Tampilkan postingan dengan label Korea Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korea Utara. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 April 2015

Korea Utara Anggap Peringatan KAA Bermanfaat Bagi Perjuangan Gerakan Non Blok

JAKARTA, - Dalam rangkaian acara menerima kunjungan bilateral tamu-tamu negara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Ketua Presidium Majelis Tinggi Republik Demokratik Rakyat Korea Kim Yong Nam, di ruang Kakatua, Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Kamis (23/4) siang.

Sebagaimana informasi yang diterima dari Sekretaris Kabinet,  dalam pertemuan itu, kunjungan Ketua Presidium Majelis Tinggi Republik Demokratik Rakyat Korea Kim Yong Nam mengapresiasi dan mendukung pemerintah Indonesia sebagai inisiator pemeliharaan stabilitas kawasan.

Kim Yong Nam percaya penyelenggaraan KAA ke-60 sangat bermanfaat bagi perjuangan Gerakan Non Blok (GNB).

Dirinya juga menekankan, bahwa Korea Utara (Korut) memandang perlu untuk meningkatkan kerjasama di kawasan, terutama terkait dengan situasi dunia dan kawasan saat ini.

Menurut King Yong Nam,  pelaksanaan KTT GNB ke-10 yang diselenggarakan di Indonesia beberapa waktu lalu, telah menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki spirit besar terhadap GNB.

Sehingga tren GNB yang terlihat menurun pada KTT ke-9 di Beograd akhirnya bisa dihidupkan lagi melalui KTT GNB ke-10 itu.

Ketua Presidium Majelis Tinggi Republik Demokratik Rakyat Korea itu berharap pada KTT GNB ke-17 yang akan diselenggarakan di Venezuela, juga dapat dihidupkan kembali Spirit Bandung itu.

Untuk itu, Yong Nam mengharapkan kehadiran Presiden RI Joko Widodo pada KTT GNB ke-10 di Venezuela nanti.

Selain menerima Ketua Presidium Majelis Tinggi Republik Demokratik Rakyat Korea Kim Yong Nam, Presiden Jokowi juga telah menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Nepal Sushil Koirala, Presiden Zimbabwe Robert Gabriel Mugabe, dan PM Timor Leste Taur Matan Ruak.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menlu Retno L.P. Marsudi, dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz

Selasa, 17 Maret 2015

Korea Utara Minati Sepatu Karya Bandung

BANDUNG, - Diam-diam PemerintahKorea Utara meminati hasil karya industri lokal Jawa Barat  yaitu tekstil, karet dan sepatu.

Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan ketika menerima Misi Ekonomi Republik Demokratik Rakyat Korea di Gedung Sate, Bandung sebagaimana dilansir dari media setempat.

“Kunjungan ini mengawali kunjungan mereka jelang KAA (Konferensi Asia Afrika) secara khusus ke Jabar ingin bekerjasama di beberapa bidang secara spesifik terutama persepatuan, tekstil dan karet,”ucapnya.

Menurut Gubernur Ahmad Heryawan pertemuannya dengan perwakilan pemerintah Korea Utara ini sangat berbeda dengan pertemuan serupa dengan negara-negara maju yang berkunjung ke Bandung

“Dan, tentunya kalau bertemu dengan Korea Utara ini uni. Pertemuan ini berbeda saat kita bertemu dengan negara-negara yang lebih maju dari kita,”ucapnya.

Dengan adanya pertemuan ini, Pemprov Jabar pun terbuka untuk menawarkan produk lokal unggulan untuk diminati negara asal Kim Jong-un ini seperti buatan Cibaduyut, Bandung serta merek sepatu Fortune.

“Supaya merek lokal unggulan itu tidak mengecewakan kita berjanji akan melakukan standarisasi produk lebih lanjut supaya nilai jualnya bagus dan layak ekspor,”ucapnya.

Dalam pertemuan ini, pemerintah Korea Utara diwakili Direktur Central Committee of Workers Party of Korea, An Jong Su dan Chief Secretary of Pyongyang Committee Party of Korea, Kim Sun Gil



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Kamis, 12 Maret 2015

Rusia dan Korea Utara Luncurkan Tahun Persahabatan

MOSKOW, - Disaat hubungan dengan Barat sedang renggang, Pemerintah Federal Rusia meluncurkan Tahun Persahabatan dengan Korea Utara.

Hal ini diumumkan Kementerian Luar Negeri di Moskow akan memulai program pertukaran budaya dengan rezim aliran Stalin di Pyongyang.

Sebagaimana dilansir media setempat, program yang akan dimulai bertepatan dengan peringatan 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II yang jatuh pada bulan Mei mendatang.

Moskow (ANTARA News) - Rusia pada Rabu mengatakan pihaknya telah meluncurkan "tahun persahabatan" dengan Korea Utara di saat hubungannya dengan Barat sedang menurun terkait krisis Ukraina.

Program Tahun Persahabatan ini juga bagian dari kunjungan Presiden Korea Utara Kim Jong-un yang akan datang pada Mei untuk ambil bagian dalam upacara peringatan Kemenangan Soviet atas Nazi Jerman.

Sebagai informasi, kunjungan Jong-un sendiri adalah pertama kalinya sejak memimpin negara super tertutup didunia ini setelah menggantikan sang ayah, Kim Jong-Il yang mangkat pada tahun 2011.

Sang ayah Jong-un, Kim Jong Il mengunjungi Kremlin pada Agustus 2011 dengan menggunakan kereta api anti peluru, dalam kunjungan ini pemimpin Korut melakukan dialog dengan Presiden Rusia kala itu Dimitry Medvedev.

Kabar yang beredar, kunjungan Jong-un ke Moskow menghapus keraguan banyak kalangan bahwa negaranya selalu bergantung dengan Tiongkok dalam segala hal terutama bidang ekonomi.

Dalam kunjungan pemimpin Korea Utara ini, Rusia ingin memperluas hubungan dalam bidang ekonomi dengan proyek berbanderol USD25 juta atau sekitar Rp329,2 triliun untuk memperbaiki jaringan kereta api negara sebagai imbal balik atas akses terhadap sumber mineral.

Namun kunjungan Kim Jong-un ke Moskow tidak dibarengi dengan hal serupa oleh Kanselir Jerman, Angela Merker yang mengatakan tidak akan menghadiri parade Hari Kemenangan tersebut di Moskow.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 10 Maret 2015

Sambut Hari Wanita Internasional, Korut Bagikan Kosmetik

PYONGYANG, - Tanggal 8 Maret setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Wanita Internasional yang dirayakan seluruh negara termasuk Korea Utara.

Dalam merayakan hari perempuan internasional, pemimpin Korea Utara memanfaatkan moment tersebut untuk menempatkan dirinya sebagai pemimpin yang peka akan kesetaraan gender.

Sebagaimana dilansir media Inggris, pada Hari Wanita Internasional Jong-ung mengunjungi pangkalan udara negeri itu dan meminta kepada Komandan Pangkalan untuk memberikan hadiah berupa makanan dan peralatan kosmetik para istri pilot.

Sementara itu menurut Kantor Berita Resmi Korea Utara, KCNA, dalam perayaan itu sejumlah tokoh senior pemerintahan yang semuanya pria bertemu dengan para wanita teladan dan pejabat perempuan serta anggota serikat perempuan di sebuah pusat kebudayaan di pusat kota Pyongyang.

Namun apa yang dilakukan oleh Jong-un sangat bertentangan dengan situasi yang terjadi dinegeri tersebut di mata para pembelot.

Karena menurut pembelot, para wanita di Pyongyang kerap dipaksa melakukan aborsi paksa serta pemaksaan melakukan hubungan seksual denga seseorang yang lebih tinggi pangkatnya dalam lingkungan militer.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Kamis, 05 Maret 2015

Korut Puji Aksi Pelaku Serangan Terhadap Dubes AS

SEOUL, - Korea Utara (Korut) memuji tindakan pelaku yang melakukan serangan kepada Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Amerika Serikat untuk Korea Selatan, Mark Lippert, Kamis (5/2) pagi waktu setempat.

Sebagaimana dilansir Kantor Berita Pemerintah Korut KCNA mengatakan serangan tersebut sebagai Serangan Pisau untuk Keadilan dan menegaskan bahwa di negeri gingseng tersebut memiliki warga yang tidak menyukai Amerika Serikat.

Sementara itu kabar terakhir dari aksi ini, polisi setempat mengindentifikasi pelaku bernama Kim Ki-Jong berusia 55 tahun dengan latar belakang unpredictable behavior.

Polisi Korea juga menjelaskan sebagaimana dilansir dari media setempat mengatakan motif tindakannya ingin Korea bersatu dan menolak campur tangan AS di tanah airnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Dubes Lippert Kamis (3/2) pagi harus menerima 80 jahitan di sekitar muka sebelah kanan.

Kejadian ini terjadi ketika Dubes baru menjabat di Seoul ini ketika memberikan pidato dalam sebuah pertemuan di Sejong Hall.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Rabu, 25 Februari 2015

PBB Soroti Kondisi HAM Korut

JAKARTA, - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti kondisi hak asasi manusia di kawasan Korea Utara dengan pengembangan di negara tersebut.

Hal ini disampaikan Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Korea Utara, Marzuki Darusman dalam sebuah acara di Pusat Kebudayaan Amerika @Atamerica, Jakarta

UN Photo / Evan Schneider
“Bentuk-bentuk pelanggaran hak asasi manusia di Korea Utara berhubungan langsung dengan pengembangan militer di negara tersebut,”ucapnya.

Menurut mantan Jaksa Agung RI ini kecenderungan negeri itu yang lebih mementingkan pengembangan sisem persenjataan daripada kesejahteraan rakyatnya.

“Penduduk Korut bisa dimasukkan ke dalam kamp penahanan tanpa proses peradilan karena menonton hiburan di Korea Selatan, menghubungi kerabat di luar negeri atau bahkan terlambat masuk kerja,”ucapnya.

Menurut catatan PBB ada sekitar 80,000 hingga 100,000 penduduk Korea Utara ditahan pada kamp-kamp penahanan.

Selain itu Korut dituding membatasi hak-hak masyarakat untuk mendapatkan informasi dari dunia luar seperti adanya larangan mendengarkan siaran radio luar negeri.

Koru akan mengadakan parade militer besar-besaran pada 10 Oktober 2015 mendatang dalam rangka ulang tahun partai berkuasa, Partai Buruh ke-70.



Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Jumat, 20 Februari 2015

Rambut Baru Jong-un Tuai Kritikan di Social Media

PYONGYANG, - Ada yang menarik dalam rapat Partai Pekerja Korea, Rabu (18/2) lalu dimana pemimpin mereka Kim Jong-un tampil tidak seperti biasanya.

Dalam pertemuan ini dirinya memerkan potongan rambut serta alis terbarunya, bahkan pemimpin nomor satu di negara super tertutup ini menggunakan kacamata berwarna emas.

Istimewa

Sebagaimana dilansir dari Reuters, foto yang ditampilkan menjadi bahan bicaraan di Sosial media yang mengatakan bahwa dengan tampilan tersebut membuat wajahnya lebih besar.

Bahkan rambutnya banyak yang mengatakan sangat mirip dengan ayah serta kakeknya.  seperti Allen & Kelly Co yang mengatakan potongan rambuat Jong-un seperti gaya trapezoid baru dengan alis kecil

“Kim Jong-un menunjukkan gaya rambut trapezoid baru, dengan alis kecil,”ucapnya

Selain penampilan barunya, Kim juga memperkenalkan 310 slogan baru yang dimana salah satunya berbunyi jadikanlah buah-buahan bergenlantungan dan aroma manisnya memenuhi udara di lautan pohon apel di kai gunung Chol Pass !


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 17 Februari 2015

Korut Tidak Khawatir Diadukan ke ICC

NEW YORK, -  Pemerintah Korea Utara menyatakan tidak khawatir dengan ancaman akan mengadukan negara tersebut ke Mahkamah Pidana Internasional atau ICC terhadap kejahatan kemanusiaan.

Hal ini disampaikan Duta Besar Korea Utara untuk PBB, Jang Il  Hun dalam jumpa pers di New York mengatakan bahwa negara bisa merespon setiap langkah dan tidak bersalah atas kejahatan apapun.

Istimewa
“Kami tidak khawatir sama sekali karena kami bisa merespon setiap langkah dan kami tidak bersalah atas kejahatan apapun. Kami benar-benar menolak dan tegas membantah semua klaim tersebut,”ucapnya.

Dubes Jang juga meminta Amerika Serikat untuk membatalkan sebuah konfrensi tentang hak asasi manusia di Kore Utara yang akan diselenggarakan Pusat Studi Internasional Strategis (CSIC) di pusat kota Washington pada Selasa (17/2)

“Kami juga menuntut jika konfrensi tetap dilanjutkan sesuai jadwal maka kami harus berpartisipasi sebagai pihak yang secara langsung berkaitan. Saya mengirimkan permintaan resmi kepada kontak saya di Departemen Luar Negeri dan ia menjawab bahwa itu bukan acara yang diselenggarakan pemerintah AS, jadi berarti permintaan kami ditolak.

