JAKARTA, - Disela-sela
pertemuan Konferensi Asia Afrika ke-60 di Jakarta, Indonesia dan Afrika Selatan
menjalin kemitraan yang dituang dalam MoU.
Informasi yang dilansir dari
laman Kemlu menjelaskan Menlu Retno Marsudi dan Menteri Hubungan dan Kerja Sama Internasional Afrika Selatan Maite Nkoana-Mashabane menandatangi MoU on the
Establishment of a Joint Commission for Bilateral Cooperation (20/4).
Penandatangan MoU tersebut
dilakukan kedua Menteri Luar Negeri di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri
Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) dan Peringatan 10 Tahun New
Asia-Africa Strategic Partnership (NAASP) yang dipimpin bersama kedua Menlu.
Indonesia dan Afrika Selatan
akan terus memperkuat hubungan perdagangan yang pada tahun 2014 nilainya
mencapai USD 1,87 milyar.
Kedua negara juga mendorong
kerja sama antara BUMN industri strategis kedua negara, termasuk dalam bentuk
co-production dan marketing. Di samping itu, kedua menteri juga menyepakati
penjajakan kolaborasi di bidang kemaritiman dan Blue Economy.
Dalam bidang regional, Indonesia dan Afrika Selatan, selaku Ketua
dan Wakil Ketua Indian Ocean Rim Association (IORA) periode 2015-2017,
berkomitmen untuk bekerjasama guna memastikan agar IORA dapat menghasilkan
kerja sama konkret bagi penguatan perdamaian dan kesejahteraan negara-negara di
Samudera Hindia.
Pada tingkat multilateral,
Menlu kedua negara berbagi pandangan mengenai perkembangan reformasi Dewan
Keamanan PBB.
Selain menegaskan saling
dukung dalam berbagai posisi penting di PBB, kedua menteri sepakat untuk terus
bersama-sama mendorong upaya reformasi DK PBB menjadi sebuah lembaga yang
demokratis, representatif, transparan, akuntabel, dan efisien.
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz