Senin, 06 April 2015

Turis Indonesia Jadi Potensi Besar Bagi Pariwisata Palestina

JAKARTA, - Indonesia bisa menjadi potensi besar bagi pariwisata Palestina dengan melihat banyaknya situs sejarah yang menjadi aset dalam menarik wisata ziarah.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi Kemlu RI mengatakan Direktur KST, Siti N. Mauludiah, selaku penanggung jawab kegiatan menyatakan bahwa International Training Workshop on Tourism and Antiquities for Palestine diberikan berdasarkan permintaan (demand driven) dari Palestina yang memerlukan bantuan capacity building di bidang pariwisata dan konservasi/permuseuman.

Hal ini mengingat Palestina memiliki banyak situs sejarah yang dapat menjadi aset menarik wisata ziarah (religious).

Materi workshop disesuaikan dengan kebutuhan Palestina, antara lain Tourism and its development in supporting economy, Tourism regulation, Destination tourism development, Marketing tourism, Tourism resources development, Global tourism code of ethic, Hospitality business concept, Tourism business and current issues, Tour and travel core business, dan Identifying tourism business.

Selain materi tersebut di atas, juga terdapat materi yang merupakan pelatihan khusus yang diharapkan oleh Palestina, yaitu pelatihan Bahasa Indonesia untuk Tour Guide Palestina. Hal ini disebabkan karena Palestina ingin memanfaatkan potensi wisatawan Indonesia yang besar untuk terus ditingkatkan.

Palestina juga ingin mengembangkan situs-situs purbakala dan museum yang merupakan kekayaan peradaban leluhur (heritage) Palestina dengan tujuan dapat menarik lebih banyak lagi wisatawan mancanegara.

Dalam workshop ini Palestina mengirim 9 orang tenaga ahli (5 orang setingkat Direktur) untuk dapat mengambil pengalaman Indonesia di sektor kepurbakalaan.

Materi yang diberikan antara lain The development of heritage and antiquities, The Diversity of Palestinian Heritage, Preserving heritage on archeological in excavation, reservation and restoration, dan Museum management.

Peserta akan mengunjungi beberapa museum di Jakarta dan Bandung, antara lain Mesjid Istiqlal dan Katedral Jakarta.

Workshop kepurbakalaan ini merupakan pelatihan yang kedua kalinya diberikan kepada tenaga ahli Palestina, setelah yang pertama kali melibatkan 5 orang Palestina yang langsung belajar di Balai Konservasi Borobudur di Yogyakarta pada tahun 2011.

Dalam menciptakan manfaat ekonomi dari setiap pelatihan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia kepada negara ketiga,

Direktorat KST selalu mengagendakan kunjungan delegasi asing ke sentra-sentra industri masyarakat. Terkait pelatihan workshop kepariwisataan dan kepurbakalaan kepada Palestina ini, rombongan juga dibawa ke beberapa pabrik penghasil perlengkapan hotel (amenities) di Bandung. 

Hal ini bertujuan untuk membuka peluang ekspor produk tersebut di sektor pariwisata Palestina.

Outcome dari pelatihan workshop ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pembangunan ekonomi Palestina dalam mempersiapkan kemerdekaannya

Sebagai informasi, berdasarkan data dari berbagai sumber, saat ini jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Palestina semakin meningkat dan bahkan mencapai angka 80.000 orang pada tahun 2014 lalu.

Wisatawan Indonesia tersebut tidak saja umat Muslim yang melakukan wisata ziarah ke Masjidil Aqsa, namun umat Kristiani juga melakukan wisata ziarah ke Jerusalam.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz