Tampilkan postingan dengan label UNPK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UNPK. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 April 2015

Panglima TNI Tinjau Pasukan Garuda di Lebanon

BEIRUT, - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko meninjau Pasukan Garuda yang sedang melaksanakan misi perdamaian di Lebanon.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi TNI, kunjungan ini dalam rangka melihat dan mengetahui secara dekat pelaksanaan tugas Prajurit TNI yang tengah melaksanakan tugas sebagai Peacekeepers dalam misi PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) di Lebanon.

Dalam kunjungannya di Lebanon, Panglima TNI didampingi antara lain oleh Asintel Panglima TNI Laksda TNI Amri Husaini, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Indra Hidayat R., Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya, dan Asops Kasad Mayjen TNI Johny L. Tobing.

Setibanya di Naqoura, Panglima TNI beserta rombongan diterima oleh Komandan Kontingen Garuda Kolonel Inf Danni Koswara didampingi Komandan Satgas Indo FPC (Force Protection Company) Konga  XXVI-G2/Unifil Letkol Inf Muhammad Sjahroni, dan langsung menuju UNIFIL HQ (United Nations Interim Force In Lebanon - Headquarter).

Kedatangan Panglima TNI beserta rombongan di Unifil HQ disambut oleh Force Commander Unifil Mayjen Luciano Portolano, dan menerima Jajar Kehormatan dari Pasukan Unifil. 

Pertemuan antara Jenderal TNI Dr. Moeldoko dengan Mayjen Luciano Portolano berlangsung dengan penuh keakraban, diakhiri tukar menukar cinderamata.

Selanjutnya, Panglima TNI beserta rombongan menuju menuju Sudirman Camp, Naqoura-Lebanon untuk bertatap muka dengan  Pasukan Garuda yang bertugas di Unifil HQ.

Dalam pengarahannya, Jenderal TNI Dr. Moeldoko mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kinerja para Prajurit TNI selama melaksanakan tugas yang mendapat apresiasi oleh Force Commander Unifil.

Panglima TNI juga berpesan kepada Pasukan Garuda yang bertugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon agar tetap memelihara dan meningkatkan disiplin, loyalitas, semangat, kerja sama dalam pelaksanaan tugas serta jaga nama baik Indonesia.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Panglima TNI Kunjungi Prajurit Indobatt di Lebanon Selatan

BEIRUT, - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldokomengunjungi Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Indonesian Battalion (Satgas Indobatt) Kontingen Garuda XXIII-I/Unifil (United Nations Interim Force in Lebanon) di bawah pimpinan Letkol Inf Andreas Nanang Dwi P., S.IP selaku Komandan Satgas (Dansatgas), bertempat di UN Posn 7-1 Adchid Al Qusayr, Lebanon Selatan, Jumat (10/4) waktu setempat.

Sebagaimana dilansir laman resmi TNI, kunjungan Panglima TNI ke SatgasIndobatt merupakan rangkaian kegiatan kunjungannya di Lebanon, dengan maksudingin melihat dan mengetahui secara dekat pelaksanaan tugas Prajurit TNI yang tengah melaksanakan tugas sebagai Peacekeepersdalam misi PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) di Lebanon.

Kedatangan Panglima TNI yang didampingi oleh Asops Panglima TNI Mayjen TNI Indra Hidayat R., Asintel Panglima TNI Laksda TNI Amri Husaini, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya, Asops Kasad Mayjen TNI Johny L. Tobing, Komandan Kontingen Garuda Kolonel Inf Danni Koswara, beserta rombongan lainnya disambut oleh Dansatgas Indobatt Konga XXIII-I/Unifil Letkol Inf Andreas Nanang Dwi P, S.IP, didampingi Wadansatgas Mayor Inf Eko Handono beserta para Prajurit TNI Satgas Indobatt.

Turut serta dalam penyambutan Panglima TNI di Markas Indobatt, UN Posn 7-1 Adchid Al Qusayr, Lebanon Selatan,yaitu Komandan Sektor Timur Brigjen Olmos Ruiz dan Wakil Komandan Sektor Timur Kolonel Kav Yatanabey.

Selain itu, kibaran bendera Merah Putih dan bendera Lebanon dari penduduk setempat dan anak-anak yang berada di sekitar Area Operasi Indobatt turut pula menyambut kedatangan Panglima TNI beserta rombongan.

Dalam sambutannya pada acara tatap muka dengan Prajurit TNI Satgas Indobatt,Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko menyampaikan terima kasih atas sambutan yang telah diberikan, dan merasa terkesan dengan kehadiran para tokoh masyarakat Lebanon Selatan yang turut menyambut kedatangannya.

“Saya terkesan dengan kedatangan para tokoh masyarakat maupun agama yang turut menyambut kedatangan saya beserta rombongan, saya harapkan hubungan baikdan kerja sama dengan masyarakat Lebanon Selatan yang telah terjalin agar terus di pelihara dengan baik, saya ucapkan terimakasih kepada seluruh prajurit,” ujar Jenderal TNI Moeldoko.

Panglima TNI juga berpesan, agar Prajurit TNI selalu menjaga nama baik Bangsa Indonesia dan soliditas para Prajurit TNI khususnya Kontingen Garuda yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian dimanapun senantiasa dipelihara.

“Dengan soliditas personel dan satuan yang baik, tugas-tugas mulia yang diemban para Prajurit TNI selama di daerah operasi niscaya akan dapat dilaksanakan dengan baik pula”, ungkapnya.

Sebelum meninggalkan Markas Indonesian Battalion Kontingen Garuda XXIII-I/Unifil,  Panglima TNI berkesempatan meninjau gelar perlengkapan militer dan berfoto bersama seluruh para Prajurit TNI yang sedang melaksanakan tugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Senin, 06 April 2015

Jenderal Tanzania Tinjau Kontingen Garuda Darfur

DARFUR, - Setelah pekan sebelumnya Garuda Camp menerima kedatangan Komandan Sektor Barat Unamid Brigjen Nikiema Blaise, kali ini Garuda Camp yang menjadi  Markas Satgas Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-A/Unamid (United Nations Mission In Darfur) di El Geneina, Darfur-Sudan, mendapat kehormatan ditinjau langsung oleh Force Commander Unamid Letnan Jenderal Paul Ignace Mella yang berasal dari negara Tanzania, di Camp Indonesian Batalyon (Indobatt), Supercamp Unamid, Darfur Barat, Minggu (5/4) waktu setempat

Sebagaimana dilansir dari laman TNI menjelaskan kedatangan Jenderal Tanzania Paul Ignace Mella bersama para Pejabat Tinggi Komandan Sektor misi Unamid ke Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-A/Unamid disambut dengan jajar kehormatan oleh para prajurit TNI, dan diterima langsung oleh Komandan Satgas (Dansatgas) Letkol Inf M. Herry Subagyo, beserta para perwira Satgas.

Kunjungan Force Commander Unamid beserta rombongan ke Batalyon Komposit TNI dalam rangka melaksanakan kegiatan 27th Force Command Group Meeting Unamid yang diselenggarakan di Sektor Barat, dan Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-A/Unamid sebagai kontingen yang baru saja bergabung dengan United Nations Mission In Darfur, dipercaya untuk mendukung sebagai penyelenggara makan siang bersama padapelaksanaan kegiatan tersebut.

Pada kesempatan ini, Force Commander Unamid Letnan Jenderal Paul Ignace Mella mengatakan selamat datang dan selamat bergabung dengan United Nations Mission In Darfur, kepada para Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-A/Unamid di El Geneina.

"Kita semua sangat berharap, pasukan Indonesia dapat menjalankan misi perdamaian ini dengan baik. Saya selaku Force Commander Unamid sangat bangga bisa mengunjungi Pasukan Indonesia yang tergabung dalam Satgas Batalyon Komposit TNI, saya kagum dengan semangat dari pasukan Indonesia, saya percaya kalian siap melakukan yang terbaik untuk tugas ini," ucapnya

Kepada Force Commander Unamid, Dansatgas Indobatt Letkol Inf M. Herry Subagyo menyampaikan bahwa Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-A/Unamid berjumlah 800 personel, terdiri dari: 650 personel TNI AD, 100 personel TNI AL dan 50 personel TNI AU.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Pasukan Indonesia ditempatkan di dua UN Camp, yaitu Markas Batalyon beserta Kompi Bantuan dan 3 Kompi Senapan yang berada di Supercamp Secwest Unamid di El Geneina dan 1 Kompi Senapan Berdiri Sendiri berada di Masteri Camp dengan jarak lebih kurang 70 km dari Supercamp El Geneina.

Selain dipercaya untuk menggelar makan siang pada kegiatan 27th Force Command Group Meeting Unamid, Pasukan Indonesia juga dipercaya untuk ikut serta dalam operasi pengawalan, pengamanan route dan pengamanan objek vital selama berjalannya kegiatan yang dihadiri seluruh unsur pimpinan pada misi perdamaian di Darfur tersebut.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 24 Maret 2015

Wamenlu RI Dukung Peningkatan Kontribusi Indonesia pada Misi PBB

JAKARTA, - Pemerintah mendukung segala upaya untuk meningkatkan kontribusi Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Ri, A.M Fachir ketika menerima Mayjen Imam Edy Mulyono Force Commander pada misi PBB di Sahara Barat atau United Mission for the Referendum in Western Sahara (MINURSO).

“Sebagai salah satu negara penyumbang personel terbesar, Indonesia seharusnya dapat menempatkan lebih banyak personelnya pada posisi kepemimpinan (senior leadership) pada misi pemeliharaan perdamaian PBB”, ucapnya Wamenlu Fachir.

Mayjen Imam Edy Mulyono sendiri merupakan pejabat tinggi TNI ketiga dari Indonesia yang mendapatkan kepercayaan untuk menduduki jabatan strategis pada misi pemeliharaan perdamaian PBB setelah Mayjen Rais Abin sebagai FC UN Emergency Forces (UNEF) di Mesir dan Brigjen Susilo Bambang Yudhoyono sebagai  Chief Military Observer pada United Nations Transitional Authority in Eastern Slavonia, Baranja and Western Sirmium (UNTAES) di Kroasia.

Kunjungan dimaksud dilakukan oleh Mayjen Imam Edy Mulyono dalam rangka melakukan konsultasi dan meminta dukungan Kemlu RI terhadap pelaksanaan tugasnya sebagai FC MINURSO, sekaligus menyampaikan perkembangan situasi politik dan keamanan di Sahara Barat, serta berbagai tantangan yang dihadapi.

Terkait posisi Indonesia dalam penyelesaian isu Sahara Barat, Wamenlu RI tegaskan dukungan Indonesia bagi upaya-upaya mendorong para pihak yang bertikai untuk terus memajukan dialog untuk mencapai penyelesaian yang dapat diterima oleh seluruh pihak.

Wamenlu RI juga berpesan agar peacekeepers Indonesia senantiasa berpegang pada prinsip-prinsip dasar penggelaran misi pemeliharaan perdamaian, yaitu persetujuan para pihak yang bertikai, ketidakberpihakan, dan tanpa penggunaan kekuatan bersenjata kecuali untuk membela diri dan untuk mempertahankan mandat misi.

Kemlu RI akan terus mendukung upaya penguatan kontribusi Indonesia pada misi pemeliharaan perdamaian PBB, khususnya melalui pemenuhan Vision 4,000 Peacekeepers.

Untuk itu, Wamenlu RI juga menyambut baik potensi pengiriman (secondment) pakar sipil Indonesia pada misi-misi pemeliharaan perdamaian.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 03 Maret 2015

UNIFIL Periksa Kesiapan Operasional Batalyon Mekanis TNI

BEIRUT, - Misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menurunkan tim Contingent Owned Equipment (CEO) menggelar Operational Readliness Inspection (ORI) terhadap Satuan Tugas TNI yang berada di negeri tersebut.

Sebagaimana dilansir dari laman TNI, tim PBB tersebut melakukan pemeriksaan terhadap kesiapan operasional materiil dan perlengkapan Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-I/Unifil (Indobatt/Indonesian Battalion), di UN Posn 7-1, Adchit Al Qusayr Lebanon Selatan, Senin (2/3).

Tim COE Unifil yang berjumlah 15 orang dari kalangan sipil dan militer mempunyai latar belakang spesialisasi sesuai dengan bidang masing-masing dipimpin oleh Stanislav Tarasov, kedatangannya disambut langsung oleh Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf Andreas Nanang Dwi P. S.I.P didampingi Wadan Satgas Mayor Inf Eko Handono beserta para Perwira Staf di UN Posn 7-1.

Kegiatan yang dilakukan oleh Tim COE diawali dengan pemeriksaan di area UN Posn 7-1 meliputi Markas Batalyon, Kompi Delta dan Kompi Bantuan, dilanjutkan ke Kompi C UNP 9-2 yang berada di desa Az Ziqiyah.   

Selanjutnya, Tim COE melakukan pemeriksaan ke Kompi B yang berada UN Posn 7-2 di Marjayoun dan Kompi A yang berada di El Adaisse UN Posn 9-63 serta UN Posn 9-15 di Kafarkilla.                 
                          
Obyek pemeriksaan terdiri dari Major Equipment dan Self Sustainment.  Untuk Major Equipment meliputi kendaraan tempur, kendaraan pendukung, alat berat Zeni, senjata, generator, peralatan kesehatan serta peralatan anti huru-hara.

Sedangkan Self Sustainment, antara lain meliputi pelayanan catering, komunikasi, perlengkapan kantor, pelayanan listrik, pemeliharaan bangunan, pelayanan laundry dan kebersihan compound.

Pada akhir pemeriksaan dilaksanakan debriefing, dimana Ketua Tim ORI Mr. Stanislav Tarasov menyampaikan apresiasi atas peningkatan kesiapan / readiness Satgas saat ini, dan berpesan agar melakukan pemeliharaan dan perawatan juga perbaikan secara terus menerus.

Usai pelaksanaan Operational Readiness Inspection,  Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf Andreas Nanang Dwi P. S.I.P menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh personel Kontingen Garuda karena telah berbuat maksimal selama pelaksanaan ORI ini.

"Hasil dari seluruh rangkaian kegiatan pemeriksaan secara umum, Satgas Indobatt memenuhi Standar Internasional terhadap kesiapan operasional sebagai satuan tugas, Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota terutama Staf yang terlibat langsung dalam kegiatan ini," ujar Komandan Satgas Indobatt.

Sebagai informasi, UNIFIL sebagai perwakilan PBB di wilayah Lebanon menuntut seluruh satuan yang dikirimkan oleh negara-negara pengirim atau Troops Contributing Country (TCC) memiliki kesiapan operasional sesuai standar yang telah ditetapkan, baik kesiapan personel, materiil maupun perlengkapannya.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan pemberian reimbursement benar-benar sesuai dengan kemampuan operasional Major Equipment dan Self Sustainment satuan yang ada, termasuk Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-I/Unifil (Indobatt).




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Senin, 02 Maret 2015

Tiba di Sudan, Komandan Satgas KonGa XXXV-A Lapor ke Dansektor Barat

DARFUR, - Komandan Satuan Tugas TNI Kontingen Garuda (KonGa) XXXV-A misi United Nations Mission in Darfur (UNAMID), Letkol Inf Herry Subagyo melakukan kunjungan sekaligus melapor kepada Komandan Sektor (Dansektor) UNAMID, Brigjen Nikiema Blaise.
Sebagaimana dilansir dari laman TNI, pertemuan yang berlangsung di Markas Sektor Barat UNAMID, Elginena Darfur.

Dalam pertemuan tersebut Dansatgas KonGa XXXV-A / UNAMID memperkenalkan diri dan kesatuan yang telah tiba serta tidak lupa memperkenalkan budaya serta adat istiadat yang ada di tanah air.

Sementara itu, Brigjen Nikiema Blaise menyambut baik kedatangan Satgas Komposit TNI untuk bergabung dengan misi mereka serta mengapresiasikan kunjungan karena yang kehadiran TNI tersebut adalah pertama yang diterima mendaratkan pesawat UN di kawasan Elgenina Darfur-Sudan.

“Kami telah menunggu kedatangan Satuan Tugas Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda XXXV-A / UNAMID. Saya yakin dan berharap pasukan Indonesia dapat memberikan pertisipasi terbaiknya pada misi PBB di Darfur ini,”ucapnya.

Sebagai informasi, 800 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Komposit (Satgas Yon Komposit) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-A/Unamid (United Nations Mission In Darfur), beberapa waktu lalu telah tiba diBandara El Geneina Darfur-Sudan.

Satgas ini merupakan misi pertama Battalyon TNI untuk Darfur-Sudan, dan akan mengemban tugas selama satu tahun sebagai pasukan pemelihara perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Satgas Yon Komposit TNI Konga XXXV-A/Unamid yang berjumlah 800 Prajurit TNI tersebut, terdiri dari : 650 dari TNI AD, 100 dari TNI AL dan 50 dari TNI AU, akan melaksanakan mandat pemeliharaan perdamaian berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1769 tahun 2007.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 24 Februari 2015

PBB Rekomendasikan Penggunaan Drone

NEW YORK, - Alat teknologi kamera pengintai dengan menggunakan pesawat nirawak atau yang dikenal dengan Drone sudah bisa digunakan dalam kegiatan pemerintahan atau operasional.

Adalah Perserikatan Bangsa-Bangsa yang merekomendasikan penggunaan drone pengintai dalam operasi militer dan misi perdamaian PBB.

Sebagaimana dilansir dari media setempat, Jane Holl Lute mengatakan pihaknya membuat rekomendasi yang sangat kuat bahwa drone atau kapasitas untuk visualisasi udara harus dimiliki setiap misi dengan sangat sedikit pengecualian.

Istimewa
“Kami membuat rekomendasi yang sangat kuat bahwa drone atau kapasitas untuk visualisasi udara adalah yang harus dimiliki setiap misi dengan sangat sedikit pengecualian,”ucapnya.

Lute juga mengatakan laporan panel yang dipersiapkan untuk Departemen Penjaga Perdamaian PBB  (UNPK) dan dukungan lapangan dibahas dengan negara-negara pasukan PBB dan mereka bereaksi positif atas laporan tersebut.

“PBB membutuhkan informasi untuk beroperasi dengan aman dan dengan integritas dan efek. Anda ingin informasi dasar ketika anda pergi keluar untuk menyetir, apakah itu membuat anda menjadi entitas intelijen ? tidak, anda hanya ingin tahu lingkungan ke mana anda akan menuju,”ucapnya.

Sebagai informasi, PBB sudah mulai menggunakan drone pengintai ketika berada di kawasan Republik Demokratik Kongo pada Desember 2013 untuk melakcak kelompok bersenjata pada wilayah pada Kongo Timur.

Bahkan drone ini juga akan digunakan PBB dalam misi penjaga perdamaian pada kawasan Mali di Afrika.


Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Kamis, 19 Februari 2015

Konflik Ukraina, PBB Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian

KYIV, - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan mengirimkan penjaga perdamaian di kawasan Ukraina tersebut.

Kebijakan PBB untuk menurunkan pasukan baret biru ini setelah adanya permintaan dari Presiden Ukraina Petro Poroshenko untuk hadirnya misi ini selain untuk memaksakan gencatan senjata.

Ilustrasi - Istimewa
Kepastian ini disampaikan Dewan Sekretaris Olexander Turchynov kepada sejumlah jurnalis setelah melakukan diskusi dan keputusan diambil bahwa PBB dan Uni Eropa peduli untuk mejaga kedamaian di negeri ini.

“Masalah ini telah didiskusikan dan keputusan telah diambil untuk menunjukkan bahwa PBB dan Uni Eropa peduli untuk menjaga kedamaian dan operasi keamanan Ukraina,”ucapnya.

Sebagai informasi, gencatan senjata antara Ukraina dan separatis Pro Rusia sudah dimulai pada 15 Februari 2015 lalu namun gesekan itu masih terjadi.

Menurut Poroshenko, 2,500 tentara telah mundur dari Debaltseve sebagai bukti pemerintah menghormati keputusan yang dikeluarkan dalam kesepakatan di Mink, Belarus yang disaksikan oleh Presiden Perancis dan Kanselir Jerman.

Walau tentara pemerintahan sudah ditarik, masalah timbul ketika staf dari Dewan Keamanan Uni Eropa dilarang masuk kawasan tersebut untuk memantau aktivitas gencatan senjata


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Rabu, 18 Februari 2015

Panglima TNI Lepas 800 Prajurit Konga Menuju Darfur

JAKARTA, - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Moeldoko memberangkatkan sekitar 800 prajurit TNI Kontingen Garuda (Konga) ke kawasan Darfur, Sudan dalam rangka misi perdamaian PBB.

Acara pelepasan ini sendiri berlangsung di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur yang dihadiri Kepala Staf tiga Angkatan di TNI, Udara, Darat dan Laut.

Istimewa
800 prajurit TNI ini terdiri dari 100 personel Angkatan Laut, 50 (AU) dan 650 (AD) ini dipimpin oleh Letkol Inf M. Herry Subagyo sebagai Komandan Satgas dengan durasi penempatan tugas satu tahun.

Para personel ini akan bergabung dengan korps baret biru PBB dengan tugas pokok melaksanakan patroli untuk mengamankan aset PBB, perlindungan terhadap objek tertentu termasuk warga sipil dan personel PBB.

Selain juga dalam misi memiliki tanggung jalan dalam melaksanakan kegiatan kemanusiaan termasuk diantaranya pengawalan konvoi bantuan kemanusiaan dan Disarmament Demobilization and Reintegration).

Yang dilakukan TNI dalam mengirimkan misi perdamaian PBB tidak lepas dari amanat dan cita-cita negeri ini yang termuat dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Sabtu, 14 Februari 2015

PBB Tarik Bantuan Militer

KINSHASA, - Pemrintahan Kongo terancam tidak mendapatkan bantuan militer dari Perserikatan Bangsa-Bangsa jika tidak juga memecat dua jenderal mereka dalam tenggat waktu dua minggu.

Sebagaimana dilansir dari laman VOAIndonesia, ancaman ini terlontar dari seorang pejabat PBB yang memberi tahu pihaknya akan mengakhiri bantuan militer untuk negara tersebut jika memecat dua jenderal tersebut.
Ilustrasi - Istimewa

Jenderal yang dimaksud PBB adalah Bruno Mundevi dan Fall Sikabwe karena mereka mendapatkan tuduhan melanggar HAM.

PBB pun telah mengirimkan surat kepada pihak berwenang DRC soal penghentian bantuan militer kepada negara tersebut.

Sebagai informasi, PBB menginginkan sebuah operasi militer gabungan dengan angkatan bersenjata DRC untuk menangkap pemberontak namun Presiden DRC, Joseph Kabila mengatakan pihaknya akan memimpin kampanye dengan di dukung pasukan pemeliharaan perdamaian.

Namun saat ini tidak jelas apakah kampanye tersebut sudah dimulai atau tidak




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

HRW : Tentara Sudan Perkosa 200 Wanita

KHARTOUM, - Sebuah temuan terungkap dimana tentara Sudan memperkosa setidaknya 221 wanita dan anak perempuan pada kawasan Darfur, Sudan pada akhir 2014 lalu.

Temuan ini diungkapkan kelompok pemerhati HAM, Human Right Watch (HRW) yang berbasis di New York, AS mengatakan tindakan keji tersebut dilakukan dalam sebuah serangan yang berlangsung selama tiga hari.

                                          hrw.org

Menurut HRW, laporan itu berdasarkan kesaksian dari 15 orang yang selamat, seorang  saksi perempuan dan 23 sumber kredibel yang mengatakan bahwa pemerkosaan massal dilakukan antara tanggal 30 Oktober dan 1 November di Kota Tabit.

Sejauh ini pihak HRW terus mengumpulkan nama korban dan lainnya terkait dengan peristiwa keji ini di Darfur karena ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Pemerkosaan massal terhadap wanita dan anak perempuan di Tabit ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan,”demikian pernyataan HRW.

Namun apa yang diungkapkan HRW dibantah oleh militer Sudan melalui Jurubicara mereka, Alswarmi Khalid menolak tuduhan tersebut dan menduga temuan itu merupakan upaya untuk menekan Sudan untuk tetap mempertahankan perdamaian pasukan PBB-Uni Afrika yang dikenal dengan nama UNAMID di kawasan Darfur.

“Semua tuduhan tentang daerah Tabit terjadi ketika pemerintah Sudan agar pasukan UNAMID meninggalkan Sudan. Beberapa lembaga menggunakan tuduhan palsu untuk menekan Sudan agar UNAMID tetap (berada) di Darfur,”ucapnya.

Sementara menurut keterangan dari PBB mengatakan penyidik dari pasukan perdamaian di Darfur mengunjungi Tabit pada bulan November lalu di bawah pengawasan militer dan polisi yang ketat namun pihaknya tidak dapat memasuki wilayah Khartoum.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Kamis, 08 Januari 2015

Tentara Kongo Siap Bantu Misi PBB di Negaranya

KINSHASA, - Para militer Republik Demokrasi Kongo siap membantu pasukan penjaga perdamaian PBB dalam melawan para pemberontak Rwanda di kawasan bagian timur negara tersebut.

Kesiapan bantuan ini disampaikan Presiden Republik Demokrasi Kongo, Joseph Kabila dalam pembicaraan telepon antara pihaknya dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.


Terkait dengan pembicaraan ini, Jurubicara PBB mengatakan Sekjen menekankan para pemimpin pemberontak suku Hutu Rwanda telah gagal menepati janji untuk melucuti senjata sebelum 2 Januari lalu.

PBB juga sebelumnya telah menyebutkan perlunya bantuan aktif bagi pasukan Kongo dalam menghalau kelompok pemberontak yang kuat bertempur atau dikenal dengan Pasukan Demokrasi untuk Pembebasan Rwanda dari timur yang kaya bahan tambang.

Seorang petinggi PBB bahwa misi PBB yang tergabung dalam United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO) ini akan segera menandatangani kesepakatan bersama dengan pemerintah Kabila.



Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz