Kamis, 08 Januari 2015

Operator Axis Masih Eksis

JAKARTA, - Lama tidak terdengar keberadaannya setelah di akusisi oleh XL Axiata pada Maret 2014 membuat sebagian kalangan bertanya apakah Axis Telekom Indonesia masih ada atau tidak

Ternyata Axis akan terus ada hanya layanannya yang diintergrasikan dengan jaringan dan infrastruktur kepunyaan XL

Jawaban atas tidak beredarnya Axis disampaikan Hasnul Suhaimi selaku Presiden Direktur XL Axiata dalam jumpa pers di Jakarta beberapa pekan lalu.

“Merek Axis akan tetap ada. Kemungkinan besar merek tidak di-merger,”ucap Hasnul.

Contoh dari keberadaan Axis adalah dimana XL masih menjual kartu perdana serta menjalankan layanan operator selular ini di kota-kota yang menjadi awal basis kuat pelanggan Axis antara lai Jawa dan Sumatera.

Di daerah tersebut XL akan mempromosikan merek dan layanan Axis lebih gencar ketimbang daerah lainnya.

Sebagai informasi, untuk bisa mengakusisi Axis ke dalam bagian XL, operator selular ini harus merogoh kocek sekitar USD865 juta dengan meminjam dari induk perusahaannya Axiata asal Malaysia sebesar USD500 juta.

Sisanya pihak XL mendapatkan pinjaman dari tiga lembaga keuangan yaitu Bank DBS, Bank of Tokyo-Mitsubishi dan UOB.

Dengan masuknya Axis ke dalam XL maka daya frekuensi lebih banyak ketimbang operator sejenisnya yang ada di Indonesia.

XL sendiri punya frekuensi seluas 15MHz pada spectrum 2,100MHz kemudian 22,5MHz pada spectrum 1,800MHz serta 7,5MHz di 900MHz

Khusus untuk 900MHz XL manfaatkan untuk jaringan 4G LTE dengan berharap pemerintah bisa membuka akses pemanfaatan teknologi netral di frekuensi 1,800MHz



Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz