TOKYO,- Konflik Laut
Tiongkok Selatan yang hingga saat ini belum ada titik temu, terkait hal ini
membuat Presiden Joko Widodo angkat bicara dan bersedia menjadi mediator dari
pihak yang bersengketa.
Hal ini disampaikan Presiden
Jokowi ketika ditanya sejumlah media termasuk media lokal di Hotel Imperial, dalam
kunjungannya ke Tokyo Jepang.
“Perlu saya sampaikan bahwa
Indonesia tidak berada pada pihak yang bersengketa di situ. kita hanya ingin
mendoro agar Code of Conduct, CoC bisa diimplementasikan dan ada finalisasi,”ucapnya
Sebagaimana dilansir dari
media setempat beredar ucapan Presiden Jokowi yang mengatakan bahwa klai
teriorial Tiongkok di Laut Tiongkok selatan tidak memiliki dasar dalam hukum
internasional
“Kita membutuhkan perdamaian
dan stabilitas di wilayah Asia Pasifik,”ucapnya.
Menurut Presiden Jokowi,
stabilitas politik dan keamanan penting untuk pertumbuhan ekonomi negara
manapun.
“Jadi kami mendukung Code of
Conduct di Laut China Selatan dan juga dialog China (RRT)-Jepang, China
(RRT)-ASEAN,”ucapnya.
Seperti diketahui,
keberadaan Laut Tiongkok Selatan hingga saat ini masih diperdebatkan sejumlah
negara selain Tiongkok serta negara-negara yang berada di kawasan ASEAN.
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz