JAKARTA,
- Lama tidak terdengar keberadaannya setelah di akusisi oleh XL Axiata pada
Maret 2014 membuat sebagian kalangan bertanya apakah Axis Telekom Indonesia
masih ada atau tidak
Ternyata
Axis akan terus ada hanya layanannya yang diintergrasikan dengan jaringan dan
infrastruktur kepunyaan XL
Jawaban
atas tidak beredarnya Axis disampaikan Hasnul Suhaimi selaku Presiden Direktur
XL Axiata dalam jumpa pers di Jakarta beberapa pekan lalu.
“Merek
Axis akan tetap ada. Kemungkinan besar merek tidak di-merger,”ucap Hasnul.
Contoh
dari keberadaan Axis adalah dimana XL masih menjual kartu perdana serta
menjalankan layanan operator selular ini di kota-kota yang menjadi awal basis
kuat pelanggan Axis antara lai Jawa dan Sumatera.
Di
daerah tersebut XL akan mempromosikan merek dan layanan Axis lebih gencar
ketimbang daerah lainnya.
Sebagai
informasi, untuk bisa mengakusisi Axis ke dalam bagian XL, operator selular ini
harus merogoh kocek sekitar USD865 juta dengan meminjam dari induk
perusahaannya Axiata asal Malaysia sebesar USD500 juta.
Sisanya
pihak XL mendapatkan pinjaman dari tiga lembaga keuangan yaitu Bank DBS, Bank
of Tokyo-Mitsubishi dan UOB.
Dengan
masuknya Axis ke dalam XL maka daya frekuensi lebih banyak ketimbang operator
sejenisnya yang ada di Indonesia.
XL
sendiri punya frekuensi seluas 15MHz pada spectrum 2,100MHz kemudian 22,5MHz
pada spectrum 1,800MHz serta 7,5MHz di 900MHz
Khusus
untuk 900MHz XL manfaatkan untuk jaringan 4G LTE dengan berharap pemerintah
bisa membuka akses pemanfaatan teknologi netral di frekuensi 1,800MHz
Kontak
Blog > ervanca@Gmail.com
Twitter.com/Lorcasz