Sementara itu menurut Departemen Luar Negeri AS acara yang dimaksud oleh Korea Utara adalah acara organisasi swasta bukan diselenggarakan pemerintah.

Acara ini sendiri menurut Victor Cha selaku Kepala CSIS program Korea mengatakan pertemuan tersebut terbuka untuk siapa pun namun sayangnya Diplomat Korea Utara di PBB harus memerlukan izin dari Deplu AS jika ingin bepergian keluar dari New York.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Jumat, 13 Februari 2015

Wakil Menlu Korea Utara kunjungi Indonesia

JAKARTA, - Wakil Menteri Luar Negeri Republik Demokratik Rakyat Korea (RDRK), Ri Kil Song melakukan kunjungan ke Indonesia pada tanggal 12 – 15 Februari 2015.

Sebagaimana informasi yang didapat dari Direktorat Informasi dan Media Kemlu melalui email menjelaskan maksud dari kunjungan adalah untuk lebih mempererat hubungan persahabatan RI – RDRK yang sudah terjalin sejak lama.

Selama di Indonesia, Wakil Menteri Luar Negeri RDRK telah melakukan pertemuan dengan pejabat-pejabat di Kementerian Luar Negeri dan juga kunjungan kehormatan kepada Wakil Menteri Luar Negeri RI. 

Pertemuan membicarakan upaya-upaya peningkatan hubungan bilateral kedua Negara, diantaranya melalui perayaan bunga Kimilsungia yang ke-50 tahun pada tahun 2015.

Bunga Kimilsungia adalah bunga anggrek tanda persahabatan RI dan RDRK yang dihadiahkan oleh Presiden Sukarno kepada Presiden Kim Il Sung pada tahun 1965.

Dok. Kemlu RI


Pertemuan juga membicarakan pentingnya peningkatan hubungan ekonomi perdagangan. Di bidang perdagangan, volume perdagangan RI-RDRK tercatat US$ 62 juta pada tahun 2012, namun volume tersebut cenderung menurun.

Pada periode Januari - Oktober 2014 volume perdagangan tercatat US$ 2,8 juta (turun 82,24% dibanding periode yang sama tahun 2013).

Terkait hal tersebut, rencana kunjungan tim ekonomi RI ke RDRK dan sebaliknya diharapkan mampu meningkatkan volume perdagangan kedua Negara.

Pada kesempatan ini, Pemerintah Indonesia juga menyampaikan harapan agar Pimpinan RDRK dapat berpartisipasi dalam perayaan ke-60 tahun Konferensi Asia Afrika tanggal 22-24 April 2015.

Selama di Jakarta, Wakil Menteri Luar Negeri Song juga berkesempatan melakukan kunjungan  ke Monumen Nasional dan Museum Fatahillah.

Kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri RDRK ke Jakarta diharapkan dapat lebih meningkatkan hubungan bilateral RI RDRK dimasa mendatang.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 03 Februari 2015

Korea Utara Kecam Isi Laporan PBB

NEW YORK, - Pemerintah Korea Utara mengecam dan menuding pelapor khusus PBB untuk Korea Utara, Marzuki Darusman.

Sebagaimana dilansir dari BBCIndonesia, menurut mantan Jaksa Agung RI ini tugas pertamanya adalah untuk membantu pembebasan sekitar 80,000 hingga 100,000 tahanan serta pembubaran kamp tahanan tersebut.

UN Photo / Evan Schneider
“Yang penting, menurut saya tugas pertama adalah untuk membantu pembebasan 80,000 hingga 100,000 (tahanan) dan pembubaran kamp-kamp (tahanan) ini,”ucapnya.

Menurut Marzuki, bahwa laporan yang ditulis pihaknya menjadi dasar resolusi PBB bulan Desember lalu tidak menganjurkan opsi militer untuk perubahan rezim sebagaimana disebutkan Korea Utara

“Namun itu hanya bisa terjadi jika sistem kepemimpinan kultus itu benar-benar dibongkar. Dan satu-satunya cara untuk melakukannya adalah jika keluarga Kim Jong-un secara efektif diasingkan, secara efektif dikeluarkan dari posisinya, dan diganti dengan kepemimpinan baru,”ujarnya

Namun dirinya juga mengatakan bahwa resolusi ini, disahkan oleh Majelis Umum pada Desember lalu lebih berisi karena menganggap Kim bertanggung jawab berdasarkan laporan setebal 372 halaman ini oleh Komisi penyelidikan yang didukung PBB dalam pemaparan secara rinci penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, eksekusi dank amp penjara politik.

“Ini merupakan suatu gelombang perubahan dalam sikap masyarakat internasional,” ucapnya

Namun yang menarik adalah beberapa jam sebelum resolusi tersebut disahkan Majelis Umum PBB, Marzuki dihampiri diplomat Korea Utara dengan meminta menghapus kata-kata tersebut.

Karena menurut mereka perpecahan mungkin sudah terbentuk antara faksi-faksi dinegara tersebut untuk membuktikan loyalitas dan efektivitas dalam melindungi kepemimpinan di Korea Utara

“Mereka mengatakan bahwa orang lain akan mengambil alih, dan garis keras akan mengambil alih,”ucapnya

Terkait dengan veto yang akan diajukan Tiongkok atau Rusia, Marzuki mengatakan tanpa catatan Kim dibawa ke Pengadilan hanya menempatkan masalah HAM warga negara tersebut dalam agenda cukup membuat Pyongyang akan menghadapi peningkatan pengawasan dari masyarakat Internasional.

Selain itu, Tiongkok pun akan berada dalam tekanan untuk menjauhi Pyongyang atau kehilangan kredibiltasi di internasional



Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Senin, 02 Februari 2015

Dubes RI Serahkan Kredensial Kepada Presiden Presidium Korea Utara

PYONGYANG, - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Republik Demokratik Rakyat Korea (RDRK), Bambang Hiendrasto menyerahkan surat kepercayaan (letter of credential) kepada Presiden Presidium Majelis Tertinggi Rakyat (RDRK) Kim Yong Nam.

Sebagaimana informasi yang dilansir dari laman Kemlu, acara penyerahan kredensial berlangsung di Gedung Majelis Tertinggi Rakyat RDRK, Pyongyang.

Setelah upacara penyerahan surat kepercayaan, Duta Besar RI melakukan audiensi dengan Presiden Presidium.

Dok. Kemlu RI
Mengawali audiensi, Presiden Presidium antara lain menyampaikan salam hangat kepada Presiden Joko Widodo dan rakyat Indonesia.

Duta Besar RI juga menyampaikan salam sejahtera dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden Presidium dan harapan bagi kemakmuran rakyat RDRK.

Selain itu, Duta Besar RI menyampaikan terima kasih kepada Presiden Presidium atas ucapan simpati dan duka cita yang mendalam sehubungan dengan kecelakaan pesawat Air Asia di Indonesia baru-baru ini.

Selanjutnya Presiden Presidium dan Duta Besar RI membahas secara singkat perkembangan hubungan bilateral Indonesia dan RDRK yang telah terjalin erat selama lebih dari 50 tahun, yang dirintis oleh Presiden Soekarno dan Presiden Kim Il Sung.

Menurut Presiden Presidium, Indonesia adalah negara yang sangat dekat, bersahabat dan penting bagi RDRK.

Presiden Presidium menambahkan, penugasan Duta Besar RI ini adalah di tahun yang istimewa bagi RDRK karena pada tahun 2015 ini RDRK akan merayakan 70 tahun berdirinya RDRK dan 70 tahun berdirinya Partai Pekerja Korea serta 50 tahun Bunga Kimilsungia yang merupakan simbol persahabatan Indonesia dan RDRK.

Presiden Presidium berkeyakinan bahwa Duta Besar RI akan dapat melaksanakan tugas dan misinya dengan baik di RDRK dan hubungan bilateral kedua negara akan semakin erat dan meningkat.

Untuk itu, Presiden Presidium memberikan kepercayaan dan dukungan penuh bagi pelaksanaan tugas Duta Besar RI.

Duta Besar RI mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan oleh Presiden Presidium dan berkomitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara di berbagai bidang kerjasama, dan untuk itu mengharapkan dukungan serta kerjasama dari  pemangku kepentingan terkait  di kedua negara.

Pada kesempatan itu, Duta Besar RI menyampaikan informasi bahwa Indonesia akan menyelenggarakan acara Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Jakarta dan Bandung pada 18–24 April 2015.

Undangan resmi dari Presiden RI kepada Presiden Presidium akan disampaikan kemudian dan Duta Besar RI mengharapkan Presiden Presidium berkenan menghadiri acara Peringatan KAA tersebut.

Upacara penyerahan surat kepercayaan dan audiensi yang diikuti oleh para pejabat Majelis Tertinggi Rakyat dan Kementerian Luar Negeri RDRK serta pejabat KBRI Pyongyang tersebut berlangsung tertib dan lancar.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Rabu, 28 Januari 2015

Rusia Pastikan Jong-un Hadir di Moskow

MOSKOW, - Pemimpin tertinggi negara super tertutup Korea Utara, Kim Jong-un telah memberikan konfirmasi tentang kehadirannya di Moskow, Rusia pada Mei mendatang.

Istimewa
Kepastian ini terungkap berdasarkan pernyataan yang dikutip dari Kantor Berita Korea Selatan, Yonhap yang disampaikan juru bicara Kremlin selain Jong-un aka nada sekitar 20 kepala negara sudah konfirmasi kedatangan dalam merayakan peringata kemenangan Uni Sovyet atas Jerman pada Perang Dunia Kedua.

“Sekitar 20 kepala negara sudah mengkonfirmasi kehadiran mereka dan diantaranya adalah pemimpin Korea Utara,”ucap Juru Bicara Kremlin ketika menjawab pertanyaan tertulis jurbica Presiden Rusia.

Sebagai informasi, sejak Kim Jong-un mengambil alih kekuasaan pada 2011 Korea Utara dan Rusia terus berusaha meningkatkan hubungan bilateral seperti halnya negara tersebut kepada Tiongkok.

Dalam peringatan  yang diadakan setiap tahun tangga 9 Mei ini Rusia pernah mengundang ayah Jong-un yaitu Kim Jong Il pada kemenangan Sovyet ke-60 tahun 2005 namun tidak hadir.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Senin, 26 Januari 2015

Korut Ogah Komentari Soal Kunjungan Jong-un

JAKARTA, - Informasi yang mengatakan bahwa pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un akan hadir dalam perhelatan Konferensi Asia Afrika ke-60 di Bandung tidak membuat perwakilan negaranya di Indonesia mempersiapkan itu semua bahkan tidak mau berkomentar.

Informasi yang beredar bahwa staff diplomat Kedutaan Korea Utara di Jakarta tidak mau berkomentar karena belum adanya undangan soal ini dari pemerintah Indonesia serta belum adanya instruksi dari Pyongyang.
Istimewa

Sementara itu informasi dari Pejambon mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan undangan kepada lebih dari 109 kepala negara Asia Afrika termasuk Korea Utara namun hingga saat ini belum ada konfirmasi yang masuk termasuk apakah Kim Jong-un akan hadir.

Kabar akan datangnya pemimpin tertinggi negara super tertutup ini disampaikan Kantor Berita Korea Selatan, Yonhap dengan mengutip pernyataan dari pejabat negeri gingseng tersebut bahwa Jong-un tertarik untuk hadir dalam konferensi tersebut.

Jika ucapan pejabat Korsel ini benar, maka kunjungan ke Indonesia merupakan debut perdana Jong-un ke luar negeri setelah menggantkan anaknya Kim Jong Il pada Desember 2011 lalu.

Korea Utara sendiri melihat KAA Bandung adalah sebagai tonggak Gerakan Non Blok dan sering digunakan sebagai kampanye diplomatic negara tersebut.

Hal ini bisa dibuktikan dimana pendiri Korea Utara Kim Il Sung hadir dalam peringatan ulangtahun KAA ke-10 bersama puteranya Kim Jong Il pada tahun 1965

Sebagai informasi, Konferensi Asia Afrika pertama kali berlangsung pada 18-24 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung-Jawa Barat.

Pertemuan ini diadakan untuk mempromosikan kerja sama ekonomi dan kebudayaan Asia Afrika serta melawan neokolonialisme Amerika Serikat dan Uni Sovyet yang ketika itu sedang kuat.

Untuk tahun 2015 ini, konferensi ini akan diadakan di Jakarta pada 22-23 April di Jakarta yang dilanjutkan pertemuan puncak serta napak tilas pada 24 April di Bandung.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Sabtu, 24 Januari 2015

Mei, Kim Jong-un Kunjungi Rusia

PYONGYANG, - Pemimpin Korea Utara akan berkunjung ke Rusia pada bulan Mei untuk memperingati kemenangan Uni Sovyet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II

Istimewa
Informasi kedatangan Presiden Korea Utara ini disampaikan Kantor Pers Kepresidenan Rusia  kepada media mengatakan akan menjadi perjalanan pertama Kim sejak menjabat tahun 2011

Apa yang dikatakan Kantor Pers Kepresidenan Rusia senada dengan Juru Bicara Kremlin pada Desember lalu yang mengatakan Kim diundang dalam perayaan tersebut yang jatuh pada tanggal 9 Mei.

Terkait dengan Pyongyang, Komisi HAM Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi untuk mendesak Dewan Keamanan agar negeri itu menuju Mahkamah Kejahatan Internasional atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Jumat, 16 Januari 2015

Korea Utara Ambil Bagian dalam Pameran Wisata

Istimewa
BERN, - Negeri penuh misteri bahkan informasi pun tidak pernah terdengar tiba-tiba membuat kejutan dengan mengikuti kegiatan tentang pariwisata.

Adalah Korea Utara secara tiba-tiba mengejutkan dunia dengan mengirimkan perwakilannya ke acara pameran wisata yang terletak di Swiss.

Korea Utara sendiri dalam pameran ini menampilkan pemandangan pegunungan, pantai yang indah serta bangunan sejarah dan inilah yang diamine Ri Yong Bom perwakilan negara tersebut kepada media setempat.

“Sebagian besar wisatawan tertatik berkunjung untuk melihat kehidupan kami dan situasi saat ini,”ucapnya.

Negeri yang sangat tertutup ini cukup mengejutkan banyak pihak, karena tidak pernah mempublikasikan jumlah wisatawan yang berkunjung ke negeri Kim Jong-un tersebut.

Menurut data yang beredar di kalangan para agensi perjalanan sekitar 6,000 wisatawan dari kawasan Barat melakukan perjalanan wisata ke negeri tersebut setiap tahun.

Namun bagi para calon turis yang akan berkunjung ke negara tersebut harus memikirkan berulang kali untuk ke sana.

Karena yang harus diingat untuk masuk ke negara tersebut, para pelancong harus malalui negara sekutu abadi mereka, Tiongkok.

Selain harus melewati sekutu mereka, para pelancong juga harus berhadapan dengan kebiajakan Kementerian Luar Negeri asal negaranya dimana mengeluarkan kebijakan larangan kunjungan ke Korea Utara seperti yang dilakukan AS dan Kanada.

Swiss dan Korea Utara sendiri memiliki keterikatan tersendiri lantaran pemimpin negara tetangga Korea Selatan ini pernah belajar di negeri tersebut dengan nama samaran..

Salah satu yang dilakukan Kim Jong-un untuk memaksimalkan pariwisata negerinya adalah dengan mendekati beberapa perusahaan Swiss agar mau menginvestasikan dana dan menyediakan kursi dan mobil kabel.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Rabu, 14 Januari 2015

Piala Asia 2015 : Saudi Raih Kemenangan Pertama

MELBOURNE, - Timnas Saudi akhirnya meraih kemenangan pertama dalam ajang Piala Asia 2015 setelah pertandingan pertama harus mengakui keunggulan Tiongkok.

afcasiancup.com
Kemenangan ini diraih setelah mengalahkan timnas Korea Utara dengan skor fantastis 4-1 di Stadion AAMI Park, Melbourne.

Korea Utara unggul lebih dulu pada menit ke-11 melalui Ryang Yong-gi yang sukses memanfaatkan kegagalan kiper Abdullah antisipasi tendangan Pak Kwang-ryong.

Melihat situasi tersebut, Yong-gi berhasil meneruskan bola rebound tersebut dan menghasilkan gol 1-0 untuk Korea Utara atas Saudi.

Dengan situasi tersebut, Saudi coba bangkit untuk menyamakan kedudukan dimana peluang terjadi pada menit ke-31 oleh Mohammad Al Sahlawi dengan tendangan salto namun masih gagal karena bola menyamping pada sisi kanan gawang kiper Myong-guk

Saudi benar-benar menyamakan kedudukan enam menit kemudian melalui penyerang Naif Hazazi yang sukses menggetarkan gawang Korut melalui tendangan dari dalam kota penalty setelah menerima umpan dari Nawaf Al Abid.

Saudi juga mencoba mengembalikan keadaan pada menit ke-42 lewat Al Abid yang menerima umpan silang yang kemudian menahan bola dengan dada lalu melepaskan dengan tendangan voli kaki kiri namun berhasil ditepis Kiper Myong-guk yang berujung pada sepak pojok.

Kedudukan 1-1 tidak berubah hingga babak pertama usai. Lepas turun minum Saudi benar-benar mengendalikan permainan dilapangan.

Usaha Saudi untuk mengembalikan keadaan demi lolos fase berikutnya terwujud dimana pada menit ke-52 Mohammad Al Sahlawi sukses mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan kerjasama bagus antara Hazizi dengan Abdullah Al Zoari dengan sedikit tendagan kaki kanan.

Selain kerjasama yang bagus, Al Sahlawi juga melihat adanya miskomunikasi antara pemain Jang Song-hyok dengan Kiper Myong-guk sehingga berbuah gawang kosong langsung dimanfaaatkan Al Sahlawi.

Saudi kembali menambah golnya pada menit ke-77 melalu Nawaf Al Abid lewat titik penalty setelah Lee Yon-jick melakukan handsball dalam kotak penalti.

Dalam eksekusi ini Kiper Myong-guk mampu menahan penaliti Al Abid namun blok dari kiper tersebut berhasil dikuasai kembali Al Abid dan menceploskan bola ke dalam gawang sehingga berubah menjadi 4-1 untuk Saudi.

Hingga pertandingan berakhir kedudukan 4-1 untuk Saudi dan berpeluang untuk lolos ke babak perempat final dengan catatan menang atas Uzbekistan dalam pertandingan terakhir pada 18 Januari mendatang.

afcasiancup.com


Susunan Pemain

Korea Utara

Ri Myong-guk, Cha Jong-hyok (Ro Hak-su 61), Jon Kwang-ik, Jang Song-hyok, Sim Hyon-jin, Ryang Yong-gi, Pak Song-Chol (O Hyok-chol 56), Jang Kuk-chol, Lee Yon-jick, Pak Kwang-ryong, Jong ll-gwan.

Saudi Arabia

Waleed Abdullah, Osama Hawsawi, Hassan Muath Fallatah, Abdulla Al Zoari, Omar Hawsawi, Saud Khairi (Ibrahim Ghaleb, 81) Nawaf Al Abid (Fahd Al Muwallad 83), Salman Al Faraj, Salem Al Dawsari, Naif Hazazi, Mohammad Al Sahlawi (Taisir Al Jassim, 75)



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Kamis, 01 Januari 2015

Pemimpin Korut Siap Duduk Satu Meja Dengan Korea Selatan

SEOUL, - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un di hari pertama tahun 2015 ini membuat sebuah kejutan dimana siap berdialog dengan tetangga mereka, Korea Selatan.

Hal ini disampaikan Jong-un dalam pidato Tahun Baru yang disiarkan secara langsung oleh media pemerintahan.

“Jika pemerintah Korea Selatan sungguh hati untuk meningkatkan hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan melalui perundungan, kita bisa mulai kembali pertemuan tingkat tinggi yang terhenti,”ucapnya.

Ini adalah pidato ketiganya sebagai pemimpin negara setelah menggantikan ayahnya Kim Jong Il yang wafat pada 2011 lalu.

Jong-un mengatakan dengan melihat suasan dan situasi yang mendukung tidak ada alasan lain untuk tidak mengadakan pertemuan puncak tinggi ini.

“Jika suasana dan situasinya mendukung, tidak ada alasan untuk tidak mengadakan pertemuan puncak tingkat tinggi (dengan Korea Selatan),”ucap Jong-un

Sebelum berpidato, Korea Utara telah memberikan sinyal niat untuk memperbaiki hubungan dengan tetangga mereka, Korsel namun tindakan provokasi serta seringnya latihan militer bersama antara Korea Selatan dengan Amerika Serikat yang menjadi penghalang perundingan ini.

“Latihan perang tahunan berskala besar menjadi sumber peningkatan ketegangan dan meningkatkan ancaman perang nuklir,”ucapnya

Selain mengajak Korsel berunding, dalam pidato ini Jong-un ini menggarisbawahi niat pemerintahnya untuk mengembangkan sejumlah zona ekonomi dan wisata tahun ini termasuk objek wisata di Gunung Kumgang yang tahun 2008 ditutup karena peristiwa penembakan warga Korea.

Apa yang dilakukan Jong-un dalam pidatonya berbeda dengan sang ayah yang lebih memilih menyiarkan suaranya lewat televisi.

Apa yang dicanangkan Jong-un sejalan dengan Korea Selatan dimana mengusulkan kembali dengan tetangganya pada Januari ini untuk sejumlah topic termasuk pertemuan kembali keluarga yang terpisah karena perang Korea dari 1950 hingga 1953.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz