Tampilkan postingan dengan label ACT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ACT. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Mei 2015

Chef Juna Lelang Baju untuk Korban Gempa Nepal

JAKARTA, - Duka yang ditimbulkan dari terjadinya bencana bisa hinggap di hati siapapun, tak terkecuali para artis dan media hiburan.

Adalah Delta FM yang menggagas acara lelang on air demi menggalang dana untuk korban bencana gempa di Nepal.

Menurut penyiar Delta FM, Steny Agustaf kegiatan pelelangan ini tidak direncanakan spontanitas karena ingin bantu Nepal tetapi bingung apa yang bisa datangkan banyak dana dalam waktu singkat dan memutuskan mengadakan program lelang dari selebritis.

“Sebenarnya pelelangan ini tidak terencana, dadakan saja. Kami kepikiran ingin bantu Nepal tapi hal apa yang bisa mendatangkan banyak dana dalam waktu singkat sempat menjadi pertimbangan. Dan kami memutuskan untuk mengadakan program lelang dari selebriti,” jelas Steny Agustaf, announcer program In the Morning, acara yang menyiarkan program lelang ini.

Informasi yang diterima dari ACT melalui email menjelaskan seremoni lelang ini, terlaksana Jumat pagi, 8 Mei 2015 di kantor Delta FM di bilangan Blok M, Jakarta Selatan.

Acara yang dipandu juga Steny Agustaf dan Asri Welas, yang memang menjadi announcer acara siaran In the Morning, turut menghadirkan Chef Juna selaku selebriti yang memberikan barang lelang, dan Imam Akbari, Senior Vice President dari ACT.

Penyerahan donasi ini diberikan secara simbolis oleh Boy Henri, Direktur Operasional Delta FM kepada ACT sekaligus mewakili Bapak Effendi, pendengar Delta FM Jakarta yang memberikan harga tertinggi sekaligus memenangkan baju Chef Juna, yang tidak bisa hadir.

“Saat itu, saya di telpon Delta FM dan ditanya apa ada barang yang bisa dilelang untuk dijadikan bantuan dana untuk Nepal, saya langsung kepikiran baju ini. Baju ini cukup bersejarah namun saya tipe orang yang lebih menghargai kenangan daripada barangnya sendiri. Dan saya yakin ini akan lebih bermanfaat bagi mereka yang ada di Nepal saat ini lagipula tidak perlu berpikir lama untuk bertindak membantu sesama, “kata Chef Juna yang baru kembali dari Nepal Maret lalu sambil menunjukkan baju khas Chef berwarna putih.

Selain menerima amanah donasi dari hasil pelelangan baju ini, Imam Akbari juga bercerita mengenai kiprah tim ACT di Nepal yang memilih untuk mencari lokasi pelosok Nepal yang belum tersentuh bantuan, serta betapa dibutuhkannya tindakan cepat untuk penyelamatan tidak hanya di fase emergency namun juga di fase recovery untuk dengan cepat menyelamatkan mental para korban selamat.

“Tindakan Chef Juna ini dapat dikatakan sebuah keteladanan, sebuah oase di tengah situasi masyarakat kita saat ini yang semakin individualis.” Tambah Imam seraya berterima kasih.

Sementara itu, Asri Welas, yang memiliki kepedulian paling tinggi di antara tim In the Morning, sampai berkaca-kaca mendengarkan tuturan Imam mengenai bencana-bencana kemanusiaan yang terjadi di berbagai belahan dunia saat ini.

“Ini adalah pembuktian Delta FM, sebagai media hiburan yang juga mampu untuk membangun kepedulian publik akan kemanusiaan.” Kata Asri.

Chef Juna juga berharap kedepannya program kemanusiaan yang dijalankan ACT seperti ini makin mendapat support dan keterlibatan public, karena ACT merupakan lembaga sosial tepercaya dan aksinyapun sudah sampai keluar negeri.

Terakhir Chef Juna juga berharap dapat turut bersama ACT ke ranah bencana untuk ikut membantu apa saja.

“Kalau bisa saya ingin ikut ke Nepal atau ke Karangetang Sulawesi Utara. Terserah deh saya mau disuruh gotong-gotong barang atau apa,” ucapnya




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Rabu, 06 Mei 2015

ACT Gabung Tim Rescue Selamatkan Korban Longsor Pengalengan

BANDUNG, - Tragedi longsor bukit di Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung, akibat ledakan pipa gas merenggut nyawa sedikitnya 18 orang. Lima di antaranya telah ditemukan dan dievakuasi.

Delapan rumah warga hancur tertimbun tanah longsor, sementara 20 rumah terancam longsoran susulan. Setidaknya 110 jiwa mengungsi ke tempat yang aman.

Melihat situasi seperti ini membuat Tim Rescue Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan aktivis Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Jawa Barat, bergabung dengan tim evakuasi  dari TNI, Brimob,  Tagana, Basarnas, Tim Rescue dari PT Geothermal Star Energy, dan BPBD.

Sampai kemarin, tim gabungan berhasil  mengangkat lima jasad dari reruntuhan. Satu di antaranya anak balita.

