Tampilkan postingan dengan label Pasukan Garuda Militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pasukan Garuda Militer. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 April 2015

Panglima TNI Tinjau Pasukan Garuda di Lebanon

BEIRUT, - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko meninjau Pasukan Garuda yang sedang melaksanakan misi perdamaian di Lebanon.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi TNI, kunjungan ini dalam rangka melihat dan mengetahui secara dekat pelaksanaan tugas Prajurit TNI yang tengah melaksanakan tugas sebagai Peacekeepers dalam misi PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) di Lebanon.

Dalam kunjungannya di Lebanon, Panglima TNI didampingi antara lain oleh Asintel Panglima TNI Laksda TNI Amri Husaini, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Indra Hidayat R., Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya, dan Asops Kasad Mayjen TNI Johny L. Tobing.

Setibanya di Naqoura, Panglima TNI beserta rombongan diterima oleh Komandan Kontingen Garuda Kolonel Inf Danni Koswara didampingi Komandan Satgas Indo FPC (Force Protection Company) Konga  XXVI-G2/Unifil Letkol Inf Muhammad Sjahroni, dan langsung menuju UNIFIL HQ (United Nations Interim Force In Lebanon - Headquarter).

Kedatangan Panglima TNI beserta rombongan di Unifil HQ disambut oleh Force Commander Unifil Mayjen Luciano Portolano, dan menerima Jajar Kehormatan dari Pasukan Unifil. 

Pertemuan antara Jenderal TNI Dr. Moeldoko dengan Mayjen Luciano Portolano berlangsung dengan penuh keakraban, diakhiri tukar menukar cinderamata.

Selanjutnya, Panglima TNI beserta rombongan menuju menuju Sudirman Camp, Naqoura-Lebanon untuk bertatap muka dengan  Pasukan Garuda yang bertugas di Unifil HQ.

Dalam pengarahannya, Jenderal TNI Dr. Moeldoko mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kinerja para Prajurit TNI selama melaksanakan tugas yang mendapat apresiasi oleh Force Commander Unifil.

Panglima TNI juga berpesan kepada Pasukan Garuda yang bertugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon agar tetap memelihara dan meningkatkan disiplin, loyalitas, semangat, kerja sama dalam pelaksanaan tugas serta jaga nama baik Indonesia.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Panglima TNI Kunjungi Prajurit Indobatt di Lebanon Selatan

BEIRUT, - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldokomengunjungi Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Indonesian Battalion (Satgas Indobatt) Kontingen Garuda XXIII-I/Unifil (United Nations Interim Force in Lebanon) di bawah pimpinan Letkol Inf Andreas Nanang Dwi P., S.IP selaku Komandan Satgas (Dansatgas), bertempat di UN Posn 7-1 Adchid Al Qusayr, Lebanon Selatan, Jumat (10/4) waktu setempat.

Sebagaimana dilansir laman resmi TNI, kunjungan Panglima TNI ke SatgasIndobatt merupakan rangkaian kegiatan kunjungannya di Lebanon, dengan maksudingin melihat dan mengetahui secara dekat pelaksanaan tugas Prajurit TNI yang tengah melaksanakan tugas sebagai Peacekeepersdalam misi PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) di Lebanon.

Kedatangan Panglima TNI yang didampingi oleh Asops Panglima TNI Mayjen TNI Indra Hidayat R., Asintel Panglima TNI Laksda TNI Amri Husaini, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya, Asops Kasad Mayjen TNI Johny L. Tobing, Komandan Kontingen Garuda Kolonel Inf Danni Koswara, beserta rombongan lainnya disambut oleh Dansatgas Indobatt Konga XXIII-I/Unifil Letkol Inf Andreas Nanang Dwi P, S.IP, didampingi Wadansatgas Mayor Inf Eko Handono beserta para Prajurit TNI Satgas Indobatt.

Turut serta dalam penyambutan Panglima TNI di Markas Indobatt, UN Posn 7-1 Adchid Al Qusayr, Lebanon Selatan,yaitu Komandan Sektor Timur Brigjen Olmos Ruiz dan Wakil Komandan Sektor Timur Kolonel Kav Yatanabey.

Selain itu, kibaran bendera Merah Putih dan bendera Lebanon dari penduduk setempat dan anak-anak yang berada di sekitar Area Operasi Indobatt turut pula menyambut kedatangan Panglima TNI beserta rombongan.

Dalam sambutannya pada acara tatap muka dengan Prajurit TNI Satgas Indobatt,Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko menyampaikan terima kasih atas sambutan yang telah diberikan, dan merasa terkesan dengan kehadiran para tokoh masyarakat Lebanon Selatan yang turut menyambut kedatangannya.

“Saya terkesan dengan kedatangan para tokoh masyarakat maupun agama yang turut menyambut kedatangan saya beserta rombongan, saya harapkan hubungan baikdan kerja sama dengan masyarakat Lebanon Selatan yang telah terjalin agar terus di pelihara dengan baik, saya ucapkan terimakasih kepada seluruh prajurit,” ujar Jenderal TNI Moeldoko.

Panglima TNI juga berpesan, agar Prajurit TNI selalu menjaga nama baik Bangsa Indonesia dan soliditas para Prajurit TNI khususnya Kontingen Garuda yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian dimanapun senantiasa dipelihara.

“Dengan soliditas personel dan satuan yang baik, tugas-tugas mulia yang diemban para Prajurit TNI selama di daerah operasi niscaya akan dapat dilaksanakan dengan baik pula”, ungkapnya.

Sebelum meninggalkan Markas Indonesian Battalion Kontingen Garuda XXIII-I/Unifil,  Panglima TNI berkesempatan meninjau gelar perlengkapan militer dan berfoto bersama seluruh para Prajurit TNI yang sedang melaksanakan tugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Senin, 06 April 2015

Jenderal Tanzania Tinjau Kontingen Garuda Darfur

DARFUR, - Setelah pekan sebelumnya Garuda Camp menerima kedatangan Komandan Sektor Barat Unamid Brigjen Nikiema Blaise, kali ini Garuda Camp yang menjadi  Markas Satgas Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-A/Unamid (United Nations Mission In Darfur) di El Geneina, Darfur-Sudan, mendapat kehormatan ditinjau langsung oleh Force Commander Unamid Letnan Jenderal Paul Ignace Mella yang berasal dari negara Tanzania, di Camp Indonesian Batalyon (Indobatt), Supercamp Unamid, Darfur Barat, Minggu (5/4) waktu setempat

Sebagaimana dilansir dari laman TNI menjelaskan kedatangan Jenderal Tanzania Paul Ignace Mella bersama para Pejabat Tinggi Komandan Sektor misi Unamid ke Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-A/Unamid disambut dengan jajar kehormatan oleh para prajurit TNI, dan diterima langsung oleh Komandan Satgas (Dansatgas) Letkol Inf M. Herry Subagyo, beserta para perwira Satgas.

Kunjungan Force Commander Unamid beserta rombongan ke Batalyon Komposit TNI dalam rangka melaksanakan kegiatan 27th Force Command Group Meeting Unamid yang diselenggarakan di Sektor Barat, dan Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-A/Unamid sebagai kontingen yang baru saja bergabung dengan United Nations Mission In Darfur, dipercaya untuk mendukung sebagai penyelenggara makan siang bersama padapelaksanaan kegiatan tersebut.

Pada kesempatan ini, Force Commander Unamid Letnan Jenderal Paul Ignace Mella mengatakan selamat datang dan selamat bergabung dengan United Nations Mission In Darfur, kepada para Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-A/Unamid di El Geneina.

"Kita semua sangat berharap, pasukan Indonesia dapat menjalankan misi perdamaian ini dengan baik. Saya selaku Force Commander Unamid sangat bangga bisa mengunjungi Pasukan Indonesia yang tergabung dalam Satgas Batalyon Komposit TNI, saya kagum dengan semangat dari pasukan Indonesia, saya percaya kalian siap melakukan yang terbaik untuk tugas ini," ucapnya

Kepada Force Commander Unamid, Dansatgas Indobatt Letkol Inf M. Herry Subagyo menyampaikan bahwa Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-A/Unamid berjumlah 800 personel, terdiri dari: 650 personel TNI AD, 100 personel TNI AL dan 50 personel TNI AU.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Pasukan Indonesia ditempatkan di dua UN Camp, yaitu Markas Batalyon beserta Kompi Bantuan dan 3 Kompi Senapan yang berada di Supercamp Secwest Unamid di El Geneina dan 1 Kompi Senapan Berdiri Sendiri berada di Masteri Camp dengan jarak lebih kurang 70 km dari Supercamp El Geneina.

Selain dipercaya untuk menggelar makan siang pada kegiatan 27th Force Command Group Meeting Unamid, Pasukan Indonesia juga dipercaya untuk ikut serta dalam operasi pengawalan, pengamanan route dan pengamanan objek vital selama berjalannya kegiatan yang dihadiri seluruh unsur pimpinan pada misi perdamaian di Darfur tersebut.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 24 Maret 2015

Wamenlu RI Dukung Peningkatan Kontribusi Indonesia pada Misi PBB

JAKARTA, - Pemerintah mendukung segala upaya untuk meningkatkan kontribusi Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Ri, A.M Fachir ketika menerima Mayjen Imam Edy Mulyono Force Commander pada misi PBB di Sahara Barat atau United Mission for the Referendum in Western Sahara (MINURSO).

“Sebagai salah satu negara penyumbang personel terbesar, Indonesia seharusnya dapat menempatkan lebih banyak personelnya pada posisi kepemimpinan (senior leadership) pada misi pemeliharaan perdamaian PBB”, ucapnya Wamenlu Fachir.

Mayjen Imam Edy Mulyono sendiri merupakan pejabat tinggi TNI ketiga dari Indonesia yang mendapatkan kepercayaan untuk menduduki jabatan strategis pada misi pemeliharaan perdamaian PBB setelah Mayjen Rais Abin sebagai FC UN Emergency Forces (UNEF) di Mesir dan Brigjen Susilo Bambang Yudhoyono sebagai  Chief Military Observer pada United Nations Transitional Authority in Eastern Slavonia, Baranja and Western Sirmium (UNTAES) di Kroasia.

Kunjungan dimaksud dilakukan oleh Mayjen Imam Edy Mulyono dalam rangka melakukan konsultasi dan meminta dukungan Kemlu RI terhadap pelaksanaan tugasnya sebagai FC MINURSO, sekaligus menyampaikan perkembangan situasi politik dan keamanan di Sahara Barat, serta berbagai tantangan yang dihadapi.

Terkait posisi Indonesia dalam penyelesaian isu Sahara Barat, Wamenlu RI tegaskan dukungan Indonesia bagi upaya-upaya mendorong para pihak yang bertikai untuk terus memajukan dialog untuk mencapai penyelesaian yang dapat diterima oleh seluruh pihak.

Wamenlu RI juga berpesan agar peacekeepers Indonesia senantiasa berpegang pada prinsip-prinsip dasar penggelaran misi pemeliharaan perdamaian, yaitu persetujuan para pihak yang bertikai, ketidakberpihakan, dan tanpa penggunaan kekuatan bersenjata kecuali untuk membela diri dan untuk mempertahankan mandat misi.

Kemlu RI akan terus mendukung upaya penguatan kontribusi Indonesia pada misi pemeliharaan perdamaian PBB, khususnya melalui pemenuhan Vision 4,000 Peacekeepers.

Untuk itu, Wamenlu RI juga menyambut baik potensi pengiriman (secondment) pakar sipil Indonesia pada misi-misi pemeliharaan perdamaian.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 03 Maret 2015

UNIFIL Periksa Kesiapan Operasional Batalyon Mekanis TNI

BEIRUT, - Misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menurunkan tim Contingent Owned Equipment (CEO) menggelar Operational Readliness Inspection (ORI) terhadap Satuan Tugas TNI yang berada di negeri tersebut.

Sebagaimana dilansir dari laman TNI, tim PBB tersebut melakukan pemeriksaan terhadap kesiapan operasional materiil dan perlengkapan Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-I/Unifil (Indobatt/Indonesian Battalion), di UN Posn 7-1, Adchit Al Qusayr Lebanon Selatan, Senin (2/3).

Tim COE Unifil yang berjumlah 15 orang dari kalangan sipil dan militer mempunyai latar belakang spesialisasi sesuai dengan bidang masing-masing dipimpin oleh Stanislav Tarasov, kedatangannya disambut langsung oleh Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf Andreas Nanang Dwi P. S.I.P didampingi Wadan Satgas Mayor Inf Eko Handono beserta para Perwira Staf di UN Posn 7-1.

Kegiatan yang dilakukan oleh Tim COE diawali dengan pemeriksaan di area UN Posn 7-1 meliputi Markas Batalyon, Kompi Delta dan Kompi Bantuan, dilanjutkan ke Kompi C UNP 9-2 yang berada di desa Az Ziqiyah.   

Selanjutnya, Tim COE melakukan pemeriksaan ke Kompi B yang berada UN Posn 7-2 di Marjayoun dan Kompi A yang berada di El Adaisse UN Posn 9-63 serta UN Posn 9-15 di Kafarkilla.                 
                          
Obyek pemeriksaan terdiri dari Major Equipment dan Self Sustainment.  Untuk Major Equipment meliputi kendaraan tempur, kendaraan pendukung, alat berat Zeni, senjata, generator, peralatan kesehatan serta peralatan anti huru-hara.

Sedangkan Self Sustainment, antara lain meliputi pelayanan catering, komunikasi, perlengkapan kantor, pelayanan listrik, pemeliharaan bangunan, pelayanan laundry dan kebersihan compound.

Pada akhir pemeriksaan dilaksanakan debriefing, dimana Ketua Tim ORI Mr. Stanislav Tarasov menyampaikan apresiasi atas peningkatan kesiapan / readiness Satgas saat ini, dan berpesan agar melakukan pemeliharaan dan perawatan juga perbaikan secara terus menerus.

Usai pelaksanaan Operational Readiness Inspection,  Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf Andreas Nanang Dwi P. S.I.P menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh personel Kontingen Garuda karena telah berbuat maksimal selama pelaksanaan ORI ini.

"Hasil dari seluruh rangkaian kegiatan pemeriksaan secara umum, Satgas Indobatt memenuhi Standar Internasional terhadap kesiapan operasional sebagai satuan tugas, Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota terutama Staf yang terlibat langsung dalam kegiatan ini," ujar Komandan Satgas Indobatt.

Sebagai informasi, UNIFIL sebagai perwakilan PBB di wilayah Lebanon menuntut seluruh satuan yang dikirimkan oleh negara-negara pengirim atau Troops Contributing Country (TCC) memiliki kesiapan operasional sesuai standar yang telah ditetapkan, baik kesiapan personel, materiil maupun perlengkapannya.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan pemberian reimbursement benar-benar sesuai dengan kemampuan operasional Major Equipment dan Self Sustainment satuan yang ada, termasuk Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-I/Unifil (Indobatt).




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Senin, 02 Maret 2015

Kontingen Garuda XXXV-A Tiba di Sudan

JAKARTA, - Sebanyak 800 prajurit gabungan TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalion Komposit TNI Kontingen Garuda XXXV-A dalam misi United Nation Mission in Darfur-UNAMID tiba di Bandara El Geneina Darfur-Sudan.

Sebagaimana informasi yang beredar, kehadiran para TNI ini untuk pertama kalinya di kawasan Darfur-Sudan dengan durasi satu tahun sebagai bagian misi dari PBB.

Setibarnya di kawasan Darfur, Komandan Satuan Tugas Batalion Komposit TNI KonGa XXXV-A/UNAMID, Letkol Infantri Herry Subagyo melakukan kunjungan kepada Komandan Sektor Barat UNAMID, Brigjen Nikierna Blaise di Markasnya.

Dalam kunjungan tersebut menurut perwira penerangan Lettu Khusus Eldira Respati, Komandan Subagyo memperkenalkan diri satuan tugas serta mandate yang dirinya emban. Selain itu juga memperkenalkan adat-istiadat serta budaya yang ada di Indonesia.

Dalam pertemuan ini, Brigjen Blaise juga menyambut baik kehadiran KonGa dimana satuan tugas militer gabungan PBB pertama yang mendarat di kawasan Darfur.

“Kami telah lama menunggu kedatangan Satuan Tugas Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda XXXV-A/UNAMID. Saya yakin dan berharap pasukan Indonesia dapat memberikan partisipasi terbaiknya pada misi PBB di Darfur ini,”ucapnya.

Sebagai informasi, Kontingen Garuda XXXV-A/UNAMID terdiri dari 800 personel prajurit TNI yang terdiri dari 650 personel TNI AD, TNI AL (100), TNI AU (50) akan melakukan misi perdamaian berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1769 / 2007.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Tiba di Sudan, Komandan Satgas KonGa XXXV-A Lapor ke Dansektor Barat

DARFUR, - Komandan Satuan Tugas TNI Kontingen Garuda (KonGa) XXXV-A misi United Nations Mission in Darfur (UNAMID), Letkol Inf Herry Subagyo melakukan kunjungan sekaligus melapor kepada Komandan Sektor (Dansektor) UNAMID, Brigjen Nikiema Blaise.
Sebagaimana dilansir dari laman TNI, pertemuan yang berlangsung di Markas Sektor Barat UNAMID, Elginena Darfur.

Dalam pertemuan tersebut Dansatgas KonGa XXXV-A / UNAMID memperkenalkan diri dan kesatuan yang telah tiba serta tidak lupa memperkenalkan budaya serta adat istiadat yang ada di tanah air.

Sementara itu, Brigjen Nikiema Blaise menyambut baik kedatangan Satgas Komposit TNI untuk bergabung dengan misi mereka serta mengapresiasikan kunjungan karena yang kehadiran TNI tersebut adalah pertama yang diterima mendaratkan pesawat UN di kawasan Elgenina Darfur-Sudan.

“Kami telah menunggu kedatangan Satuan Tugas Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda XXXV-A / UNAMID. Saya yakin dan berharap pasukan Indonesia dapat memberikan pertisipasi terbaiknya pada misi PBB di Darfur ini,”ucapnya.

Sebagai informasi, 800 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Komposit (Satgas Yon Komposit) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-A/Unamid (United Nations Mission In Darfur), beberapa waktu lalu telah tiba diBandara El Geneina Darfur-Sudan.

Satgas ini merupakan misi pertama Battalyon TNI untuk Darfur-Sudan, dan akan mengemban tugas selama satu tahun sebagai pasukan pemelihara perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Satgas Yon Komposit TNI Konga XXXV-A/Unamid yang berjumlah 800 Prajurit TNI tersebut, terdiri dari : 650 dari TNI AD, 100 dari TNI AL dan 50 dari TNI AU, akan melaksanakan mandat pemeliharaan perdamaian berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1769 tahun 2007.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Rabu, 18 Februari 2015

Panglima TNI Lepas 800 Prajurit Konga Menuju Darfur

JAKARTA, - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Moeldoko memberangkatkan sekitar 800 prajurit TNI Kontingen Garuda (Konga) ke kawasan Darfur, Sudan dalam rangka misi perdamaian PBB.

Acara pelepasan ini sendiri berlangsung di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur yang dihadiri Kepala Staf tiga Angkatan di TNI, Udara, Darat dan Laut.

Istimewa
800 prajurit TNI ini terdiri dari 100 personel Angkatan Laut, 50 (AU) dan 650 (AD) ini dipimpin oleh Letkol Inf M. Herry Subagyo sebagai Komandan Satgas dengan durasi penempatan tugas satu tahun.

Para personel ini akan bergabung dengan korps baret biru PBB dengan tugas pokok melaksanakan patroli untuk mengamankan aset PBB, perlindungan terhadap objek tertentu termasuk warga sipil dan personel PBB.

Selain juga dalam misi memiliki tanggung jalan dalam melaksanakan kegiatan kemanusiaan termasuk diantaranya pengawalan konvoi bantuan kemanusiaan dan Disarmament Demobilization and Reintegration).

Yang dilakukan TNI dalam mengirimkan misi perdamaian PBB tidak lepas dari amanat dan cita-cita negeri ini yang termuat dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 13 Januari 2015

33 Prajurit TNI Tiba di Afrika Tengah

BANGUI, - Sebanyak 33 prajurit TNI yang merupakan pasukan tambahan bagi Satuan Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXVII-A/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) yang telah bertugas sejak Mei 2014 tahun lalu untuk menjalankan Misi Perdamaian, telah tiba di negara Central African Republic (CAR), kemarin.

Sebagaimana dilansir dari laman TNI, Ke-33 prajurit TNI tersebut akan bergabung dengan 167 personel yang sudah terlebih dahulu menjalankan tugas negara dibawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Misi Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) adalah untuk memulihkan dan menciptakan perdamaian di negara yang berada di jantung Benua Afrika.

Saat ini proses perdamaian masih pada tahap Peace Building dan situasi keamanan masih berada pada level Chapter 7  dengan kondisi keamanan yang belum sepenuhnya stabil serta tidak dapat diprediksi perkembangannya, untuk itu diperlukan penambahan pasukan yang khusus melakukan pengamanan bagi Satgas Kizi baik saat berada di camp,  melakukan mobilitas maupun kegiatan di lapangan sesuai tanggung jawab Satgas sebagai pasukan Zeni yang memberikan dukungan bagi misi Minusca.

Menurut Dansatgas Kizi TNI Konga XXXVII-A/Minusca Letkol Czi Alfius Navirinda K. saat menyambut kedatangan ke-33 personel TNI, kekuatan pasukan tambahan disiapkan sebagai pengaman bagi personel yang melakukan tugas sebagai pasukan perdamaian yang melakukan pekerjaan sesuai AoR (Area of Responsibility) Kontingen Indonesia, dimana saat ini Kontingen Indonesia sedang melakukan beberapa pekerjaan di Ibu Kota CAR, Bangui serta di Region Bouar yang berjarak 567 Km dari Bangui.

"Unsur pasukan yang memperkuat pengamanan terdiri dari Kavaleri serta Tim Penjinak Bahan Peledak yang disertai dengan perlengkapannya, serta diperkuat dengan 4 buah Panser jenis Anoa dan peralatan penjinak bom yang akan didatangkan dalam waktu dekat,”ucapnya.

Letkol Alfius sendiri lebih lanjut dikatakan, keberadaan personel pengaman hanya sebagai antisipasi dalam menghadapi hal-hal yang tidak diharapkan yang bisa terjadi tanpa disangka-sangka terkait keamanan personel dan materiil.

"Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, Kontingen Indonesia tetap mengedepankan ciri khas Pasukan Perdamaian Indonesia yang tampil elegan, ramah serta menunjukkan sikap bersahabat, baik kepada sesama kontingen UN juga kepada masyarakat sipil,”ucapnya.

Para Prajurit sampai saat ini masih dapat merebut dan memenangkan simpati dari penduduk setempat dimana pasukan berada dengan senyum, sapa dan upaya menghormati kearifan lokal tanpa mengesampingkan kewaspadaan dan disiplin yang tinggi dalam menghadapi situasi yang berkembang.

Hal ini juga merupakan manifestasi dari petunjuk dan arahan dari pimpinan saat Satgas akan diberangkatkan untuk melakukan tugas. 



Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Rabu, 24 Desember 2014

Pasukan Garuda Lakukan Rehabilitasi Sekolah

DUNGU, - Pasukan Tentara Nasional Indonesia yang bergabung dalam misi PBB di Republik Demokratik Congo melakukan kegiatan rehabilitasi sekolah.

Sebagaimana informasi yang diterima melalui email, program yang diberi tajuk  Quick Impact Project merupakan bagian dari kerja CIMIC, yang mana kegiatan ini di targetkan harus selesai selama satgas ini berada di daerah misi.

Dan pada tahun  ini Garuda XX-K menerima pekerjaan untuk membangun dan merehabilitasi gedung sekolahan.

Gedung sekolah ini sudah tidak layak pakai lagi dikarenakan atapnya yang sudah jebol dan dinding-doindingnya yang sudah bolong, sehingga para murid dan masyarakat sekitar terhambat dalam menerima ilmu di sekolah, merka membuat ruang belajar darurat di luar sekolah dengan beratapkan dahan-dahan pohon dan dedauan.




Pengerjaan pembangunan dan rehabilitasi sekolah memakan waktu lebih kurang 3 bulan lamanya, pembangunan ini sedikit terhambat karena material dan yang dibutuhkan susah di dapatkan di tempat misi, sehingga harus menunggu kiriman dari luar kota.

Dan akhirnya sekolah pun selesai dibangun dan direhabilitasi, mereka bisa kembali bersekolah seperti sediakala menerima ilmu kembali belajar dengan tenang nyaman, tidak terkena hujan dan panas teriknya matahari.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz