PARIS,
- Disaat banyak pengunjung rasa anti Charlie Hebdo bertebaran di negara lain
membuat Perancis pun angkat bicara dan mengatakan tidak mengerti tentang
keterikatan antara Perancis dengan kebebasan berbicara.
Hal
ini disampaikan Presiden Perancis, Francois Hollande ketika dalam kunjungan ke
kota Tulle, Perancis Selatan
![]() |
| Ilustrasi - Istimewa |
“Kami
telah mendukung negara-negara ini dalam perang melawan terorimes, saya ingin
menyatakan solidaritas (dengan mereka) tetapi pada saat yang bersamaan Perancis
memiliki prinsip dan nilai, terutama kebebasan berekspresi,”ucapnya.
Ucapan
Hollande sendiri terkait dengan edisi terbaru majalah Satire Charlie Hebdo yang
menerbitkan karikatur Nabi Muhammad yang berakibat bentrokan berdarah di
sejumlah negara Islam seperti Nigeria, Pakistan dan Aljazair.
“Ada
ketegangan di luar negeri, di negara dimana
warganya tidak mengerti keterikatan kami dengan kebebasan berbicaya, kami telah
melihat aksi protes itu, dan saya tegaskan bahwa di Percansi semua agama di
hormati,”ucapnya.
Terkait
dengan situasi ini, Presiden Perancis pun mendapatkan positif dari segi politik
dan pemilih yang mana para pemilih memandang cakap dalam mengatasi masalah ini.
Dalam
jajak pendapat, popularitas Hollande naik menjadi 34 persen dari 24 persen
sebelum serangan mematikan tersebut.
Kontak
Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/Lorcasz
