PARIS,
- Rasa simpati, kecaman mulai berdatangan dari luar Perancis terkait aksi
barbar terhadap kantor media Charlie Hebdo termasuk dari negara-negara muslim
di kawasan Jazirah.
Sebagaimana
dilansir dari media setempat pemerintah kerajaan Saudi mengatakan serangan
tersebut sama sekali tidak ada dalam ajaran agama Islam
“Itu
adalah serangan teroris pengecut yang ditolak oleh agama Islam yang
sebenarnya,”demikian pernyataan dari pemerintah Kerajaan Saudi.
Apa
yang dikatakan oleh pemerintah Kerajaan Saudi senada oleh Jordania, Maroko,
Aljazair, Qatar, Bahrain dan Iran.
Dimana
Kementerian Luar Negeri Qatar dalam sikapnya selain menyampaikan duka cita
kepada keluarga korban juga mengatakan penyerangan tersebut telah melanggar
seluruh nilai dan prinsip etika serta kemanusiaan
Uni
Emirat Arab pun mengecam tindakan tersebut dan menyerukan adanya kerja sama
komunitas internasional lintas lini dalam memberantas terorisme dengan tujuan
meresahkan serta keamanan yang tidak stabil.
Sebuah
lembaga ulama Perancis yang menaungi sekitar 250 organ muslim, Union des
Organisations Islamiques de France mengutuk tindakan para penyerang dengan
mengatasnamakan Islam serta mengklaim telah membalaskan dendam Nabi karena
perbuatan media tersebut yang menghina.
Sedangkan
menurut Sekretaris Jenderal Organisasi Dewan Kerjasama Teluk, Abdullah bin
Rashid Al-Zayani dalam sikapnya mengatakan bahwa penyerangan tersebut
bertentangan dengan ajaran Islam yang toleran dan menjunjung nilai kemanusiaan.
Seperti
dituliskan di blog ini Kantor Media Charlie Hebdo diserang tiga orang pada Rabu
(7/1) siang waktu setempat dengan menewaskan sekitar 12 orang termasuk Pemred
serta kartunis dan aparat kepolisian.
Adapun
dua pelaku masih dalam pengejaran dengan kategori berbahaya karena masih
membawa senjata api, serta satu orang sudah menyerahkan diri kepada kepolisian
setempat.
Kontak
blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/Lorcasz
