JAKARTA, - Selain mengikuti
Konferensi Asia Afrika, para peserta menyempatkan diri untuk melakukan lobi dan
pertemuan bilateral dalam menggapai apa yang menjadi impian para peserta.
Salah satunya adalah Afrika
Selatan yang mengajukan dua usulan yaitu menjadi anggota tetap Dewan Keamanan
Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) serta meminta adanya penambahan anggota DK.
Untuk mewujudkan tersebut,
Afsel melakukan lobi dan pendekatan kepada beberapa negara salah satunya adalah
Indonesia.
Menanggapi hal tersebut,
Perutusan Tetap RI untuk PBB, Dubes Desra Percaya mengatakan sebagaimana
dilansir dari laman resmi KAA mengapresiasikan terkait penambahan anggota DK
bahkan lebih baik jika hak veto tersebut melekat pada anggota tetap DK.
“Kita setuju ada perluasan
anggota DK PBB. Tapi pada sisi lain DK PBB tertentu kan harus lebih demokratis.
Veto harus dihapuskan. Ini akan menjadi situasi most unlike ya karena prosesnya
sulit dikunci oleh anggota DK PBB supaya tidak terjadi. Posisi kita realistis
bahwa betul harus ada reformasi penambahan anggota dengan angka yang
disepakati. Jangan bicara dulu permanen atau tidak permanen, tapi faktanya
kalau kita bicara permanen akan sangat kontensius,”ucapnya
Sebagai informasi, anggota
tetap Dewan Keamanan terdiri dari lima negara yang memiliki hak veto yaitu
Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Perancis dan Inggris Raya.
Kontak blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz