Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 April 2015

KBRI Ottawa Kenalkan Kartini dan Srikandi Indonesia kepada Masyarakat Kanada

OTTAWA, - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ottawa, Kanada kembali  menyelenggarakan pameran promosi Indonesia

Sebagaimana dilansir dari laman Kemlu, kali ini KBRI Ottawa menghadirkan pameran yang bertajuk Indonesian Women and the Preservation of Indonesia Traditional Culture, yang dikaitkan dengan peringatan Hari Kartini tanggal 21 April di Ruang Caraka Nusantara KBRI Ottawa (15/4) waktu setempat

Acara diawali dengan kunjungan ke berbagai anjungan yang menampilkan ikon-ikon Indonesia seperti alat-alat musik tradisional Indonesia (gamelan Jawa, gamelan Bali, kolintang dan angklung), proses pembuatan batik, karya akhir batik dan tenun dari berbagai daerah, serta wayang kulit dan golek.

Pameran juga dilengkapi dengan stan informasi tempat-tempat wisata dan produk-produk makanan Indonesia yang sudah masuk pasar Kanada serta promosi Trade Expo 21-25 Oktober 2015.

Acara puncak diisi pemutaran video mengenai Kartini sebagai pejuang emansipasi Perempuan Indonesia dan kemajuan yang telah dicapai kaum Perempuan Indonesia di berbagai bidang seperti Retno L.P. Marsudi (Menlu Perempuan Pertama Indonesia), Sri Mulyani Indrawati (Managing Director and Chief Operating Officer of the World Bank), Tri Rismaharini (Walikota Surabaya), Martha Tilaar & Mooryati Soedibyo (pengusaha di bidang kosmetik dan kecantikan), Nyonya Meneer & Desy Sulistyo (pengusaha jamu Indonesia) dan Anne Avantie (disainer kebaya kontemporer).

Acara dilanjutkan dengan presentasi mengenai kekayaan rempah-rempah Indonesia, yang penggunaannya tidak hanya untuk kuliner masakan tetapi juga dapat digunakan untuk membuat minuman dan obat tradisional “djamoe”.

Di akhir acara, para pengunjung diberikan kesempatan mencicipi Bir Pletok (minuman khas Betawi) dan kue-kue khas Indonesia seperti kue lapis, putu ayu dan risoles.

Acara ini adalah untuk keempat kalinya digelar dalam tajuk Embassy Day yang selalu dikunjungi oleh masyarakat Kanada dari berbagai kelompok, yakni calon wisatawan yang akan berkunjung ke Indonesia, para staf pengajar lembaga bahasa di Kementerian Luar Negeri Kanada, kalangan diplomatik, alumni Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada (PPIK) dan Friends of Indonesia.

Secara khusus, Madeleine Bourget, alumni PPIK berbagi pengalaman kepada para pengunjung mengenai keberagaman Indonesia yang ditemuinya selama tiga bulan tinggal di Jambi.

Kegiatan “Indonesian Embassy Day” dilaksanakan oleh KBRI Ottawa selama tahun 2015, sebagai salah satu upaya KBRI Ottawa untuk lebih memperkenalkan Indonesia kepada warga negara Kanada dan warga asing lainnya yang ada di Kanada.  

Konsep kegiatan adalah memperkenalkan Indonesia secara lengkap kepada publik di Kanada, mulai dari posisi geografis Indonesia, potensi ekonomi dan perdagangan, sektor pariwisata, kuliner serta seni dan budaya. 

Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah untuk membuka peluang yang lebih besar bagi Indonesia untuk menarik para wisatawan Kanada dan para pengusaha yang berminat untuk menjalin kontak dagang dengan Indonesia.

Tema utama setiap kegiatan dibuat berbeda untuk memberikan perspektif baru terhadap Indonesia dan memancing animo para pengunjung.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz

Sabtu, 11 April 2015

Indonesia Kenalkan Nasi Tumpeng dan Bir Pletok di Kinibalu Food Festival 2015

KINIBALU, - Tidak hanya tempat wisata yang ditampilkan perwakilan Indonesia di negara asing ketika mengikuti sebuah kegiatan tetapi juga kuliner.

Sebagaimana diinformasikan Deni Sugandi selaku Staf Sekretariat Konsul Jenderal RI Kota Kinibalu melalui email menjelaskan bahwa pihaknya perkenalkan Nasi Tumpeng, Jamu Beras Kencur dan Bir Pletok Dalam Kota Kinabalu Food Festival 2015.

Acara yang bertajuk The 5th Kota Kinabalu Food Festival 2015, di lantai dasar Suria Sabah Mall Kota Kinabalu-Sabah-Malaysia, pada 10-12 April 2015.

Di pesta kuliner ini, KJRI Kota Kinabalu beserta Dharma Wanita Persatuan KJRI Kota Kinabalu mempromosikan beberapa ikon kuliner Indonesia seperti Kue Lumpur Jakarta, Klapertaart Menado, Nagasari Jogjakarta, Nasi Tumpeng, Asinan Jakarta, Kolak Pisang Ubi Bandung, dan Jamu Kunyit Asam dan beras kencur Solo.

Selain itu, menu cemilan harian Indonesia yang lainnya pun tak lupa disajikan seperti Bakso, Siomay, Ketoprak, Lemper, Rempeyek, Risoles dan Es Degan. 

Tak hanya makanan, Booth Indonesia turut menyediakan meja informasi wisata, guna memberi penjelasan kepada pengunjung mengenai sejarah makanan-makanan tersebut.

Terkait dengan kegiatan ini Koordinator Fungsi Ekonomi KJRI Kota Kinibalu, Ema Noviana mengatakan bahwa Indonesia kaya dengan keragaman kuliner dan berharap pengunjung yang tertarik bisa melakukan eksplorasi kuliner dengan mengunjungi di Indonesia

“Indonesia kaya dengan keragaman kuliner. Semoga di ajang ini, pengunjung yang tertarik bisa melanjutkan eksplorasi kuliner mereka dengan mengunjungi lokasi asal makanan-makanan tersebut di Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Konsul Jenderal RI di Kota Kinabalu, Akhmad DH. Irfan mengatakan bahwa Indonesia dalam kegiatan ini dapat dikatakan sukses dengan melihat atrian para pengunjung untuk mencoba jenis makanan yang disajikan.

“Alhamdulillah, keikutsertaan Indonesia dalam Food Festival kali ini dapat dikatakan sukses. Antrian para pengunjung untuk mencoba jenis masakan yang disajikan membuktikan informasi tentang enaknya masakan Indonesia telah tersebar di Sabah dan mereka ingin membuktikannya. Kebetulan Dharma Wanita Persatuan KJRI menyajikan masakan yang cukup bervariatif, manis, asin dan pedas” ucapnya.

Sementara itu, seorang pengunjung bernama Hans wisatawan dari Jerman mencoba cicipi Asinan Jakarta dan kue lumpur mengaku makanan tersebut sangat unik dengan rasa yang nikmat.

“The Foods are unique, but the taste is nice,”ucapnya.

Sebagai informasi, The 5th Kota Kinabalu Food Festival 2015 menyajikan beragam sajian lokal dan internasional. Turut menemani Indonesia di ajang ini adalah kreasi makanan dari Jepang, Australia, Thailand, Tiongkok, Korea, dan beragam makanan dan minuman hasil kreasi masyarakat setempat Negeri Sabah, Malaysia.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Senin, 06 April 2015

Turis Indonesia Jadi Potensi Besar Bagi Pariwisata Palestina

JAKARTA, - Indonesia bisa menjadi potensi besar bagi pariwisata Palestina dengan melihat banyaknya situs sejarah yang menjadi aset dalam menarik wisata ziarah.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi Kemlu RI mengatakan Direktur KST, Siti N. Mauludiah, selaku penanggung jawab kegiatan menyatakan bahwa International Training Workshop on Tourism and Antiquities for Palestine diberikan berdasarkan permintaan (demand driven) dari Palestina yang memerlukan bantuan capacity building di bidang pariwisata dan konservasi/permuseuman.

Hal ini mengingat Palestina memiliki banyak situs sejarah yang dapat menjadi aset menarik wisata ziarah (religious).

Materi workshop disesuaikan dengan kebutuhan Palestina, antara lain Tourism and its development in supporting economy, Tourism regulation, Destination tourism development, Marketing tourism, Tourism resources development, Global tourism code of ethic, Hospitality business concept, Tourism business and current issues, Tour and travel core business, dan Identifying tourism business.

Selain materi tersebut di atas, juga terdapat materi yang merupakan pelatihan khusus yang diharapkan oleh Palestina, yaitu pelatihan Bahasa Indonesia untuk Tour Guide Palestina. Hal ini disebabkan karena Palestina ingin memanfaatkan potensi wisatawan Indonesia yang besar untuk terus ditingkatkan.

Palestina juga ingin mengembangkan situs-situs purbakala dan museum yang merupakan kekayaan peradaban leluhur (heritage) Palestina dengan tujuan dapat menarik lebih banyak lagi wisatawan mancanegara.

Dalam workshop ini Palestina mengirim 9 orang tenaga ahli (5 orang setingkat Direktur) untuk dapat mengambil pengalaman Indonesia di sektor kepurbakalaan.

Materi yang diberikan antara lain The development of heritage and antiquities, The Diversity of Palestinian Heritage, Preserving heritage on archeological in excavation, reservation and restoration, dan Museum management.

Peserta akan mengunjungi beberapa museum di Jakarta dan Bandung, antara lain Mesjid Istiqlal dan Katedral Jakarta.

Workshop kepurbakalaan ini merupakan pelatihan yang kedua kalinya diberikan kepada tenaga ahli Palestina, setelah yang pertama kali melibatkan 5 orang Palestina yang langsung belajar di Balai Konservasi Borobudur di Yogyakarta pada tahun 2011.

Dalam menciptakan manfaat ekonomi dari setiap pelatihan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia kepada negara ketiga,

Direktorat KST selalu mengagendakan kunjungan delegasi asing ke sentra-sentra industri masyarakat. Terkait pelatihan workshop kepariwisataan dan kepurbakalaan kepada Palestina ini, rombongan juga dibawa ke beberapa pabrik penghasil perlengkapan hotel (amenities) di Bandung. 

Hal ini bertujuan untuk membuka peluang ekspor produk tersebut di sektor pariwisata Palestina.

Outcome dari pelatihan workshop ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pembangunan ekonomi Palestina dalam mempersiapkan kemerdekaannya

Sebagai informasi, berdasarkan data dari berbagai sumber, saat ini jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Palestina semakin meningkat dan bahkan mencapai angka 80.000 orang pada tahun 2014 lalu.

Wisatawan Indonesia tersebut tidak saja umat Muslim yang melakukan wisata ziarah ke Masjidil Aqsa, namun umat Kristiani juga melakukan wisata ziarah ke Jerusalam.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Sabtu, 04 April 2015

Menteri Pariwisata Apresiasi Penghargaan yang Diberikan Bulgaria

JAKARTA, - Terpilihanya dua film pendek promosi pariwisata yang diproduksi Kementerian Pariwisata RI sebagai juara dalam International Tourism Film Festival (ITFF) ke-11 di Bulgaria mendapatkan apresiasi dari orang nomor satu di kementerian tersebut.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pihaknya bangga dengan prestasi tersebut namun hal itu seperti layaknya pisau bermata dua dimana pertama sukses mempromosikan pariwisata dengan tema budaya.

“Kami bangga prestasi itu semacam pisau bermata dua. Pertama sukses mempromosikan pariwisata dengan tema budaya dan sejarah lalu sukses mengekspose keindahan bawah laut Indonesia di mata dunia karena itu kami sangat menghargai kemenangan ini sebagai promosi yang sangat efektif,” ucapnya

Menteri Arief pun sangat bangga dengan pada karya anak bangsa yang piawai mengemas sumber daya alam, keindahan budaya dan surge bawah laut Nusantara yang tidak ada duanya dari apapun.

“Menciptakan tema, menyusun cerita, berkreasi, membuat film pendek mengambil gambar, editing dan membangun kesan yang mendalam itu adalah kreativitas yang patut diacungi jempol,”ucapnya

Sebagai informasi, penghargaan ini diberikan saat penutupan ITFF yang berlangsung di Cathedral Rozhdeshtvo Bogorodichno Hall, Kota Veliko Tornovo


Kontak blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Lewat Cultural Tourism, Indonesia Jaring Wisatawan asal Bulgaria

SOFIA, - Indonesia mencoba menjaring penikmat wisata dari negara Eropa Timur, khususnya Bulgaria untuk menikmati alam negeri ini.

Untuk mewujudkan tersebut Kedutaan Besar RI untuk Bulgaria berkedudukan di Sofia mengikuti pameran pariwisata yang digelar di Kota Veliko Tomovo.

Informasi yang beredar, pameran yang bertajuk 12th International Exhibition Cultural Tourism dimana acara ini  diresmikan Menteri Pariwisata Bulgaria, Nikolina Angelkova dan Walikota Veliko Tornovo, Daniel Panov.

Pameran yang berlangsung di Gedung Kesenian Rafael Mihailov, Kota Veliko Tomovo ini diikuti sekitar 78 peserta dari Bulgaria serta 15 negara yaitu, Korea Selatan, Afrika Selatan, Vietnam, India, Turki, Kroasia, Tiongkok, Rumania, Rusia, Macedonia dan Indonesia

Dalam pameran ini, KBRI Sofia memberikan informasi tentang Indonesia dengan tempat-tempat wisata indah seperti pegunungan, danau, serta situs bersejarah.

Selain itu, KBRI pun mengajak para penikmat wisata dari Bulgaria untuk dapat datang ke Indonesia melihat langsung tradisi / budaya masyarakat setempat seperti upacara keagamanan serta kehidupan sehari-hari.

Sebagai informasi, Veliko Tornovo sebuah kota tua dengan banyak bangunan bersejarah yang dikenal sebagai “Old Capital of Bulgaria” yang meruapakan kandidat dari European Capital of Culture tahun 2019.

Kota ini sering mengadakan berbagai kegiatan tentang budaya mulai dari tingkat nasional hingga internasional.

Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Dua Film Indonesia Raih Penghargaan di Bulgaria

SOFIA, - Keindahan Indonesia dalam sebuah film ternyata mampu meraih penghargaan bergengsi di negeri orang.

Informasi yang beredar, dua film pendek tentang promosi wisata yang dibuat oleh Kementerian Pariwisata RI menangkan penghargaan kategori History and Culture untuk film Wonderful Indonesia : History and Culture.

Sedangkan Wonderful Indonesia, Diving meraih penghargaan kategori sport and adventure. Penghargaan ini diberikan pada International Tourism Film Festival (ITTF) of Bulgaria.

Festival yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti lebih dari 90 film dari 23 negara antara lain, Serbia, Brazil, Portugal, Maroko, Thailand, Siprus, Macedonia, Swiss, Kroasia, India, Mesir, Yunani, Peru, Polandia, Kepulauan Faroe, Austria, Republik Ceko, Perancis, Malta, Jernan, Finlandia, Indonesia dan tuan rumah Bulgaria.

Dalam festival ini dipertandingkan lima kategori yaitu, Corporate Tourism Film / Spot, Faith & Traditions, Nature & Ecotourism History and Culture, Sport and Adventure.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Kamis, 02 April 2015

Masakan Indonesia Hadir di Vietnam

HANOI, - Masakan Indonesia yang sudah dikenal secara luas kali ini kembali mencoba memanjakan lidah para warga Vietnam

Sebagaimana dilansir dari laman KBRI Hanoi, kini terdapat restoran pertama yang menyajikan makanan khas Indonesia yang bernama Juni’s Kitchen.

​Juni’s Kitchen, adalah restoran pertama yang menyajikan makanan khas Indonesia telah secara resmi dibuka di kawasan Tay Ho, Hanoi, Vietnam (1/4). Kawasan Tay Ho merupakan kawasan dimana ekspatriat banyak bermukim di kota Hanoi.

Duta Besar RI Hanoi, Mayerfas, turut hadir dalam pembukaan restoran ini, para tamu dapat menikmati berbagai sajian khas Sumatera Barat seperti Rendang, Gulai Ikan, Dendeng Sambal Lado, dan lain-lain.

Restoran tersebut menyajikan masakan Padang sampai jam 3 siang. Untuk sore hari tersedia es teler, aneka gorengan, avocado coffee. 

Sementara pada malam hari tersedia nasi goreng, mie rebus, mie goreng, sate dan soto, serta aneka masakan Indonesia lainnya.

Melihat besarnya potensi pasar untuk mempromosikan kuliner Indonesia di Hanoi, terlihat dari meningkatnya kunjungan wisatawan ke Vietnam.

Jumlah WN Indonesia yang berkunjung juga mengalami peningkatan, pada umumnya selama di Vietnam mereka akan mencari makanan khas Indonesia dan masakan halal.

Dengan dibukanya “Juni’s Kitchen” maka dapat mengakomodasi WN Indonesia yang merindukan masakan nusantara dan warga Negara asing yang penasaran dengan masakan Indonesia yang kaya dengan bumbu dan cita rasa Indonesia. Sebagai catatan di Ho Chi Minh City, telah terdapat 3 restoran Indonesia.

Dubes Mayerfas menyampaikan dukungannya atas kehadiran restoran Indonesia pertama di Hanoi dan mendoakan agar restoran tersebut dapat berkembang dengan sukses serta mampu mempromosikan kuliner Indonesia di Vietnam.

Dubes Mayerfas juga menyampaikan akan mempromosikan restoran tersebut kepada para mitra kerja KBRI Hanoi.

Turut hadir dalam acara pembukaan tersebut sejumlah komunitas Indonesia di Hanoi, staf KBRI Hanoi, perwakilan beberapa Perwakilan Asing di Hanoi serta kalangan ekspatriat di Hanoi.

Bagi masyarakat Indonesia yang kebetulan sedang berkunjung, tidak ada salahnya untuk mampir dan menikmati nikmatnya masakan khas nusantara di ibukota negeri Vietnam.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 31 Maret 2015

Lewat OTVS 2015, Indonesia Coba Targetkan 12 Juta Wisatawan Dunia

OTTAWA, - Indonesia melalui Kedutaan Besar RI untuk Kanada berpartisipasi dalam Ottawa Travel and Vacation Show (OTVS).

Sebagaimana dilansir dari laman resmi Kemlu RI, acara yang berlangsung  di Ottawa Convention Center (OCC), selama 2 hari, (28-29/3).

Pameran yang diikuti oleh lebih dari 181 exhibitor ini memenuhi sekitar 250 paviliun yang disediakan oleh pihak penyelenggara.

Pameran tahunan dengan tema pariwisata dan liburan ini diikuti oleh perwakilan diplomatik dari negara-negara sahabat, kantor-kantor pariwisata negara-negara sahabat, perusahaan-perusahaan yang terkait dengan bisnis pariwisata dan liburan (spt: kesehatan, ansuransi, peralatan liburan, perusahaan bus, perusahaan penerbangan, perusahaan kapal pesiar, restoran, hotel/akomodasi, dll) dan perwakilan propinsi-propinsi dan teritori Kanada.

Disamping paviliun individual, panitia juga menyediakan 2 lokasi khusus untuk kegiatan demo masak dan presentasi paket-paket perjalanan khusus.

Beberapa Kantor Kedutaan Besar negara sahabat juga berpartisipasi dalam OTVS 2015 antara lain: Afrika Selatan, Ukraina, Estonia, Jepang, Lesotho, Latvia, Lithuania, Polandia, Uganda, Tanzania, dan Uni Eropa.

Disamping itu, terdapat juga, negara-negara yang diwakili oleh lembaga Tourism Board-nya, seperti: Bahama, Barbados, Tiongkok, Kroasia, Dominika, India, Jamaika, Grenada, Jepang, Yordania, Korea Selatan, Meksiko, Polandia, Puerto Rico, Rumania, Taiwan, Spanyol, Trinidad & Tobago, Tunisia dan Turki.

Selain menampilkan berbagai informasi mengenai tujuan pariwisata di Indonesia, Paviliun Indonesia juga mendiseminasikan informasi tentang sektor perdagangan dan transportasi di Indonesia, termasuk informasi mengenai rencana penyelenggaraan Trade Indonesian Expo 2015 mendatang. 

Yang menariknya Paviliun Indonesia juga membagikan makanan kecil khas Indonesia kepada para pengunjung yang melihat stand Indonesia.

Terkait dengan even ini, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Kanada, Dr. T. Faizasyah, mengemukakan bahwa tujuan partisipasi KBRI Ottawa pada OTVS 2015 adalah untuk mendukung pencapaian target wisatawan manca negara, yakni dengan total 12 juta wisatawan pada tahun 2015.

Kanada sendiri selama ini memiliki kontribusi 50-56 ribu wisatawan ke Indonesia setiap tahunnya. Angka ini masih sangat memungkinkan untuk terus ditingkatkan, karena tingginya minat para wisatawan asal Kanada untuk melakukan perjalanan pariwisata ke Indonesia.

Disamping karena faktor musim dingin yang panjang di Kanada (3-4 bulan), hal ini membuat wilayah-wilayah tropis menjadi tujuan utama warga Kanada.

Selain itu, faktor tingginya pendapatan perkapita atau kesejahteraan juga menjadi faktor lain dari tingginya minat kunjungan atau liburan warga Kanada keluar negeri.

Faktor lain yang juga mendukung adalah faktor hubungan psikologis antara warga negara Kanada dengan negara-negara asal imigrasi masyarakat Kanada itu sendiri (sebagai catatan, lebih 80% dari warga negara Kanada adalah merupakan kelompok imigran/pendatang).

Dalam konteks Indonesia, disamping keberadaan diaspora Indonesia dan keluarga, di Kanada juga terdapat banyak imigran Belanda yang generasi pendahulunya pernah menetap di Indonesia.

Potensi lain yang bisa ditawarkan Indonesia ke wisatawan asal Kanada adalah wisatawan eco-tourism, diving/snorkling, surfing, kuliner dan religi.

Beberapa terobosan mulai dilakukan untuk mendukung pencapaian program pemerintah di bidang pariwisata oleh KBRI Ottawa, antara lain melalui kegiatan Indonesia Embassy Day, pendekatan kepada para travel writer Kanada, melakukan diseminasi informasi pariwisata Indonesia melalui berbagai media sosial yang dimiliki oleh Perwakilan (website, facebook dan twitter) serta memfasilitasi kegiatan-kegiatan diaspora Indonesia di Kanada.

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan Kanada yang berkunjung ke Indonesia dalam 3 tahun terakhir memperlihatkan trend meningkat, yakni 54.287 wisatawan (tahun 2011), 56.201 (2012) dan 56.798 (2013).



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Jumat, 27 Maret 2015

Bebas Visa, Indonesia Bidik 5 Juta Turis dari Tiongkok

BEIJING, - Pemerintah Indonesia memberlakukan bebas visa kepada empat negara baru, salah satunya adalah Tiongkok.

Dengan berlakunya bebas visa kepada Tiongkok, Indonesia memasang target sekitar 5 juta turis per tahun asal negeri panda tersebut masuk ke Indonesia untuk menikmati alam dan kuliner negeri ini

Kebijakan ini juga terkait dengan kunjungan bilateral Presiden Jokowi ke Beijing dan dalam agenda Jokowi meminta pemerintah Tiongkok untuk memberlakukan kebijakan yang sama dengan Indonesia yaitu bebas visa.

“Saya telah meminta Pemerintah Tiongkok untuk memberikan fasilitas bebas visa bagi turis Indonesia yang akan berkunjung ke Tiongkok sebagaimana Pemerintah Indonesia telah memberikan bebas visa untuk turis Tiongkok yang akan berpergian ke Indonesia,”ucap Presiden Jokowi.

Sebagai informasi, Indonesia telah memberikan bebas visa kepada 15 negara yaitu Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Hong Kong Spesial Administration Region, Macau Spesial Administration Regio, Chile, Peru, Singapura, Maroko, Vietnan, Ekuador, Laos, Kamboja dan Myanmar.

Sedangkan Indonesia kembali akan menambah 30 negara lagi dalam kebijakan bebas visa tersebut seperti Afrika Selatan, Oman, Bahrain, Kuwait, UEA, Qatar, Republik Ceko, Polandia, Finlandia, Denmark, Norwegia, Austria, Belgia, Swedia, Swiss, Spanyol, Italia, Perancis, Belanda, Jerman, Inggris, Rusia, Meksiko, Selandia Baru, Amerika Serikat, Korea Selatan, Kanada, Jepang dan Tiongkok.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Kamis, 26 Maret 2015

Presiden Minta Tiongkok Berlakukan Bebas Visa WNI

BEIJING, - Pemerintah Indonesia berharap Tiongkok bisa sejalan dengan kebijakan dalam hal pemberian bebas visa sebagaimana yang sudah dilakukan Indonesia

Permintaan ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika melakukan kunjungan kenegaraan kepada Presiden Xi Jinping.

“Jumlah kunjungan wisatawan ke dua negara ditargetkan 10 juta pertahun. Dalam kaitan ini saya minta Pemerintah Tiongkok untuk memberikan bebas visa bagi masyarakat Indonesia yang akan berkunjung ke Tiongkok,”ucapnya.

Kebijakan ini dilakukan sebagai salah satu wujud konkret kerja sama bilateral dalam memberikan kemudahan masyarakat untuk berkunjung, sehingga pertukaran wisatawan makin tinggi.

Dalam kesempatan ini,  Presiden Jokowi mengatakan dalam konteks bilateral Indonesia-Tiongkok akan melakukan kerja sama pemberantasan korupsi, meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat kedua negara.

“Dan yang paling penting Indonesia mengharapkan agar beberapa target dalam hubungan Tiongkok dan Indonesia dapat tercapai dalam tiga agenda,”ucapnya.

Soal wisatawan, Presiden Xi Jinping mengatakan pihaknya bertekad untuk terus meningkatkan hubungan di bidang sosial budaya.

“Kita berpendapat Indonesia adalah kekuatan ekonomi baru yang strategis, melengkapi secara ekonomi dan saling menguntungkan dengan Tiongkok,”ucapnya




Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz


Sabtu, 21 Maret 2015

FoodHall Kenalkan Produk Singapura Bermutu

JAKARTA, - Selain sebagai tempat wisata, Singapura pun ternyata memiliki produk bermutu dalam segala hal terutama kuliner.

Karena inilah membuat produsen supermarket FoodHall mencoba menyajikan produk terbaik dari Singapura kepada konsumennya di Jakarta.

Produk-produk bermutu dari Singapura akan hadir dalam gerai khusus yang diberi nama Tasty Singapore Food Aisle di tiga outlet mereka yaitu Foodhall Plaza Senayan, Grand Indonesia dan Senayan City.

Menurut Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar mengatakan bahwa negaranya telah memproduksi lebih dari 100 pilihan makanan berupa snack juga bumbu masakah yang sekarang bisa dinikmati di Jakarta.

Setidaknya produk tersebut dihasilkan dari 14 perusahaan makanan terbaik di Singapura muali dari aneka saus, minuman, kacang-kacangan, bihun, makanan bumbu, mie hingga teh.

Sebagai informasi, Singapura dalam sejarahnya sering dijuluki sebagai Melting Pot of Asia dikarenakan letaknya yang menjadi persingahan dari banyak kultur sejak tahun 1800-an.

Sejarah kuliner Singapura sendiri dibawa oleh para pedagang rempah dari segala penjuru termasuk dari bumi nusantara hingga saat ini kuliner negeri tersebut masih terpengaruh dengan empat budaya dasar yang mengakar yaitu Tiongkok, India Melayu dan Peranakan.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 17 Maret 2015

Alasan Dicoretnya Bebas Visa Australia

JAKARTA, - Teka-teki Australia yang sebelumnya digadang-gadang akan menerima kebijakan pemerintah Indonesia sebagai negara penerima bebas visa tiba-tiba di coret dan tidak masuk dalam empat negara yang diumumkan akhirnya terkuak juga.

Adalah Menteri Pariwisata Arief Yahya yang mengatakan alasan pemerintah mencoret Australia dari daftar penerima bebas visa tidak ada kaitannya dengan mamanasnya hubungan kedua negara.

“Tidak ada kaitannya, Australia tidak masuk bukan karena pemerintah tidak mamu memberikan, tetapi karena di Australia itu berlaku universal visa, jadi setiap orang yang datang ke sana itu harus menggunakan visa, sementara di Indonesia berlaku kebijakan resiprokal. kalau mereka tidak memberikan makan Indonesia tidak bisa memberikan bebas visa jadi tidak akan ketemu,”ucapnya di komplek Istana Kepresidenan.

Arief juga menambahkan bahwa pemberian fasilitas bebas visa bagi turis Australia baru bisa diberikan jika pemerintah Tony Abbott ini memberikan kekhususan kepada WNI untuk bisa berkunjung ke negaranya tanpa menggunakan visa

“Kalau diberikan kekhususan baru bisa. Saya janji meyakinkan Kementerian Luar Negeri dan Presiden untuk membuka bebas visa bagi Australia,”ucapnya.

Berdasarkan informasi yang himpun berdasarkan data, jumlah Turis negeri Kangguru ke Indonesia menduduki peringkat ketiga baik berlibur maupun bisnis.

Jumlah ini kalah sedikit oleh Singapura dan Malaysia yang setiap tahun mengirimkan lebih dari 1 juta turis ke Indonesia.

Namun Menteri Arief ingin menekankan bukan Australia yang menjadi target utama dalam kunjungan turis namun adalah Tiongkok yang setiap tahun lebih dari 100 ribu orang berkunjung ke negeri ini.

Bahkan dalam data di tahun 2013 jumlah turis asal negeri panda ini mencapai 807,429 orang, karena dasar inilah membuat pemerintah memberikan fasilitas bebas visa kepada Tiongkok.

“Saya pernah berbicara dengan Menteri Pariwisata Tiongkok, menurutnya kalau diberikan kemudahan bebas visa dia yakin untuk meningkatkan jumlah turis asal Tiongkok sebesar 100 persen adalah hal yang mudah. Kalau di 2014 sudah mencapai 1 juta orang dengan bebas visa targetnya bisa mendatangkan 2 juta orang,”ucapnya

Menteri Arief juga mengatakan untuk merealisasikan bebas visa ini dari Tiongkok dirinya akan meminta PT Garuda Indonesia untuk membuka lebih banyak penerbangan langsung ke kota-kota di Tiongkok.

“Saat ini Garuda sudah terbang ke Guangzhou, Shanghai dan Beijing Targetnya Garuda saya minta untuk bisa melayani penerbangan ke tujuh kota di Tiongkok. Selama pemerintah sana mengizinkan. Garuda sudah menyatakan kesiapannya melaksanakan tugas itu,”ucapnya




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Senin, 16 Maret 2015

Indonesia Berikan Bebas Visa untuk 25 negara

JAKARTA, - Pemerintah Indonesia akan memberikan lagi aturan bebas visa bagi turis dari 25 negara dalam waktu dekat.

Hal ini disampaikan Menteri Pariwisata, Arief Yahya dimana kebijakan ini sebagai tahapan awal dalam paket kebijakan reformasi struktural perekonomian

“Nanti dari empat menjadi 25, hampir semua negara Eropa masuk, Amerika masuk nambahnya 21,”ucap Menteri Arif.

Tujuan pemberian aturan ini bertujuan untuk menambah jumlah kunjungan 10 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2015 selain itu juga dengan kunjungan ini menambah devisa negara dan memperbaiki kinerja neraca jasa.

“Ini bisa menambah pemasukan 15 persen dari semula, katakanlah sebelumnya total penerimaan 5 juta, tambah 15 persen dan ada 750 ribu (tambahan wisman) bisa hampir 1 miliar dollar AS penambahannya dari bebas visa,”ucapnya.

Sebagai informasi, keempat negara yang baru saja diberikan bebas visa oleh Indonesia adalah Korea Selata, Tiongkok, Rusia dan Jepang.

Sebelum ada penambahan empat negara ini, Indonesia sudah memberikan bebas visa kepada beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, HongKong Special Administration Region (HongKong SAR), Makau Special Administration Region (Makau SAR)

Filipina, Maroko, Chile, Vietnam, Peru, Ekuador, Laos, Kamboja dan Myanmar




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Minggu, 15 Maret 2015

Australia Gagal, Rusia, Korea Selatan, Tiongkok dan Jepang Peroleh Bebas Visa

JAKARTA, - Entah karena eksekusi atau ancaman yang beredar membuat pemerintah Indonesia tidak memasukkan Australia dalam kategori penerima negara bebas visa negeri ini.

Padahal negeri Kangguru ini sempat di usulkan untuk dibebaskan visanya pada akhir tahun lalu namun itu hanya sekedar wacana saja.

Pemerintah akhirnya memberikan bebas visa dengan segala fasilitas yang diberikan kepada Tiongkok, Korea Selatan, Rusia dan Jepang.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil bahwa dengan memberikan visa bagi turis dari empat negara tersebut maka sudah ada 19 negara yang diberikan fasiltas oleh Indonesia untuk masuk ke negeri ini.

“Kami memperkirakan turis asal 19 negara ini sudah meng-cover 95 persen turis yang datang ke Indonesia,”ucapnya.

Menko Sofyan juga menambahkan bahwa pihaknya akana terus melakukan studi untuk seleksi negara yang warganya bisa memperoleh aturan bebas visa ke Indonesia.

Selain itu dengan aturan bebas visa bagi turis asing salah satu dari sejumlah paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam menghadapi lemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serika.

Dengan kebijakan ini setidaknya mengurangi beban biaya dan waktu untuk mengurus visa ke Indonesia, karena dengan semakin banyak turis datang ke negeri ini pemerintah dapat mendapatkan keuntungan dollar masuk ke Indonesia melalui transaksi jual beli para turis ini.

Dengan masuknya Tiongkok, Rusia, Korea Selatan dan Jepang menambah deretan negara yang sudah lebih dulu menikmati bebas visa yang diberikan Indonesia seperti, Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, Hongkong Special Administratin Region (HongKong SAR).

Makau Special Administration Region (Makau SAR), Maroko, Peru, Vietnam, Ekuador, Kamboja, Laos, Chile dan Myanmar.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Senin, 09 Maret 2015

Lindungi Konsumen Soal Halal, MUI Luncurkan Kode QR

JAKARTA, - Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) meluncurkan produk pada restoran untuk melindungi konsumen soal halal atau tidak melalui kode Quick Response (QR)

Hal ini disampaikan Direktur LPPOM MUI Ir Lukmanul Hakim M.Si di Jakarta dimana untuk saat ini penetapan Kode QR untuk sejumlah restoran.

“Ini hari pertama kita menerapkan QR Code untuk restoran. Semua Outlet restoran yang mencapai ribuan (di Indonesia) akan ditempel QR Code,”ucapnya

Tujuan penempelan kode QR ini untuk memastikan apakah outlet restoran benar-benar memiliki sertifikat halal atau tidak karena jika itu tidak ada maka akan dikenakan sanksi mencapai Rp5 miliar

“Apakah outlet-outlet benar-benar memiliki sertifikat halal atau tidak. Bagi perusahaan yang tidak memiliki sertfikat halal, mencantumkan label halal ada sanksinya hingga mencapai Rp5 miliar,”ucapnya

Lukmanul juga mengatakan dengan QR Code ini tidak butuh lama para konsumen memastikan apakah restoran tersebut halal atau tidak.

Selain itu, para konsumen pun bisa mengunduh aplikasi tersebut atau dengan scanner untuk lebih memastikan halal atau tidaknya.

Lukmanul juga berharap pada pertengahan tahun ini seluruh restoran di Indonesia sudah ditempelin QR Code.

Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Senin, 02 Maret 2015

Tragedi #QZ8501 Buat Jumlah Pelancong Turun

JAKARTA, - Jumlah penikmat wisata di Indonesia pada Januari 2015 mengalami penurunan sekitar 3,99 persen pada Januari lalu.

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Distribusi Statistik dan Jasa Badan Pusat Statistik, Sasmito Hadi Wibowo dalam jumpa pers mengatakan bahwa jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia menurun 723 ribu orang pada Januari 2014 turun 3,99 persen dibandingkan Januari 2014 mencapai 753,1 ribu orang

Wibowo mengatakan penurunan jumlah wisatawan awal bulan tahun ini terjadi akibat Tahun Baru Imlek yang jatuh pada bulan Februari.

“Tahun lalu, Imlek jatuh di bulan Januari akhir sehingga kunjungan wisman lebih tinggi dibandingkan Januari sekarang,”ucapnya.

Tidak hanya faktor musim liburan yang membuat jumlah wisatawan menurun karena adanya insiden pesawat Air Asia QZ8501 mebuat sebagian turis asing trauma naik pesawat.

“Trauma faktor kecelakaan pesawat masih memberi dampak sehingga ada penurunan jumlah kunjungan,”ucapnya

Selain itu BPS juga mencatat dalam hal penumpang angkutan udara domestic pada Januari juga mengalami penurunan sebanyak 4,7 juta orang atau 14,99 persen bila dibandingkan pada Desember 2014.

Sementara jumlah penumpang berangkat ke luar negeri turun sekitar 11,98 persen menjadi 1,1 juta orang.

Penurunan penumpang dalam Bandara terjadi di Soekarno-Hatta sebanyak 16.31 persen, sementara di Juanda sekitar 12,34 persen, Hasanuddin Makassar (1,94%) dan Ngurah Rai Denpasar (9,25%)



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Senin, 23 Februari 2015

Indonesia Jadi Bintang dalam Pameran Wisata Internasional Beograd

BEOGRAD, - Walau ada kabar akan diboikot oleh Australia melalui jejaring social tidak membuat nama Indonesia dan wisatanya  luncur di dunia bahkan dalam sebuah pameran wisata justru stan Indonesia menjadi bintang karena banyak yang penasaran dengan keindahan Indonesia.

Adalah International Fair of Tourism (IFT) yang diselenggarakan di Beograd, Serbia inilah stand Indonesia menjadi favorit bagi para pengunjung di kota tersebut.

Sebagaimana informasi yang diterima dari Habadi selaku Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Beograd melalui email mengatakan  Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beograd (KBRI Beograd) berpartisipasi dalam International Fair of Tourism (IFT) di Beograd pada tanggal 19-22 Februari 2015 .

International Fair of Tourism (IFT) di Beograd merupakan event pariwisata terbesar di Serbia dan Eropa Tenggara.

Dok : KBRI Beograd

Tahun lalu (2014), IFT dikunjungi oleh lebih dari 62.000 pengunjung serta 10.625 perusahaan di bidang pariwisata.

Berdasarkan informasi dari pihak panitia, pada tahun ini hingga hari ke-tiga (21 Februari 2015) saja, IFT 2015 yang diikuti oleh ribuan peserta mencatat pengunjung sebanyak sekitar 74.000 orang dan diperkirakan jumlah total pengunjung tahun ini mencapai lebih dari 80.000 pengunjung.

Tahun ini, booth Indonesia dengan tema "Wonderful Indonesia" mempromosikan budaya Indonesia yang sangat kaya dari Aceh hingga Papua. Tema "Wonderful" bertujuan untuk memperluas potensi tujuan wisata Indonesia.

Bukan hanya potensi lokasi wisata yang diperlihatkan, namun juga meliputi keragaman masyarakat Indonesia, kekayaan budaya dan gaya hidup Indonesia, sumber daya alam, keanekaragaman hayati, dan juga hasil pembangunan di Indonesia.

Berdasarkan pengamatan KBRI Beograd, ketertarikan pengunjung IFT 2015 terhadap destinasi wisata yang dimiliki oleh Indonesia sangat besar.

Hal ini terlihat dari banyaknya pengunjung yang mendatangi booth Indonesia. Paduan gambar berbagai destinasi wisata dan pilihan paket tour yang tersedia dengan adanya kerjasama antara perusahaan pariwisata Serbia dan Indonesia semakin membuat "Wonderful Indonesia" menjadi salah satu favorit di IFT 2015.

Bahkan pada booth tour operator yang menyediakan paket ke Indonesia, setiap hari kehabisan brosur/pamflet paket-paket wisata Indonesia sehingga harus mencetak ulang tiap harinya.

Booth Indonesia menampilkan tarian dan musik tradisional Indonesia dilakukan oleh para seniman asli Serbia yang selama ini dibina oleh KBRI Beograd. Setiap penampilan seni tradisional Indonesia selalu menarik begitu banyak pengunjung ke booth Indonesia hingga membuat lorong di depan booth begitu padat.

Selain seni tradisional, booth Indonesia juga menyelenggarakan jamuan cocktail yang mengundang media dan tour operator dari Serbia, hal ini kembali membuat booth Indonesia begitu padat pengunjung.

Dok : KBRI Beograd

Di sela-sela jamuan, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Serbia dan Montenegro, Harry Richard James Kandou, mengatakan bahwa telah terdapat peningkatan permohonan visa dari tahun 2013 ke tahun 2014, namun jumlahnya masih dapat ditingkatkan.

Hal ini dikarenakan mayoritas permohonan visa itu adalah untuk tujuan wisata dan berdasarkan hasil diskusi dengan pada tour operator, masih banyak destinasi wisata yang belum tersentuh oleh wisatawan di Serbia.

Duta Besar juga menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia menargetkan 10 juta turis asing pada tahun 2015 dan KBRI Beograd sebagai garda terdepan promosi wisata Indonesia di Serbia akan terus berusaha keras untuk ikut membantu tercapainya target tersebut.

Dalam berbagai kesempatan, Duta Besar Harry Kandou juga senantiasa menyampaikan bahwa Indonesia bukan hanya mengejar peningkatan jumlah wisatawan namun juga meningkatkan kualitas kunjungan wisata ke Indonesia.

Meningkatkan kualitas dengan cara memperbanyak destinasi yang dikunjungi sehingga kunjungan menjadi lebih lama. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan jumlah pengeluaran turis asing pada tiap kunjungannya ke Indonesia.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz