BANGUI,
- Sebanyak 33 prajurit TNI yang merupakan pasukan tambahan bagi Satuan Kompi
Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXVII-A/Minusca
(Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African
Republic) yang telah bertugas sejak Mei 2014 tahun lalu untuk menjalankan Misi
Perdamaian, telah tiba di negara Central African Republic (CAR), kemarin.
Sebagaimana
dilansir dari laman TNI, Ke-33 prajurit TNI tersebut akan bergabung dengan 167
personel yang sudah terlebih dahulu menjalankan tugas negara dibawah bendera
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Misi
Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African
Republic) adalah untuk memulihkan dan menciptakan perdamaian di negara yang
berada di jantung Benua Afrika.
Saat
ini proses perdamaian masih pada tahap Peace Building dan situasi keamanan
masih berada pada level Chapter 7 dengan
kondisi keamanan yang belum sepenuhnya stabil serta tidak dapat diprediksi
perkembangannya, untuk itu diperlukan penambahan pasukan yang khusus melakukan
pengamanan bagi Satgas Kizi baik saat berada di camp, melakukan mobilitas maupun kegiatan di
lapangan sesuai tanggung jawab Satgas sebagai pasukan Zeni yang memberikan
dukungan bagi misi Minusca.
Menurut
Dansatgas Kizi TNI Konga XXXVII-A/Minusca Letkol Czi Alfius Navirinda K. saat
menyambut kedatangan ke-33 personel TNI, kekuatan pasukan tambahan disiapkan
sebagai pengaman bagi personel yang melakukan tugas sebagai pasukan perdamaian
yang melakukan pekerjaan sesuai AoR (Area of Responsibility) Kontingen
Indonesia, dimana saat ini Kontingen Indonesia sedang melakukan beberapa
pekerjaan di Ibu Kota CAR, Bangui serta di Region Bouar yang berjarak 567 Km
dari Bangui.
"Unsur
pasukan yang memperkuat pengamanan terdiri dari Kavaleri serta Tim Penjinak
Bahan Peledak yang disertai dengan perlengkapannya, serta diperkuat dengan 4
buah Panser jenis Anoa dan peralatan penjinak bom yang akan didatangkan dalam
waktu dekat,”ucapnya.
Letkol
Alfius sendiri lebih lanjut dikatakan, keberadaan personel pengaman hanya
sebagai antisipasi dalam menghadapi hal-hal yang tidak diharapkan yang bisa
terjadi tanpa disangka-sangka terkait keamanan personel dan materiil.
"Dalam
pelaksanaan tugas sehari-hari, Kontingen Indonesia tetap mengedepankan ciri
khas Pasukan Perdamaian Indonesia yang tampil elegan, ramah serta menunjukkan
sikap bersahabat, baik kepada sesama kontingen UN juga kepada masyarakat sipil,”ucapnya.
Para
Prajurit sampai saat ini masih dapat merebut dan memenangkan simpati dari
penduduk setempat dimana pasukan berada dengan senyum, sapa dan upaya
menghormati kearifan lokal tanpa mengesampingkan kewaspadaan dan disiplin yang
tinggi dalam menghadapi situasi yang berkembang.
Hal
ini juga merupakan manifestasi dari petunjuk dan arahan dari pimpinan saat
Satgas akan diberangkatkan untuk melakukan tugas.
Kontak
Blog > ervanca@Gmail.com
Twitter.com/Lorcasz