PARIS,
- Usut punya usut ternyata satu dari tiga tersangka penyerangan kantor media
Charlie Hebdo sudah lama masuk dalam daftar pencarian orang kategori teroris
oleh aparat keamanan Perancis dan pernah tertangkap dengan kasus serupa.
Hal
ini disampaikan Kepolisian Perancis sebagaimana dilansir media setempat telah
merilis tiga nama pelaku tindakan terror ke majalah Charlie Hebdo yaitu
kakak-beradik Said Kouachi (34 tahun), Cherif Kouachi (32) dan Hamyd Mourad
(18)
Mourad
sendiri saat ini sudah berada di kantor kepolisian setelah menyerahkan diri
setelah kejadian tersebut.
Said
dan Cherif lahir di Paris dan menjalankan hidupnya di Kota Rennes sebelum
kembali lagi ke ibukota sebagai pengatar pizza
Cherif
ada orang yang sudah masuk dalam daftar dan pengawasan Teroris oleh kepolisian
Perancis sejak Mei 2008 lalu karena
terlibat jaringan Al-Qaidah di Paris dengan menjalankan hukuman selama 18 bulan
dan ditangguhkan.
Ketika
itu Cherif yang keturunan Aljazair ini bersama dengan enam rekannya dituduh
telah memfasilitasi serta mengirim sejumlah pemuda Perancis untuk bergabung
dengan Abu Musab al-Zarqawi seorang pemimpin Al-Qaidah di Iraq melalui jaringan
di Mesir dan Suriah.
Selain
di Kepolisian Perancis, nama Cherif pun terdapat dalam bank data teroris yang
dipunya oleh Amerika Serikat hal ini berdasarkan pernyataan yang disampaikan
anggota komite intelijen Kongres AS, Mike McCaul.
Sedangkan
Mourad sendiri sebagai pelaku termuda ini tidak ada catatan sama sekali terkait
dengan terorisme ataupun berperang, bahkan sebuah media menuliskan bahwa pemuda
berusia 18 tahun ini baru saja lulu dari SMA di kawasan Charleville-Mezieres,
dekat kota Reims.
Kontak
Blog > ervanca@Gmail.com
Twitter.com/Lorcasz