Senin, 06 April 2015

Lewat Pusat Kajian Bahasa dan Sastra Dekatkan Persahabatan Indonesia-Ukraina

KYIV, - Untuk lebih mendekatkan  dan mengenalkan Bahasa dan Sastra Indonesia di kawasan Ukraina, akan didirikan Pusat Kajian di salah satu universitas negara tersebut.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi Kemlu RI menjelaskan sebuah Pusat Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia didirikan di Kyiv National University of Taras Shevchenko, sebuah universitas negeri terkemuka di Ukraina.

Pendirian Pusat Kajian ini dilakukan melalui penandatanganan Memorandum Pendirian Pusat Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia yang berlangsung di gedung utama kampus tersebut (2/4) waktu setempat antara Duta Besar RI Kyiv, Niniek Kun Naryatie, dengan Rektor Kyiv National University of Taras Shevchenko, Prof. Dr. Leonid V. Hubersky.

Dalam penandatanganan ini Dubes RI didampingi oleh Pejabat Fungsi Pensosbud KBRI, dan pihak Rektor didampingi oleh Prof. Dr. Petro Bekh, Wakil I Rektor, Andriy Kravchenko, Kepala Bidang Kerja Sama Internasional, Prof. Dr. Grigoriy Semenyuk, Direktur Institut Filologi dan Prof. Dr. Ivan Bondarenko, Ketua Jurusan Ketimuran Institut Filologi Universitas Taras Shevchenko.

Dubes Niniek atas nama pemerintah RI menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada universitas atas kerjasamanya yang baik selama ini.

Berdirinya Pusat Kajian akan semakin mendekatkan hubungan persahabatan antara generasi muda Ukraina dan Indonesia dan akan semakin membuka jalan kemajuan hubungan bilateral kedua negara di bidang pendidikan dan di bidang lainnya.

Pihak KBRI saat ini tengah mengupayakan terjalinnya kerja sama antara Universitas Taras Shevchenko dengan salah satu universitas di Indonesia melalui penandatanganan Persetujuan Kerja Sama antar-Universitas.

Sementara itu, Rektor Hubersky menyampaikan terima kasih kepada pemerintah RI atas dukungan dan perhatian yang selama ini diberikan kepada universitas mulai dari pembukaan prodi Bahasa dan Sastra Indonesia hingga penyediaan kesempatan bagi para mahasiswa Ukraina untuk mengikuti program Darmasiswa RI di Indonesia.

Selain itu, Rektor Hubersky berharap agar kerja sama antar-universitas dapat diwujudkan guna semakin mendekatkan hubungan antara mahasiswa, dosen, ilmuwan, dan segenap civitas academica kedua negara.

Pada hari itu juga,  Dubes RI dan Direktur Institut Filologi langsung melakukan peresmian pembukaan Pusat Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia yang ruangannya berbasis di gedung Institut Filologi universitas tersebut dengan melakukan pengguntingan pita, sambutan-sambutan dan ramah-tamah.

Pada kesempatan ini, Dubes RI juga menyerahkan sumbangan buku-buku termasuk Kamus Besar Bahasa Indonesia kepada Direktur Institut Filologi untuk digunakan di Pusat Kajian.
Peresmian disaksikan oleh Ketua Jurusan Ketimuran, para pengajar, dan mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia.

Pusat Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Nasional Kyiv Taras Shevchenko merupakan sebuah lembaga ilmiah yang bertujuan untuk menampung seluruh aktivitas kajian, pelatihan dan pengembangan kependidikan bidang bahasa, sastra, budaya dan kajian ke-Indonesiaan di seluruh wilayah Ukraina; menyiapkan penyediaan bahan-bahan, pelayanan advisory, informasi tentang pelatihan bahasa Indonesia di lembaga-lembaga pendidikan tinggi dan di sekolah-sekolah menengah; pengembangan buku-buku pelajaran dan bahan-bahan manual bahasa dan sastra Indonesia serta bidang-bidang terkait yang dipelajari oleh para mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia di universitas ini; penyelenggaraan pertemuan-pertemuan, symposium, konferensi, seminar, workshop, kompetisi kemahasiswaan di bidang bahasa, sastra dan budaya Indonesia; serta penyelenggaraan festival dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Berdirinya Pusat Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Nasional Kyiv Taras Shevchenko ini merupakan sebuah terobosan baru dalam sejarah hubungan bilateral RI-Ukraina yang akan membuka peluang yang semakin lebar bagi KBRI untuk melaksanakan soft power diplomacy, dan sebagai salah satu bentuk investasi budaya yang akan membawa manfaat jangka panjang bagi kepentingan bangsa dalam memperkuat identitas dan martabat bangsa Indonesia di luar negeri, khususnya di Ukraina melalui bahasa Indonesia.

Pusat Kajian ini akan dapat menjadi pilar pengembangan bahasa Indonesia di seluruh wilayah Ukraina dan akan menjadi wadah yang menampung kader-kader Indonesianis Ukraina, serta para mantan Darmasiswa; dengan tantangan ke depan menjadikan bahasa Indonesia sebagai salah satu mata pelajaran pilihan bahasa Asia di sekolah-sekolah menengah umum; menjadikan keIndonesiaan sebagai jurusan/program studi di universitas-universitas di seluruh wilayah Ukraina.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz