Tampilkan postingan dengan label Polandia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polandia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 April 2015

Polandia Pamerkan Foto Marilyn Monroe

WROCLAW, - Aktris sensasional Marilyn Monroe ternyata memiliki segudang foto yang tidak terpublikasikan dan akan di tampilkan dalam sebuah pameran di Polandia pada musim panas ini.

Sebagaimana dilansir dari media setempat, foto langka perempuan bernama asli Norma Jeane Mortenson ini didokumentasikan oleh fotografer fesyen dan selebriti, Milton H Greene.

Kota Wroclaw sendiri menjadi tuan rumah dari pameran foto langka aktris kelahiran Los Angeles 1 Juni 1926 ini setelah memenangkan lelang foto tersebut yang terjual dengan harga USD6,4 juta.

Jumlah foto yang akan dipamerkan sekitar lebih dari 3,000 lembar. Dalam pameran ini tidak hanya ditampilkan Monroe tetapi juga Grace Kelly, Audrey Hepburn, Marlen Dietrich serta Judy Garland akan dipamerkan.

Greene sendiri berteman dengan Monroe setelah beberapa kali melakukan sesi pemotretan yang kemudian mereka berdua mendirikan bisnis produksi dunia hiburan.

Bahkan Monrone sempat tinggal bersamanya dan keluarganya yang membuat dirinya bisa mengabadikan moment tersebut.

Greene sendiri telah meninggal sejak tahun 1985, sementara Marilyn Monroe sendiri ditemukan tewas 5 Agustus 1962 di Los Angeles dalam usia 36 tahun.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz 

Kamis, 16 April 2015

Polandia Ingin Pasok Bus untuk Transportasi Jakarta

JAKARTA, - Entah karena melihat kondisi bus di Jakarta yang memprihatinkan membuat Polandia ingin membantu dengan memasok kebutuhan transportasi di pusat kota Indonesia ini dengan melakukan investasi dalam waktu dekat.

Hal ini terungkap Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Polandia untuk Indonesia, Tadeusz Szumowski dimana negaranya adalah salah satu produsen bus terbesar di Eropa.

“Polandia adalah salah satu negara produsen bus terbesar di Eropa. Akan sangat baik jika kami memproduksi bus dan menjualnya ke Indonesia,”ucapnya.

Untuk mewujudkan tersebut, Dubes Szumowski mendampingin Wakil Menteri Ekonomi Polandia, Grazyna Henclewska berkunjung ke Menteri Perindustrian untuk menjajaki kerjasama kedua negara.

Terkait dengan pertemuan ini, Menteri Perindustrian Saleh Husin mengajak Polandia untuk berinvestasi di Indonesia pada bidang kemaritiman karena menurutnya bidang ini sangat terbuka dilakukan dan sesuai dengan misi Presiden Joko Widodo.

Selain itu Indonesia menawarkan kerjasama pada bidang peralatan kesehatan, industri agro serta kelistrikan.

Soal kelisitrikan, menurut Menteri Saleh, Indonesia menawarkan Polandia untuk ikut dalam program 35,000 megawatt.

Pada kesempatan yang sama Wakil Menteri Ekonomi Polandia, Grazyna Henclewska mengapresiasikan adanya konferensi ekonomi kedua negara dalam tajuk Made in Poland serta ajakan investasi yang ditawarkan menteri perindustrian.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Rabu, 25 Maret 2015

Kolaborasi Moskow-Warsawa untuk Indonesia

MOSKOW, - Sebuah kolaborasi ekonomi antara dua negara Eropa Timur untuk Indonesia baru saja terjadi di Moskow.

Sebagaimana informasi yang diterima dari KBRI Moskow melalui email menjelaskan bahwa sebuah seminar bisnis bertajuk Asia-Russia Bussines Bridge : What Asia Has to Offer to Russia dimana Kedutaan RI di Moskow berkolaborasi dengan Dubes Indonesia untuk Poland.

Dalam sambutannya, Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Rusia, Djauhari Oratmangun bahwa Indonesia memiliki potensi dan daya saing yang menjanjikan.

"Dengan potensi yang dimiliki, Indonesia ditinjau dari potensi kemampuan ekonomi, populasi yang besar, daya saing yang menjanjikan, serta nilai tambah yang bisa didapat dari kerjasama bisnis dan investasi, merupakan kesempatan baik bagi Rusia untuk melakukan kerjasama ekonomi dan berinvestasi di Indonesia,” ucapnya

Dalam “keynote speech-nya”, secara singkat Dubes Djauhari menjelaskan mengenai peningkatan volume perdagangan Indonesia Indonesia-Rusia, komoditi potensial yang diminati kedua negara, peluang pasar yang dapat dimanfaatkan, purchasing power parity Indonesia, serta mengundang para pengusaha dan investor Rusia untuk berkunjung dan berinvestasi di Indonesia yang indah, cantik, modern, dan sedang berbenah.

Sementara itu, dalam paparannya Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Polandia, Peter F Gontha mengatakan Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber alam.

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia juga tinggi. Untuk memajukan Indonesia dibutuhkan infrastruktur yang baik dan untuk itu mengundang para investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Selain itu, Dubes Peter Gontha juga menggarisbawahi pentingnya konektivitas di era globalisasi, peluang, hambatan, potensi dan kemampuan ekonomi Indonesia dan ASEAN, dan regulasi yang dimiliki Indonesia berkaitan dengan kebijakan nasional di bidang bisnis dan investasi.

Menutup paparannya, Dubes Peter Gontha menyampaikan bahwa masa depan Indonesia adalah untuk menjadi bagian dari dunia pemasaran dengan sistem digital terintegrasi berlandaskan informasi, teknologi, komunikasi serta infrastruktur.

Sebagai informasi, promosi Asia dan khususnya Indonesia tersebut dilaksanakan oleh Awara Group serta Eduhouse Ltd, didukung oleh KBRI Moskow dan Dubes RI Warsawa, berlangsung di Grand Hotel Marriot, Moskow tanggal 24 Maret 2015.

Kolaborasi antara KBRI Moskow dan Dubes RI Warsawa dihadiri sekitar 100 peserta (targeted audiences/pengusaha), terdiri dari wakil sejumlah pengusaha Rusia, perusahaan asing di Rusia, praktisi bisnis, wakil dari kedutaan asing di Rusia, serta media yang meliput berlangsungnya acara. Seminar memberikan penekanan pada Indonesia dan ASEAN.

Seminar menghadirkan sejumlah nara sumber dari kalangan pebisnis dan praktisi di bidangnya, seperti Jon Hellevig (Managing Partner Awara), Peter Gontha (Duta Besar RI untuk Polandia), Dato' Zainol Abidin Omar (Dubes Malaysia untuk Rusia), Simona Ayrapetyan (Project Manager – International Cooperation En+ Group), Oleg V. Gorbulin (Member of Board of Directors National Investment Alliance) dan Pavel Bazhanov (Partner SBF Group).

Topik spesifik yang disajikan dalam paparan para pembicara, antara lain, kondisi perekonomian Rusia dan perdagangan serta iklim bisnis di Indonesia dan ASEAN, melakukan bisnis di ASEAN dan negara Asia lainnya, seperti Tiongkok, Jepang dan Korea.
Seminar peluang bisnis dan potensi berinvestasi di Indonesia dan ASEAN ini merupakan suatu langkah baru yang agak berbeda dengan aktifitas promosi ekonomi lainnya.

Dalam seminar sehari ini, kedua Duta Besar Indonesia tersebut terjun langsung dan aktif memberikan informasi sebagai upaya penetrasi potensi ekonomi dan investasi kepada para pelaku ekonomi dari beberapa perusahaan besar Rusia, calon investor, konsultan bisnis, dan pemerhati ekonomi.

Langkah terobosan ini dirasakan cukup efektif menarik minat para pelaku bisnis yang ditandai oleh besarnya minat pelaku bisnis untuk melakukan kerjasama ekonomi dengan Indonesia.

Dalam kesempatan yang berbeda, Duta Besar Peter Gontha dan Dubes Djauhari Oratmangun juga melakukan pertemuan dengan sejumlah pengusaha Rusia, Sergey Sorokin (Direktur NRG Lab) dan Ana Shell (pendiri Ana Shell Fund) yang telah aktif melakukan kegiatan bisnis di Indonesia.

Awara Group merupakan perusahaan asing konsultan di bidang bisnis untuk pasar Rusia. Sementara itu, Eduhouse Ltd, merupakan perusahaan jasa pelatihan yang ternama dari Finlandia. 

Sebelumnya, tanggal 23 Maret 2014 telah diadakan acara resepsi di Wisma Duta sebagai persiapan untuk pelaksanaan Seminar bisnis pada tanggal 24 Maret 2015.





Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Sabtu, 07 Maret 2015

Datangkan Wisatawan Polandia ke Indonesia, KBRI Gandeng Garuda Indonesia

WROCLAW, - Untuk menjaring wisatawan Polandia untuk lebih banyak datang ke daerah destinasi di Indonesia, Kedutaan Besar RI Warwasa menggandeng Garuda Indonesia serta tiga operator penyelenggara wisata

Sebagaimana dilansir dari laman KBRI, pihak kedutaan menggandeng Garuda Indonesia serta tiga operator penyelenggara wisata setempat untuk memasarkan potensi pariwisata Bali dan Lombok pada Pamertan Tour Travel Wroclaw.

Pameran MTT Wroclaw ini sendiri diikuti sekitar 200 peserta di antaranya, Italia, Jerman, Austria, Ceko, Maladewa, Amerika Serikat, Slovakia, Sri Lanka dan Hongaria. Acara ini sendiri dibuka oleh Wakil Menteri Pariwisatan dan Olahraga Tmoasz J’drzedjczak.

Duta Besar Luar Biasan dan Berkuasa Penuh RI untuk Poland, Peter F Gontha mengatakan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini diharapkan jumlah wisatawan negeri itu berkunjung ke Indonesia dapat meningkat.

Stand Indonesia sendiri dikunjungi lebih dari 2,000 orang yang ingin tahu lebih dekat tentang pariwisata Indonesia dengan paling banyak menanyakan objek wisata yang ada terutama wisata alam dan pantai.

Bahkan ada wisatawan yang sudah pernah berkunjung ke Indonesia dan ingin kembali menikmati alam negeri ini pada liburan musim panas mendatang.

Selain pameran, pihak KBRI juga mengadakan workshop tentang potensi pariwisata Indonesia yang disampaikan Dubes dan Sales Manager Garuda Indonesia untuk Eropa serta Ketua Polish Chambers of Tourism dan operator mitra KBRI.

Selain itu KBRI juga mementaskan Tari Saman Aceh dan Rantak Minangkabau yang dibawakan mahasiswa Polandia serta penerima beasiswa Darmawisata, beasiswa BSBI serta puteri keluarga kedutaan.

Sebagai informasi, wisatawan Polandia yang datang ke Indonesia mengalami peningkatan dimana pada 2011 hanya terdapat 11,000 orang.

Kemudian 2012 menjadi 13,500 orang, 15,500 pada 2013 dan pada 2014 wisatawan Polandia kemungkinan menembus angka 16,000 orang.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Jumat, 06 Maret 2015

Bengawan Solo dalam Balutan Jazz Polandia-Indonesia

JAKARTA, - Ada yang baru dalam perhelatan Java Jazz Festival 2015 dimana sebuah lagu sederhana bernuansa keroncong berada dalam racikan musik jazz ala Eropa Timur

Adalah lagu Bengawan Solo karya Gesang yang sudah mendunia coba di aransemen oleh musisi vibraphone jazz asal Polandia, Dominik Bukowski yang berkolaborasi dengan pianis Indonesia, Sri Hanuraga.

Alasan Bukowski memainkan Bengawan Solo karena lagu ini sangat dikenal di negaranya serta dinyanyikan seorang artis dalam bahasa Polish.

“Lagu ini juga dikenal di Polandia dinyanyikan oleh seorang artis. Lagu ini cukup lawas sekitar tahun 60-an namun sangat penting sehingga kita hafal melodi Indonesia itu dalam bahasa Polandia,”ucap Bukowski.

Tidak hanya lagu Bengawan Solo yang dibawakan Bukowski dan Hanuraga, mereka juga berkolaborasi dengan musisi Polandia-Indonesia lainnya yang memainkan bass dan drum dalam memainkan beberapa lagu.

Kehadiran musisi Polandia dalam Java Jazz Festival 2015 ini dalam rangka memperingati 60 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Polandia.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz