Tampilkan postingan dengan label Perancis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perancis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Mei 2015

Sambut #MayDay dengan Aksi Nudis di Perancis

PARIS, - Ada yang menarik dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Perancis dimana terselip aksi nudis oleh tiga orang wanita aktivis feminis

Sebagaimana dilansir dari media setempat, aksi ini terjadi ketika Pimpinan Partai Sayap Kanan Front Nasional Marine Le Pen akan memulai pidatonya untuk menyerang pemerintah berkuasa.

Tiba-tiba dari balkon bangunan dekat podium berdiri tiga wanita berambut pirang dari organisasi Femen langsung membuka baju mereka dan bergaya ala Nazi, sementara di dada mereka tulisan Heil Le Pen.

Dengan bertelanjang dada, trio wanita ini kemudian mengibarkan bendera merah dengan lambing Partai Front Nasional yang mirip dengan lambing Nazi.

Aksi ini cukup lama sekitar 10 menit sebelum diamankan pihak keamanan acara. Ketika melihat aksi ini Le Pen pun memberikan komentar

“Sangat bertentangan jika kalian menyebut diri feminis tapi mencoba menganggu acara yang merupakan tribute bagi Joan of Arc,”ucapnya.

Dalam pidatonya di Hari Buruh Internasional, Le Pen serang kinerja pemerintahan Presiden Francois Hollande yang menurutnya menyebabkan perekonomian memburuk berdampak pada bertambahnya pengangguran di negeri mode tersebut.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 28 April 2015

Jaksa Agung Bantah Adanya Diskriminasi

JAKARTA, - Jaksa Agung RI HM Prasetyo membantah telah melakukan diskriminasi terhadap terpidana mati lantaran satu dari daftar tereksekusi lolos dari eksekusi.

Hal ini terlihat dengan tidak ikutnya terpidana asal Perancis, Serge Areskri Atlaoui dari daftar eksekusi yang sudah dikeluarkan pihak Kejaksaan Agung.

“Semua sama di hadapan hukum, kami tidak membedakan,bahkan hak mereka sudah kami berikan lebih,”ucapnya.

Lebih yang dimaksud Jaksa Agung Prasetyo adalah pemenuhan yang tidak lazim seperti yang diajukan Andrew Chan menikah dengan kekasihnya dua hari sebelum dilakukan eksekusi.

Kemudian soal Mary Jane, pihak Kejaksaan Agung memberikan kesempatan untuk melakukan Peninjauan Kembali (PK) walau hasilnya tetap sama ditolak.

Soal Atloui sendiri, Jaksa Agung mengatakan pihaknya sedang proses karena itu tidak boleh mendahului proses hukum dan tidak ada tekanan dari pemerintah negara terpidana membuat sang terpidana lolos.

“Ya negara-negara yang warganya dipidana mati pasti akan sangat melakukan pendekatan ke pemerintah tapi itu tidak akan memengaruhi kedaulatan bangsa,”ucapnya



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Minggu, 26 April 2015

Jelang Eksekusi, Jadwal Tur PSG ke Indonesia Terancam Batal

PARIS, - Rencananya kedatangan tim super bintang dari Ligue 1, Paris Saint Germain ke Indonesia terancam batal setelah adanya persiapan akhir pelaksanaan eksekusi mati terpidana narkotika di negeri ini dimana ada warga negara mereka masuk dalam daftar.

Adalah Serge Atlaoui warga negara Perancis yang dibanderol eksekusi mati oleh Kejaksaan Agung RI membuat beberapa kelompok meminta agar klub yang dihuni Zlatan Ibrahimovic untuk memikirkan kembali kedatangan mereka ke Indonesia.

Sebagaimana dilansir disejumlah media setempat sejauh ini belum ada keterangan resmi dari klub soal permintaan tersebut, PSG sendiri berada di Indonesia dalam rangka peluncuran laman resmi mereka edisi Bahasa Indonesia. Belum diketahui waktu kedatangan tim asuhan Laurent Blanc ini ke Indonesia.

Jauh sebelumnya, Presiden Perancis Francois Hollande tebar ancaman menarik Duta Besar mereka di Indonesia dan membatalkan sejumlah rencana yang sudah dibicarakan jika warganya benar akan dieksekusi.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Jelang Eksekusi, Perancis Ikuti Jejak Australia Tebar Ancaman Diplomatik

PARIS, - Jelang pelaksanaan eksekusi mati tahap dua, Indonesia mendapatkan ancaman secara diplomatic dari salah satu negara yang warganya masuk dalam daftar tereksekusi.

Adalah Perancis yang mengikuti jejak Australia dan Brasil  tebar ancaman akan memutuskan hubungan diplomatic dengan Indonesia jika warganya yang bernama Serge Atlaoui.

Tebar ancaman ini disampaikan Presiden Perancis Francois Hollande sebagaimana dilansir sejumlah media asing.

“Jika Serge dieksekusi Indonesia akan menerima konsekuensinya, karena kami negara-negara Eropa tidak lagi menerima hukuman mati,”tegasnya.

Ancama yang disampaikan Perancis untuk dipikirkan kembali oleh Indonesia adalah menarik Duta Besar mereka di Jakarta yang dijabat Corinne Breuze serta kerja sama yang dilontarkan pada KTT G-20 November silam ikut satu paket dengan ancaman yang diberikan.

Bahkan Presiden berusia 60 tahun ini akan menemui kolega yang nasibnya sama dimana warganya akan bersiap di eksekusi, Tony Abbott dari Australia

“Kami juga akan mengambil tindakan bersama dengan negara-negara lain yang terkait dengan masalah ini seperti Australia dan Brasil untuk memastikan bahwa tidak ada eksekusi. Kami memahami bahwa Indonesia ingin memerangi perdagangan, tapi dalam kasus ini Serge Atlaoui tidak terlibat. Ia hanya bekerja di laboratorium dan dia tidak membayangkan bahwa dia bisa membuat produk (narkoba) ini dan Serge pun sama sekali tidak memiliki catatan criminal sebelumnya,”ucapnya.

Sebagai informasi, Serge Atlaoui adalah satu dari sepuluh terpidana mati kasus narkotika yang akan meregang nyawa di ujung peluru tajam eksekutor Kejaksaan Agung dan Kepolisian RI karena tindakan melakukan pembuatan dan peredaran narkotika di Indonesia.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz


Jumat, 24 April 2015

Perwakilan Negara 10 Terpidana Diundang Hadir

JAKARTA, - Jelang eksekusi terhadap sepuluh terpidana mati kasus narkotika membuat pihak Kejaksaan Agung RI mengirimkan undangan notfikasi kepada negara yang warganya akan menjalankan eksekusi.

Informasi yang beredar, pihak Kejaksaan Agung RI bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri mengundang para perwakilan negara para terpidana untuk hadir di Nusakambangan.

Berbeda dengan Saudi yang baru memberitahukan kepada warga negara ketika sudah dieksekusi, kali ini Indonesia mengikuti sesuai prosedur diplomatic dimana mengirimkan pemberitahuan tiga hari sebelum pelaksanaan yang hingga kini belum ketahuan kapan itu dilaksanakan.

PIhak Kejaksaan Agung sendiri saat ini sedang menungu hasil putusan Peninjauan Kembali (PK) terhadap terpidana mati Zainal Abidin.

Berdasarkan informasi yang beredar di Cilacap, Mary Jane menjadi terpidana terakhir yang masuk ke penjara paling menakutkan di negeri ini pada pukul 05.30 WIB dengan pengawalan ketat dari pasukan Brimob Polda DIY.

Mary Jane sendiri di Nusakambangan ditempatkan di LP Besi bersama dengan terpidana mati lainnya yang sudah dulu menghuni yaitu duo maut Bali Nine dari Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Sementara Serge Areski Atlaoui dari Prancis, Rodrigo Gularte (Brasil) dan Zainal Abidin warga Indonesia ditempatkan di LP Pasir Putih.

Kemudian, Silvester Obiekwe Nwaolise alias Mustofa, Okwudili Oyantanze keduanya dari Nigeria serta Martin Anderson alias Belo asal Ghana ditempatkan di LP Batu.

Soal waktu pelaksanaan hingga saat ini belum ada kepastian kapan kesepuluh ini berserah nyawa diujung peluru tajam eksekutor.

Namun kepastian akan dilaksanakan eksekusi ini disampaikan Kejaksaan Agung RI Prasetyo yang mengakan pelaksanaan itu akan digelar setelah peringatan Konferensi Asia Afrika.

Pemerintah sendiri telah sukses dan sempurna melakukan eksekusi terhadap enam terpidana mati dalam kasus narkotika mereka adalah warga Belanda Ang Kiem Soei, warga Malawi Namaona Denis, warga Brasil Marco Archer Cardoso Moreira, warga Nigeria Daniel Enemuo, warga Indonesia Rani Andriani, dan warga Vietnam Tran Thi Bich Hanh.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Jumat, 17 April 2015

Perancis Siap Bantu Indonesia dalam Berantas Narkotika

JAKARTA, - Pemerintah Perancis siap membantu Indonesia dalam memberantas penyeludupan narkotika yang sedang marak di negeri ini.

Informasi yang beredar, bantuan ini disampaikan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Perancis untuk Indonesia, Corinne Breuz.

Dubes Corinne mengatakan bahwa Perancis sama dengan negara-negara lain serta PBB selalu siap untuk bekerja sama dengan Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan.

Perancis juga menunggu Indonesia apa saja yang dibutuhkan dan di bidang apa negara pimpinan Fracois Hollanda akan menyingsingkan lengan bajunya untuk membantu Indonesia.

Namun sepertinya ajakan Perancis ini ada kaitan dengan perkembangan terakhir yang terjadi pada warga negaranya bernama Serge Atlaoui yang masuk dalam daftar eksekusi mati jilid dua. Namun sampai saat ini belum juga dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia.

Sebagai informasi, Serge Atloui mendapatkan vonis mati pada 2007 oleh Mahkamah Agung setelah bersama beberapa orang dinyatakan terlibat dalam operasional pabrik ekstasi terbesar Asia di kawasan Cikande, Kabupaten Serang, Banten.

Namanya masuk sebagai bagian yang akan dieksekusi Kejaksaan Agung bersama dengan dua anggota kelompok Bali Nine.

Namun sampai hari ini, belum ada tanda-tanda akan dilakukannya kegiatan eksekusi. Apa yang dilakukan Indonesia sangat berbeda dengan Saudi yang tanpa ada pemberitahuan langsung melakukan eksekusi terhadap dua warga negara Indonesia dalam kasus pembunuhan.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz


Perancis Yakin Warganya Batal Dieksekusi

JAKARTA, - Tidak jelasnya waktu pelaksanaan eksekusi mati terpidana narkotika oleh pemerintah Indonesia membuat beberapa kalangan mulai berpikiran positif walau yang dilakukan petinggi negeri ini hanya gertak sambal belaka.

Salah satunya adalah Perancis sebagaimana informasi yang diterima, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Perancis, Corinne Breuz mulai berpikir bahwa yakin warganya tidak eksekusi mati.

Hal ini bisa diyakini kenapa Perancis percaya warganya yang bernama Serge Atlaoui tidak akan di eksekusi yaitu bahwa Serge tidak pernah menangani bahan narkotika atau kimia apapun inipun membantah keputusan pengadilan terhadap Serge menjadi satu-satunya bertanggung jawab atas barang bukti.

Kemudian, vonis yang diberikan kepada Serge serupa dengan kepala sindikat dan lainnya namun nasibnya tidak sama dengan Serge bahkan sampai hari warga Perancis tersebut belum juga di eksekusi.

Kemudian soal PK, saat ini sedang dalam proses dan Dubes Perancis yakin pihak Mahkamah Agung akan teliti membaca pengajuan tersebut dengan keluarnya putusan yang secara independen.

Sebagai informasi, Serge Atloui mendapatkan vonis mati pada 2007 oleh Mahkamah Agung setelah bersama beberapa orang dinyatakan terlibat dalam operasional pabrik ekstasi terbesar Asia di kawasan Cikande, Kabupaten Serang, Banten.

Namanya masuk sebagai bagian yang akan dieksekusi Kejaksaan Agung bersama dengan dua anggota kelompok Bali Nine.

Namun sampai hari ini, belum ada tanda-tanda akan dilakukannya kegiatan eksekusi. Apa yang dilakukan Indonesia sangat berbeda dengan Saudi yang tanpa ada pemberitahuan langsung melakukan eksekusi terhadap dua warga negara Indonesia dalam kasus pembunuhan.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Senin, 06 April 2015

Pemain Muda Milan Jadi Korban Rasisme

MILAN, - Tidak hanya pemain senior profesional saja yang menjadi korban rasisme tetapi ini merambah para pemain usia dini.

Bahkan yang melakukan tindakan rasisme adalah orang tua yang jelas-jelas harus menjadi panutan bagi anaknya.

Inilah yang terjadi pada anak-anak kulit hitam yang bermain di Milan menjadi korban ejekan rasisme yang dilontarkan para orangtua dalam sebuah turnamen junior Eropa.

Hal ini terjadi ketika Milan U-10 melawan PSG U-10 dalam laga Universal Cup yang memperebutkan jatah semifinal yang berlangsung di Forte dei Marni Tuscany Italia.

Sepanjang pertandingan, para pemain Milan dicemooh oleh para orangtua yang menonton dari pinggir lapangan.

Hingga kini tidak diketahui para orang tua ini dari mana dan mendukung tim siapa namun ini menjadi kemarahan para official Milan kepada pihak panitia dan mencoba menghibur para anak asuhnya.

Bahkan dalam pernyataannya di laman resmi klub, Milan berharap insiden ini tidak benar dan hanya kejadian terisolasi.

“Kami dapat mengonfirmasi dugaan episode rasisme yang diarahkan kepada anak-anak kulit hitam oleh beberapa “orang” di tribun selama laga Milan v PSG kemarin. Kami tidak ingin melebih-lebihkan atau membesar-besarkan apa pun, tapi kami sangat berharap ini tidak benar dan bahwa ini hanyalah kejadian terisolasi. Jika bukan demikian kenyataannya maka ini benar-benar tidak dapat diterima,”demikian penjelasan Milan.

Sejauh ini belum ditemukan pelaku dan sanksi yang berlaku terkait tindakan rasis tersebut Dalam pertandingan ini Milan U-10 unggul 4-0 atas PSG.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Zlatan Nyaris Jadi Korban Penyerangan Bus PSG

PARIS, - Tidak hanya Fenerbache yang mendapatkan serangan atas bus tim mereka tetapi juga dialami oleh klub Perancis, Paris Saint Germain bahkan salah satu bintangnya nyaris jadi korban.

Sebagaimana dilansir dari media setempat, bintang PSG, Zlatan Ibrahimovic nyaris jadi korban akibat lemparan sebuah bola golf yang dialamatkan ke arah bus tim jelang partai klasik lawan Olympique Marseille pada Minggu (5/6) waktu setempat.

Kejadian ini ketika bus tim akan masuk tepatnya sekitar 800 meter sebelum memasuki ke arena Stade Velodrome mendapat serangan berupa bola gol yang berhasil menembus kaca bus tepat tempat Zlatan duduk.

Penyerang timnas Swedia tersebut tidak mengalami luka-luka bahkan bisa bermain selama 90 menit dalam laga yang dikenal dengan istilah Le Classique.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Sabtu, 28 Maret 2015

Tragedi Germanwings, Kopilot Sudah Merencanakan Setahun Sebelumnya

DUESSELDORF, - Kejutan kembali terjadi dalam peristiwa jatuhnya maskapai Jerman, Germanwings setelah sebelumnya lewat rekaman bahwa pintu ruang pilot dikunci dari dalam oleh copilot pesawat.

Kemudian, ketika digeledah rumah sang orangtua ditemukan surat sakit  yang menyatakan bahwa sang copilot dilarang bekerja.

Dan kali ini ada ucapan yang dilontarkan mantan kekasih dari copilot Germanwing yang mengatakan bahwa sang Copilot yang bernama Andreas Lubitz pernah berkata bahwa suatu hari nanti semua orang akan mengetahui namanya.

Hal ini disampaikan Maria, nama sang mantan kekasih Lubitz kepada harian Jerman, Bild yang mengatakan Copilot akan melakukan sesuatu yang akan mengubah keseluruhan sistem.

“Suatu hari nanti saya akan melakukan sesuatu yang akan mengubah keseluruhan sistem dan semua orang akan tahu nama saya dan mengenangnya,”ucapnya.

Kepada Bild, Maria juga mengaku begitu mendengar pesawat Germanwings jatuh dan mengetahui Lubitz yang melakukan dengan sengaja dirinya langsung mengingat perkataan dari sang copilot yang disampaikan pada setahun lalu.

Apa yang dikatakan Maria sesuai dengan perekam suara pada kotak hitam yang menunjukkan bahwa Lubitz yang berusia 27 tahun sengaja mencegah pilot masuk ke dalam kokpit dan sengaja menabrakkan pesawat ke tebing gunung.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Keluarga Korban Germanwings Tak Minat Gugat Maskapai

NICE, - Sebuah keluarga korban dari jatuhnya pesawat Germanwings tidak berminat untuk mengajukan gugatan kepada maskapai tersebut walau kabar yang beredar musibah ini akibat tindakan bunuh diri dari sang Co-Pilot.

Adalah Robert Tansel Oliver ayah yang harus kehilangan sang putera Robert Oliver Calvo tidak berminat menggugat maskapai tersebut hanya simpati dan bisa merasakan dari keluarga pilot tersebut.

“Saya tak merasa marah. Saya sungguh bersimpati kepada keluarga pilot muda itu. Saya tak bisa membayangkan bagaimana mereka akan melalui keadaan ini,”ucap sang ayah.

Robert Oliver Calvo yang berusia 37 tahun ini harus meninggalkan dua anaknya yang masih kecil serta tempat kerjanya sebuah perusahaan fesyen di kawasan Barcelona.

Sementara itu, Perdana Menteri Perancis Manuel Valls kepada iTELE mengatakan bahwa maskapai asal Jerman tersebut wajib membagi informasi soal Kopilot, Andreas Lubitz

“Saya hati-hati manakala menyangkut penyelidikan pengadilan, tapi semuanya menunjuk pada aksi bunuh diri nan gila dan criminal yang tidak bisa kita pahami,”ucapnya

Informasi yang beredar bahwa maskapai Germanwings yang jatuh di kawasan Pegunungan Alpen, Perancis sengaja dijatuhkan oleh Kopilotnya sendiri, Andreas Lubitz.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz.

Kopilot Germanwings Dinyatakan Sakit

BERLIN, - Sebuah fakta terungkap dari kasus jatuhnya maskapai Germanwings dimana pihak otoritas keamanan menemukan surat keterangan sakit dimana tidak direkomendasikan untuk terbang pada tragedy terjadi.

Sebagaimana dilansir dari media setempat berdasarkan penyelidikan yang dilakukan kantor kejaksaan di Duesseldorf tempat domisili dari sang Kopilot tinggal ditemukan surat keterangan sakit dari dokter menjadi alasan Lubitz untuk bisa istirahat dari kerja demi kesehatan selama satu hari bersamaan dengan kecelakaan.

“Dokumen berisi catatan medis yang telah disita mengarah pada sakit yang tengah di derita dan berkaitan dengan perawatan oleh dokter,”demikian penjelasan kantor kejaksaan.

Dalam penggeladahan tersebut tidak ditemukan catatan wasiat bunuh diri atau pengakuan atau bahkan bukti adanya latar belakang politik serta agama tertentu yang berkaitan dengan aksinya.

Sementara itu dari perusahaan maskapai mengatakan bahwa Lubitz tidak mengirimkan surat keterangan sakit tersebut yang seharusnya tidak diperbolehkan untuk terbang.

Bahkan sebuah rumah sakit di Duesseldorf merilis pihaknya pernah kedatangan sang copilot pada 10 Maret lalu dengan sebuah diagnosa penyakit.

Namun sang rumah sakit enggan memberitahu lebih detail penyakit apa yang dialami Lubitz dengan alasan kerahasiaan pasien.

Berdasarkan hukum yang berlaku di Jerman, karyawan wajib memberitahukan kepada perusahaan jika tidak bisa bekerja.

Sementara dai lokasi kejadian, pihak berwenang menemukan sekitar 400 sampai 600 bagian tubuh manusia di sekitar tempat jatuhnya pesawat terindikasikan tidak ada korban maskapai tersebut yang utuh.

Informasi yang beredar dan diyakini oleh Jaksa di Perancis bahwa Andreas Lubitz yang berusia 27 tahun ini mengunci diri di dalam kokpit Airbus A320 Germanwings yang sengaja mengarahkan pesawat ke gunung yang menewaskan 150 orang yang menumpang burung besi tersebut.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Jumat, 27 Maret 2015

Pelatih Brasil Beberkan Rahasia Kemenangan atas Perancis

PARIS, - Brasil akhirnya berhasil keluar dari trauma Final Piala Dunia 1998 ketika kembali stadion tersebut bahkan mampu mengalahkan tuan rumah dengan skor 3-1.

Bahkan para pemain negeri Samba tersebut juga sudah bisa melupakan trauma kembali ketika Jerman mengajarkan mereka bermain bola dengan skor 7-1 di Piala Dunai 2014 lalu.
Kemenangan 3-1 atas Perancis menurut Pelatih Carlos Dunga adalah bagian dari keseimbangan dari para anak asuhnya.

“Kami bermain bagus dan mencoba bermain cepat. Kami menjaga permainan dengan baik, kami kompak. Kami melalukan beberapa kesalahan, tapi begitu kami mendapatkan keseimbangan, kami mampu memenangkan laga,”ucapnya.

Brasil sempat tertinggal lewat gol Raphael Varane namun dapat diimbangi melalui Oscar kemudian unggul melalui Neymar dan ditutup Luis Gustavo.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Tawaran Fantastis PSG untuk Keluarkan Pogba

TURIN, - Proposal yang diajukan klub Ligue 1, Paris Saint Germain (PSG) sudah berada di meja para direksi klub Juventus untuk bisa dibahas bahkan dikabulkan.

Sebagaimana dilansir dari media setempat, isi proposal yang dikirimkan PSG kepada Juventus bermaterikan nominal harga beli yang fantastis.

Harga yang ditawaran cuma €20 juta namun itu masih sebagian yang ditawarkan PSG kepada Juventus karena terhalang aturan Financial Fair Play yang dikeluarkan UEFA dan FIFA.

Namun yang ditawarkan PSG bukan hanya nominal uang tetapi juga dua pemain akan dimasukan dalam daftar penawaran yaitu Edinson Cavani dan Marco Verrati agar Pogba bisa berseragam biru Paris.

Jika melihat nominal, maka Juventus akan mendapatkan keutungan sangat besar yang tidak mungkin bisa ditolak Si Nyonya Tua asal Turin  yaitu €100 juta dimana harga Cavani €50 juta dan Verrati €30 juta.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Kalah dari Brazil, Deschamps akan Evaluasi Tim

PARIS, - Pasca kekalahan timnya dari Brasil dengan skor telak 1-3 membuat Pelatih Perancis, Didier Deschamp akan melakukan evaluasi terhadap anak asuhnya.

Hal ini disampaikan Didier Deschamps sebagaimana dilansir dari Goals Perancis bahwa pihaknya dihukum karena kesalahan sendiri.

“Kami dihukum oleh kesalahan kami sendiri. Kami juga hanya mencetak gol melalui set-piece padahal kami memiliki banyak peluang untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2, lewat permainan terbuka. Kami tak sepenuhnya buruk, terdapat banyak hal-hal positif juga dari kekalahan ini. Kami harus lebih dewasa dan efektif dalam bermain. Tujuan kami lebih jauh dari partai melawan Brasil namun mereka memiliki banyak pemain bertalenta yang menempatkan kami dalam kesulitan besar. Di situlah kami masih harus belajar,”ucapnya.

Seperti diketahui, di hadapan publik mereka sendiri Perancis harus menyerah 1-3 dari Brasil walau sempat unggul lewat Raphael Varane namun diimbangi oleh Oscar namun dapat diunggulkan kembali Neymar dan Luiz Gustavo.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Brasil Sukses Kalahkan Perancis

PARIS, - Brasil akhirnya membalas kekalahan mereka para Final Piala Dunia 1998 lalu dengan skor 3-1 atas Perancis.

Bermain di stadion yang pernah saksi kejayaan Perancis pada Final Piala Dunia 1998, tuan rumah unggul dahulu melalui pemain belakang asal Real Madrid, Raphael Varane lewat sundulan walau akhirnya disamakan Oscar diakhir babak pertama.

Lepas turun minum, Brasil meningkatkan permainan dan pada menit ke-57 melalui Neymar yang menerima umpan William untuk gol menjadi 2-1.

Adalah Luiz Gustavo yang tampil sebagai pencetak gol dan menutup laga tersebut menjadi 3-1 untuk Brasil.

Dengan kemenangan Brasil tersebut menjadi ketujuh sejak ditangani Dunga pasca kekalahan menyakitkan dari Belanda dan Jerman pada Piala Dunia 2014 lalu..

Dalam wawancara dengan TF-1 pelatih Perancis mengatakan bahwa mereka dihukum karena kesalahan anak asuhnya.

“Kami dihukum karena kesalahan-kesalahan kami, kendati Piala Dunia masih menjadi trauma untuk mereka, mereka masih punya para pemain yang amat sangat bagus dan mereka mampu mencapai semifinal,ucapnya.

Ada yang menarik dari pertandingan ini adalah memutar kembali ingatan pada Final Piala Dunia 1998 dimana Brasil yang dikapteni Dunga harus kalah 3-0 dari Perancis yang dimotori Kapten Didier Deschamp yang kini mereka berdua menjadi pelatih timnas negaranya

Bahkan pertandingan ini sendiri disaksikan para mantan pemain yang berhasil membawa Perancis juara Piala Dunia 1998 seperti Thierry Henry, Zinedine Zidane, Marcell Desailly dan Patrick Viera yang diperkenalkan oleh Presiden negara mereka, Francois Hollande.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Rabu, 25 Maret 2015

Perancis Konfirmasi Temuan Kotak Hitam Germanwings

NICE, - Pemerintah Perancis konfirmasi bahwa kota hitam maskapai Germanwings dengan nomor penerbangan 4U9525 telah ditemukan.

Hal ini disampaikan Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazeneuve mengatakan kepada para jurnalis ketika berada di lokasi kecelakaan tersebut. Menurut Cazeneuve, kotak hitam tersebut akan diserahkan kepda pihak terkait.

“Kotak hitam itu akan dianalisis dalam beberapa jam ke depan untuk memungkinkan penyelidikan cepat,”ucapnya.

Mendagri Cazeneuve mengatakan tindakan telah dilakukan untuk menyiapkan zona kecelakaan bagi penyelidikan hingga pross berlanjut.

Bahkan penyelidikan pun tidak hanya Perancis namun gabungan yang terdiri dari Jerman, Spanyol untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut.

Perancis sendiri menurunkan Biro Penyelidikan dan Analisis bagi Kesehatan Penerbangan Sipil (BEA) yang didampingi penasehat teknis dari Airbus dan CFM International yang mengunjungi lokasi kecelakaan.

Sementara dari Jerman menurunkan tiga penyelidik dari Bundesstelle fur Flugunfalluntersunchung atau BFU yang merupakan bagian dari BEA Jerman.

Jika tidak terjadi kecelakaan, pesawat tersebut dijadwalkan tiba di Dusselforf pada pukul 11.35 waktu setempat namun kenyataannya musibah tersebut terjadi.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Tragedi Germanwings, Amerika Serikat dan Afghanistan Sampaikan Duka Cita

WASHINGTON DC, -  Pemerintah Amerika Serikat sampaikan simpati dan duka cita atas peristiwa kecelakaan pesawat Germanwings.

Hal ini disampaikan Presiden Obama sebagaimana dilansir dari media setempat mengatakan bahwa ini adalah tragedi.

“Ini adalah tragedy. Sebuah kecelakaan pesawat yang buruk, korban dalam kecelakaan ini termasuk Balita,”ucapnya.

Obama pun telah menelepon Kanselir Jerman, Angela Merkel dan Perdana Menteri Spanyol Marioano Rajoy sebelum melakukan jumpa pers bersama dengan Presiden Ashraf Ghani dari Afghanistan.

Di tempat yang sama Presiden Afghanistan pun menyampaikan duka cita atas peristiwa yang terjadi dimana Jerman dan Spanyol memiliki komitmen besar terhadap negaranya.

Pesawat jenis Airbus320 ini membawa 144 penumpang dan 6 awak pesawat jatuh di sekitar Selatan Pegunungan Alpen, Perancis, Selasa (24/3) waktu setempat.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz

Warga Inggris Jadi Korban Germanwings

LONDON, - Tidak hanya Jerman, Perancis dan Spanyol yang berduka karena kehilangan orang terkasih akibat musibah Germanwings namun Inggris pun mengalami nasib serupa.

Informasi yang beredar bahwa ada beberapa warga Inggris yang ikut dalam penerbangan maskapai berbiaya terjangkau tersebut yang jatuh di Pegunungan Alpen, Perancis.

Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond sebagaimana dilansir dari media setempat.

“Saya tidak ingin berspekulasi tentang jumlah warga Inggris yang terlibat sampai kami selesai memeriksa semua informasi tentang penumpang. Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, menyedihkan karena kemungkinan ada beberapa warga negara Inggris dalam penerbangan itu,”ucapnya.

Jika kemungkinan itu benar, Menlu Inggris akan bekerjasama dengan otoritas Perancis, Jerman dan Spanyol bersama dengan maskapai tersebut.

“Kami bekerja sama dengan pemerintah Perancis, Jerman dan Spanyol serta perusahaan maskapai tersebut untuk menemukan fakta-fakta cabang investigasi kecelakaan pesawat Inggris dan Ahli Investigasi Korban Bencana Inggris juga siap menawarkan bantuan kepada pihak berwenang Perancis jika diperlukan,”ucapnya.

Seperti diketahui bahwa maskapai yang mengalami kecelakaan dioperasikan oleh anak perusahaan Jerman, Lufthansa melakukan perjalanan dari Barcelona menuju Dusseldorf dengan membawa sekitar 142 penumpang dan 6 awak.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Kotak Hitam Germanwings Ditemukan

NICE, - Kotak hitam Pesawat Airbus yang dioperasikan penerbangan biaya terjangkau, Germanwings berhasil ditemukan.

Sebagaimana dilansir media setempat, salah satu kotak hitam pesawat tersebut telah ditemukan di lokasi jatuhnya pesawat tersebut sekitar 100 kilometer utara Nice tepatnya di Kota Riviera.

Sementara itu dari Pusat Kota, Paris, Perdana Menteri Manuel Vallas mengatakan kepada Parlemen mengatakan satu helicopter berusaha untuk mendarat di tempat kejadian.

“Satu helicopter berusaha untuk mendarat (dekat tempat jatuhnya pesawat) dan dikonfirmasi bahwa tak ada yang selamat,”ucapnya.

Sementara pihak kepolisian Perancis yang berada di tempat kejadian sekitar 2,000 meter di atas permukaan laut menjelaskan tidak ada yang selamat dalam musibah tersebut dan perlu beberapa hari untuk mengumpulkan jasad para penumpang.

“Kami masih mencari. Tak mungkin jasad-jasad diterbangkan hingga Rabu,”ucap Kepala Kepolisian Regional David Galtier.

Setidaknya ada sekitar 67 warga Jerman yang berada di dalam pesawat tersebut, bahkan Wakil PM Spanyol mengatakan 45 warganya menjadi korban dan satu warga Belgia.

Peristiwa ini adalah musibah pesawat berukuran besar yang jatuh di wilayah Perancis sejak tragedy Concorde 15 tahun lalu di luar kota Paris.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz