PARIS,
- Terkait dengan peristiwa penyerangan membabi buta pada kantor majalah Charlie
Hebdo, Presiden Perancis menginstruksikan hari berkabung nasional selama tiga
hari dan memerintahkan seluruh gedung pemerintahan mengibarkan bendera setengah
tiang atau diikat dengan kait hitam.
Selain
itu dalam pernyataan resmi, Presiden Hollande menyerukan persatuan rakyat yang
menurutnya sebagai senjata terbaik serta memuji keberanian Charlie Hebdo dalam
menjunjung kebebasan pers.
“Tidak
ada yang bisa memisahkan kita, jangan ada yang memisahkan kita, kebebasan akan
lebih kuat dibanding sikap barbar. Melalui pengaruh dan sikap independen
majalah ini telah menyentuh generasi ke generasi di Perancis, kami akan terus
mempertahankan pesan kebebasan ini atas nama mereka, ”ucap Hollande.
Seperti
diketahui, tiga orang melakukan penyerangan kantor media Charlie Hebdo yang
menewaskan 12 aorang termasuk Pemimpin Redaksinya Stephane Charbonnies serta
koleganya kartunis Jean Cabut, Georges Wolinski dan Bernhard Verlhac.
Selain
menewakan kartunis dan pemimpin redaksi, dua aparat polisi juga menjadi korban
dari aksi barbar tersebut.
Polisi
sejauh ini sudah mengidentifikasi para pelaku dua diantaranya adalah
kakak-beradik, Said Kouachi berusia 34 tahun dan Cherif Kouachi (32) serta
pemuda berusia 18 tahun bernama Hamyd Mourad.
Mourad
sendiri saat ini sudah menyerahkan diri ke Polisi sedangkan dua tersangka masih
dalam pencarian polisi dengan kategori sangat berbahaya karena masih memegang
senjata.
Kontak
Blog > ervanca@Gmail.com
Twitter.com/Lorcasz