Sebagaimana diinformasikan Desi Kurnia melalui email menjelaskan bahwa ACT dan MRI sendiri telah menurunkan dua tim. Tim pertama turun Selasa sore (5/5), dengan delapan personil.

Tim kedua diturunkan Rabu pagi (6/5), ikut bergabung dengan tim pertama 12 personil. Semua tim bergabung dalam proses penyelamatan korban dan persiapan distribusi bantuan layanan kebutuhan primer.

Info resmi dari Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Sulistio Pudjo mengatakan, diduga masih ada 13 warga tertimbun.

Asep Heri, relawan MRI Jabar, mengatakan kontur tanah  di tempat bencana  merupakan daerah  pegunungan  dan pebukitan milik PT. Perhutani. 

“Di bawahnya  merupakan perkampungan  Cibitung, di atas perkampungan Cibitung  terdapat perusahaan gas PT Geothermal Star Energy,” jelas Asep.

Upaya penyelamatan, termasuk pencarian jenazah, diperkirakan berlangsung lama karena  dalamnya tanah longsoran.

“Pencarian diperkirakan  cukup sulit karena  tertimbunnya cukup dalam,  jadi perlu waktu lama, dibutuhkan tambahan alat berat untuk melakukan pencarian, selama ini baru satu alat berat yang diturunkan dari  PT Geothermal Star Energy,” jelas Asep.

Sementara itu, Vice President ACT Insan Nurrohman menyampaikan apresiasi atas kekompakan tim rescue dari berbagai unsur baik dari pemerintah maupun lembaga kemanusiaan nonpemerintah.

"Sangat positif!  Di mana ada bencana, saat ini, nyaris direspon serius banyak pihak," ungkap M. Insan Nurrohman. Yang penting, kata Insan, kesadaran publik ikut meluas dan diwujudkan dengan kesalihan sosial menunaikan bantuan kemanusiaan, apapun bentuknya.

Insan juga berharap pihak perusahaan bisa ikut berperan dalam menawarkan solusi terbaik dengan pendekatan kemanusiaan terutama bagi korban meninggal.

“Kami berharap, pihak perusahaan (PT Geothermal Star Energy-red) bisa ikut berperan penting menawarkan solusi  terbaik dengan pendekatan kemanusiaan, baik bagi korban meninggal, ahli waris, atau pun warga sekitar yang terdampak akibat musibah longsor ini,” ujar Insan

Hingga saat ini, suasana pengungsian diliputi duka karena ada yang kehilangan keluarga, selain kehilangan harta benda dan permukiman.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz

Minggu, 03 Mei 2015

ACT Team Jadi Dewa di Gorkha

KATHMANDU, - Pasca gempa Nepal, ACTion Team for Nepal, tim pertama ACT telah menunaikan sejumlah aktivitas kemanusiaan. Rabu (29 April) di Bhaktapur - distrik sejauh 25 km timur Kathmandu - disusul Kamis-Jumat (30 April-1 Mei) di Desa Baseri Distrik Gorkha.

Sebagaimana informasi yang diterima dari Desy Kurnia selaku PR ACT melalui email menjelaskan bawa Desa ini, 150 km baratdaya Kathmandu. 110  km lewat highway di perbukitan beraspal mulus hingga desa Dharding. Lepas dari situ 30 km jalur full offroad sampai desa Solentar (dalam Bahasa Urdu, artinya: dataran yang hijau). Dari situ jalan kaki lagi 10 km ke desa Baseri.

Dok. ACT
Menurut Syuhelmaidi Syukur selaku Ketua ACTion Team for Nepal mengatakan bahwa kegiatan mereka di desat tersebut melihat sudah banyak lembaga swadaya yang menggelar aksi di Kathmandu dan desa sekitarnya padahal titik gempa justru berada di tempat ini yang menuju lokasi tidak mudah.

“Aksi kami geser ke Desa Baseri, karena sudah banyak NGO beraksi di Kathmandu dan desa-desa sekitarnya, padahal episentrum gempa Nepal justru di distrik Gorkha. Kami empat jam berkendara mobil, itupun harus yang 4WD, disusul jalan kaki. Kami melintasi desa Arughat, desa Arkect. Di sini kami belanja logistik lebih dari 5 ton untuk warga Baseri,” ucapnya

Belanja logistik di lokasi, sudah menjadi prosedur standar operasi ACT, agar ekonomi lokal juga bergerak.

“Biasanya sepekan hingga sebulan pasca bencana besar, ekonomi lokal mengalami stagnasi. Membelanjakan berbagai bantuan natura di sekitar kawasan bencana, membantu pemulihan ekonomi setempat,” ungkap Syuhel.

Dari lokasi inilah, tim menyewa 25 keledai untuk membawa logistik bantuan. Perjalanan ke desa Baseri empat jam lamanya, berayun seiring kecepatan keledai membawa beban berat. Praktis sekitar delapan jam, perjalanan mengirim bantuan ke distrik Gorkha ini.

Bahan bantuan yang diberikan berupa dal (kacang hijau giling), bitter rice (beras yang dipress jadi pipih menyerupai oats, biasa dimakan untuk sarapan), garam dan minyak goreng.  Bitter rice ini dalam bahasa Urdu disebut curra.

Tiba di lokasi, sesepuh Baseri mewakili warga mengatakan terima kasih kepada para sahabat dari Indonesia dan sangat bahagia bisa menerima bantuan tersebut.

”Terima kasih banyak, sahabat-sahabat datang dari jauh, dari Indonesia, ke desa kami di gunung seperti ini. Kami bahagia sekali Anda datang dengan bantuan sebanyak ini. Danyabat (terima kasih)…namaste (salam),” ujar Homad Neupane.

Bambang Triyono, salah satu anggota tim, tak kuasa menahan haru. Bahkan, terasa berlebihan buatnya karena masyarakat setempat menyebut tim ACT sebagai dewa mereka.

”Masa, kami berkali-kali usai bubaran seremoni pembagian, dikerumuni warga, semua berkali-kali mengatakan we are very happy.” Tak hanya kata-kata itu yang membuatnya jengah. “Ada yang bilang, ‘kalian seperti dewa bagi kami, sungguh, kalian jadi dewa kami hari ini’. Lalu ada seorang pemuda terpelajar, karyawan hotel di Kathmandu. Dia katakan ‘saya bersumpah demi jiwa ibu saya, sungguh, ini (bantuan) yang pertama kali untuk desa kami. Danyabat’. Sambutan mengharukan ini, membuat kami bangga sebagai wakil Indonesia,” kata Bambang.

ACT sendiri selain mendistribusikan bantuan bahan pangan, obat-obatan dan sandang, saat ini menyiapkan shelter terintegrasi.

Untuk bencana berskala besar yang menuntut dukungan jangka panjang, ACT biasanya menyiapkan integrated community shelter (ICS) di mana sejumlah shelter diintegrasikan dalam satu area, sehingga bantuan apapun bisa terpantau dan terkelola dengan baik.

“Kebersamaan penanganan, ikut membantu percepatan pemulihan sosial dan psikologis korban bencana,” jelas Syuhel.

Selain itu, Syuhel menjelaskan, ACT menyiapkan posko kemanusiaan di Kathmandu, ibukota Nepal, sebagai sentra koordinasi relawan dan donor.

“Sentra ini memungkinkan semua bantuan terkelola dengan baik. Di posko ini pula, relawan lokal dan tenaga pendukung bisa bersiap-siap menerima estafet kelembagaan saat kami sebagai elemen asing harus kembali. Dimanapun ACT beraktivitas, baik di mancanegara maupun terlebih di Indonesia, relawan-relawan lokal menjadi bagian keluarga besar gerakan kemanusiaan bersama ACT,” kata Syuhel.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 28 April 2015

ACT Lepas Tim Global Action untuk Korban Gempa Nepal

JAKARTA, -  Aksi Cepat Tanggap (ACT), Senin (27/4) pukul 16.00 WIB,  melepas tiga orang anggota Tim Global Action untuk korban gempa Nepal.

Sebagaimana informasi yang diterima dari Humas ACT melalui email menjelaskan Presiden ACT Ahyudin memimpin langsung prosesi 'Doa dan Pemberangkatan' di  Kantor ACT Pusat Menara 165 lantai 11.

Sementara Senior Vice President ACT Syuhelmaidi Syukur, bertindak sebagai Leader Tim, dengan anggota Wahyu Novyan, Manajer Disaster Management Institute of Indonesia (DMII), dan Bambang Triyono dari Global Philantropy Media-ACT.

Tim akan berangkat menggunakan pesawat komersial AirAsia, yang akan take off, Selasa pagi, pukul 05.45 WIB, menuju Ibukota Nepal, Kathmandu.

“Rencana  awal, Tim akan berangkat Senin sore, via New Delhi, India, namun karena bandara di Kathmandu, Nepal sudah dibuka, maka kita ubah rencana itu langsung berangkat ke Kathmandu,“ tutur Syuhel.

Ahyudin, Presiden ACT, mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak termasuk para donatur yang terus memberikan dukungan dan kepedulian untuk kerja-kerja kemanusiaan ACT. 

Pada tahap darurat, ACT menyampaikan bantuan untuk korban gempa di Nepal senilai sekitar Rp.300 - 500 jutaan, yang dibelajakan kebutuhan para korban: medis (obat-obatan), pangan dan sandang (terutama selimut).

“Dana ini adalah amanah dari masyarakat, dengan segala dedikasi dan kemampuan, di atas segala-galanya akan kami tunaikan secara profesional. Kami sudah 10 tahun bekerja seperti ini, mudah-mudahan kepedulian bangsa ini diberkahi Allah,” kata Ahyudin.

Selain itu, Ahyudin mengajak seluruh warga Indonesia untuk peduli terhadap korban bencana di Nepal.

“Mari kita berikan simpati dan empati yang tinggi kepada warga yang dilanda bencana di Nepal,” ucapnya

Sejumlah pihak di Nepal, India dan China telah menyampaikan kesiapannya membantu ACTion Team fo Nepal - sebutan untuk tim aksi global ACT, melancarkan misi kemanusiannya di Nepal.

Di antaranya yang telah dikontak: Kedubes Indonesia untuk India di New Delhi dan perwakilan RI di Nepal, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di India dan PPI di RRC, para pendaki gunung Himalaya asal Indonesia yang masih berada di sana (di antara empat pendaki berprofesi dokter) serta lembaga swadaya masyarakat Nepal.

“Salah satu tugas kami sebagai Advance Team, membuka jalan untuk tim berikutnya agar bisa melakukan aksi lebih baik. InsyaAlllah kita akan mudah mengajak mitra-mitra lainnya untuk bersinergi membantu korban bencana untuk program-program kemanusiaan,”ujarnya.

Jika tak ada aral melintang, Jumat (1/5), ACT akan memberangkatkan ACTion Team for Nepal  yang ke-2, yaitu tiga orang dokter (dua dokter bedah dan satu dokter umum).




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Minggu, 22 Maret 2015

ACT Bagikan Selimut untuk Suriah

DAMASCUS, - Suhu yang melanda kawasan Suriah hingga minus 30 celcius ini membuat kondisi rakyat negeri itu semakin bertambah selain kondisi politik dan geografis negeri itu yang tidak menentu.

Hingga tahun ke-5 masa konflik kini, hampir dari setengah populasi penduduk Suriah (8 juta jiwa), harus keluar dari rumah bahkan kota kelahiran mereka untuk mencari tempat yang lebih aman dari kecamuk perang.

Sekitar 4 juta jiwa terpaksa menyingkir keluar negeri, berlindung ke negara-negara tetangga di sekitar Suriah. Dua ratus ribu orang meninggal dalam tragedi berkepanjangan ini.

Yang selamat dari amuk konflik tak berarti juga aman dari keadaan. Musuh mereka bukan hanya rasa takut dan keterancaman, tapi juga kondisi cuaca yang kini tengah hebat melanda hebat kawasan.

Musim dingin dengan suhu terburuk mencapai -3o celcius masih menyelimuti. Jangankan membeli baju hangat dan selimut, untuk makan saja mereka terpaksa menanti uluran tangan yang peduli.

Dengan kondisi seperti itu membuat Hati mulia para pejuang Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) di Indonesia membuktikannya.

Atas donasi dari rakyat Indonesia, yang sebagian besarnya dihimpun oleh para pejuang FSLDK, 1.433 keluarga pengungsi Suriah tak lagi kedinginan.

Sebagaimana informasi yang diterima dari Desy Kurnia melalui email mengatakan meneruskan donasi FSLDK itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) dibantu IHH (İnsan Hak ve Hürriyetleri) mitra NGO dari Turki, sejak 22 Januari hingga 6 Maret lalu, menjalankan program bantuan bertajuk “Winter Aid” untuk membantu saudara-saudara di Suriah dengan mendistribusikan 1.433 selimut di sejumlah pos-pos pengungsian di Suriah.

Distribusi selimut berukuran 190x220cm itu dilakukan di berbagai daerah di Suriah, diantaranya di Khan Al Asal dan Kafarnaha, Aleppo; Abu Ad Dhuhur, Saraqib, Bidama, dan Alkastana, kota Idlib; dan Qaalat Al Madeek, di provinsi Hama. Distribusi bantuan dari rakyat Indonesia ini alhamdulillah mampu menerbitkan senyum dan raut berseri-seri saudara-saudara di pengungsian.

Semoga bantuan selimut dan cinta yang ada di dalamnya mampu menghangatkan tubuh serta hati mereka. Just because it’s not happening here, doesn’t mean that it’s not happening. Let’s ACT, Indonesia! 

Dalam kesempatan ini juga, pihak ACT memberikan beberapa informasi tentang kondisi terakhir dari Suriah.

Sampai dengan 7 Februari 2015, total korban tewas perang Suriah mencapai 215.518 jiwa. Sekitar 4 juta orang mengungsi ke negara tetangga. Dan setengah dari populasi penduduknya, 8 juta jiwa,  mengungsi keluar negeri.

Lebih dari 75% (diprediksi sampai 83%) listrik di Suriah padam semenjak 4 tahun konflik. Peneliti China menganalisa citra satelit malam hari di Suriah. 

Di kota yang dikuasi oleh pejuang atau menjadi lokasi perang antara rezim pemerintah dengan pejuang, listrik nyaris padam 100%, seperti di Allepo contohnya yang padam sampai 97%. 

Sedangkan di Damaskus yang dikuasai rezim Assad, listrik padam hanya sampai 35%.

Rezim Assad juga telah membunuh 610 dokter dan tenaga medis selama 4 tahun perang. 139-nya disiksa dan dibunuh. Rezim juga telah menyerang sebanyak 233 kali ke 183 rumah sakit dan klinik menggunakan senjata berat.

Tnggal 15 Maret 2015 menandakan 4 tahun perang saudara di Suriah dan memasuki tahun ke-5. Dari 215 juta yang tewas, baru 176 ribu yang tercatat dan terdokumentasi.

IMF menyatakan perekonomian Suria terjun bebas seperti 30 tahun yang lalu (1980’an). Mata uang Suriah jatuh. Ekspor-impor turun 90%. Pengangguran mencapai lebih dari 50%.

Rata-rata dalam 4 tahun terakhir: setiap 10 menit 1 orang Suriah tewas. Setiap 1 hari 9 anak Suriah tewas. Sampai saat ini para pengungsi sangat membutuhkan bantuan bahan makanan, pendidikan, dan kesehatan.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz


Senin, 09 Maret 2015

ACT Berikan Bantuan Kepada Korban Tanah Abang

JAKARTA, - Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberikan bantuan kepada para korban kebakaran Tanah Abang, Jakarta Pusat

Sebagaimana informasi yang diterima melalui email menjelaskan untuk para korban kebakaran Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, ACT  lewat Dapur Sosial sejak Sabtu (7/3) sudah menyiapkan dan mulai mendistribusikan makanan siap santap.

Kali ini ACT tak hanya mendistribusikan makanan siap santap untuk pengungsi kanak, remaja dan dewasa, tapi juga untuk bayi-bayi pengungsi. Sentra Dapsos ACT di Ciputat, mulai mengaktifkan unit dapur terpisah yakni ‘Dapur Sosial Bayi’ (Dapsos Bayi).

Dapsos Bayi ini dijalankan oleh ‘tim elit’ yang telah mendapatkan pelatihan khusus dari badan dunia Unicef.

Hal ini disampaikan Dicky Irawan selaku juru bicara tim Dapsos Bayi dimana mereka pernah mengikuti pelatihan yang diadakan UNICEF tentang bagaimana menangani dan menyiapkan makanan bayi dalam kondisi darurat.

“Kami pernah mengikuti training yang diadakan Unicef tentang Infant Feeding Emergency. Ini pelatihan mengenai bagaimana kita menangani dan menyiapkan makanan bayi dalam kondisi darurat. Di kebakaran Tanah Abang ini, ilmu yang kami dapat langsung kami aplikasikan,” tutur Dicky Irawan, juru bicara tim Dapsos Bayi.

Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang dibuat oleh tim ini khusus diperuntukkan bagi bayi-bayi usia 6 sampai - 10 bulan.  Bahan makanannya tidak terlalu jauh berbeda dengan makanan orang dewasa.

“Tapi kami olah dan sajikan dengan penyajian khusus dengan mengutamakan higienitas, seperti dilembutkan terlebih dahulu agar dapat dicerna oleh bayi sesuai usianya,” ujar Penanggungjawab Sentra Dapur Sosial – ACT, Sukorini.

Bayi yang menjadi korban kebakaran di Kebon Melati, Tanah Abang Jakarta pusat berjumlah 32 bayi. Orangtuanya,

“Dapat laporan dari relawan di lapangan, ada ibu yang mengatakan setelah diberi MPASI bayi mereka jadi lahap makan,” ungkap Sukorini.

Personil relawan tim Dapsos Bayi merupakan gabungan relawan yang berasal dari MRI Kabupaten Bekasi dan MRI Kabupaten Tangerang.

Tim diketuai oleh Eny Suhemi, dengan anggotanya Fatimah, Ayu, Imas, Rika dan Dicky Irawan.

Program Dapur Sosial sebetulnya program reguler yang menjadi model layanan jaminan sosial dalam isu pangan untuk korban bencana, masyarakat miskin dan kelompok lain yang membutuhkan.

“Lebih dari dua bulan ini Dapsos sudah melayani pengungsi korban banjir Jabodetabek, kebakaran di Sawah Besar, Rawa Buaya, Sunter dan kebakaran di Tanah Abang. Khusus di Tanah Abang ini kami turunkan juga tim Dapsos Bayi ,” ujar Sukorini.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) sendiri sudah terjun ke lokasi kebakaran di Kebon melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, satu jam setelah peristiwa kebakaran terjadi pukul 17.00 WIB, Kamis (5/3) lalu.

Selain membantu melaukan evakuasi warga ke tempat aman, ACT juga langsung mendirikan beberapa Posko dan tenda-tenda pengungsian untuk warga terdampak kebakaran yang berjumlah total 2.122 orang atau 533 KK.

Tak ketinggalan juga Dapur Sosial di Jalan Lontar Atas sudah beroperasi mendistribusikan bantuan makanan siap santap untuk para pengungsi.

Selain itu disiapkan pula tandon air bersih berkapasitas ribuan liter,  yang instalasinya berdiri di dua  titik pengungsian warga.

Lokasi Posko Kebakaran Tanah Abang - ACT:

#Posko informasi: Jl.KH Mas Mansyur, depan pasar inpress, Tanah Abang.

#Posko Logistik:Jl.Lontar bawa No.17 Rt.+6/RW12, Kebon Melati, Tanah Abang.

#Posko Pengungsi: Jl.Jati Bunder Rt15-16/Rw14 (lapangan beton), Kebon Melati, Tanah Abang. 

#Posko Dapur Sosial:Jl.Jati Bunder XI no.17 RT04/RW14, Kebon Melati, Tanah Abang.

Careline: 021-7414482



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Sabtu, 14 Februari 2015

Dapur Sosial ACT Terus Berikan Bantuan Kepada Korban Banjir

JAKARTA, - Masih banyaknya titik banjir dan posko pengungsi korban membuat pendistribusian makanan siap santap berupa nasi kotak dari Sentra Dapur Sosial (Dapsos) Ciputat dan Dapsos di Posko Induk sampai dengan Jum’at malam (13/2) terus berlangsung.

Dok. ACT
Sebagaimana informasi yang diterima dari ACT melalui email menjelaskan pada Jum’at kemarin total telah terdistribusi lebih dari 565 nasi kotak ke posko-posko pengungsian di Bekasi, Cilincing, Penjaringan dan Kabupaten Tangerang.

Sedangkan pada hari Kamis terdistribusi 500 nasi kotak ke posko di wilayah Kelapa Gading, Tanjung Priok serta beberapa titik di Kabupaten Tangerang.

Pada hari Jum’at distribusi nasi kotak menjangkau titik pengungsi di posko pengungsian di Madrasah Tsanawiyah Al-Amanah RW.014, Kebon Pala Pejagalan Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara.

Selama banjir dan pascabanjir ini baru sekali kami menerima bantuan nasi kotak seperti  ini,” ungkap Hj. Rahma, Kepala Sekolah.MT Al-Amanah.

Distribusi berikutnya menyasar di wilayah Bekasi, tepatnya di Kampung Tambun, Dusun 3 Desa Buni Bakti, Babelan Kabupaten Bekasi.

Terkait dengan aksi sosial yang dilakukan ACT mendapatkan apresiasi dari Kepala Dusun 3 Desa Buni Bakti, Subur sangat membantu dalam pendistribusian makanan siap santap ini.

Dok. ACT
”Saya sangat berterimakasih, kami warga Babelan sangat siap sekiranya ACT ingin membangun dapur umum, akan kami kerahkan warga untuk gotong-royong menyiapkan dan mensuplai makanan siap saji untuk para korban,” tutur Subur.

Droping kemudian bergeser lagi ke wilayah Jakarta Utara di Kampung Sawah RT 02/11, Kelurahan Semper Timur, Cilincing. Sedangkan hingga Jum’at malam distribusi nasi kotak juga berlangsung di Desa Talang, Desa Legok dan Desa Lontar di Kecamatan Kemiri Kabupaten Tangerang.

Sementara pada hari Kamis (12/2), Sentra Dapur Sosial Ciputat mendistribusikan 500 nasi kotak ke Kampung Kromong dan Kampung Patramanggala Kecamatan Kemiri Kabupaten Tangerang.

“Ada juga distribusi ke Jakarta Utara di pengungsian Kompleks Masjid Al Falah, Posko Tanjung Priuk dan Kelapa Gading. Sampai beberapa hari ke depan, kami masih akan terus menyalurkan nasi kotak ke beberapa titik di Jakarta dan Kabupaten Tangerang,” jelas Sukorini, Penanggungjawab Sentra dapur Sosial Ciputat, Sabtu (14/2) pagi


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Kamis, 12 Februari 2015

ACT Dirikan Sentra Dapur Sosial untuk Layani Para Pengungsi Banjir

JAKARTA, - Untuk mendukung ketersediaan makanan siap santap bagi pengungsi banjir Jakarta, Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah mengoperasikan Sentra Dapur Sosial (Dapsos) di Kantor Ciputat.

Sebagaimana informasi yang didapatkan dari pihak ACT melalui email menjelaskan skeberadaan Sentra Dapsos ini untuk mendistribusikan makanan bagi pengungsi yang berada di 10 titik Induk Posko Daerah (IPD) ACT.

Dok. ACT

Sebanyak 250 porsi makan kembali didistribusikan ke beberapa posko di Jakarta dan sekitarnya, Kamis (12/2).

Seperti diungkap oleh, Penanggungjawab Dapsos – ACT, Sukorini, Rabu kemarin 250 porsi makanan juga telah dikirimkan ke Posko Petamburan Jakarta Pusat, Posko Petogogan Jakarta Selatan, Posko Bidara Cina Jakarta Timur dan Posko Pesing Koneng Jakarta Barat.

“Kapasitas produksi di awal adalah 250 porsi/hari dan akan terus ditingkatkan seiring dengan akan diset-up-nya Dapsos di lokasi pengungsian hingga mencapai minimal 1.000 porsi/hari,” urai Sukorini.

Menurut Sukorini dengan kapasitas produksi Dapsos seperti dibanding dengan jumlah pengungsi, sesungguhnya baru belum cukup mengkover seluruh pengungsi korban banjir di Jakarta dan sekitarnya.

Penentuan kebutuhan porsi untuk setiap posko berdasarkan jumlah pengungsinya, dan diprioritaskan untuk pengungsi yang terdampak banjir paling parah dan paling membutuhkan. 

Dijelaskan juga oleh Sukorini, menu setiap porsi yang dimasak sendiri pleh Tim Dapsos itu terdiri dari menu sehat bergizi : nasi, sayur dan lauk pauk, dengan variasi menu dan masakan yang berbeda setiap harinya.

Untuk memudahkan, ACT juga sudah menyiapkan Dapsos sampai ke posko tingkat unit di beberapa titik di Jakarta dan Tangerang mulai hari Kamis ini.

Dok ACT


Menurut Sukroini, Dapsos akan terus melayani masyarakat selama masih ada pengungsi korban banjir yang membutuhkan layanan makanan sehat darurat.

“Karena itu support dan partisipasi donatur dan relawan masih sangat diharapkan agar jangkauan layanan Dapsos ACT semakin meluas,” tutur Sukorini.

Untuk partisipasi sebagai donatur dan relawan silahkan langsung ke kantor ACT. Bagi publik yang ingin mendonasikan atau terlibat menjadi relawan Dapsos, daat segera menghubungi Kantor Ciputat di nomor (021) 741-4482.

Sementara itu, pergerakan tim rescue ACT hingga 15 tim telah melakukan evakuasi ke beberapa wilayah di DKI Jakarta dan sekitar. Berikut cakupan wilayah tim rescue ACT dengan mengerahkan armada berupa perahu karet bergam tipe, mobil evakuasi dan ambulans:

Tim     Tanggal Pukul   Wilayah
#1      09/02   09.00   Kemang,Bukit Duri, Petogogan,Grogol
#2      09/02   09.00   Rawa Buaya
#3      09/02   15.00   Pondok Aren, Rajeg,mekar Baru
#4      10/2    02.30   Rajeg
#5      10/2    04.00   Kampung Pulo-Jatinegara
#6      10/2    06.00   Ciledug Indah-Kota Tangerang
#7      10/2    08.00   Warakas
#8      10/2    '08.00  Cirendeu
#9      11/2    10.00   Rawa Buaya
#10     11/2    08.00   Kedaung Kaliangke-Cengkareng
#11     11/2    08.00   Total Persada-Kabupaten Tangerang
#12     11/2    12.00   Kronjo-Pasar Kemis Tangerang
#13     12/3    03.00   Total Persada-Kabupaten Tangerang
#14     12/3    08.00   Gelam Jaya, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang
#15     12/3    09.00   Kemiri – Kabupaten Tangerang



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twiiter.com/CatatanLorcasz

Rabu, 11 Februari 2015

Darurat Banjir Jakarta, ACT Siapkan Dapur Sosial dan 34 Posko

JAKARTA, - Banjir  yang masih mengepung sebagian wilayah di Ibukota DKI Jakarta, hingga Rabu dinihari tadi (11/2).

Beberapa ruas jalan ibukota juga masih tergenang air. Pusat Data dan Informasi Tim Emergency Response dan Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) membuat beberapa catatan terkait banjir Jakarta Raya.

Ilustrasi - Istimewa
Sebagaimana informasi yang diterima melalui email menjelaskan hingga Selasa malam (10/2) Tim Emergency Response dan DMII telah mendirikan 10 Induk Posko Daerah (IPD) Banjir di 10 Kabupaten/Kota di Jabotabek dan Karawang.

Posko IPD di masing-masing wilayah mengkoordinasikan juga 24 posko unit  yang ada di wilayahnya. Total, sudah ada 34 posko sudah didirikan oleh ACT dalam dua hari ini.

Terkait wilayah banjir di ibukota, dalam pantauan ACT banjir masih menggenangi 45 Kecamatan di wilayah DKI Jakarta. Aksi Cepat Tanggap sudah melakukan evakuasi terhadap 636 jiwa karena terjebak banjir dan sudah pula mendirikan Dapur Sosial atau Dapur Umum yang nantinya diharapkan mampu melayani sekitar 50 ribu pengungsi.

Hingga hari ini, data BPBD mencatat telah ada sekitar 51.210 jiwa yang mengungsi. Kerugian materil dari arus logistik akibat banjir di pekan ini diperkirakan mencapai 10 triliun rupiah, belum termasuk sektor riil dan kerugian materil masyarakat yang terdampak langsung (data Asosiasi Logistik Indonesia). 

Baru dua hari banjir 75.000 kios tutup di pusat-pusat perdagangan ibukota. Jika omzet per hari 20 jt, diperkitakan sudah mengalami kerugian 1.5 trilyun per hari (info Kadin).

“Kita belum masuk puncak hujan, maka kita harus lebih bersiaga menghadapi banjir Jakarta yang diperkirakan lebih besar atau sama dengan tahun lalu,” ujar Direktur DMII dan Tim Emergency Response- ACT, Insan Nurochman, Rabu pagi.

Insan juga menjelaskan, Tim Emergency Response ACT akan terus bersiaga dan akan merespon dengan tetap mendirikan posko sampai banjir benar-benar reda dan masa tanggap darurat dinyatakan usai oleh pemerintah.

“ACT akan tetap mendampingi pengungsi di masa-masa pemulihan nanti dengan program-program pascabencana,” ucapnyas.

Jika kondisi banjir terus meningkat, jelas Insan, ACT akan menaikkan ekskalasi daerah cakupan baru dengan mendirikan posko-posko baru sesuai wilayah bencana.

Seperti halnya tahun 2014 lalu, sebanyak 60 posko lebih bekerja memberikan bantuan logistik, pelayanan kesehatan, bantuan psikososial, dan tentunya tetap memberikan bantuan evakuasi. Pergerakan tim evakuasi ekskalasinya juga akan ditingkakan sesuai intensitas banjir.

Bagi korporat yang ingin memberikan kepeduliannya, lanjut Insan, dapat langsung mengontak Posko Induk ACT di Kantor Ciputat di (021) 741-4482.

Sementara bagi publik seperti komunitas, institusi atau sekolah dapat menghubungi langsung posko-posko di wilayah atau unit terdekat, dengan sebelumnya melakukan konfirmasi ke Posko Induk Ciputat.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 10 Februari 2015

ACT Dirikan Posko Banjir

JAKARTA, - Turunnya hujan dengan intensitas tinggi mulai Senin (9/2) lalu hingga saat ini membuat sejumlah daerah di Jakarta dan sekitarnya tergenang air hingga banjir.

Dengan melihat situasi seperti ini Aksi cepat Tanggap (ACT) segera merespon dengan menerjunkan tim rescue ke sejumlah tempat sejak pukul 10.00 pagi.

Istimewa
Berbarengan dengan itu, bekerjasama dengan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Jakarta Raya, ACT juga mendirikan 12 Posko Kemanusiaan untuk warga terdampak banjir di sejumlah titik di Jabotabek.

Sebagaimana informasi yang diterima dari ACT melalui email mengatakan tim Disaster Emergency & Relief Management (DERM) ada 3 tim rescue yang menggunakan perahu karet mengevakuasi warga terdampak banjir.

Tim #1 menggunakan perahu tipe river boat bergerak di seputaran Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet Jakarta Selatan, lalu di Kelurahan Petogogan, Kecamatan Mampang Prapatan dan terakhir di Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol, Jakarta Barat.

Tim #2 perahu tipe lcr base marine bergerak di Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, kemudian di Kelurahan Rawa Buaya Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, lalu di Pondok Aren Kota Tangerang Selatan dan Desa Raheg di Kabupaten Tangerang. 

Sementara Tim #3 dengan perahu lcr SMI bergerak di  Jatiasih Kota Bekasi

Dari data yang baru masuk ke tim DERM di Kabupaten Tangerang tepatnya di Kecamatan Mekarbaru ada 600 KK dan Kecamatan Rajeg sekitar 242 KK.

 Sementara itu di Kelurahan Karet Jakarta Pusat ada 100 orang yang diungsikan ke Masjid Muhajirin.Sedangkan di Kelurahan Bukit Duri, titik pengungsian sekira 150 orang yang berasal 4 RT berbeda.

“Untuk sementara ini, pengungsi memang masih keluar-masuk di tempat pengungsian,” ujar Diding.

Berikut adalah Daftar Posko Induk seputar Jabotabek berikut penanggung jawab pos

JAKARTA UTARA  

Jl. Kampung Gusti 03/25, Pejagalan Kecamatan Penjaringan       
Karim 0856-724-7354

JAKARTA BARAT  

Jl. Pesing Koneng 03/01, Kedoya Utara, Kebon Jeruk     
Endang 0815-8835-881

JAKARTA TIMUR  

Kampus ABA, Jl. Dewi Sartika Kav.2-3, Cililitan
Zainal 0857-8207-8181

JAKARTA PUSAT  

Jl. KH. Mas Mansyur 120B, Kebon Melati, Tanah Abang (samping Plaza Crystal)
Choy 0856-9448-7070

Jl. Petamburan 3 (depan Indomaret)     
Linda 0856-8545-537

JAKARTA SELATAN

Jl. Kemang Utara IX, 003/04, Bangka, Mampang Prapatan.
Arifin 0821-1139-2340

Posko Petotogogan, Jl. Wijaya 1, Gang Langgar, Kampung Deret   
Efri  0852-1237-0126

KABUPATEN BEKASI  
     
Perum Graha Asri, Jl. Cisanggiri 4A Blok T-1/7, Desa Jatireja, Cikarang Timur  
Rudy Gunawan 0813-8400-4867

KOTA BEKASI  
   
Jl. Singgalang Raya No.1, 006/04, Perum Patria Jaya, Jati Rahayu, Pondok Melati, Pondok Gede   

Nuki Sagita 0856-9507-4607

KOTA TANGERANG 

Jl. Bau 2 No.21, Ciledug Indah 1, Pedurenan, Karang Tengah     
Syaeful Anam 081310493771

KABUPATEN TANGERANG  
  
Perumahan Kelapa Dua, Jl. Bidar 2 No. 13, 004/08, Kelapa Dua   
Ayu 0813-8239-6341

KOTA BOGOR   
 
Jl. Pangeret No.12, Tegalgundil, Bogor Utara  
Tedy  0856-831-4106



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz