Tampilkan postingan dengan label ASEAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASEAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Mei 2015

UE-ASEAN Luncurkan Program Harmonisasi Perguruan Tinggi

JAKARTA, - Uni Eropa (UE) dan ASEAN meluncurkan bantuan teknis pertama yang akan mendukung perguruan tinggi di ASEAN.

Program yang  disebut “Dukungan Uni Eropa untuk Perguruan Tinggi di Wilayah ASEAN”/ "The European Union Support to Higher Education in the ASEAN Region (SHARE)".

Sebagaimana diinformasikan Sarah Fitrisia Panjaitan mewakili Uni Eropa melalui email menjelaskan bahwa perjanjian dana hibah senilai 10 juta euro ini telah ditandatangani antara UE dan sebuah konsorsium yang dipimpin oleh British Council dan beranggotakan lima mitranya. Program ini akan berlangsung selama empat tahun sampai dengan Januari 2019.

Dok EU-Edelman Indonesia
“Tujuan utama program ini adalah untuk berbagi pengalaman dari pihak Eropa kepada ASEAN untuk meningkatkan standar dan kualitas Institusi Perguruan Tinggi di wilayah ASEAN berdasarkan pengalaman dari Proses Bologna dan pembentukkan Kawasan Perguruan Tinggi di Eropa/ European Higher Education Area (EHEA)," kata Kuasa Usaha Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN, Bapak Colin Crooks.

KUAI Colin Crooks juga menambahkan bahwa program ini akan memberikan kontribusi pada harmonisasi standar perguruan tinggi di ASEAN terutama mendukung pengakuan satuan kredit bersama dan untuk mendorong pertukaran pelajar.

“Program ini akan memberikan kontribusi pada harmonisasi standar perguruan tinggi di ASEAN, mendukung pengakuan satuankredit bersama dan untuk mendorong pertukaran pelajar Program ini akan mendukung pengembangan Kerangka Kualifikasi dan Penjaminan Mutu ASEAN/ ASEAN Qualification Framework and Quality Assurance, menguatkan Sistem Transfer Kredit ASEAN/ ASEAN Credit Transfer System (ACTS) dan Sistem Transfer Kredit antara ASEAN dan EU/ ASEAN-EU Credit Transfer System (AECTS). Dengan menggunakan Sistem Transfer Kredit ini, SHARE akan menyediakan 500 beasiswa bagi pelajar-pelajar di ASEAN untuk menempuh pendidikan di luar negeri yang dapat memperkaya pengalaman hidup mereka,” ucapnya.

Sementara itu, Deputi Sekretaris Jenderal Urusan Komunitas dan Korporasi Sekretariat ASEAN, Dr AKP Mochtan, mengatakan program ini sangat penting dengan melambangkan kerja sama yang erat antara kedua belah pihak.

“SHARE merupakan program penting yang melambangkan kerja sama yang erat antara ASEAN dan UE. SHARE hadir pada waktu yang tepat karena hanya beberapa bulan lagi menuju realisasi Masyarakat ASEAN. Terciptanya Masyarakat ASEAN yang terpadu dan saling terhubung dengan erat akan menandai tonggak penting dalam perjalanan ASEAN. Nantinya kita tidak hanya memiliki kebebasan pergerakan barang, jasa, investasi dan sumber daya manusia tetapi kami juga berharap agar mampu bertindak cepat dan serempak pada saat bencana, memiliki banyak kemudahan dalam melakukan perjalanan darat, laut dan udara sebagai wujud hubungan antar penduduk."ucapnya.

Menurut Dr Mochtan bahwa ASEAN saat ini bertransformasi menjadi masyarakat yang memiliki banyak kesempatan dimana dalam konteks ini keberadaan Perguruan Tinggi memegang peranan penting untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas sumber daya manusia di kawasan Asia Tenggara.

"Singkatnya, ASEAN kini bertransformasi menjadi ‘Masyarakat yang memiliki banyak kesempatan’. Untuk memanfaatkan hal ini, Negara Anggota ASEAN bergerak cepat guna menyiapkan masyarakatnya agar menjadi tenaga kerja yang handal dan sangat berkualitas di berbagai bidang. Dalam konteks ini, Perguruan Tinggi memegang peranan penting untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas sumber daya manusia di ASEAN,” lanjut Dr Mochtan.

Sementara itu, Country Director, British Council Indonesia Sally Goggin mengatakan pihaknya sangat bangga bermitra dengan Campus France, DAAD, EP-Nuffic, Asosiasi Eropa untuk Penjaminan Mutu di Perguruan Tinggi/ European Association for Quality Assurance in Higher Education (ENQA) dan Asosiasi Universitas Eropa/ European University Association (EUA) dalam melaksanakan program SHARE ini.

"British Council bangga dapat bermitra dengan Campus France, DAAD, EP-Nuffic, Asosiasi Eropa untuk Penjaminan Mutu di Perguruan Tinggi/ European Association for Quality Assurance in Higher Education (ENQA) dan Asosiasi Universitas Eropa/ European University Association (EUA) dalam melaksanakan program SHARE ini. Organisasi kami sangat berpengalaman dan memiliki jaringan yang luas di bidang pendidikan tinggi guna mewujudkan kerjasama antara Uni Eropa dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), dan memberikan manfaat yang berkelanjutan dengan adanya harmonisasi perguruan tinggi di ASEAN. Kami berharap dapat bekerja sama dengan Uni Eropa, Sekretariat ASEAN dan institusi perguruan tinggi di negara-negara ASEAN.”ucapnya



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 05 Mei 2015

Mahasiswa Indonesia Siap hadapi ASEAN Community 2015

MOSKOW, -  Kota Moskow sedang bersolek guna menyambut Peringatan 70 tahun Hari Kemenangan Rusia  yang akan diperingati pada tanggal 9 Mei 2015 di Rusia dan juga merupakan hari nasional Rusia.

Keceriaan dan kemeriahan kota Moskow yang sedang bersolek juga  di wajah-wajah optimis Mahasiswa Indonesia yang mulai berdatangan dari seluruh wilayah Rusia dan kawasan Amerika dan Eropa untuk guyub Internasional ala mahasiswa Indonesia di Moskow yang akan dilaksanakan pada tanggal 6-8 Mei 2015.

Informasi yang diterima dari Pensosbud KBRI Moskow melalui email menjelaskan perhelatan akbar mahasiswa Indonesia ini dinamakan “Simposium PPI Amerika-Eropa 2015”, dengan tema “Persatuan dan Kesatuan Bangsa menghadapi ASEAN Community 2015”.

Puncak acara Simposium akan berlangsung pada tanggal 6 Mei dan bertempat di MGIMO University, Moskow, yang merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Rusia.

Dalam Simposium PPI Amerika-Eropa 2015 diselenggarakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA) serta didukung oleh  KBRI Moskow, yang direncanakan akan diikuti oleh sekitar 150 mahasiswa perwakilan PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) dari 20 negara di Amerika dan Eropa, yakni: Austria, Belanda, Belgia, Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Inggris, Italia, Jerman, Kanada, Norwegia, Perancis, Portugal, Rusia, Serbia, Spanyol, Swedia, Swiss dan Turki.

Dok KBRI Moskow

Selain itu, Simposium PPI Amerika-Eropa ini juga akan diikuti oleh perwakilan dari sejumlah  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia, yang telah konfirmasi hadir dan akan mengikuti perhelatan akbar mahasiswa di Moskow

Narasumber Simposium PPI Amerika-Eropa adalah Menlu RI Retno L.P. Marsudi (melalui telekonferensi); Dubes Djauhari Oratmangun; Dubes I Gusti Ngurah Swajaya dari Kemlu; Dr. Connie Rahakundini Bakri (Executive Director Institute of Defence and Security Studies); Dr. Viktor Sumsky (Director of ASEAN Center, MGIMO University); Fadhil Hasan (Executive Director of the Indonesian Palm Oil Producers Association), Dr. Dessy Irawati-Rutten (Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional), dan Victor Tarushin (Executive Director of Russian-ASEAN Business Council).

Dalam menyambut perhelatan Simposium PPI Amerika dan Eropa yang acara puncaknya akan dilaksanakan tanggal 6 Mei, para mahasiswa Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah Federasi Rusia sudah sejak 2 hari lalu telah datang hadir di kota Moskow untuk mempersiapkan diri.

Sedangkan para mahasiswa Indonesia dari wilayah Amerika dan Eropa sudah mulai berdatangan mendarat di Moskow sebelum hari-H.

Simposium PPI Amerika-Eropa ini sendiri merupakan wadah para mahasiswa Indonesia di kawasan Amerika dan Eropa berdiskusi dan bertukar ide mengenai langkah dan upaya yang perlu dilakukan generasi muda dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya guna mengantisipasi tantangan dan peluang Komunitas ASEAN 2015 nanti.

Hal ini disampaikan Handaru Lukiza Ketua Panitia symposium mengatakan bahwa masing-masing komisi akan menyampaikan hasil sidangnya dan selanjutnya dalam rapat pleno akan disampaikan kesepakatan yang ditanda tangani seluruh Ketua / Perwakilan PPI negara Amerika-Eropa.

“Seusai simposium, masing-masing komisi akan menyampaikan hasil sidangnya dan selanjutnya dalam rapat pleno akan disampaikan kesepakatan yang ditandatangani seluruh Ketua/Perwakilan PPI negara Amerika-Eropa yang hadir, yang dinamakan ‘Piagam Moskow’ sebagai rekomendasi kepada pemerintah,” ujar Handaru Lukiza, ketua panitia simposium yang juga mahasiswa S1 fakultas Ilmu Politik tahun ketiga Universitas RUDN.

Di sela-sela kegiatan simposium, para mahasiswa dari PERMIRA juga direncanakan akan menampilkan sejumlah pertunjukkaan kesenian dan budaya di aula MGIMO University.

Terkait dengan acara ini, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Indonesia untuk Federasi Moskow, Djauhari Oratmangun mengatakan bahwa pihaknya dan KBRI mendukung sepenuhnya dan mendorong inisiatif kegiatan kemahasiswaan yang kreatif dan produktif.

"Tentunya  kami sebagai Duta Besar Indonesia dan KBRI Moskow mendukung sepenuhnya dan mendorong inisiatif kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang kreatif dan produktif seperti ini, jayalah PERMIRA, hidup Mahasiswa Indonesia Kawasan Eropa dan Amerika, selamat bersimposium" ujar Duta Besar Djauhari Oratmangun




Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz


Senin, 04 Mei 2015

ASEAN-Russia Gelar Komite Bersama

JAKARTA, - ASEAN dan Russia menggelarkan Rapat Komite Bersama untuk meningkatkan hubungan antara negara Eropa Timur dengan negara-negara anggota ASEAN.

Informasi yang diterima dari bagian Media ASEAN melalui email mengatakan bahwa rapat komite bersama ini dipimpin oleh Perutusan Tetap Malaysia untuk ASEAN, Dato Hasnudin Hamzah bersama dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Indonesia dan ASEAN, Mikhail Galuzin.

Dalam acara ini juga dihadiri Wakil Sekjen ASEAN untuk Politik dan Keamanan Masyarakat, Hirubalan VP serta Utusan Rusia untuk Asia Pasifik yang juga mantan Dubes Rusia untuk Indonesia, Alexander Ivanov.

Dok ASEAN

Dalam pertemuan ini dibahas tentang implikasi dari komprehensif program aksi (CPA) yang akan berakhir pada tahun 2015 ini.

Selain itu juga membahas soal perkembangan lintas sektoral seperti pada bidang politik-keamanan, social budaya, iptek yang berpotensi untuk berkolaborasi lebih besar.

Dalam pertemuan ini juga akan merencanakan tentang ASEAN-Russia Business Summit yang masuk dalam agenda KTT ASEAN ke-27 yang akan berlangsung di Kuala Lumpur pada November tahun ini.

Dalam pertemuan ini kedua belah pihak sangat puas dengan kemajuan dan kerjasama yang terjalin serta mempersiapkan untuk perayaan peringatan 20 tahun hubungan ASEAN-Rusia pada tahun 2016 mendatang


Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz














Sabtu, 02 Mei 2015

#MayDay , Isu Perbaikan Hak menjadi Tuntutan Bersama Buruh di Asia

SEOUL, - Isu perbaikan hak dan kesejahteraan menjadi tuntutan bersama bagi komunitas Buruh tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh Asia.

Hal ini bisa dilihat di mulai dari Seoul sebagaimana dilansir dari media setempat, para buruh menentang rencana undang-undang pekerja dimana menurutnya akan memberikan fleksibilitas terhadap pasar buruh yang kaku.

Dalam reformasi ini menurut pandangan pemerintah, pemilik usaha akan dipermudah dalam mempekerjakan atau memecat buruh. Hal inilah yang ditolak oleh para buruh negeri gingseng yang akhirnya berujung pada bentrokan dengan aparat kepolisian setempat.

Sementara di Taipe peringatan May Day berujung bentrok dimana para buruh melempari bom asap ke arah kantor presiden. Tuntutan mereka pun serupa dengan kawan-kawan buruh negara lain yaitu kenaikan gaji, pelarangan kerja kontrak dan pemotongan jam kerja.

Sedangkan di HongKong, para buruh menggelar aksi dami dengan mendesak pemerintah otonomi tersebut memberikan hak-hak yang lebih besar serta kondisi kerja yang lebih baik.

Bahkan para buruh ini pun meminta Pemerintah HongKong membenahi kesejahteraan pekerja setelah dunia melihat negeri ini ketika kasus pemukulan terhadap pekerja Indonesia, Erwiana Sulistyaningsih.

Sementara itu dari kawasan Asia Tenggara, ratusan buruh di pusat kota Manila, Philipina turun ke jalan untuk menuntut adanya kenaikan upah serta peluang kerja yang lebih.

Dalam aksi ini, para buruh menyayangkan banyaknya kolega mereka yang memilih bekerja di luar negeri ketimbang membangun negaranya sendiri bahkan ada yang terlibat kasus.

Dalam aksi ini mereka juga menyoroti kasus yang menimpa rekan mereka di Indonesia, Mary Jane yang ditunda pelaksanan eksekusinya karena diduga adanya penjebakan yang dilakukan agennya.

Kasus Mary Jane sendiri adalah potret krisis pekerja yang sudah parah terjadi di negara jajahan spanyol ini yang membuat banyak warganya memilih bekerja di luar negeri.





Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Kamis, 30 April 2015

Lobby Tingkat Tinggi di Balik Tertundanya Mary Jane

JAKARTA, - Mary Jane yang sedianya akan melaksanakan hukuman matinya tiba-tiba dalam hitungan jam menuju pelaksanaan ditunda lantaran hadirnya seorang wanita yang menyerahkan diri dan mengaku sebagai otak dari tertangkapnya terpidana ini.

Penundaan ini juga tidak lepas dari adanya lobi dan negosiasi tingkat tinggi antara Presiden Filipina Benigno Aquino III dengan Presiden Joko Widodo di sela-sela KTT ASEAN di Malaysia.

Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi sebagaimana informasi yang beredar di kalangan media dimana terjadi pembicaraan antar pemimpin kedua negara

“Ada pembicaraan atau permintaan presiden Aquino di KTT ASEAN, intinya Presiden Aquino menyampaikan adanya pengakuan dari perekrut Mary Jane,”ucap Menlu Retno.

Dalam pembicaraan tersebut, Menlu Retno mengatakan Aquino memberikan presentasi kepada Jokowi soal perdagangan manusia yang terjadi di negaranya termasuk diantaranya Mary Jane.

Mary Jane Fiesta Veloso secara mengejutkan ditunda pelaksanaan hukuman matinya diujung peluru tajam eksekutor lantaran dalam hitungan jam menuju pelaksanaan tiba-tiba dari Manila tersiar kabar bahwa seorang wanita bernama Maria Kristina Sergio menyerahkan diri dan mengaku sebagai otak dibalik tertangkapnya Mary Jane di Bandara Adi Soetjipto, Sleman, Yogyakarta dengan barang bukti

Mary Jane Fiesta Veloso 30 tahun ibu dari dua putera ini tertangkap tangan memasukkan narkotika di wilayah Indonesia dengan barang bukti 2,6 kilogram heroin. Veloso ditangkap di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta pada 2010



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Kasihan, Alasan Otak Perekrut Mary Jane Menyerahkan Diri

JAKARTA, - Alasan dibalik penyerahan diri Maria Kristina Sergio otak dibalik tertangkapnya Mary Jane atas kepemilikan narkotika kepada Kepolisian setempat karena faktor kasihan.

Kepastian ini disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI, Tony Spontana dimana factor kasihan membuat Maria Sergio menyerahkan diri.

“Maria itu mengakui dia kasihan pada Mary Jane kok dia yang jadi korban,”ucapnya sebagaimana dilansir dari sebuah media.

Menurut Kapuspenkum Tony bahwa Filipina saat ini tengah menyelidiki  kasus narkotika Mary Jane yang mendapatkan hukuman mati dari pemerintah Indonesia.

Kabarnya Mary akan diperiksa penyelidik Filipina pada Mei mendatang dengan tujuan mengumpulkan barang bukti sehubungan dengan pernyataan Maria atas tindakan pidana perdagangan manusia terhadap Mary Jane.

“Di Filipina disebut perekrutan illegal, peninpuan dan perdagangan orang, preelimierry investigation bertujuan untuk mencari alat bukti permulaan yang cukup untuk ke tingkat penyelidikan agar cukup itu memerlukan pernyataan Mary Jane,”ucapnya

Mary Jane Fiesta Veloso secara mengejutkan ditunda pelaksanaan hukuman matinya diujung peluru tajam eksekutor lantaran dalam hitungan jam menuju pelaksanaan tiba-tiba dari Manila tersiar kabar bahwa seorang wanita bernama Maria Kristina Sergio menyerahkan diri dan mengaku sebagai otak dibalik tertangkapnya Mary Jane di Bandara Adi Soetjipto, Sleman, Yogyakarta dengan barang bukti

Mary Jane Fiesta Veloso 30 tahun ibu dari dua putera ini tertangkap tangan memasukkan narkotika di wilayah Indonesia dengan barang bukti 2,6 kilogram heroin. Veloso ditangkap di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta pada 2010



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Rabu, 29 April 2015

Soal Mary Jane, JK Akui ada Lobi Politik

JAKARTA, - Spekulasi tentang adanya tawar-menawar atau lobi politik dibalik batalnya matinya Mary Jane ditangan eksekutor detik-detik pelaksanaan ekesekusi benar adanya.

Adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla yang tidak menampik adanya lobi politik dibalik tertundanya Mary Jane dan mengatakan kalau hal itu sangat biasa dalam hubungan kenegaraan.

“Lobi politik itu biasa saja dalam hubungan kenegaraan. Lobi itu sangat penting tapi masalahnya begini kami ingin meletakkan hukum itu secara baik,”ucap JK di Kantor Wapres

Menurut JK, pelaksanaan hukuman mati tidak boleh dilakukan sembarangan hal ini terkait dengan informasi yang diberikan Presiden Filipina, Benigni Aquino kepada Presiden Jokowi dan dirinya soal kasus Mary Jane di acara KTT ASEAN.

“Presiden Aquino menyebut Mary Jane hanya korban, otak sindikat narkoba yang memerintahkan Mery Jane telah menyerahkan diri dan mengakui kesalahannya kepada pemerintah Filipina, jadi kami menunggu proses apa yang terjadi, tindakan Pemerintah Filipina terhadap sindikat itu,”ucapnya.

JK sendiri mengatakan Pemerintah Indonesia telah meminta Filipina untuk menindak tegas sindikat narkotika hukuman yang diterima harus lebih keras daripada hukuman yang diberikan kepada Mary Jane yang nota bene adalah seorang kurir.

Namun JK mengatakan proses eksekusi Mary Jane terhadap kasus narkotika tetap berjalan tidak dibatalkan.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz 

Kepolisian akan Kawal 4 Jasad Terpidana Mati Menuju Bandara

JAKARTA, - Petugas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) akan mengawal ketat empat jasad terpidana mati jilid kedua selama di Jakarta hingga menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten

Hal ini berdasarkan informasi yang beredar di lingkungan Polda Metro Jaya dimana selain pengawalan juga penjagaan hingga jasad tersebut meninggalkan Indonesia melalui bandara Soekarno-Hatta, Banten ke negara masing-masing dari terpidana.

Selama jasad tersebut disemayamkan, akan dijaga sekitar 20 personel dari Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya

Sebagai informasi, empat jasad terpidana mati kasus narkotika yang baru saja menjalankan hukuman yang diberikan majelis hakim pada Rabu (29/4) pukul 00.35 WIB di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah adalah duo maut Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran yang dimakamkan di kawasan Daan Mogot Jakarta Barat.

Kemudian, Sylvester Obiekwe Nwolise dari Nigeria yang disemayamkan di RS PGI Cikini, serta Rodrigo Gularter (Brasil) di RS Saint Carolus, Jakarta Pusat.

Keempat jasad terpidana mati ini, tiba di Jakarta dari Nusakambangan melalui jalur darat dengan kawalan super ketat.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz

Lapas Wirogunan Kaget Soal Ditundanya Mary Jane

YOGYAKARTA, - Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan, Sleman, Daerah Istimwa Yogyakarta tempat Mary Jane menjalankan hukuman sebelum dipindahkan ke Nusakambangan untuk menjalankan eksekusi mengaku kaget dengan ditundanya pelaksanaan hukuman tersebut.

Sebagaimana informasi yang beredar di media setempat, pihak lapas tidak mengetahui dan baru mengetahui pada pagi hari dan sedang mempersiapkan kedatangan kembali dari Mary Jane.

Setelah dinyatakan nyawanya bisa bertahan sementara dibandingkan enam rekannya sesama pengedar dan gembong narkotika, Mary Jane langsung diberangkatkan menuju LP Wirogunan, Sleman dari Nusakambangan.

Dengan kawalan ketat, Mary Jane keluar dari Nusakambangan pada pukul 04.00 dan tiba di LP Wirogunan dengan menggunakan kendaraan jenis kijang, langsung menuju sel nya selama ini tinggal.

Sebagai informasi, Mary Jane warga negara Filipina akhirnya ditunda pelaksanaan hukuman mati yang diterimanya ketika beberapa jam menuju eksekusi tiba-tiba dari Manila memberikan kabar bahwa Otak dari tertangkapnya Mary Jane ini menyerahkan diri.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Alasan Jaksa Agung Tunda Mary Jane

CILACAP, - Jelang pelaksanaan hukuman mati, tiba-tiba terpidana Mary Jane tidak melaksanakan hukumannya berbuah tanda tanya namun Jaksa Agung HM Prasetyo memberikan alasan terkait masalah ini.

Alassan ini disampaikan Jaksa Agung ketika bersama Kapolri melakukan jumpa pers setelah mengunjungi lokasi eksekusi hukuman mati di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah

“Bahwa awalnya kita akan eksekusi sembilan terpidana mati narkoba. Tapi di saat-saat terakhir ada permohonan dari pemerintah Filipina yang diajukan bahwa mereka miliki satu bukti dan fakta salah seorang warga negara mereka dinyatakan sebagai korban perdagangan manusia,”ucapnya

Jaksa Agung Prasetyo mengatakan karena adanya permintaan resmi, Presiden pun merespon dan memberi kesempatan untuk Filipina ungkapkan kejahatan tersebut.

“Karena ada permintaan resmi, Presiden Joko Widodo merespon dan memberi kesempatan pemerintah Filipina untuk ungkapkan kejahatan perdagangan manusia. Pemerintah Filipina meminta putusan hukuman mati ditangguhkan karena Mary Jane diperlukan untuk mengungkap kasus human trafficking dan dia diminta berikan keterangan dan testimony. Karena inilah kita menghormati proses hukum yang ada di Filipina,”ucapnya.

Namun Jaksa Agung Prasetyo mengatakan bahwa yang terjadi pada Mary Jane hanya penundaan bukan pembatalan karena faktanya ibu dua anak ini terbukti membawa narkotika masuk ke wilayah Indonesia.

Jaksa Agung Prasetyo juga mengatakan bahwa Mary Jane tetap di Indonesia dan Filipina yang harus datang ke Indonesia

“Yang pasti apa yang diperlukan keterangan Mary Jane mereka (pemerintah Filipina) yang harus datang kemari. Mary Jane tetap di Indonesia,”ucapnya.

Informasi yang beredar, terpidana yang tertundanya hukumannya Mary Jane Fiesta Veloso telah dikembalikan ke lapas sebelum dipindahkan yaitu di Wirogunan, Sleman, Yogyakarta.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Jaksa Agung Tunda Eksekusi Mary Jane

JAKARTA, - Jaksa Agung RI M. Prasetyo harus menjilat ludahnya sendiri ketika diawal bersikeras bahwa Mary Jane harus tetap dieksekusi akhirnya menunda pelaksanaan terhadap terpidana asal Filipina tersebut.

“Iya ditunda karena terakhir ada permohonan dari Filipina melalui Presiden, ternyata hari ini ada yang menyerahkan diri, jadi dia menyatakan bahwa dia merekrut Mary Jane,”ucapnya.

Dengan ditundanya eksekusi terhadap Mary Jane, itu berarti hanya delapan terpidana mati yang menjalankan hukuman mereka setelah sebelumnya Sergei Atloui dari Perancis juga ditunda.

Delapan terpidana yang menjalankan hukuman mati adalah, Jamiu Owolabi Abashin yang lebih dikenal sebagai Raheem Agbage Salami, Okwudili Oyatanze, Martin Anderson, dan Silvester Obiekwe Nwolise yang semua berasal dari Nigeria.

Kemudian, Zainal Abidin asal Indonesia dan tentunya duo maut Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran asal Australia



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 28 April 2015

Jaksa Agung Bantah Adanya Diskriminasi

JAKARTA, - Jaksa Agung RI HM Prasetyo membantah telah melakukan diskriminasi terhadap terpidana mati lantaran satu dari daftar tereksekusi lolos dari eksekusi.

Hal ini terlihat dengan tidak ikutnya terpidana asal Perancis, Serge Areskri Atlaoui dari daftar eksekusi yang sudah dikeluarkan pihak Kejaksaan Agung.

“Semua sama di hadapan hukum, kami tidak membedakan,bahkan hak mereka sudah kami berikan lebih,”ucapnya.

Lebih yang dimaksud Jaksa Agung Prasetyo adalah pemenuhan yang tidak lazim seperti yang diajukan Andrew Chan menikah dengan kekasihnya dua hari sebelum dilakukan eksekusi.

Kemudian soal Mary Jane, pihak Kejaksaan Agung memberikan kesempatan untuk melakukan Peninjauan Kembali (PK) walau hasilnya tetap sama ditolak.

Soal Atloui sendiri, Jaksa Agung mengatakan pihaknya sedang proses karena itu tidak boleh mendahului proses hukum dan tidak ada tekanan dari pemerintah negara terpidana membuat sang terpidana lolos.

“Ya negara-negara yang warganya dipidana mati pasti akan sangat melakukan pendekatan ke pemerintah tapi itu tidak akan memengaruhi kedaulatan bangsa,”ucapnya



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Presiden Perintahkan Jaksa Agung Tetap Eksekusi Mary Jane

JAKARTA, - Presiden RI, Joko Widodo memerintah Jaksa Agung untuk tetap melaksanakan eksekusi kepada terpidana Mary Jane.

Hal ini diungkapkan Jaksa Agung M Prasetyo di komplek Istana ketika menerima arahan dari Presiden Jokowi walau dapat informasi dari Manila, Otak perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri.
“Pak Presiden mengatakan laksanakan sesuai dengan aturan dan ketentuan,”ucapnya

Soal kabar penyerahan diri otak dari tertangkapnya Mary Jane di Indonesia, menurut Jaksa Agung bahwa itu alibi dan itu terjadi juga kepada terpidana asal Filipina tersebut.

“Itu saya katakana alibi ya alibi. Alibi itu berubah-ubah dia. Dulu dia katakana tidak mengerti bahasa Indonesia dan Inggris hingga pengakuan bahwa dirinya telah menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking),”ucapnya.

Jaksa Agung juga mempertanyakan kenapa alibi-alibi tersebut dikeluarkan ketika pelaksanaan eksekusi tinggal hitungan jam.

“Tapi kenapa baru muncul sekarang ? kenapa enggak dari dulu ? Ini kan kita bisa melihat bahwa itu rasanya upaya untuk katakanlah menunda pelaksanaan dan sebagai,”ucapnya.

Sebagai informasi, dalam hitungan jam jelang eksekusi mati delapan terpidana mati diantaranya Mary Jane tiba-tiba dari Manila heboh dan suka citanya dengan muncul entah dari mana Otak dibalik tertangkapnya Mary Jane di Jogjakarta kepada kepada kepolisian setempat.

Otak dibalik penangkapan Mary Jane di Indonesia bernama Mary Christine Gulles Pasadilla menyerahkan diri ke Kantor Polisi Nueva Ecija kawasan Cabanatuan, Filipina pada pukul 10.00 pagi waktu setempat


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Tanggapan Jaksa Agung Soal Penyerahan Diri Otak Pelaku Perekrut Mary Jane

JAKARTA, - Jaksa Agung RI, M Prasetyo pun angkat bicara soal munculnya otak pelaku dari kasus yang menimpa terpidana mati asal Filipina, Mary Jane Veloso jelang hitung mundur pelaksanaan eksekusi mati.

Jaksa Agung Prasetyo mengatakan itu hanya alibi saja, ketika memberikan komentar di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta.

Menurut Prasetyo, sebelum munculnya sang otak pelaku dari kasus Mary Jane, alibi dari perempuan Filipina ini juga berubah-ubah dimulai dari kendala bahasa, hingga pengakuan kalau dirinya telah menjadi korban pedagangan manusia

“Alibi itu berubah-ubah dia. Dulu dia katakan tidak mengerti bahasa Indonesia dan Inggris, tahunya hanya Tagalog, selain itu muncul lagi dalih lain, alibi lain bahwa dia korban perdagangan manusia,”ucapnya.

Jaksa Agung Prasetyo menduga alibi itu terus dikeluarkan hanya untuk menunda pelaksanaan eksekusi yang semakin dekat tinggal menghitung jam.

Bahkan Jaksa Agung mempertanyakan kenapa alibi tersebut keluar disaat pelaksanaan eksekusi mati yang akan dilakukan.

Sebagai informasi, Mary Jane Fiesta Veloso 30 tahun ibu dari dua putera ini tertangkap tangan memasukkan narkotika di wilayah Indonesia dengan barang bukti 2,6 kilogram heroin. Veloso ditangkap di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta pada 2010

Namun tiba-tiba dalam hitungan jam jelang pelaksanaan eksekusi dari Manila dikabarkan seorang wanita bernama Maria Kristina Sergio alias Marry Christine Gulle Pasadilla menyerahkan diri ke Kantor Polisi Nueva Ecija di kawasan Cabanatuan, Filipina pukul 10.00 waktu setempat.

Maria menyerahkan diri dan mengaku bahwa dialah otak dibalik ditangkapnya Veloso di Yogyakarta dan menyatakan kalau Veloso tidak bersalah.

Dalam sebuah kesempatan Presiden Jokowi meminta masyarakat Indonesia dan internasional jangan hanya menyoroti eksekusi mati namun kejahatan yang dilakukan para terpidana ini melihat setiap tahun memakan ribuan korban jiwa.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/catatanLorcasz


Presiden Aquino Minta Ampuni Mary Jane Kepada Indonesia

MANILA, - Ketika menjelang pelaksanaan eksekusi, pemerintah Filipina pun akhirnya angkat suara dimana mengajukan permohonan terakhir kepada Pemerintah Indonesia untuk mengurungkan niat mengeksekusi warga negara mereka karena menjadi saksi penting.

Hal ini disampaikan Presiden Filipina, Benigno Aquino kepada sejumlah jurnalis di Pulau Langkawi, Malaysia yang mengatakan dengan kasus yang ada dinegaranya bisa menyelematkan Veloso agar bisa bersaksi dan menegakkan keadilan.

“Saat ini memiliki kesempatan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dan memulai proses pengadilan terhadap mereka. Jadi itu yang kami ajukan. Hal ini tampaknya bisa membantu kepentingan pemerintah yaitu menyelamatkan Veloso agar bisa bersaksi dan menegakkan keadilan,”ucapnya

Permintaan Filipina ini terkait dengan penyerahan diri oleh Maria Cristina Sergio otak dari kejahatan yang menimpa Veloso dimana harus ditangkap Bandara Adisutjipto, Yogyakarta karena terbukti membawa koper berisi narkotika padahal dirinya dijanjikan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga.

Atas kejadian yang luar biasa dan baru sekarang terungkap bersamaan dengan hitungan mundur pelaksanaan eksekusi membuat nyawa Veloso untuk sementara tidak berakhir di ujung peluru tajam tim eksekutor.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Otak Pelaku Dibalik Tertangkapnya Marry Jane Serahkan Diri

MANILA, - Bak cerita spionase, jelang hitung mundur  pelaksanaan eksekusi mati tiba-tiba kabar dari Manila mengatakan bahwa otak dibalik tertangkapnya pembawa tas isi narkotika Mary Jane Veloso menyerahkan diri kepada aparat kepolisian setempat.

Sebagaimana dilansir dari media setempat, sang otak dibalik tertangkapnya Veloso di Jogjakarta adalah Maria Kristina Sergio atau dikenal sebagai Mary Christine Gulle Pasadilla menyerahkan diri ke Kantor Polisi Daerah Nueva Ecija di kawasan Cabanatuan City pada pukul 10.00 waktu setempat.

Dengan peristiwa yang aneh dan kebetulan tiba-tiba ini menurut Sekretaris Jenderal Persatuan Nasional Pengacara Rakyat (NUPL) Edre Olalia sebagaimana dilansir dari media Rappler mengatakan bahwa ini bisa menjadi langkah moral dan harus dipertimbangkan oleh Presiden Indonesia secara serius.

“Ini satu-satunya langkah moral yang mungkin dilakukan. Hal ini mungkin agak terlambat tetapi setidaknya ini merupakan hal yang harus dipertimbangkan oleh Presiden Indonesia secara serius. Setidaknya dia (Sergio) bisa menyatakan dengan tegas bahwa Mary Jane tidak bersalah. Jika Presiden Jokowi masih tetap dengan pendiriannya, hal ini akan menguburkan keraguan tentang apakah dia bersalah atau tidak,”ucapnya.

Sebagai informasi, Mary Jane Fiesta Veloso 30 tahun ibu dari dua putera ini tertangkap tangan memasukkan narkotika di wilayah Indonesia dengan barang bukti 2,6 kilogram heroin. Veloso ditangkap di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta pada 2010

Dalam sebuah kesempatan Presiden Jokowi meminta masyarakat Indonesia dan internasional jangan hanya menyoroti eksekusi mati namun kejahatan yang dilakukan para terpidana ini melihat setiap tahun memakan ribuan korban jiwa.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz

Senin, 27 April 2015

Komunitas ASEAN 2015 Harus Dapat Dirasakan Rakyat

KUALA LUMPUR, - Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menekankan bahwa komunitas ASEAN 2015 harus merupakan kenyataan yang dapat dirasakan rakyat dan tidak saja di atas kertas.

Hal tersebut ditekankan Menlu Retno dalam Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN pada 26 April 2015, di Kuala Lumpur, Malaysia.

Sebagaimana informasi yang diberikan dari Direktorat Informasi dan Media Kemlu RI melalui email menjelaskan  Menlu Retno juga menyampaikan bahwa kepemimpinan dan sentralitas ASEAN di kawasan harus terus dikedapankan.

Dalam menghadapi berbagai tantangan kawasan, ASEAN harus menunjukan kepemimpinan dan sentralitasnya dalam mencari solusi dan penyelesaiannya.

Hal ini menurut Menlu Retno dapat dilakukan melalui berbagai mekanisme ASEAN yang ada.

Selain itu, kerja sama ASEAN juga harus ditingkatkan dalam berbagai isu prioritas, diantaranya meningkatkan kerja sama dalam bidang maritim, termasuk konektivitas maritim, pemberantasan IUU fishing, serta kerja sama pemberian Humanitarian Assistance and Disaster Relief.

Para Menteri ASEAN mendukung proposal Indonesia dan Singapura untuk merampingkan pertemuan-pertemuan ASEAN. Tujuan perampingan tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pertemuan-pertemuan ASEAN. Sedangkan terkait rencana pembentukan satu zona waktu bagi semua ibu kota ASEAN, usulan tersebut masih perlu untuk dikaji lebih lanjut.

Dalam pembahasan mengenai komunitas politik dan keamanan ASEAN, Menlu Retno menyampaikan pentingnya ASEAN mempercepat penyelesaian sengketa perbatasan wilayah darat dan laut guna menjaga stabilitas di kawasan.

Selain itu, juga ditekankan bahwa situasi di Laut Tiongkok Selatan perlu untuk terus dikelola dengan baik.

Dalam kaitan ini para Menteri ASEAN mendorong agar semua pihak menahan diri untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan ketegangan, serta mengimplementasikan Declaration on the Conduct of Parties (DOC) secara penuh dan efektif serta segera menyelesaikan Code of Conduct (COC) di Laut Tiongkok Selatan.

Terkait dengan perlindungan pekerja migran, Menlu Retno terus mendorong pentingnya dibuat suatu instrumen hukum ASEAN.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan perlindungan buruh migran dan keluarganya, sesuai mandat dari Deklarasi ASEAN untuk Perlindungan dan Pemajuan Hak-Hak Pekerja Migran.

Ditekankan pula pentingnya peningkatan kerja sama bantuan kekonsuleran di Negara ketiga dalam situasi krisis bagi warga negara anggota ASEAN.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Minggu, 26 April 2015

KTT ASEAN, Polisi Malaysia Tangkap 12 Orang Terduga Teroris

KUALA LUMPUR, - Jelang perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN yang berlangsung Senin (27/4) Kepolisian Malaysia menangkap 12 orang terduga teroris dari negara Islam (IS) dengan barang bukti bahan peledak diduga bom.

Sebagaimana dilansir dari media setempat, kepastian ini disampaikan Kepala Polisi Malaysia, Khalid Abu Bakar bahwa para tersangka ini ditangkap di kawasan pinggiran barat ibukota KL.

“Para tersangka diyakini berencana untuk menyebarkan kerusuhan sipil di negara ini,”ucapnya.

Namun soal barang bukti berupa bahan peledak, tidak dijelaskan jenis barangnya secara detail termasuk latar belakang dari para tersangka teroris tersebut.

Sebagai informasi Kuala Lumpur menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN Senin (27/4) yang diikuti oleh sepuluh kepala negara dan pemerintahan dari 10 anggota ASEAN termasuk Presiden Jokowi.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

KTT ASEAN, PM Malaysia Terima Kehadiran Presiden Jokowi

KUALA LUMPUR, - Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak menerima kehadiran Presiden RI Joko Widodo dan kedelapan pemimpin negara anggota ASEAN dalam Gala Dinner Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN Ke-26.

Gala Dinner yang berlangsung di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC) Malaysia ini para kepala negara dan pemerintahan termasuk Presiden Jokowi berseragam memakai baju tradisional negara tersebut.

Tarian Mak Yong pun ikut menyemarakkan gala dinner tersebut. Dalam pidatonya PM Najib mengatakan semenjak mengemban posisi tertinggi dinegaranya, dirinya sudah mengikuti KTT ASEAN di enam negara.

“Sebuah kehormatan untuk menerima kedatangan anda di Kuala Lumpur dan di Gala Dinner KTT ASEAN ke-26 malam ini. Semenjak menjadi Perdana Menteri saya berkesempatan untuk mendatangi KTT ASEAN di enam negara. KTT ASEAN yang ke-14 digelar di Thailand pada April 2009 adalah pengalaman saya, sekitar seminggu setelah saya menduduki jabatan ini,”ucapnya.

PM Najib juga mengapresiasi atas kedekatan dan kehangatan para kepala negara ASEAN serta berterima kasih atas penerimaan dinegara anggota ASEAN

“Saya terkesima dengan kedekatan dan kehangatan para kepala negara ASEAN, sebuah kesan yang telah terkuatkan selama bertahun-tahun saya berterima kasih atas penerimaan di negara anda. Sekarang giliran saya yang melakukan ini,”ucapnya.

Sebagai informasi, Malaysia tahun 2015 ini mendapatkan kehormatan menjadi Keketuaan ASEAN dengan tema Our People, Our Community, Our Vision.

Bahkan untuk mewujudkan itu, pemerintah Malaysia merilis GO ASEAN sebuah kanal perjalanan yang memamerkan sisi pariwisata dari negara-negara anggota ASEAN.

KTT ASEAN ke-26 ini sendiri akan digelar besok (27/4) dengan dua agenda yaitu pleno yang berlangsung di Kuala Lumpur dan Retreat di kawasan Langkawi.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz