Tampilkan postingan dengan label Uni Eropa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Uni Eropa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Mei 2015

UE-ASEAN Luncurkan Program Harmonisasi Perguruan Tinggi

JAKARTA, - Uni Eropa (UE) dan ASEAN meluncurkan bantuan teknis pertama yang akan mendukung perguruan tinggi di ASEAN.

Program yang  disebut “Dukungan Uni Eropa untuk Perguruan Tinggi di Wilayah ASEAN”/ "The European Union Support to Higher Education in the ASEAN Region (SHARE)".

Sebagaimana diinformasikan Sarah Fitrisia Panjaitan mewakili Uni Eropa melalui email menjelaskan bahwa perjanjian dana hibah senilai 10 juta euro ini telah ditandatangani antara UE dan sebuah konsorsium yang dipimpin oleh British Council dan beranggotakan lima mitranya. Program ini akan berlangsung selama empat tahun sampai dengan Januari 2019.

Dok EU-Edelman Indonesia
“Tujuan utama program ini adalah untuk berbagi pengalaman dari pihak Eropa kepada ASEAN untuk meningkatkan standar dan kualitas Institusi Perguruan Tinggi di wilayah ASEAN berdasarkan pengalaman dari Proses Bologna dan pembentukkan Kawasan Perguruan Tinggi di Eropa/ European Higher Education Area (EHEA)," kata Kuasa Usaha Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN, Bapak Colin Crooks.

KUAI Colin Crooks juga menambahkan bahwa program ini akan memberikan kontribusi pada harmonisasi standar perguruan tinggi di ASEAN terutama mendukung pengakuan satuan kredit bersama dan untuk mendorong pertukaran pelajar.

“Program ini akan memberikan kontribusi pada harmonisasi standar perguruan tinggi di ASEAN, mendukung pengakuan satuankredit bersama dan untuk mendorong pertukaran pelajar Program ini akan mendukung pengembangan Kerangka Kualifikasi dan Penjaminan Mutu ASEAN/ ASEAN Qualification Framework and Quality Assurance, menguatkan Sistem Transfer Kredit ASEAN/ ASEAN Credit Transfer System (ACTS) dan Sistem Transfer Kredit antara ASEAN dan EU/ ASEAN-EU Credit Transfer System (AECTS). Dengan menggunakan Sistem Transfer Kredit ini, SHARE akan menyediakan 500 beasiswa bagi pelajar-pelajar di ASEAN untuk menempuh pendidikan di luar negeri yang dapat memperkaya pengalaman hidup mereka,” ucapnya.

Sementara itu, Deputi Sekretaris Jenderal Urusan Komunitas dan Korporasi Sekretariat ASEAN, Dr AKP Mochtan, mengatakan program ini sangat penting dengan melambangkan kerja sama yang erat antara kedua belah pihak.

“SHARE merupakan program penting yang melambangkan kerja sama yang erat antara ASEAN dan UE. SHARE hadir pada waktu yang tepat karena hanya beberapa bulan lagi menuju realisasi Masyarakat ASEAN. Terciptanya Masyarakat ASEAN yang terpadu dan saling terhubung dengan erat akan menandai tonggak penting dalam perjalanan ASEAN. Nantinya kita tidak hanya memiliki kebebasan pergerakan barang, jasa, investasi dan sumber daya manusia tetapi kami juga berharap agar mampu bertindak cepat dan serempak pada saat bencana, memiliki banyak kemudahan dalam melakukan perjalanan darat, laut dan udara sebagai wujud hubungan antar penduduk."ucapnya.

Menurut Dr Mochtan bahwa ASEAN saat ini bertransformasi menjadi masyarakat yang memiliki banyak kesempatan dimana dalam konteks ini keberadaan Perguruan Tinggi memegang peranan penting untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas sumber daya manusia di kawasan Asia Tenggara.

"Singkatnya, ASEAN kini bertransformasi menjadi ‘Masyarakat yang memiliki banyak kesempatan’. Untuk memanfaatkan hal ini, Negara Anggota ASEAN bergerak cepat guna menyiapkan masyarakatnya agar menjadi tenaga kerja yang handal dan sangat berkualitas di berbagai bidang. Dalam konteks ini, Perguruan Tinggi memegang peranan penting untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas sumber daya manusia di ASEAN,” lanjut Dr Mochtan.

Sementara itu, Country Director, British Council Indonesia Sally Goggin mengatakan pihaknya sangat bangga bermitra dengan Campus France, DAAD, EP-Nuffic, Asosiasi Eropa untuk Penjaminan Mutu di Perguruan Tinggi/ European Association for Quality Assurance in Higher Education (ENQA) dan Asosiasi Universitas Eropa/ European University Association (EUA) dalam melaksanakan program SHARE ini.

"British Council bangga dapat bermitra dengan Campus France, DAAD, EP-Nuffic, Asosiasi Eropa untuk Penjaminan Mutu di Perguruan Tinggi/ European Association for Quality Assurance in Higher Education (ENQA) dan Asosiasi Universitas Eropa/ European University Association (EUA) dalam melaksanakan program SHARE ini. Organisasi kami sangat berpengalaman dan memiliki jaringan yang luas di bidang pendidikan tinggi guna mewujudkan kerjasama antara Uni Eropa dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), dan memberikan manfaat yang berkelanjutan dengan adanya harmonisasi perguruan tinggi di ASEAN. Kami berharap dapat bekerja sama dengan Uni Eropa, Sekretariat ASEAN dan institusi perguruan tinggi di negara-negara ASEAN.”ucapnya



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 05 Mei 2015

Lewat Blue Book 2015, RI-EU Perkuat Kemitraan Pembangunan

JAKARTA, - Deputi Menteri bidang Pendanaan Pembangunan BAPPENAS, Ir Wismana Adi Suryabrata, dan Kuasa Usaha Delegasi Uni Eropa, Colin Crooks, bersama-sama meluncurkan Blue Book 2015, sebuah laporan tahunan mengenai kerjasama pembangunan Uni Eropa (UE) dan Indonesia.

Dok EU-Edelman Indonesia
Laporan ini berisi kebijakan UE dan Negara-negara Anggotanya yang telah menyediakan dana bantuan lebih dari 570 juta euro untuk pembangunan di Indonesia pada tahun 2014

Secara kolektif, UE dan Negara-negara Anggotanya adalah donor terbesar di dunia dan telah mengucurkan lebih dari setengah nilai total bantuan global.

Meskipun mengalami perlambatan ekonomi, UE dan Negara-negara Anggotanya menggelontorkan 58,2 milyar  euro dana pembangunan pada tahun 2014.

Terkait dengan peluncuran Blue Book 2015 ini, Kuasa Usaha UE Colin Crooks menyatakan, bahwa kedua belah pihak terus bekerja sama secara erat di lintas sector termasuk pendidikan, lingkungan, tata kelola pemerintahan.

“Merujuk kepada Blue Book 2015, UE dan Indonesia terus bekerja sama secara erat di berbagai sektor termasuk pendidikan, lingkungan, tata kelola pemerintahan yang baik dan perekonomian. Pada tahun 2014, bantuan pembangunan yang disediakan oleh UE dan Negara-negara Anggotanya mencapai lebih dari 570 juta euro,”ucapnya

Dana ini dicairkan terdiri dari bantuan pembangunan dalam bidang lingkungan dan perubahan iklim (341 juta euro), pendidikan (36 juta euro), kerjasama perekonomian (65 juta euro), tata kelola pememerintahan yang baik (31 juta euro), kesehatan, air dan sanitasi (16 juta euro) dan bidang-bidang lainnya, termasuk infrastruktur, kesiapsiagaan bencana dan ketahanan pangan (81 juta euro).

Tema yang diusung dari laporan kerja sama pembanguan UE-Indonesia 2015 ini, “Putting People First” atau “Mengutamakan Masyarakat”, menandakan tujuan UE untuk mendukung perubahan transformasional bagi masyarakat.

“Banyak masyarakat Indonesia, mulai dari murid-murid dan guru-guru di Flores sampai perajin mebel di Jepara (Jawa Tengah), dari para petani pala di Sulawesi Utara sampai petugas kehutanan di Aceh menerima manfaat dari kerja sama UE,” ujar KUAI Colin.

Tahun lalu dana bantuan untuk lingkungan dan perubahan iklim hampir mencapai 60 persen dari total dana yang dicairkan oleh UE dan Negara-negara Anggotanya.

Menyoroti komitmen ini, peluncuran Blue Book 2015 juga menghadirkan kuliah umum bertajuk “Mendukung upaya Indonesia untuk melindungi lingkungan - jelang COP21 Paris".
Selain itu KUAI Colin menjelaskan bahwa untuk menunjukkan kerja sama antara pihaknya dengan Indonesia dalam penanggulangan perubahan iklim memutuskan untuk mengangkat tema lingkungan pada tahun ini

“Untuk menunjukan dan memperkuat kerja sama UE dan Indonesia dalam menanggulangi perubahan iklim, kami memutuskan untuk mengangkat tema lingkungan pada peluncuran Blue Book tahun ini. Hal ini juga merupakan alasan dibalik Blue Book yang berubah warna menjadi hijau. Kali ini kami tidak hanya mengundang para mitra dan pemangku kepentingan untuk hadir, tetapi juga para mahasiswa – masa depan Indonesia.”ucapnya

Kuliah umum ini menghadirkan perwakilan UE dan Negara Anggota UE seperti: Colin Crooks (Kuasa Usaha Delegasi Uni Eropa), Corinne Breuzé (Duta Besar Perancis), Georg Witschel (Duta Besar Jerman),

Kemudian, Patrick Hermann (Duta Besar Belgia) dan Wouter Plomp (Wakil Duta Besar Belanda) sebagai pembicara.

Para peserta adalah perwakilan pemerintah Indonesia, masyarakat madani, komunitas internasional dan para mahasiswa.

Untuk menyoroti pentingnya kerjasama pembangunan antara UE dan Indonesia, UE meluncurkan laporan terbaru ini dalam periode Pekan Eropa (Europe Week).

Pada Pekan Eropa, Delegasi UE di Indonesia menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka hari ulang tahun UE dan untuk memperkenalkan kembali lingkup kerja dan keragaman kegiatan UE di Indonesia.

Pekan Eropa juga menekankan tahun 2015 sebagai “European Year for Development” untuk menunjukkan komitmen UE dalam memberantas kemiskinan dan membantu pengembangan di seluruh dunia.

Pekan Eropa diselenggarakan dalam rangka merayakan Hari Eropa, yaitu hari lahirnya Uni Eropa pada tanggal 9 Mei.

Pekan ini mengusung tema “United in Diversity” (Bersatu dalam Keragaman). “United in Diversity” adalah moto resmi UE yang menggambarkan bagaimana orang Eropa bersatu untuk memperjuangkan perdamaian dan kemakmuran, dan secara bersamaan juga menyoroti keragaman budaya, tradisi dan bahasa yang ada benua itu.

Moto ini juga menitik beratkan pada nilai-nilai yang sama antara UE dan Indonesia “United in Diversity” atau “Bhinneka Tunggal Ika”.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 28 April 2015

Uni Eropa Gelar EU On The Move 5K - 2015

Dok. EU-Edelman
JAKARTA, - Dalam menyambut Hari Deklarasi Schuman yang jatuh tanggal 9 Mei mendatang, Kantor Perwakilan Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN menggelar lomba lari sambil melakukan kegiatan amal.

Lomba lari yang bertajuk EU on the move 5K akan digelar pada Minggu (3/5) mendatang mengambil momen Hari Bebas Kendaraan Bermotor di sekitar Jln Sudirman, Jakarta yang dimulai pada pukul 05.45 WIB

Namun sayangnya sedianya pada Selasa (28/4) ini akan diadakan media briefing mengenai acara yang dimana hasil dari acara ini akan disumbangkan kepada Yayasan Rumah Rachel, Sanggar Anak Akar dan Yayasan Bhakti luhur dengan detail terpaksa batal dengan alasan tidak disebutkan.

“Bersama e-mail ini, kami sampaikan PEMBATALAN acara Konferensi Pers Europe Week 2015 yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada Selasa, 28 April 2015 di Le Meridien (hari ini) sehubungan adanya kendala tidak terduga yang mengharuskan pembatalan acara. Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan di waktu singkat ini. Kami akan menghubungi para rekan media kembali untuk informasi lebih lanjut,” demikian penjelasan yang diberikan dari pihak yang mewakili panitia acara yang disebar kepada jurnalis melalui email.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz

Jumat, 24 April 2015

Jelang Eksekusi, EU Kembali Menolak Kebijakan Indonesia

JAKARTA, -  Sempat meredup dan kini kembali hidup kembali soal eksekusi mati yang dilakukan Kejaksaan Agung terhadap sepuluh terpidana kasus narkotika dari berbagai negara.

Tindakan yang sempat redup dan hidup kembali coba dilakukan oleh berbagai negara dan lembaga internasional atas kebijakan Indonesia salah satunya adalah Uni Eropa

Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan / Wakil Presiden Komisi Eropa Federica Mogherini dalam pernyataannya yang dikirimkan perwakilan mereka di Jakarta melalui email mengatakan menyesalkan tindakan eksekusi tersebut.

Mogherini mengatakan bahwa pihaknya menentang hukuman mati dalam semua kasus dengan segala situasi dan mencoba menghapus hukuman tersebut di seluruh dunia.

“Uni Eropa memiliki posisi yang kuat dan berprinsip menentang hukuman mati dalam semua kasus dan dalam segala situasi dan bekerja menuju penghapusan hukuman mati di seluruh dunia,”demikian pernyataan Mogherini.

Mogherini mengatakan pihaknya siap untuk mendukung upaya Indonesia dalam memerangi obat-obatan serta siap meningkatkan kerjasama dalam bidang ini

“Uni Eropa Siap untuk mengeksplorasi cara mendukung Indonesia dalam memerangi obat-obatan dan kami siap untuk meningkatkan kerjasama dengan Indonesia di bidang ini,”ucapnya.

Sementara itu Presiden Dewan Eropa Donald Tusk dalam sebuah pertemuan Dewan Eropa mengatakan bahwa pihaknya benar-benar menentang hukuman mati namun itu bukan menjadi jawaban atas perdagangan narkotika

“Saya ulangi bahwa Uni Eropa benar-benar menentang hukuman mati. Hal ini tidak bisa menjadi jawaban untuk perdagangan narkotika. Saya mengaku atas tuan Atlaoui warga Perancis yang dikutuk oleh pemerintah Indonesia,”ucapnya

Berdasarkan informasi yang beredar di Cilacap, Mary Jane menjadi terpidana terakhir yang masuk ke penjara paling menakutkan di negeri ini pada pukul 05.30 WIB dengan pengawalan ketat dari pasukan Brimob Polda DIY.

Mary Jane sendiri di Nusakambangan ditempatkan di LP Besi bersama dengan terpidana mati lainnya yang sudah dulu menghuni yaitu duo maut Bali Nine dari Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Sementara Serge Areski Atlaoui dari Prancis, Rodrigo Gularte (Brasil) dan Zainal Abidin warga Indonesia ditempatkan di LP Pasir Putih.

Kemudian, Silvester Obiekwe Nwaolise alias Mustofa, Okwudili Oyantanze keduanya dari Nigeria serta Martin Anderson alias Belo asal Ghana ditempatkan di LP Batu.

Soal waktu pelaksanaan hingga saat ini belum ada kepastian kapan kesepuluh ini berserah nyawa diujung peluru tajam eksekutor.

Namun kepastian akan dilaksanakan eksekusi ini disampaikan Kejaksaan Agung RI Prasetyo yang mengakan pelaksanaan itu akan digelar setelah peringatan Konferensi Asia Afrika.

Pemerintah sendiri telah sukses dan sempurna melakukan eksekusi terhadap enam terpidana mati dalam kasus narkotika mereka adalah warga Belanda Ang Kiem Soei, warga Malawi Namaona Denis, warga Brasil Marco Archer Cardoso Moreira, warga Nigeria Daniel Enemuo, warga Indonesia Rani Andriani, dan warga Vietnam Tran Thi Bich Hanh.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz


Sabtu, 04 April 2015

Menteri Pariwisata Apresiasi Penghargaan yang Diberikan Bulgaria

JAKARTA, - Terpilihanya dua film pendek promosi pariwisata yang diproduksi Kementerian Pariwisata RI sebagai juara dalam International Tourism Film Festival (ITFF) ke-11 di Bulgaria mendapatkan apresiasi dari orang nomor satu di kementerian tersebut.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pihaknya bangga dengan prestasi tersebut namun hal itu seperti layaknya pisau bermata dua dimana pertama sukses mempromosikan pariwisata dengan tema budaya.

“Kami bangga prestasi itu semacam pisau bermata dua. Pertama sukses mempromosikan pariwisata dengan tema budaya dan sejarah lalu sukses mengekspose keindahan bawah laut Indonesia di mata dunia karena itu kami sangat menghargai kemenangan ini sebagai promosi yang sangat efektif,” ucapnya

Menteri Arief pun sangat bangga dengan pada karya anak bangsa yang piawai mengemas sumber daya alam, keindahan budaya dan surge bawah laut Nusantara yang tidak ada duanya dari apapun.

“Menciptakan tema, menyusun cerita, berkreasi, membuat film pendek mengambil gambar, editing dan membangun kesan yang mendalam itu adalah kreativitas yang patut diacungi jempol,”ucapnya

Sebagai informasi, penghargaan ini diberikan saat penutupan ITFF yang berlangsung di Cathedral Rozhdeshtvo Bogorodichno Hall, Kota Veliko Tornovo


Kontak blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Kamis, 19 Maret 2015

Finlandia Ingin Bantu Konservasi Danau Toba

JAKARTA, - Finlandia tertarik untuk terlibat dalam konservasi kawasan Danau Toba di Sumatera Utara bersama dengan lembaga pendidikan di kawasan sekitar danau.

Ketertarikan ini disampaikan Ketua Forum Rektor Finlandia Kalervo Vaananen dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama dengan Menteri Pendidikan dan Komunikasi Finlandia Krista Kiuru

“Kami berharap nantinya kami dapat melibatkan Danau Toba dalam mengembangkan kerja sama kami bagaimana itu bisa dilindungi dan dibersihkan,”ucapnya.

Vaananen juga menceritakan awal mula keinginan untuk kerja sama dalam konservasi Danau Toba ini ketika dirinya pertama kali mengunjungi kawasan tersebut dan melihat sebagian warga negaranya banyak mengunjungi tempat ini.

“Kerja sama itu disarankan oleh rekan-rekan dari Indonesia. Ketika kami berkunjung ke Sumatera, ada Universitas di sana mengajak berdiskusi soal Danau Toba dan beberapa bulan kemudian kami mengembangkanembangkan kerja sama itu,”ucapnya.

Sementara itu, perwakilan dari Universitas Finlandia Juha Christensen mengatakan kerja sama ini akan lebih difokuskan pada upaya penjagaan lingkungan hidup dan hutan.

“Ada kerja sama dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ibu Siti Nurbaya untuk di bidang kehutanan dan ilmu pengetahuan kehutanan termasuk juga lingkungan hidup seperti perlindungan kawasan Danau Toba,”ucapnya.

Kalangan akademisi ini berada di Jakarta bersama dengan Menteri Pendidikan dan Komunikasi Finlandia Krista Kiuru untuk menjalin kerjasama bilateral yang sudah terjalin lebih dari 60 tahun.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Rabu, 18 Maret 2015

Uni Eropa Hormati Penegakan Hukum yang Sesuai dengan Konstitusi Indonesia

JAKARTA, - Dalam kunjungannya ke Indonesia pada delegasi Parlemen Uni Eropa untuk negara-negara Asia Tenggara menyoroti kasus terpidana mati narkotika yang akan dieksekusi oleh pemerintah.

Menurut Ketua Delegasi Parlemen Uni Eropa, Werner Langen, rencana pemerintah mengeksekusi mati para terpidana kasus narkotika tidak berdampak pada hubungan bilateral.

Bahkan Uni Eropa menghormati penegakan hukum yang sesuai dengan konstitusi Indonesia, namun alangkah lebih baik citra Indonesia di dunia internasional jika itu tidak dilaksanakan.

“Kami menerima konstitusi anda (Indonesia) demikian adanya, tetapi secara prinsip kami menentang hukuman mati disemua negara di dunia. Namun citra Indonesia di dunia internasional akan semakin baik jika hukuman mati dihapuskan,”ucapnya.

Delegasi Parlemen Uni Eropa yang berkunjung ke Indonesia antara lain Werner Langen dari Jerman, Marc Tarabella (Belgia), Jeroen Lenaers (Belanda), Richard Ashworth, David Martin dan Burkhard Balz dari Inggris.

Sebagaimana informasi yang diterima dari Kantor Delegasi Uni Eropa di Jakarta, para anggota Parlemen Uni Eropa ini melakukan kunjungan ke petinggi negeri ini seperti Menteri Koordinator Kemaritiman, pimpinan DPR, Menteri Luar Negeri serta Gubernur DKI Jakarta




Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/catatanLorcasz


Delegasi Parlemen EU Beraudiensi dengan Gubernur DKI

JAKARTA, - Delegasi Parlemen Uni Eropa mengunjungi Balai Kota DKI untuk bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ini.

Sebagaimana informasi yang beredar kunjungan ini dalam rangka kegiatan The 9th EU-Indonesia Inter Parliamentary Meeting.

Dalam keterangannya, Gubernur DKI yang disapa Ahok ini mengatakan bahwa kunjungan delegasi Parlemen Uni Eropa ini ingin mengetahui bagaimana mengatasi rumitnya ibukota

“Kita insenerator tidak ada, macet, banjir, terus penghuni rumah-rumah liar bagaimana, pendidikan gimana, kesehatan gimana ? Ya, saya ceritain solusinya gimana,”ucapnya.

Dalam pertemuan ini juga dirinya mengungkapkan bahwa masalah ibu kota dapat diselesaikan karena akar dari itu semua adalah korupsi.

Dalam pertemuan ini, Gubernur juga mengatakan tidak ada masukan yang disampaikan pihak delegasi parlemen Uni Eropa sama halnya tidak ada permintaan bantuan dalam bentuk apapun kepada mereka.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz

Selasa, 17 Maret 2015

Indonesia Harapkan Eropa Bebaskan Visa Kunjungan

JAKARTA, - Indonesia berharap dalam hubungan bilateral dengan Uni Eropa bisa ditingkatkan dan juga berhadap agar organisasi tersebut dapat membebaskan visa kunjungan bagi WNI yang akan kunjungan ke negara di kawasan tersebut.

Harapan ini disampaikan Wakil Ketua DPR Agus Hermanto ketika menerima kunjungan Delegasi Parlemen Uni Eropa di Senayan.

“Dengan upaya penghapusan kewajiban visa ini, kita akan mendorong mobilitas berupa people to people contacts, sehingga menjadi dasar untuk mencapai kemajuan dalam pembangunan sosial ekonomi dan saling pengertian antara Uni Eropa dan Indonesia,”ucapnya.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi DPR, upaya ini sebagai bagian dari tindak lanjut penandatangan Partnership and Cooperation Agreement sebagai paying hukum kerja sama politik, ekonomi dan sosial budaya antara Indonesia dan Uni Eropa.

“Indonesia, harus memenuhi syarat resiprositas kepada 28 negara anggota Protokol Schengen beberapa diantaranya, Belanda, Denmark, Swedia, Austria, Belgia Perancis dan Estonia,”ucapnya

Dalam pertemuan ini juga dibicarakan soal perdagangan dimana perdagangan kedua negara ini sebesar USD1,18 miliar dengan nilai impor USD1,01 miliar yang berarti mengalami surplus USD170 juta.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Kamis, 12 Maret 2015

Mantan Dubes EU untuk Indonesia Pimpin Perutusan Tetap Swedia di PBB

Dok. Pribadi - CatatanLorcasz
NEW YORK, - Mantan Duta Besar / Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN, Olof Skoog menempati pos barunya sebagai Kepala Perutusan Tetap Kerajaan Swedia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Penunjukkan Dubes Skoog ini disampaikan melalui laman resmi Perutusan Resmi Swedia untuk PBB yang disertai video profil dari pria kelahiran Lund 6 September 1962 ini.

Perutusan Tetap Swedia untuk PBB di New York bukannya hal baru bagi suami dari Johanna Brismar, Dubes Swedia untuk Indonesia merangkap Timor Leste ini karena pada 1997 menjadi Konselor dan Kepala Bidang Politik hingga tahun 2000.

Kemudian pda tahun 2000 hingga 2001, ayah tiga anak ini menjadi Executive Assistant, United Nations Monitoring Verification and Inspection Commission for Iraq (UNMOVIC). New York.

Bahkan pada tahun 2003, dirinya sempat menjadi Political Advisor dari Dr. Hans Blix, UNMOVIC, United Nations, New York

Sebelum kembali ke New York, pria penyuka olahraga sepakbola ini pernah menjabat sebagai Dubes Swedia untuk Kolombia, Venezuela, Ekuador dan Panama serta terakhir adalah Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh serta Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam serta ASEAN.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Kamis, 05 Maret 2015

Delegasi Uni Eropa Keberatan Kebijakan Eksekusi Mati

JAKARTA, - Delegasi Uni Eropa yang ada di Indonesia menyatakan keberatan atas kebijakan dalam eksekusi mati terhadap sebelas terpidana kasus narkotika yang tinggal menghitung waktu.

Keberatan ini disampaikan Dubes / Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia Olof Skoog ketika bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Istana Wakil Presiden 

“Kami tidak suka (hukuman mati) dalam konteks narkotika sebagai kejahatan yang serius kami etuju tapi dalam konteks hukuman mati kami tidak setuju,”ucap diplomat asal Swedia ini.

Namun keberatan ini ditanggapi oleh JK dengan menjelaskan bahwa secara langsung prosedur hukum harus berjalan sebagaimana mestinya.

“Mereka (Uni Eropa) mengerti posisi kita,”ucap JK.

Sementara itu dari Brussels sebagaimana diansir dari laman eidh.eu mengatakan Uni Eropa bahwa mereka menentang pelaksanaan eksekusi mati.

“Uni Eropa memegang prinsip kuat menentang hukuman mati. Penghapusan hukuman mati di seluruh dunia merupakan salah satu tujuan utama kebijakan HAM Uni Eropa,”demikian isi pernyataan tersebut.

Seperti diketahui, pihak Kejaksaan Agung RI telah menetapkan sebelas terpidana mati kasus narkotika dimana dua diantaranya adalah anggota dari Bali Nine.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Masa Tugas Berakhir, Dubes UE Pamitan Kepada Wapres

JAKARTA, - Duta Besar sekaligus Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN Olof Skoong melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi Wapres, kunjungan Dubes Skoog sendiri untuk berpamitan karena masa tugasnya di Indonesia sudah berakhir.”

“Saya sangat senang bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan berdiskusi mengenai hubungan antara Uni Eropa dan Indonesia,”ucap diplomat asal Swedia tersebut.

Menurut Suami dari Dubes Swedia untuk Indonesia ini, hubungan bilateral antara Uni Eropa dan Indonesia berkembang sangat baik dan dirinya berharap dapat ditingkatkan terus.

“Kami juga berdiskusi mengenai kerja sama ekonomi. Kami ingin memastikan bahwa UE-Indonesia dapat memperluas perdagangan. Saat ini UE merupakan pasar terbesar bagi produk Indonesia di dunia sedangkan UE menjadi investor terbesar kedua di Indonesia,”ucapnya.

Selain itu Diplomat yang bekerja di Kementerian Luar Negeri (Utrikesdepartementet) sejak 1988 ini berdiksusi tentang Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) yang dapat membuka peluang ekspor serta menghilang hambatan tariff bagi kedua negara.

Selain itu juga dibicarakan soal pengembangan infrastruktur yang tengah dibangun oleh pemerintah Indonesia dimana menjadi prioritas.

“Betul, itu prioritas yang benar. Kami nilai Indonesia perlu memperbaiki infrastruktur dan sejumlah perusahaan asal Eropa telah banyak menawarkan seperti halnya transfer teknologi maupun investasi sehingga Indonesia dapat mengambil keuntungan dari teknik dan teknologi modern,”ucapnya.

Soal CEPA, Wapres mengatakan itu masih dibahas bagaimana melanjutkannya namun itu kan selalu ada kerjasa multilateral atau bilateral.

“Masih dibahas, iya itu bagaimana melanjutkannya. Dalam dunia ini kan selalu ada kerjasama multilateral atau bilateral. itu artinya bilateral antara Indonesia dengan Uni Eropa,”ucapnya.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan RI, nilai perdagangan antara Uni Eropa dan Indonesia mencapai USD33,33 miliar atau sekitar Rp320,13 triliun pada tahun 2013.

Dubes Skoog sendiri akan meninggalkan Indonesia yang telah ditempati selama 1,5 tahun ini akan bertugas di Kantor PBB, New York sebagaimana dirinya pernah lakukan pada antara tahun 1997 hingga 2000 silam.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Rabu, 04 Maret 2015

Slovenia Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

LJUBLJANA, - Satu negara di benua Eropa kembali mengesahkan sebuah produk yang memperbolehkan pernikahan dan mengizinkan pasangan homoseksual untuk mengadopsi anak.

Sebagaimana dilansir dari Channel NewsAsia, produk hukum tersebut disahkan oleh parlemen pada Selasa malam (3/2) waktu setempat dengan 51 suara yang mendukung dan 28 menentangnya.

Kepastian ini disampaikan Mateh Tasner Vatovec dari Partai United Left, oposisi yang mengajukan produk hukum tersebut.

“Ini akan menjadi langkah ke depan menunju kehidupan masyarakat yang inklusif dan toleran yang akan dimasuki Slovenia di abad ke-21,”ucapnya.

Namun apa yang dilakukan pemerintahan terhadap produk pernikahan sejenis tersebut mendapatkan tentangan dari dua partai oposisi sayap kanan dan beberapa kelompok sipil dengan mengancam akan melakukan referendum seperti pada 2012 llau.

Namun kenyataannya apa yang terjadi di tahun 2012 ini dibatalkan pada 2013 lalu dimana pemerintah Slovenia mengamandemen produk hukumnya tentang referendum yang termasuk HAM tidak boleh direferendum oleh rakyat.

Apa yang dilakukan Slovenia serupa dengan negara-negara Eropa yang sudah dulu mengambil tindakan serupa seperti Spanyol, Perancis, Inggris dan terakhir Finlandia.

Namun isu tersebut masih dianggap aneh oleh beberapa negara seperti Kroasia yang menolak pernikahan sejenis dalam referendum di ahir tahun 2013 lalu dengan melarang pasangan gay untuk adopsi anak.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 17 Februari 2015

Lagi, Uni Eropa Kuncurkan Bantuan kepada Zimbabwe

Ilustrasi - Istimewa
BRUSSELS, -  Uni Eropa kembali memberikan bantuan kepada negara Zimbabwe serta diberlakukannya sanksi selama lima tahun

Sebagaimana dilansir dari media setempat, Uni Eropa memberikan bantua hampir USD270 juta kepada negara Afrika tersebut setelah sanksi diberikan pada tahun 2002.

Bantuan ini dikemukakan pada Senin (16/2) waktu setempat di pusat kota Harare dalam pendanaan perawatan kesehatan, proyek pemerintahan serta pertanian dengan durasi enam tahun ke depan.

Bantuan ini diberikan setelah mendapatkan tekanan dari negara-negara Afrika, akhirnya bantuan yang tadinya berikan kepada organisasi kelompok ketika beralih kepada para pejabat negeri itu setelah organisasi ini mencabut larangan bepergian dan finansial terhadap para petinggi tersebut.

Tetapi sanksi ini masih berlaku bagi Presiden Mugabe dan firstlady, Grace.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Rabu, 04 Februari 2015

Para Eksportir Pasar UE Bahas Keamanan Pangan

DENPASAR, - Komisi Eropa, bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, menyelenggarakan seminar umum tentang peraturan Uni Eropa atas produk perikanan, khususnya persyaratan keamanan pangan dan sistem pengawasan.

twitter.com/uni_eropa
Sebagaimana informasi yang diterima melalui email mengatakan tujuan utama dari kegiatan ini adalah melatih perusahaan-perusahaan produk perikanan laut dari Asia Pasifik yang melakukan ekspor ke Uni Eropa dan para petugas di otoritas terkait untuk merancang dan menerapkan suatu sistem pengawasan yang efisien guna memastikan terpenuhinya ketentuan-ketentuan higinis dan keamanan pangan umum dan khusus untuk produk-produk perikanan laut.

Melalui kuliah umum, pelatihan, studi kasus dan diskusi, para peserta diharapkan akan mampu membandingkannya dengan sistem nasional mereka sehingga dapat memberikan kontribusi dalam perbaikan dan peningkatan kerangka sanitary and phytosanitary di negara masing-masing maupun di asosiasi-asosiasi regional yang relevan.

Seminar dibuka secara resmi oleh Bapak Narmoko Prasmadji, yang mewakili Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Mikael Sami, Sekretaris Pertama dari Bagian Perdagangan di Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN, serta Thierry Chalus, yang mewakili Direktorat Kesehatan dan Keamanan Pangan (DG SANTE) dari Komisi Eropa. Seminar dihadiri pula oleh para peserta dari negara-negara anggota ASEAN dan kawasan Pasifik.

Narmoko Prasmadji dalam paparannya mengatakan Uni Eropa adalah salah satu pasar utama dalam hal produk perikanan laut di Indonesia dengan volume ekspor sekitar 89,544 ton dengan nilai total USD495,7 juta pada tahun 2013.

"Uni Eropa adalah salah satu pasar utama produk perikanan laut Indonesia dengan volume ekspor sebesar 89.544 ton, dengan nilai total mencapai US$495,7 juta di tahun 2013 (atau 11,8% dari nilai ekspor sebesar US$4,206 juta). Oleh karena itu, seminar ini sangat penting dalam rangka mempererat kerjasama Komisi Eropa dengan negara-negara eksportir produk perikanan laut. Dengan demikian, negara-negara non-Uni Eropa akan mampu meningkatkan ekspor dan kapasitas perdagangan, serta menyediakan produk-produk yang mampu berkompetisi dan sesuai dengan standar keamanan pangan Uni Eropa".ucapnya

Sementara itu,Mikael Sami menyatakan dengan meningkatnya standar keamanan pangan, para eksportir dari negara Asia dapat meningkatkan daya saing dan sanggup meningkatkan pangsa pasar mereka di Uni Eropa yang memiliki konsumen lebih dari 500 juta orang dan pasar bersama berdasarkan satu standar peraturan keamanan pangan yang berlaku di 28 negara.

"Dengan meningkatkan standar keamanan pangan, para ekportir dari negara-negara Asia dapat meningkatkan daya saing dan sanggup meningkatkan pangsa pasar mereka di Uni Eropa yang memiliki konsumen lebih dari 500 juta orang dan pasar bersama berdasarkan satu standar peraturan keamanan pangan yang berlaku di 28 negara. Seminar ini merupakan bagian dari upaya Uni Eropa untuk membantu eksportir dari negara-negara non-Uni Eropa dan para pejabat publik yang kompeten untuk meningkatkan kualitas peraturan yang berlaku melalui transfer pengetahuan dan peningkatan kemampuan mereka sehingga akan memberikan kontribusi kepada pembangunan dan pertumbuhan ekonomi".ucapnya

Sebelum membuka seminar secara resmi, Thierry Chalus menyatakan kegiatan ini adalah bagian dari program 'Better Training for Safer Food' (BTSF) dari Direktorat Jenderal Komisi Eropa untuk Kesehatan dan Konsumen. Seminar ini diselenggarakan dari tanggal 2 sampai dengan 6 Februari 2015 dan dihadiri oleh sekitar 50 pengawas tingkat nasional dari negara-negara anggota ASEAN dan kawasan Pasifik"

Rangkaian acara seminar ini juga dihadiri oleh Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, yang berkesempatan memberikan sambutan singkat kepada para peserta.

Seminar ini adalah bagian dari serangkaian lokakarya regional tentang Keamanan Pangan dan Kesehatan Tanaman yang diselenggarakan di Asia dari tahun 2014 hingga 2016 dengan dana dari Komisi Eropa dan diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Konsumen, Kesehatan dan Pangan. 

Rangkaian lokakarya ini akan membahas berbagai topik, termasuk Kesehatan Tanaman, Produk-produk Perikanan Laut, Penilaian Resiko, Informasi dan Pelacakan Pangan.



Kontak > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 20 Januari 2015

UE Ajukan Banding Soal Terhapusnya Hamas dari Daftar Teroris

Ilustrasi-Istimewa
BRUSSELS, - Uni Eropa akan mengajukan permohonan banding kepada pengadilan yang memutuskan agar kelompok Hamas di Palestina dihapus dari daftar terorisme organisasi kawasan tersebut.

Ajuan banding ini disampaikan Kepala Kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini sebagaimana dilansir dari media setempat yang mengatakan menteri luar negeri dari 28 negara anggota dalam pertemuan Senin (19/1) sepakat satu suara mengajukan banding atas putusan pengadilan pada 17 Desember lalu.

“Putusan ini jelas didasarkan pada alasan prosedural dan tidak menyiratkan penilaian oleh pengadilan tentang manfaat menggolongkan Hamas sebagai organisasi teroris,”ucapnya

Sementara itu menurut Juru Bicara Hamas, Sami Abu Zuhri mengatakan desakan UE untuk tetap menggolongkan kelompoknya sebagai organisasi teroris adalah langkah tidak bermoral.

“Desakan UE untuk tetap menggolongkan Hamas sebagai organisasi teroris adalah langkah tidak bermoral dan mencerminkan biasnya UE mengenai penjajahan Israel. Hal itu membuat Israel menutupi kejahatannya terhadap rakyat Palestina,”ucapnya.

Keputusan ini diambil Pengadilan Kedua Tertinggi UE dalam putusannya memasukkan Hamas dalam daftar hitam di tahun 2010 tidak didasarkan pada penilaian hukum tetapi kesimpulan yang didapat dari media dan internet.

Hamas sendiri masuk dalam daftar teroris UE sebagai bagian dari langkah yang lebih luas memerangi terorisme setelah serangan 11 September.

Konsekuesi ini berujung pada dana milik Hamas dibekukan, terkai dengan ini kelompok yang telah berkuasa di kawasan Gaza sejak 2007 ini telah mengajukan banding atas putusan tersebut.

Terkait dengan keputusan ini sekutu abadi Amerika, Israel mendesak pihak UE terus memberikan sanksi kepada Hamas dimana posisi mereka dan AS tidak berubah serta menganggap kelompok tersebut sebagai teroris asing.



Kontak Blog > ervanca@Gmail.com
Twitter.com/Lorcasz