Tampilkan postingan dengan label Spanyol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spanyol. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Maret 2015

Menhan Lakukan Kunjungan ke Spanyol

MADRID, - Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu bersama delegasi melakukan kunjungan kerja ke Spanyol

Informasi yang beredar kunjungan Menhan tersebut sebagai langkah strategis dan penting dalam meningkatkan hubungan bilateral dalam industri pertahanan.

Selain itu, kunjungan ini sebagai tindak lanjut dari kesepakatan bersama (MoU) dalam pertahanan yang ditandatangani Menhan kedua negara pada 13 Februari 2013 lalu.

MoU tersebut sebagai bagian dari rintisan yang sudah dirancang pada tahun 2007 seperti kerjasama bidang ilmu pengetahuan terkait penggunaan sistem dan peralatan militer, maupun kerjasama operasi militer.

Bukti nyata dari kerjasama pertahanan kedua negara adalah adanya pembelian pesawat sembilan unit C-295 yang mana tujuh diantaranya dibuat di Airbus Defence and Space yang berlokasi di Sevilla dan dua di Bandung oleh PT Dirgantara Indonesia

Dalam kesempatan ini juga akan melakukan penjajakan pembelian kembali tujuh unit C-295 untuk melengkapi satu skuadron yang sudah ada serta pembangunan kapal latih untuk menggantikan KRI Dewaruci.

Selain itu kesempatan kunjungan ke Spanyol ini dimanfaatkan Menhan Ryamizard menghadiri pameran teknologi keamanan dan pertahanan internasional HOMSEC ke-5 di IFEMA, Madrid yang berlangsung pada tanggal 10 hingga 12 Maret mendatang.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Senin, 09 Maret 2015

Carolina Marin, Muda dan Legenda Spanyol

BIRMINGHAM, - Ada yang menarik dalam turnamen bulutangkis dunia, All England dimana pada tunggal puteri mencatatkan sejarah olahraga tersebut dimana untuk pertama kalinya Spanyol mencatatkan namanya dalam dunia bulutangkis.

Spanyol dan bulutangkis ? mungkin terdengar aneh karena selama ini negara tersebut selalu diindetikkan dengan adu banteng dengan matador atau perseteruan rivalitas sepakbola La Liga Real Madrid dan Barcelona, namun kali ini bulutangkis.

Adalah Carolina Marin yang membuat Spanyol mendapatkan tempat di dunia bulutangkis dimana dirinya berhasil meraih juara dunia tunggal puteri All England dengan mengalahkan pebulutangkis India.

Marin sendiri melaju hingga menjadi juara dunia dimulai sejak junior melalui turnamen lintas umur dengan segudang prestasi.

Dimulai Juara Eropa U-17, Juara Eropa Junior kemudian medali perunggu pada Kejuaraan Dunia Junior pada tahun 2011.

Pada tingkat senior dirinya harus merasakan bagaimana dominiasi Tiongkok menguasi turname dunia bulutangkis.

Namun perempuan bernama lengkap Carolina María Marín Martín ini mampu melakukan dan bersaing dengan para pebulutangkis senior.

Dan terbukti yang dimulai pada Kejuaraan Dunia 2014 dimana dirinya mampu mengalahkan nama-nama unggulan seperti Tai Tzu Ying, PV Sindhu, Wang Yihan bahkan Li Xuerui dia kandaskan pada babak final.

Perempuan kelahiran Huelva, 15 Juni 1993 ini akhirnya mencatatkan namanya dalam kejuaraan bulutangkis tertua di dunia, All England setelah mengalhkan Saina Nehwal dari India 16-21 21-14 dan 21-7.

Setelah menjuarai All England serta kejuaraan Eropa sudah ada dalam genggaman Marin yang masih berusia 21 tahun.

Tidak mustahil dengan usia terbilang muda emas Bulutangkis di Olimpiade Rio de Janiero 2016 tentu akan menjadi target selanjutnya.

Jika itu bisa diraih, maka akan menjadi ketegasan bahwa Spanyol tidak hanya identic dengan matador, Clasico Madrid-Barca atau Rafael Nadal namun tentunya kehadiran sang perempuan cantik yang bernama Carolina Marin



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Minggu, 08 Maret 2015

Spanyol Catatkan Sejarah di All England

LONDON, - Sejarah terjadi di arena All England 2015 ini, dimana Spanyol yang terkenal dengan sepakbola serta rivalitas dua kota Madrid dan Barcelona ternyata sukses dalam hal Bulutangkis.

Iya, Carolina Marin, pebulutangkis asal Spanyol mencatatkan namanya dalam sejarah bulutangkis dunia dan All England dengan meraih juara dunia tunggal puteri untuk pertama kalinya bagi dirinya dan negara.

Marin memastikan itu dengan mengalahkan Saina Nehwal asal India dengan angka 16-21, 21-14, 21-7 yang berlangsung di Barclaycard Arena, Birmingham, Inggris.

Pertandingan antara Marin dan Nehwal sendiri cukup menarik lantara keduanya bukan dari negara dengan olahraga bulutangkis sebagai favorit layaknya sepakbola.

Marin sendiri dalam pertandingan gim pertama masih belum menemukan permainan terbaiknya namun mampu mengimbangi permainan Nehwal walau akhirnya pebulutangkis India yang menangi gim tersebut.

Saling unggul dan mengimbangi tetap terjadi namun pada gim kedua ini Marin memegang kendali dan unggul hingga berlanjut pada gim ketiga.

Pada gim ketiga atau terakhir, pebulutangkis usia 21 tahun ini mulai dominan sedangkan Nehwal mulai turun tenaga dan tidak bisa berbuat banyak.

Nehwal sendiri hanya mampu menambah tiga angka yang akhirnya dimenangkan Marin dalam waktu 62 menit.

Akhirnya Marin pun mencatatkan nama dan negaranya sebagai juara tunggal puteri All England untuk pertama kalinya.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz