Tampilkan postingan dengan label Sosial Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Media. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Maret 2015

4 Juta Pengguna Linkedln ada di Indonesia

JAKARTA, - Jejaring sosial untuk professional online, Linkedln membuat pernyataan bahwa layanan mereka sudah lebih 347 juta orang menjadi penggunanya dan 40 persen atau sekitar 4 juta diantaranya berada di Indonesia.

Hal ini disampaikan Cliff Rosenberg selaku Managing Director Linkedln untuk kawasan Asia Tenggara, Australia dan Selandia Baru sebagaimana dalam pernyataannya.

“Pertumbuhan ini akan menambah ketertarikan pada Indonesia, di mana para professional non Indonesia semakin banyak mencari tahu tentang perusahaan-perusahaan Indonesia,”ucapnya.

Ilustrasi - Istimewa
Selain mengumumkan soal rincian daerah asal pengguna Linkedln, pihaknya juga mengumumkan persentase para pengguna layanan ini.

Dimana 70 persen pengguna Linkedln berusia antara 25 hingga 44 tahun dengan posisi perkejaan hingga senior dalam perusahaannya.

Dalam hal jabatan sekitar 71 persen pengguna Linkeldn menjabat posisi manager sedangkan 22 persen memiliki pekerjaan sebagai pengambil dan pembuat keputusan.

Selain Indonesia, negara di kawasan ASEAN yang memiliki anggota dari layanan ini lebih dari 1 juta ini adalah Malaysia dan Philipina dengan raihan lebih dari 2 juta.

Sementara Singapura lebih dari 1 juta. Jika digabungkan raihan negara-negara di Kawasan ASEAN dengan Asia Pasific maka jumlahnya menembus angka 64 juta.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Senin, 23 Februari 2015

Indonesia, Tuan Rumah Para Penggiat Social Media

JAKARTA, - Semakin meningkatnya lalu lintas pengguna jejaring sosial yang berasal dari Indonesia membuat negara ini pun dilirik para petinggi perusahaan tersebut untuk menjadikan rumah mereka dan itu pun terbukti.

Jakarta terpilih menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan Social Media Week (SMW) 2015 yang diadakan di Pasific Place dari tanggal 23 hingga 27 Februari 2015.

Istimewa
Tema yang diangkat pun tidak main-main yaitu Empowering The Connected Class dimana menghadirkan para petinggi dari pada perusahaan sosial media seperti Facebook, BuzzFeed, Path, Linkedln, Social Bakers dan Kurio yang akan membagi ilmu mereka kepada para pengikut dari layanan tersebut.

Setidaknya ada sekitar 60 pembicara lokal maupun internasional serta 20 komunitas berkumpul dan berbagi cerita dalam ajang ini.

Menurut Antonny Liem selaku Ketua Penyelenggara SMW yang juga CEO PT Merah Cipta Media pada acara jumpa pers mengatakan jumlah mobile subscription aktif di negeri ini mencapai 282 juta dimana 74 persen diantaranya adalah untuk sosial media.

“Jumlah mobile subscription yang aktif di Indonesia juga mencapai 282 jutaan, di mana 74 persen diantaranya digunakan untuk media sosial,”ucapnya.

Menurut Antonny, dengan situasi seperti ini tidak mengherankan jika mengingat kultur masyarakat Indonesia yang senang berkumpul namun para pengguna media sosial ini secara umum masih bersifat non-produktif.

Karena menurut Antonny lewat sosial media, banyak cara untuk berkarya, memasarkan produk serta menyelamatkan hidup manusia serta mengubah kebijakan pemerintah melalui media sosial.

Apa yang dilakukan Jakarta ini mendapatkan tanggapan dari Vice Presiden IT& Mobile Business Samsung Electronics Indonesia  yang mengatakan pihaknya sangat senang dengan event bertaraf internasional dapat hadi di negeri ini.

“Kami senang event bertaraf internasional ini dapat hadir di Indonesia. Sebagai produsen smartphone. Samsung ingin terus berinovasi untuk mendukung penggunaan media sosial, “ucapnya

Sebagai informasi, ini pertama kalinya Indonesia ditunjuk sebagai salah satu tuan rumah sejak SMW pertama kali digelar enam tahun lalu.

Alasan penunjukkan ini melihat Indonesia sebagai negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah pengguna mencapai 72 juta jiwa dimana 93 persen dari jumlah tersebut pengguna aktif Facebook.

Selain Indonesia, kegiatan ini juga digelar berbarengan di enam kota dunia yaitu New York, Hamburg, Milan, Copenhagen, Lagos dan Bangalore.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Kamis, 12 Februari 2015

Soal Social Media, Presiden Turki Jilat Ludahnya Sendiri

ISTANBUL, - Ada yang menarik dari Turki dimana untuk pertama kalinya pemimpin negara tersebut mulai melek menggunakan sarana sosial media untuk berinteraksi.

Sebagaimana dilaporkan Kepala Komunikasi Publik Kantor Kepresidenan Turki, Mucahit Kucukyilmaz pada kantor berita Anatolia mengatakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menulis sendiri kicauannya pada akun dirinya @RT_Erdogan yang tengah melakukan kunjungan ke Kolombia.

/twitter.com/RT_Erdogan

Dalam kicauannya, Erdogan menuliskan tentang hari anti tembakau dengan memberikan semacam nasehat untuk menjauh dari efek sampingnya dengan menggunakan tanda pagar berhenti merokok.

“Hari ini, 9 Februari adalah Hari Anti-Tembakau, Jauhkan dirimu dari racun ini dan #Berhentimerokok RTE,”kicau Erdogan dalam laman twitternya.

Ketka ditanya soal inisial RTE, Mucahit mengatakan inilah tersebut menunjukkan kalau Erdogan sendiri yang menuliskan status pada akun twitternya dengan harapan memulai hari dengan sangat berarti.

Akun yang dimiliki Erdogan ini sebelumnya dikelola para pendukungnya dan sekarang sudah diambil alih oleh pemerintah bahkan pihak twitter pun sudah memverifikasi akun tersebut sebagai akun resmi milik presiden.

Selain Erdogan, banyak pejabat dinegeri yang dikenal sebagai Asia Kecil itu memiliki akun twitter seperti Perdana Menteri Ahmet Davutoglu 

Namun apa yang dilakukan Erdogan dengan melakukan kicauan perdananya secara tidak langsung sudah menjilat ludahnya sendiri.

Karena perlu diingat, Presiden Erdogan pernah mengeluarkan cemoohan tentang layanan social media 140 karakter ini pada Februari tahun lalu dengan mengatakan dirinya tidak punya waktu luang karena bekerja siang dan malam

“Saya tidak punya Twitter. Saya tidak punya waktu luang, saya bekerja siang dan malam,”ucapnya

Bahkan pada Agustus 2014 lalu, pria kelahiran 26 Februari 1954 ini mengatakan Twitter sebagai pisau pembunuh serta menyatakan dirinya tidak suka tweet.

Apa yang dibenci Erdogan terhadap twitter cukup berasalan karena berkat media sosial ini banyak timbul protes massa dinegaranya pada bulan Juni 2013.

Pemerintah Turki sendiri telah memblokir Twitter pada Maret 2014 lalu setelah disebutkan sebagai alat untuk menyebarkan rekaman kasus korupsi yang melibatkan keluarga pemimpin walau dicabut oleh Mahkamah Konstitusi negara itu.

Soal anti social media sendiri, sebuah laporan transparansi sebagaimana dilaporkan Telegraph bahwa Turki telah membungkam kebebasan berekspresi lewat sosial media sejak tahun 2014 lalu.

Bahkan dalam enam bulan terakhir di tahun 2014 negara ini menjadi negara dengan permintaan pencabutan konten  terbanyak dengan lebih dari 470 permintaan yang diajukan lewat pengadilan, polisi serta lembaga pemerintahan.




Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Rabu, 11 Februari 2015

Anak Muda Pimpin Path Indonesia

JAKARTA, - Keberadaan Indonesia dalam dunia sosial media cukup menjanjikan dengan hadirnya beberapa kantor perwakilan bahkan dipimpin oleh anak muda.

Salah satunya adalah Path yang tidak main-main langsung mendirikan kantor perwakilannya di Indonesia bahkan sudah mendapatkan orang yang tepat untuk mengawal jejaring sosial di negeri ini.

Ilustrasi - Istimewa
Adalah William Tunggaldjaja resmi menjadi Country Manager Path Indonesia. informasi di dapat dari sebuah acara Social Media Week dalam lamannya disebutkan sebagai orang nomor satu di Path Indonesia.

Setelah tiga bulan lamanya Path mencari sosok yang pas untuk memimpin kantor perwakilannya, terpilih William Tunggaldjaja dimana dalam laman sosial media khusus data diri pencari kerja, William adalah lulusan dari Universitas of California, Barkeley dari program Mechanical Enginering.

Sebelum masuk Path William lebih dulu bekerja yang tidak jauh dari dunia internet dan teknologi pada sejumlah korporasi.

Dirinya pernah bekerja pada Kantor Pusat Microsoft serta Lazada Indonesia ketika memulai terjun dalam dunia pekerjaan.

Bahkan sebelum menjadi orang nomor satu dan Country Manager Path pertama di Indonesia, dirinya memimpin sebuah perusahaan media sosial khusus kuliner, Zomato.

Sebagai informasi, setidaknya hingga hari ini tercatat sekitar lebih dari 4 juta pengguna Path di Indonesia dimana 80 persennya adalah pengguna aktif.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz