PARIS,
- Penyerangan kantor media Charlie Hebdo
terjadi ketika para awak media tersebut sedang melakukan rapat redaksi yang
dihadiri sekitar delapan Jurnalis, seorang polisi yang ditugaskan untuk
melindungi Pemred media tersebut serta seorang tamu.
Sebagaiman
informasi yang beredar dan dilansir dari media setempat, menurut Jaksa
Pengadilan Paris, Francois Molins memberikan keterangan bahwa para penyerang
masuk melalui pintu depan gedung dengan menembak mati satu orang di pintu
masuk.
Setelah
menembak mati di pintu masuk, mereka bertigas lantas beranjak menuju lantai dua
dan langsung melepaskan tembakan ketika para jurnalis tersebut sedang rapat
redaksi.
Menurut
petugas medis yang bertugas untuk mengevakuasi korban, mengatakan bahwa yang
dilihatnya adalah pembantaian dimana korban terluka di kepala dan dada.
“Apa
yang kami lihat adalah pembantaian, banyak dari korban dieksekusi sebagian
besar dari mereka terluka di kepala dan dada,”ucap petugas media yang bernama
Hertgen.
Dalam
pantauan Video CCTV yang ada di luar menampilkan dua orang dengan jaket dan
penutup kepala berteriak Allahu Akbar sambil meletuskan tembakan, bahkan salah
satu pelaku berjalan kea rah polisi yang terluka sambil menembakkan kembali
dengan senjatanya.
Setelah
menembakkan ke arah polisi kedua pelaku pun menuju ke kendaraan berwarna hitam
dan melaju dari tempat kejadian.
Aparat
kepolisian Perancis masih terus memburu para pelaku ini dimana ada sedikit
bantuan dari kecerobohan salah satu pelaku yang meninggalkan kartu
identitasnya.
Terkait
dengan penyerangan ini, Pemerintah Perancis mengeluarkan kebijakan dengan status
siaga tertinggi dengan menempatkan personel keamanan di transportasi umum.
situs-situs religi, kantor media serta pusat perbelanjaan sekaligus mencari
pelaku.
Kontak
Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/Lorcasz