Tampilkan postingan dengan label Bulutangkis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bulutangkis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 April 2015

Tontowi / Liliyana Raih Juara Asia

WUHA, - Walau tidak ada stasiun televisi yang menayangkan siaran bulutangkis tidak membuat para pemainnya melempem bahkan menunjukkan prestasinya.

Salah satunya adalah Ganda Campuran nomor satu Indonesia, Tontowi Ahmad / Liliyana Natsir berhasil menjadi juara dalam kejuaraan Badminton Asia 2015 setelah mengalahkan pasangan asal Hong Kong Chun Hei Reginald Lee / Hoi Wah Chau dengan angka 21-16 dan 21-15 hanya dalam waktu 37 menit.

Dalam jumpa pers sebagaimana dilansir dari laman Badmintonindonesia.org, Liliyana mengaku senang bisa juara di Tiongkok setelah penampilan mereka tidak begitu menggembirakan dari sejumlah turnamen kelas bintang lima seperti All England, Malaysia dan Singapura terbuka.

“Kami senang akhirnya bisa juara di sini. Penampilan kami sebelumnya mulai dari All England, Malaysia dan Singapura tidak begitu baik. Bisa merebut gelar di sini tentu sangat senang. Semoga kemenangan ini bisa menambah kepercayaan diri kami untuk ke depannya bisa merebut gelar-gelar yang lain,”ucap Liliyana.

Senada dengan Liliyana, Tontowi juga berharap gelar pada kejuaraan ini bisa menjadi pendorong semangat untuk mendapatkan hal yang lebih baik lagi di masa depan

“Saat ini kami juga mempersiapkan goal besar kami menuju Olimpiade. Semoga kemenangan hari ini bisa diikuti dengan kemenangan-kemenangan berikutnya di turnamen lain,”ucapnya.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Selasa, 17 Maret 2015

Indonesia Berjaya di Romania Badminton International

BUCHAREST, - Indonesia keluar sebagai juara dalam dua ketegori di turnamen internasional bulutangkis yang berlangsung di Bucharest, Romania.

Informasi yang beredar sebagaimana dilansir dari media setempat, Adi Pratama keluar sebagai juara pertama kategori tunggal putera dan Indra Bagus Ade Chandra menempati posisi kedua dalam kejuaraan Romanian Badminton International.

Sementara untuk kategori puteri, atlet Indonesia Lianne Tan merebut juara tunggal puteri sementara pasangan Jones Ralfy Jansen dan Cisita Joity Jansen menempati posisi kedua dalam ganda campuran.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Rumania, Diar Nurbintoro mendapatkan kehormatan untuk menyerahkan medali dan piala kepada para pemenang untuk kategori tunggal putera.

Para atlet yang mengikuti kejuaraan ini adalah hasil binaan dari Pelatnas Bulutangkis PBSI di Ragunan, Jakarta.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Senin, 16 Maret 2015

Piala Sudirman, Indonesia Satu Grup dengan Inggris dan Denmark

BEIJING, - Kabar kurang mengenakan dari dunia bulutangkis dimana Tim Indonesia harus berada satu grup dengan Denmark dan Inggris dalam turnament Piala Sudirman yang akan digelar pada 10 hingga 17 April mendatang.

Sebagaimana dilansir dalam laman resmi BWF, Indonesia berada dalam Grup 1 bersama dengan 11 lainnya.

Indonesia sendiri sebagaimana dilansir dalam laman tersebut menempati peringkat kelima dengan total poin 267,326 yang berada di bawah Tiongkok (399,031), Korea Selatan (342,552), Denmark (312,214) dan Jepang (269,431)

Tuan rumah Tiongkok sendiri menjadi unggulan pertama berada dalam satu grup dengan Thailand dan Jerman dalam Grup 1 A

Jepang, Taiwan dan Amerika Serikat masuk dalam Grup 1B. Sedangkan 1D berisikan Korea Selatan, India serta Malaysia.

Untuk Grup 2 diisi Rusia, HongKong, Kanada dan Spanyol (2A), Singapura, Belanda, Perancis serta Belanda di 2B.

Grup 3A berisikan Ceko, Turki, Afrika Selatan dan Austria, sedangkan 3B terdiri dari Vietnam, Australia, Italia dan Swiss

Sedangkan peringkat bulutangkisnya berada di bawa berada pada Grup 4 yaitu Nigeria, Israel, Filipina, Sri Lanka, Sychelles, Islandia dan Kazakhstan.

Tiongkok sendiri dalam Piala Sudirman ini berhasil membawa supremasi tinggi bulutangkis lima kali yaitu pada 2005, 2007, 2009, 2011 dan 2013.

Sementara Indonesia hanya sekali membawa piala ini pada 1989 disaat menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya, sisanya adalah peringkat kedua pada 2005 dan 2007 serta 2009 dan 2011 menjadi peringkat ketiga.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Indonesia Raya Berkumandang Tiga Kali di Italia

ROMA, - Walau kandas di All England tidak membuat para atlet bulutangkis negeri ini larut dalam kesedihan namun bisa jadi motivasi seperti yang terjadi di Italia.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi Kemlu RI,  Tim Klub Badminton Junior Djarum Indonesia berhasil menyapu bersih juara pertama Ganda Campuran, Ganda Putra dan Ganda Putri dalam kompetisi Yonex Italian Junior Badminton 2015 yang diselenggarakan di stadion PalaPellicone di Ostia, Roma, Italia (13-15/3).

Tidak ada kesulitan berarti yang dihadapi pemain Indonesia dalam pertandingan yang diikuti 17 negara peserta tersebut.

Bahkan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Italia, August Parengkuan pun terharu menyaksikan kemenangan demi kemenangan yang diraih oleh tim badminton junior Indonesia dan secara hikmat ikut menyanyikan 3 kali lagu Indonesia Raya pada saat pengumuman pemenang dan piala diberikan.

Sebagai informasi, Juara pertama Ganda Campuran Indonesia yaitu Ramadiansyah Andika dan Marsheilla Gischa Islami mengalahkan juara kedua Ganda Campuran Rusia yaitu Rodion Alimov dan Alina Davletova.

Sementara Juara pertama Ganda Putri Indonesia, Mychelle Christine Bandaso dan Serena Kani yang mengalahkan juara kedua Indonesia lainnya yaitu Marsheilla Gischa Islami dan Rahmadhani Hasiyanti Putri.

Ganda Putra Indonesia yaitu Yahya Adikumara dan Yantoni Edy Saputra berhasil keluar sebagai juara pertama setelah bertanding secara ketat melawan pasangan Ganda Putra dari Indonesia lainnya yang masuk ke babak final yaitu Andika Ramadiansyah dan Rinov Rivaldy.

Perebutan juara pertama oleh pasangan Ganda Putra dan Ganda Putri dari sesama pemain Indonesia sangat membanggakan masyarakat Indonesia di Italia yang sejak awal terus menerus memberikan dukungan.

Dengan demikian, selain memperoleh 3 piala juara pertama, Indonesia juga membawa pulang 2  piala untuk juara kedua (Ganda Putri dan Ganda Putra) dan 3 piala juara ketiga untuk Ganda Putra, Ganda Putri dan Ganda Campuran.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Senin, 09 Maret 2015

Carolina Marin, Muda dan Legenda Spanyol

BIRMINGHAM, - Ada yang menarik dalam turnamen bulutangkis dunia, All England dimana pada tunggal puteri mencatatkan sejarah olahraga tersebut dimana untuk pertama kalinya Spanyol mencatatkan namanya dalam dunia bulutangkis.

Spanyol dan bulutangkis ? mungkin terdengar aneh karena selama ini negara tersebut selalu diindetikkan dengan adu banteng dengan matador atau perseteruan rivalitas sepakbola La Liga Real Madrid dan Barcelona, namun kali ini bulutangkis.

Adalah Carolina Marin yang membuat Spanyol mendapatkan tempat di dunia bulutangkis dimana dirinya berhasil meraih juara dunia tunggal puteri All England dengan mengalahkan pebulutangkis India.

Marin sendiri melaju hingga menjadi juara dunia dimulai sejak junior melalui turnamen lintas umur dengan segudang prestasi.

Dimulai Juara Eropa U-17, Juara Eropa Junior kemudian medali perunggu pada Kejuaraan Dunia Junior pada tahun 2011.

Pada tingkat senior dirinya harus merasakan bagaimana dominiasi Tiongkok menguasi turname dunia bulutangkis.

Namun perempuan bernama lengkap Carolina María Marín Martín ini mampu melakukan dan bersaing dengan para pebulutangkis senior.

Dan terbukti yang dimulai pada Kejuaraan Dunia 2014 dimana dirinya mampu mengalahkan nama-nama unggulan seperti Tai Tzu Ying, PV Sindhu, Wang Yihan bahkan Li Xuerui dia kandaskan pada babak final.

Perempuan kelahiran Huelva, 15 Juni 1993 ini akhirnya mencatatkan namanya dalam kejuaraan bulutangkis tertua di dunia, All England setelah mengalhkan Saina Nehwal dari India 16-21 21-14 dan 21-7.

Setelah menjuarai All England serta kejuaraan Eropa sudah ada dalam genggaman Marin yang masih berusia 21 tahun.

Tidak mustahil dengan usia terbilang muda emas Bulutangkis di Olimpiade Rio de Janiero 2016 tentu akan menjadi target selanjutnya.

Jika itu bisa diraih, maka akan menjadi ketegasan bahwa Spanyol tidak hanya identic dengan matador, Clasico Madrid-Barca atau Rafael Nadal namun tentunya kehadiran sang perempuan cantik yang bernama Carolina Marin



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

All England 2015, Tiongkok Raih Tiga Gelar

BIRMINGHAM,- Ganda Campuran Indonesia Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir gagal merebut gelar All England untuk keempat kalinya setelah dikandaskan pasangan asal Tiongkok Zhang Nan / Zhao Yunlei dengan angka 21-10 21-10

Sukses ganda campuran Tiongkok ini diikuti oleh tunggal putera Chen Long yang mengalahkan Jan Jorgensen serta Ganda Puteri Bao Yixin / Tang Yuanting yang kandaskan koleganya Wang Xiaoli / Yu Yang.

Sementara tunggal puteri diraih untuk pertama kali oleh Spanyol lewat Carolina Marin yang mengalahkan Saina Nehwal.

Berikut Hasil lengkap All England

Tunggal Putera

Chen Long (Tiongkok) v Jan Jorgensen (Denmark) 25-21, 21-17, 21-15

Tunggal Puteri

Carolinea Marin (Spanyol) v Saina Nehwa (India) 16-21, 21-14, 21-7

Ganda Puteri

Bao Yixin / Tang Yuanting (Tiongkok) v Wang Xiaoli / Yu Yang (Tiongkok) 21-14, 21-14

Ganda Putera

Mathias Boe / Carsten Mogensten (Denmark) v Fu Haifeng / Zhang Nan (Tiongkok) 21-17, 22-20

Ganda Campuran

Zhang Nan / Zhao Yunlei (Tiongkok) v Tontowi Ahmad / Lilyana Natsir (Indonesia) 21-10, 21-10




Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz


Minggu, 08 Maret 2015

Spanyol Catatkan Sejarah di All England

LONDON, - Sejarah terjadi di arena All England 2015 ini, dimana Spanyol yang terkenal dengan sepakbola serta rivalitas dua kota Madrid dan Barcelona ternyata sukses dalam hal Bulutangkis.

Iya, Carolina Marin, pebulutangkis asal Spanyol mencatatkan namanya dalam sejarah bulutangkis dunia dan All England dengan meraih juara dunia tunggal puteri untuk pertama kalinya bagi dirinya dan negara.

Marin memastikan itu dengan mengalahkan Saina Nehwal asal India dengan angka 16-21, 21-14, 21-7 yang berlangsung di Barclaycard Arena, Birmingham, Inggris.

Pertandingan antara Marin dan Nehwal sendiri cukup menarik lantara keduanya bukan dari negara dengan olahraga bulutangkis sebagai favorit layaknya sepakbola.

Marin sendiri dalam pertandingan gim pertama masih belum menemukan permainan terbaiknya namun mampu mengimbangi permainan Nehwal walau akhirnya pebulutangkis India yang menangi gim tersebut.

Saling unggul dan mengimbangi tetap terjadi namun pada gim kedua ini Marin memegang kendali dan unggul hingga berlanjut pada gim ketiga.

Pada gim ketiga atau terakhir, pebulutangkis usia 21 tahun ini mulai dominan sedangkan Nehwal mulai turun tenaga dan tidak bisa berbuat banyak.

Nehwal sendiri hanya mampu menambah tiga angka yang akhirnya dimenangkan Marin dalam waktu 62 menit.

Akhirnya Marin pun mencatatkan nama dan negaranya sebagai juara tunggal puteri All England untuk pertama kalinya.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz

Tontowi / Liliyana Gagal di All England

LONDON, -  Keinginan Tontowi Ahmad / Liliyana Natsir untuk menambah koleksi Piala All England untuk keempat kalinya secara beruntun kandas dan harus mengakui Ganda Tiongkok.

Masuk ke arena All England dari hari pertama digelar menjadi sasaran tembak lawan dikarenakan latar belakang tiga kali berturut-turut meraih titel ini.

Namun itu tidak masalah bagi duo ganda campuran ini hingga tembus final dan berhadapan Zhang Nan / Zhao Yunlei yang pernah mereka kalahkan dua tahun berturut-turut.

Namun apa mau dikata, ambisi meraih empat titel tersebut tinggal kenangan dengan raihan angka 10-21 10-21

Duo andalan Indonesia pun pada game pertama pun melakukan beberapa kali kesalahan dan tertinggal jauh 8-2.

Akibat kesalahan yang dilakukan akhirnya berbuah kekalahan pada game pertama dengan angka 10-21 untuk kemenangan pasangan Tiongkok.

Pada game kedua, Tontowi / Liliyana sempat mengimbangi permainan bahkan memegang kendali ketika posisi angka 6-7 namun usaha itu tidak lama karena mendapatkan serangan dari pasangan Tiongkok yang sudah diantispasi mereka.

Akibat serangan bertubi-tubi yang tidak bisa diantisipasi dan juga tidak adanya variasi dalam serangan oleh Tontowi dan Liliyana ke pertahanan Zhang Nan serta Zhao Yunlei akhirnya pertandingan pun kembali diraih pasangan Tiongkok ini dengan skor sama 21-10


Dengan gagalnya Tontowi / Lilyana maka Indonesia dalam ajang All England tidak meraih satu pun gelar yang dipertandingkan.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz