JAKARTA,
- Sebanyak 16 orang staf Kementerian Perdagangan RI mendapatkan beasiswa dari
StuNed untuk mengikuti training tentang Commodity Market Review to Contribute
to National Trade Policy di Belanda.
Sebagaimana
informasi yang diterima melalui email menjelaskan pelepasan peserta pelatihan
dilakukan di Kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta, pada hari Rabu (7/1)
dengan disaksikan oleh Tjahya Widayanti, Kepala Badan Pengkajian dan
Pengembangan Kebijakan Perdagangan, Kementerian Perdagangan, dan Direktur
Nuffic Neso Indonesia, Mervin Bakker.
Pelatihan
ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan staf Kementerian Perdagangan dalam
melakukan penyusunan analisa pasar komoditas secara komprehensif sebagai dasar penentuan kebijakan perdagangan.
Durasi
pelatihan selama tiga minggu, mulai tanggal 19 Januari sampai dengan 6 Februari
2015. Adapun penyelenggara pelatihan adalah Universitas Vrije, di Amsterdam.
Menurut
Tjahja Widayanti dalam sambutannya mengatakan pihaknya melihat bahwa pemilihan
metode ini sangat bermanfaat untuk mendukung tugas pemantauan perkembangan
harga dan pemberian rekomendasi kebijakan dalam rangka menjalankan salah satu
mandat Undang-Undang Perdagangan.
“Saya
melihat bahwa pemilihan metode tailor made training ini sangat bermanfaat untuk
mendukung tugas pemantauan perkembangan harga dan pemberian rekomendasi
kebijakan dalam rangka menjalankan salah satu mandat Undang- undang
Perdagangan, yaitu mengendalikan ketersediaan barang kebutuhan pokok,”ucapnya
Sementara
itu Mervin Bakker menjelaskan bahwa Belanda memiliki kelebihan di bidang
perdagangan komoditas seperti di Universitas Vrije yang diwakili oleh Pusat
Kerjasama Internasional dan Pusat Studi Pangan Dunia sebagai penyelenggara
pelatihan akan memfasilitasi peserta untuk mendapatkan teori dan praktek
analisa pasar komoditas.
“Belanda
memiliki kelebihan di bidang perdagangan komoditas. Universitas Vrije, yang
diwakili oleh Pusat Kerjasama Internasional dan Pusat Studi Pangan Dunia
sebagai penyelenggara pelatihan, akan memfasilitasi peserta untuk mendapatkan
teori dan praktek analisa pasar komoditas untuk diterapkan di lingkungan
kerjanya. Dengan dukungan komitmen dari pimpinan Kementerian Perdagangan, saya
yakin pelatihan ini akan memberikan hasil sesuai harapan,”
Sebagai
informasi, StuNed, singkatan dari Studeren in Nederland, atau studi di Belanda,
adalah program beasiswa yang merupakan bagian dari kebijakan kerjasama
pembangunan pemerintah Belanda yang bertujuan untuk mendukung pencapaian “UN Millenium Development Goals” pada tahun
2015.
Kerangka
kerjasama bilateral dengan Indonesia tercantum dalam Multi-Annual Policy
Framework 2012 - 2015 yang memiliki 5 bidang yang diprioritaskan yaitu
manajemen air (water management), ketahanan pangan (food security), sector
ekonomi (economy sector), sector judisial (judicial sector), dan hak asasi
manusia (human rights).
Sejak
diluncurkan tahun 2000, StuNed sudah memberikan beasiswa bagi sekitar empat
ribu.orang Indonesia
Sementara
Nuffic Neso Indonesia adalah organisasi non-profit yang ditunjuk resmi dan
didanai oleh pemerintah Belanda untuk menangani berbagai hal yang berkaitan
dengan pendidikan tinggi Belanda.
Neso
Indonesia adalah perwakilan Nuffic, organisasi Belanda yang menangani kerja
sama internasional di bidang pendidikan tinggi.
Neso
Indonesia menyediakan informasi serta memberikan konsultasi secara cuma-cuma
mengenai lebih dari 2.100 program studi yang diberikan dalam bahasa Inggris.
Neso
Indonesia juga memprakarsai dan memfasilitasi kerja sama di bidang pendidikan
tinggi antara institusi di Indonesia dan Belanda.
Bersama
dengan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia, setiap tahun Neso
Indonesia menawarkan program beasiswa bagi sekitar 300 warga negara Indonesia
dalam bentuk program master dan pelatihan.
Kontak
Blog > ervanca@Gmail.com
Twitter.com/Lorcasz