Kamis, 08 Januari 2015

16 Staf Kementerian Perdagangan Perdalam Analisa Pasar di Belanda

JAKARTA, - Sebanyak 16 orang staf Kementerian Perdagangan RI mendapatkan beasiswa dari StuNed untuk mengikuti training tentang Commodity Market Review to Contribute to National Trade Policy  di Belanda.

Sebagaimana informasi yang diterima melalui email menjelaskan pelepasan peserta pelatihan dilakukan di Kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta, pada hari Rabu (7/1) dengan disaksikan oleh Tjahya Widayanti, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan, Kementerian Perdagangan, dan Direktur Nuffic Neso Indonesia, Mervin Bakker.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan staf Kementerian Perdagangan dalam melakukan penyusunan analisa pasar komoditas secara komprehensif sebagai  dasar penentuan  kebijakan perdagangan.

Durasi pelatihan selama tiga minggu, mulai tanggal 19 Januari sampai dengan 6 Februari 2015. Adapun penyelenggara pelatihan adalah Universitas Vrije, di Amsterdam.

Menurut Tjahja Widayanti dalam sambutannya mengatakan pihaknya melihat bahwa pemilihan metode ini sangat bermanfaat untuk mendukung tugas pemantauan perkembangan harga dan pemberian rekomendasi kebijakan dalam rangka menjalankan salah satu mandat Undang-Undang Perdagangan.

“Saya melihat bahwa pemilihan metode tailor made training ini sangat bermanfaat untuk mendukung tugas pemantauan perkembangan harga dan pemberian rekomendasi kebijakan dalam rangka menjalankan salah satu mandat Undang- undang Perdagangan, yaitu mengendalikan ketersediaan barang kebutuhan pokok,”ucapnya

Sementara itu Mervin Bakker menjelaskan bahwa Belanda memiliki kelebihan di bidang perdagangan komoditas seperti di Universitas Vrije yang diwakili oleh Pusat Kerjasama Internasional dan Pusat Studi Pangan Dunia sebagai penyelenggara pelatihan akan memfasilitasi peserta untuk mendapatkan teori dan praktek analisa pasar komoditas.

“Belanda memiliki kelebihan di bidang perdagangan komoditas. Universitas Vrije, yang diwakili oleh Pusat Kerjasama Internasional dan Pusat Studi Pangan Dunia sebagai penyelenggara pelatihan, akan memfasilitasi peserta untuk mendapatkan teori dan praktek analisa pasar komoditas untuk diterapkan di lingkungan kerjanya. Dengan dukungan komitmen dari pimpinan Kementerian Perdagangan, saya yakin pelatihan ini akan memberikan hasil sesuai harapan,”

Sebagai informasi, StuNed, singkatan dari Studeren in Nederland, atau studi di Belanda, adalah program beasiswa yang merupakan bagian dari kebijakan kerjasama pembangunan pemerintah Belanda yang bertujuan untuk mendukung pencapaian  “UN Millenium Development Goals” pada tahun 2015.

Kerangka kerjasama bilateral dengan Indonesia tercantum dalam Multi-Annual Policy Framework 2012 - 2015 yang memiliki 5 bidang yang diprioritaskan yaitu manajemen air (water management), ketahanan pangan (food security), sector ekonomi (economy sector), sector judisial (judicial sector), dan hak asasi manusia (human rights).

Sejak diluncurkan tahun 2000, StuNed sudah memberikan beasiswa bagi sekitar empat ribu.orang Indonesia

Sementara Nuffic Neso Indonesia adalah organisasi non-profit yang ditunjuk resmi dan didanai oleh pemerintah Belanda untuk menangani berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikan tinggi Belanda.

Neso Indonesia adalah perwakilan Nuffic, organisasi Belanda yang menangani kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi.

Neso Indonesia menyediakan informasi serta memberikan konsultasi secara cuma-cuma mengenai lebih dari 2.100 program studi yang diberikan dalam bahasa Inggris.

Neso Indonesia juga memprakarsai dan memfasilitasi kerja sama di bidang pendidikan tinggi antara institusi di Indonesia dan Belanda.

Bersama dengan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia, setiap tahun Neso Indonesia menawarkan program beasiswa bagi sekitar 300 warga negara Indonesia dalam bentuk program master dan pelatihan.



Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz