JAKARTA, - Direktorat Kerja
Sama Teknik (Dit. KST) Kemlu bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Non-Aligned Movement Centre for
South-South and Technical Cooperation (NAM CSSTC) menyelenggarakan
International Training Workshop on Tourism and Antiquities for Palestine di
Jakarta dan Bandung pada tanggal 6-11 April 2015.
Sebagaimana dilansir dari
laman resmi Kemlu RI, bertempat di Ruang
Nusantara, workshop ini dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Informasi
dan Diplomasi Publik, Duta Besar Esti Andayani dan dihadiri oleh Duta Besar
Palestina untuk Indonesia, Direktur Jenderal Kementerian Pariwisata, Direktur
Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata
Bandung, dan Kepala Museum Nasional.
Pada pelatihan kali ini, 8
peserta pelatihan dengan latar belakang pariwisata akan mendapatkan pelatihan
di bidang kepariwisataan di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung sementara 8 orang
dengan latar belakang konservasi dan museum akan mendapatkan pelatihan mengenai
konservasi dan permuseuman di Museum Nasional Jakarta.
Dalam sambutannya, Duta
Besar Palestina Fariz Mehdawi menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah
Indonesia yang telah menyelenggarakan pelatihan dan berbagi pengalaman
Indonesia.
Mengingat Indonesia
membangun negaranya dengan kemampuan warga negaranya sendiri, Dubes Mehdawi
mengharapkan seluruh peserta pelatihan dari Palestina dapat menimba ilmu dan
pengetahuan dari pelatihan workshop kali ini sehingga dapat diterapkan di
Palestina.
Sementara Direktur Jenderal
IDP Duta Besar Esti Andayani menyampaikan bahwa pelaksanaan pelatihan workshop
ini merupakan salah satu komitmen nyata Indonesia dalam mendukung pembangunan
negara Palestina sebagaimana komitmen tersebut juga akan ditekankan dalam
peringatan 60 tahun Konferensi Asia-Afrika.
Indonesia membuka peluang kerja
sama untuk semua negara dalam memberikan bantuan capacity building kepada semua
negara berkembang khususnya Palestina melalui Kerja Sama Triangular baik dalam bentuk dana ataupun keahlian.
Bantuan capacity building
telah diberikan sejak berdiri pada tahun 2006. Sampai tahun 2014, Indonesia
telah menyelenggarakan 128 progam dengan melibatkan 1257 orang Palestina dengan
berbagai latar belakang dalam bentuk pelatihan, workshop, pengiriman tenaga
ahli terkait isu pembangunan, pemberdayaan perempuan, sumber daya energi dan
mineral, good governance, pertanian, industri, infrastruktur, kesehatan, administrasi
publik, pariwisata, dan kursus singkat pelatihan diplomatik.
Indonesia akan terus
memberikan dukungan kepada Palestina baik dalam kerangka Conference on
Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD)
dalam lima sektor yaitu Infrastruktur, Informasi dan Teknologi Komunikasi,
Pariwisata, Manufaktur, dan Pertanian. Total bantuan Indonesia di semua sektor
tersebut tidak kurang dari USD 1 juta.
Acara pembukaan ini
dilanjutkan dengan workshop yang menghadirkan narasumber Sapta Nirwandar
(Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) dan Prof. Kacung Maridjan
(Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan).
Pelatihan workshop
ini akan ditutup pada 10 April 2015 di Bandung.
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz