Senin, 12 Januari 2015

Jemaah Umrah Indonesia yang Terlantar Akhirnya Dipulangkan

JEDDAH,  Ratusan jamaah umrah asal Indonesia sempat terkatung-katung di Kota Suci Madinah sejak tanggal 3 Januari 2015 sebelum akhirnya dapat dipulangkan ke Tanah Air.

Sebagaimana diinformasikan Pelaksana Fungsi Pensosbud – KJRI Jeddah, Syarif Shahabudin melalui email mengatakan mereka diberangkatkan ke Arab Saudi dengan menggunakan  Maskapai United Airways milik Bangladesh.

“Mereka tidak bisa kembali ke Indonesia  sesuai dengan jadwal yang ditetapkan sebelumnya oleh pihak travel karena kendala ketersediaan penerbangan oleh Maskapai United Airways,”ucapnya

Selain Indonesia, dalam rombongan tersebut terdapat pula jamaah umrah asal Malaysia, sehingga total jamaah umrah yang terlantar sebanyak 659 orang yang terbagi dalam 8 Travel umrah dengan rincian Al Aqsa (4 kelompok)  yang terdiri dari kelompok 1 (43 orang), kelompok 2 (27 orang), kelompok 3 (118 orang) dan kelompok 4 (175 orang)

Kemudian Al Uslub berjumlah 31 orang, Muaz Barakah Safari (22), PT Misal TV (77, namun 9 orang telah pulang mandiri), PT Madinah Mulya (39), PT e-consultant (45), Mulia Wisata Abadi (41) dan Pakem (41)

Dengan kejadian ini  Tim Perlindungan KJRI Jeddah langsung melakukan upaya-upaya penanganan diantaranya dengan berusaha menghubungi pihak-pihak terkait antara lain operator umroh/ Muassasah hamla Dallah, wakil dari jamaah, penanggungjawab travel umroh, maskapai United Airways di Dhaka, Bangladesh, Sales Agent UA di Malaysia dan pihak lainnya.

Dari upaya-upaya tersebut akhirnya disepakati Muassasah Dallah menanggung biaya hotel selama jamaah belum dapat pulang ke tanah air, sedangkan penanggungjawab travel umroh menyediakan konsumsi bagi jamaah.

Tim KJRI Jeddah sendiri  terus mendorong Pihak United Airways untuk dapat segera memulangkan jamaah, diantaranya dengan melakukan koordinasi dengan Kementerian Haji Arab Saudi cabang Madinah
.
Dengan segala cara dari KJRI akhirnya Maskapai United Airways bersedia mengirimkan pesawat khusus guna mengangkut jamaah umrah yang terlantar dimaksud.

Namun demikian, karena keterbatasan jumlah seat pesawat yang hanya 250 seat dan juga dibagi dengan jamaah umrah asal Malaysia, maka jumlah WNI jamaah yang terangkut pada gelombang pertama pemulangan berjumlah 191 orang yaitu Jamaah Al Aqso (70 orang, Madinah Mulya (39 orang), Mulia Wisata Abadi (41 orang) dan Pakem (41 orang).

Rombongan telah terbang tanggal 10 Januari 2015 dari Madinah dengan pesawat United Airways 4H 595 A (HK) via Dhaka untuk tujuan Malaysia dengan ETD Pkl. 23.00 waktu KSA dan ketibaan di KL tanggal 11 Jan 2015 dengan ETA Pkl. 15.00 Waktu Malaysia.

Dalam hal ini KJRI juga mengingatkan kepada para calon jamaah umrah agar  dalam merencanakan perjalanan Ibadahnya dengan memperhatikan beberapa hal, sehingga kasus yang sama tidak menimpa bagi jamaah Indonesia.

Diantaranya agar tidak tergoda dengan paket perjalanan umrah dengan biaya yang terlalu murah dan agar memastikan bahwa calon agen travel perjalanan umrah yang akan diikutinya telah berizin resmi untuk keberangkatan umrah.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz