JAKARTA, - Pemerintah
Indonesia akan meningkatkan kerjasama bilateral dengan Thailand dalam
pemberantasan illegal fishing.
Dukungan dari Thailand itu
diwujudkan dalam bentuk pemasangan 7.000 tracking system di kapal ikan untuk
mempermudah pengawasan.
Hal ini disampaikan Menteri
Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Indroyono Soesio dalam acara side event yang
merupakan bagian dari Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di
Jakarta Convention Center, Senayan-Jakarta sebagaimana dilansir dari laman
resmi KAA
“Kami sangat mengapresiasi
respon yang sangat tinggi dari Thailand. Mereka sudah setuju untuk bekerja
keras dalam menghadapi masalah illegal fishing karena persoalan ini harus
dihadapi secara bersama-sama,” ucapnya
Menurut putera mantan
Menkopolkam era Orde Baru, Soesilo Soedarman ini mengatakan komitmen pemerintah
Indonesia terhadap penuntasan illegal fishing sejalan dengan kebijakan dari
Presiden Joko Widodo yang ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim.
“Tentunya kami perlu
dukungan dan kerjasama dari negara-negara tetangga yang berbatasan secara langsung
dengan Indonesia," katanya.
Menk Indroyono optimis
dengan peningkatan kerjasama dengan Thailand tersebut maka kasus-kasus
pencurian ikan dapat dikurangi dan bahkan bisa dihapuskan.
“Sejauh ini kami juga akan
mengajak negara-negara lain di Asia agar mau menuntaskan illegal fishing, sebab
sangat merugikan kekayaan alam dan juga nelayan,” ujarnya.
Mantan Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan ini menambahkan tidak
menutup kemungkinan juga akan dilakukan kerjasama pemberantasan illegal fishing
dengan negara seperti Malaysia dan Vietnam.
Harapannya agar kekayaan laut Indonesia bisa
dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk perbaikan kesejahteraan para nelayan.
“Jangan sampai justru pihak
lain yang mendapatkan manafaat atau keuntungan dari kekayaan laut kita yang
sangat melimpah,”ucapnya.
Mantan Direktur Sumber Daya
Perikanan dan Aquakultur FAO, PBB ini menyebutkan selain illegal fishing, juga
telah dibahas persoalan perlindungan terhadap terumbu karang di kawasan
Pasifik. Sejumlah negara yang telah diajak kerja sama, antara lain Papua New
Guinea (PNG)
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz