JAKARTA, - Indonesia bisa
menjadi potensi besar bagi pariwisata Palestina dengan melihat banyaknya situs
sejarah yang menjadi aset dalam menarik wisata ziarah.
Sebagaimana dilansir dari laman
resmi Kemlu RI mengatakan Direktur KST, Siti N. Mauludiah, selaku penanggung
jawab kegiatan menyatakan bahwa International Training Workshop on Tourism and
Antiquities for Palestine diberikan berdasarkan permintaan (demand driven) dari
Palestina yang memerlukan bantuan capacity building di bidang pariwisata dan
konservasi/permuseuman.
Hal ini mengingat Palestina
memiliki banyak situs sejarah yang dapat menjadi aset menarik wisata ziarah
(religious).
Materi workshop disesuaikan
dengan kebutuhan Palestina, antara lain Tourism and its development in
supporting economy, Tourism regulation, Destination tourism development,
Marketing tourism, Tourism resources development, Global tourism code of ethic,
Hospitality business concept, Tourism business and current issues, Tour and
travel core business, dan Identifying tourism business.
Selain materi tersebut di
atas, juga terdapat materi yang merupakan pelatihan khusus yang diharapkan oleh
Palestina, yaitu pelatihan Bahasa Indonesia untuk Tour Guide Palestina. Hal ini
disebabkan karena Palestina ingin memanfaatkan potensi wisatawan Indonesia yang
besar untuk terus ditingkatkan.
Palestina juga ingin
mengembangkan situs-situs purbakala dan museum yang merupakan kekayaan
peradaban leluhur (heritage) Palestina dengan tujuan dapat menarik lebih banyak
lagi wisatawan mancanegara.
Dalam workshop ini Palestina mengirim 9 orang
tenaga ahli (5 orang setingkat Direktur) untuk dapat mengambil pengalaman
Indonesia di sektor kepurbakalaan.
Materi yang diberikan antara
lain The development of heritage and antiquities, The Diversity of Palestinian
Heritage, Preserving heritage on archeological in excavation, reservation and
restoration, dan Museum management.
Peserta akan mengunjungi
beberapa museum di Jakarta dan Bandung, antara lain Mesjid Istiqlal dan
Katedral Jakarta.
Workshop kepurbakalaan ini
merupakan pelatihan yang kedua kalinya diberikan kepada tenaga ahli Palestina,
setelah yang pertama kali melibatkan 5 orang Palestina yang langsung belajar di
Balai Konservasi Borobudur di Yogyakarta pada tahun 2011.
Dalam menciptakan manfaat
ekonomi dari setiap pelatihan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia kepada
negara ketiga,
Direktorat KST selalu
mengagendakan kunjungan delegasi asing ke sentra-sentra industri masyarakat.
Terkait pelatihan workshop kepariwisataan dan kepurbakalaan kepada Palestina
ini, rombongan juga dibawa ke beberapa pabrik penghasil perlengkapan hotel
(amenities) di Bandung.
Hal ini bertujuan untuk membuka peluang ekspor produk
tersebut di sektor pariwisata Palestina.
Outcome dari pelatihan
workshop ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pembangunan ekonomi
Palestina dalam mempersiapkan kemerdekaannya
Sebagai informasi, berdasarkan
data dari berbagai sumber, saat ini jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung
ke Palestina semakin meningkat dan bahkan mencapai angka 80.000 orang pada
tahun 2014 lalu.
Wisatawan Indonesia tersebut
tidak saja umat Muslim yang melakukan wisata ziarah ke Masjidil Aqsa, namun
umat Kristiani juga melakukan wisata ziarah ke Jerusalam.
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz