KYIV, - Untuk lebih
mendekatkan dan mengenalkan Bahasa dan
Sastra Indonesia di kawasan Ukraina, akan didirikan Pusat Kajian di salah satu
universitas negara tersebut.
Sebagaimana dilansir dari
laman resmi Kemlu RI menjelaskan sebuah Pusat Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia
didirikan di Kyiv National University of Taras Shevchenko, sebuah universitas
negeri terkemuka di Ukraina.
Pendirian Pusat Kajian ini
dilakukan melalui penandatanganan Memorandum Pendirian Pusat Kajian Bahasa dan
Sastra Indonesia yang berlangsung di gedung utama kampus tersebut (2/4) waktu
setempat antara Duta Besar RI Kyiv, Niniek Kun Naryatie, dengan Rektor Kyiv
National University of Taras Shevchenko, Prof. Dr. Leonid V. Hubersky.
Dalam penandatanganan ini
Dubes RI didampingi oleh Pejabat Fungsi Pensosbud KBRI, dan pihak Rektor
didampingi oleh Prof. Dr. Petro Bekh, Wakil I Rektor, Andriy Kravchenko, Kepala
Bidang Kerja Sama Internasional, Prof. Dr. Grigoriy Semenyuk, Direktur Institut
Filologi dan Prof. Dr. Ivan Bondarenko, Ketua Jurusan Ketimuran Institut Filologi
Universitas Taras Shevchenko.
Dubes Niniek atas nama
pemerintah RI menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada universitas
atas kerjasamanya yang baik selama ini.
Berdirinya Pusat Kajian akan
semakin mendekatkan hubungan persahabatan antara generasi muda Ukraina dan
Indonesia dan akan semakin membuka jalan kemajuan hubungan bilateral kedua
negara di bidang pendidikan dan di bidang lainnya.
Pihak KBRI saat ini tengah
mengupayakan terjalinnya kerja sama antara Universitas Taras Shevchenko dengan
salah satu universitas di Indonesia melalui penandatanganan Persetujuan Kerja
Sama antar-Universitas.
Sementara itu, Rektor
Hubersky menyampaikan terima kasih kepada pemerintah RI atas dukungan dan
perhatian yang selama ini diberikan kepada universitas mulai dari pembukaan
prodi Bahasa dan Sastra Indonesia hingga penyediaan kesempatan bagi para
mahasiswa Ukraina untuk mengikuti program Darmasiswa RI di Indonesia.
Selain itu, Rektor Hubersky
berharap agar kerja sama antar-universitas dapat diwujudkan guna semakin
mendekatkan hubungan antara mahasiswa, dosen, ilmuwan, dan segenap civitas
academica kedua negara.
Pada hari itu juga, Dubes RI dan Direktur Institut Filologi
langsung melakukan peresmian pembukaan Pusat Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia
yang ruangannya berbasis di gedung Institut Filologi universitas tersebut
dengan melakukan pengguntingan pita, sambutan-sambutan dan ramah-tamah.
Pada kesempatan ini, Dubes
RI juga menyerahkan sumbangan buku-buku termasuk Kamus Besar Bahasa Indonesia
kepada Direktur Institut Filologi untuk digunakan di Pusat Kajian.
Peresmian disaksikan oleh
Ketua Jurusan Ketimuran, para pengajar, dan mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra
Indonesia.
Pusat Kajian Bahasa dan
Sastra Indonesia di Universitas Nasional Kyiv Taras Shevchenko merupakan sebuah
lembaga ilmiah yang bertujuan untuk menampung seluruh aktivitas kajian,
pelatihan dan pengembangan kependidikan bidang bahasa, sastra, budaya dan
kajian ke-Indonesiaan di seluruh wilayah Ukraina; menyiapkan penyediaan
bahan-bahan, pelayanan advisory, informasi tentang pelatihan bahasa Indonesia
di lembaga-lembaga pendidikan tinggi dan di sekolah-sekolah menengah;
pengembangan buku-buku pelajaran dan bahan-bahan manual bahasa dan sastra
Indonesia serta bidang-bidang terkait yang dipelajari oleh para mahasiswa Prodi
Bahasa dan Sastra Indonesia di universitas ini; penyelenggaraan
pertemuan-pertemuan, symposium, konferensi, seminar, workshop, kompetisi
kemahasiswaan di bidang bahasa, sastra dan budaya Indonesia; serta
penyelenggaraan festival dan kegiatan-kegiatan lainnya.
Berdirinya Pusat Kajian
Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Nasional Kyiv Taras Shevchenko ini
merupakan sebuah terobosan baru dalam sejarah hubungan bilateral RI-Ukraina
yang akan membuka peluang yang semakin lebar bagi KBRI untuk melaksanakan soft
power diplomacy, dan sebagai salah satu bentuk investasi budaya yang akan
membawa manfaat jangka panjang bagi kepentingan bangsa dalam memperkuat
identitas dan martabat bangsa Indonesia di luar negeri, khususnya di Ukraina
melalui bahasa Indonesia.
Pusat Kajian ini akan dapat
menjadi pilar pengembangan bahasa Indonesia di seluruh wilayah Ukraina dan akan
menjadi wadah yang menampung kader-kader Indonesianis Ukraina, serta para
mantan Darmasiswa; dengan tantangan ke depan menjadikan bahasa Indonesia
sebagai salah satu mata pelajaran pilihan bahasa Asia di sekolah-sekolah
menengah umum; menjadikan keIndonesiaan sebagai jurusan/program studi di
universitas-universitas di seluruh wilayah Ukraina.
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/catatanLorcasz