JEDDAH, Ratusan jamaah umrah asal Indonesia sempat
terkatung-katung di Kota Suci Madinah sejak tanggal 3 Januari 2015 sebelum
akhirnya dapat dipulangkan ke Tanah Air.
Sebagaimana
diinformasikan Pelaksana Fungsi Pensosbud – KJRI Jeddah, Syarif Shahabudin
melalui email mengatakan mereka diberangkatkan ke Arab Saudi dengan
menggunakan Maskapai United Airways
milik Bangladesh.
“Mereka
tidak bisa kembali ke Indonesia sesuai
dengan jadwal yang ditetapkan sebelumnya oleh pihak travel karena kendala
ketersediaan penerbangan oleh Maskapai United Airways,”ucapnya
Selain
Indonesia, dalam rombongan tersebut terdapat pula jamaah umrah asal Malaysia,
sehingga total jamaah umrah yang terlantar sebanyak 659 orang yang terbagi
dalam 8 Travel umrah dengan rincian Al Aqsa (4 kelompok) yang terdiri dari kelompok 1 (43 orang),
kelompok 2 (27 orang), kelompok 3 (118 orang) dan kelompok 4 (175 orang)
Kemudian
Al Uslub berjumlah 31 orang, Muaz Barakah Safari (22), PT Misal TV (77, namun 9
orang telah pulang mandiri), PT Madinah Mulya (39), PT e-consultant (45), Mulia
Wisata Abadi (41) dan Pakem (41)
Dengan
kejadian ini Tim Perlindungan KJRI
Jeddah langsung melakukan upaya-upaya penanganan diantaranya dengan berusaha
menghubungi pihak-pihak terkait antara lain operator umroh/ Muassasah hamla
Dallah, wakil dari jamaah, penanggungjawab travel umroh, maskapai United
Airways di Dhaka, Bangladesh, Sales Agent UA di Malaysia dan pihak lainnya.
Dari
upaya-upaya tersebut akhirnya disepakati Muassasah Dallah menanggung biaya
hotel selama jamaah belum dapat pulang ke tanah air, sedangkan penanggungjawab
travel umroh menyediakan konsumsi bagi jamaah.
Tim
KJRI Jeddah sendiri terus mendorong
Pihak United Airways untuk dapat segera memulangkan jamaah, diantaranya dengan
melakukan koordinasi dengan Kementerian Haji Arab Saudi cabang Madinah
.
Dengan
segala cara dari KJRI akhirnya Maskapai United Airways bersedia mengirimkan
pesawat khusus guna mengangkut jamaah umrah yang terlantar dimaksud.
Namun
demikian, karena keterbatasan jumlah seat pesawat yang hanya 250 seat dan juga
dibagi dengan jamaah umrah asal Malaysia, maka jumlah WNI jamaah yang terangkut
pada gelombang pertama pemulangan berjumlah 191 orang yaitu Jamaah Al Aqso (70
orang, Madinah Mulya (39 orang), Mulia Wisata Abadi (41 orang) dan Pakem (41
orang).
Rombongan
telah terbang tanggal 10 Januari 2015 dari Madinah dengan pesawat United
Airways 4H 595 A (HK) via Dhaka untuk tujuan Malaysia dengan ETD Pkl. 23.00
waktu KSA dan ketibaan di KL tanggal 11 Jan 2015 dengan ETA Pkl. 15.00 Waktu
Malaysia.
Dalam
hal ini KJRI juga mengingatkan kepada para calon jamaah umrah agar dalam merencanakan perjalanan Ibadahnya
dengan memperhatikan beberapa hal, sehingga kasus yang sama tidak menimpa bagi
jamaah Indonesia.
Diantaranya
agar tidak tergoda dengan paket perjalanan umrah dengan biaya yang terlalu
murah dan agar memastikan bahwa calon agen travel perjalanan umrah yang akan
diikutinya telah berizin resmi untuk keberangkatan umrah.
Kontak
Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/Lorcasz