulisnya dalam akun @DubesNorwegia.
Dubes Traavik sendiri mengapresiasikan rencana Kementerian Agama untuk mengajukan RUU tentang Perlindungan Umat Beragama.

Sementara itu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Bishop Gunnar sangat apresiasi dan senang dengan berita-berita terakhir tentang Indonesia terutama yang dilakukan Pemerintah.

“Intinya beliau sangat apresiasi dan senang dengan berita-berita tetrakhir dengan Indoensia, apalagi yang dilakukan Pemerintah melalui Kementerian Agama,”ucap Menteri Lukman

Menteri Lukman juga mengatakan dalam pertemuan tersebut, Norwegia apresiasikan langkah yang dilakukan pihaknya selama ini dalam membuka dialog dengan kelompok minoritas.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz