Senin, 08 Desember 2014

Negara Peserta COP20 Beda Pandangan

LIMA, – Para delegasi yang mengikuti konferensi perubahan iklim PBB (COP20) di pusat kota Lima, Peru masih beda pandangan.

Sebagaimana dilansir dari media setempat mengatakan perbedaan tersebut apakah negara maju harus memberikan bantuan guna membantu negara berkembang dalam memangkas emisi gas rumah kaca mereka.

Terkait dengan perbedaan pandangan ini berkaitan juga dalam menyusun sebuah kerangka kerja untuk menggantikan posisi Protokol Kyoto yang selama ini ada dan akan berlaku pada tahun 2020.

Dok. facebook.com/AriSnd
Dalam penyusunan ini perwakilan dari 190 negara membahas saran-saran yang akan dimasukkan dalam kerangka kerja baru dengan penjadwalan paling lambang akhir bulan Maret.

Perbedaan pandangan ini  bisa dilihat dimana negara berkembang menyatakan adanya sasaran baru yaitu dalam bentuk bantuan keuangan dengan digunakan untuk langkah pencegahan kerusakan akibat pemanasan global.

Sementara negara maju mengatakan hanya sasaran pengurangan yang harus dimasukkan dalam kerangka baru tersebut.

Terkait dengan perbedaan ini menurut Wakil Direktur Jenderal Isu Global Kementerian Luar Negeri Kerajaan Jepang, Hideaki Mizukoshi mengatakan para peserta delegasi hanyak memaksakan agenda negara mereka sendiri serta memperkirakan terjadi debat ini pada akhir pekan di akhir perundingan.




Kontak info > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Pengguna Internet, Uganda Lampaui Indonesia

Ilustrasi-Istimewa
JAKARTA,  -  Banyaknya postingan dalam jejaring social yang ada tidak membuat membuat Indonesia unggul dalam dunia perinternetan global karena negeri ini harus berada di bawah negara berkembang seperti Uganda, Zimbabwe dan Sri Lanka.

Data ini dikeluarkan Bank Dunia (World Bak) yang merilis peringkat penggunaa internet per seratus orang dengan melakukan riset dari data yang diperoleh dari International Telecom Union dan database atau laporan dari World Telecommunication / ICT Development Report.

Dalam riset tersebut, angka rasio pengguna internet per-100 penduduk di Indonesia dalam waktu 2010 hingga 2014 sekitar 15,8 dimana seratus penduduk Indonesia baru sekitar 15 orang yang memiliki akses internet.

Sementara Uganda, dengan kondisi yang sama sekitar 16,2 yang dilanjutkan Zimbabwe (18,5) dan Sri Lanka (21,9)

Secara global Indonesia kalah dari Uganda, lantas bagaimana dengan di kawasan Indonesia apakah unggul atau sebaliknya ?

Ternyata untuk kawasan Asia Tenggara sendiri, posisi akses internet Indonesia dikategorikan minim dimana negeri ini berada di bawah Singapura dengan 73,0 kemudian Malaysia (67,0), Brunei Darussalam (64,5), Vietnam (43,9), Filipina (37,0) dan Thaland (28,9)

Ilustrasi - Istimewa


Namun kabar gembiranya, keberadaan internet Indonesia hanya unggul sedikit dengan India sekitar 15,1 serta beberapa negara ASEAN, Kamboa (6,0), Myanmar (1,2) dan Timor Leste (1,1)

Dengan angka tersebut Indonesia masih terjauh tertinggal bahkan standar rasio penduduk dunia yang memiliki akses internet per 100 orang pada tahun 2013 adalah 28,1.


Untuk akses internet ini, Indonesia sendiri memiliki program yang disebut Rencana Pitalebar Indonesia (RPI) atau Indonesia Broadband Plan 2014-2019 yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 96 tahun 2014.

Kerja nyata dari peraturan ini adalah membuat prasaran akses tetap mencapai penetrasi sekitar 30 persen dari total populasi di perkotaan dan sekitar 71 persen dari total rumah tangga dengan percepatan 20Mbps

Sementara untuk gedung setidaknya 10 persen dengan kecepatan 1Gbps. Sedangkan sasaran pitalebar dengan kecepatan 1Mbps akan menjangkau seluruh populasi perkotaan.

Sedangkan untuk pedesaan kapasitas pitalebar akan mencapai sekitar 6 persen dari total populasi yang ada.


Kontak info > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Sabtu, 06 Desember 2014

Kwarnas Pramuka Gelar FGD di 6 Kota

JAKARTA, - Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka secara resmi melaksanakan Focuss Group Discussion (Diskusi Kelompok Terbatas) di enam kota di seluruh Indonesia.

Sebagaimana informasi yang diterima melalui email,  kegiatan ini merupakan rangkaian dari rencana kegiatan penelitian untuk Transformasi dan Re-branding Gerakan Pramuka yang dicanangkan oleh Kwarnas Gerakan Pramuka dibawah kepemimpinan Kak Adhyaksa Dault guna menegaskan kembali peran Gerakan Pramuka di Indonesia.

“Kami ingin mewujudkan visi terwujudnya Pramuka yang relevan dengan kebutuhan kaum muda untuk melakukan perubahan, atau yang kami sebut Scout for Change,” terang Kak Adhy  menjelaskan latar belakang dibutuhkannya transformasi dan re-branding Gerakan Pramuka.

Kegiatan FGD dilakukan dari tanggal 28 November 2014 sampai dengan 11 Desember 2014 di Bali, Makassar, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Bandung dan akan ditutup dengan diseminasi hasil laporan pada akhir Desember 2014 di Jakarta.

Rencananya pemaparan laporan akhir akan dihadiri oleh pengurus Kwarnas, akademisi, praktisi brand, ahli pemasaran, pakar komunikasi dan anggota Pramuka aktif.

Sejak dipimpin Kak Adhy di tahun 2013, Kwarnas Pramuka, mencanangkan Scout for Change sebagai visi terkini Gerakan Pramuka, dengan tujuan agar kegiatan Pramuka dapat kembali dominan dalam membentuk pribadi generasi-generasi muda yang kelak menjadi motor penggerak perubahan negara ke arah yang lebih baik.

Melihat perkembangan gerakan kepemudaan lain yang menjamur di Indonesia, saat ini nampaknya Kwarnas Pramuka merasa perlu untuk terus melakukan aktualisasi persepsi masyarakat terhadap Pramuka, sehingga dapat menentukan langkah-langkah selanjutnya yang akan dilakukan demi menciptakan Pramuka yang dapat diterima (acceptable)  sehingga anggota Pramuka tetap menjadi generasi pilihan utama yang dapat membangun bangsa di masa depan

“FGD rebranding ini bertujuan memetakan perubahan persepsi yang terjadi terhadap Gerakan Pramuka dan mengidentifikasi langkah-langkah awal memetakan proses adaptasi terhadap perubahan tersebut,” kata Wakil Ketua Bidang  Perencanaan, Pengembangan dan Kerjasama   Marbawi,  menjelaskan hasil akhir yang diharapkan dari FGD.

Kak Marbawi menambahkan pihaknya yakin akan perubahan itu tak terelakan harus disambut dan diadopsi.

”Kami yakin perubahan itu tak terelakan, harus disambut dan diadopsi. Maka dari itu kami ingin beradaptasi dengan  perubahan lewat penyaringan aspirasi yang sekaligus berguna sebagai data dan informasi yang valid, akurat dan teruji secara ilmiah.”ucapnya

Sebagai informasi, FGD di enam kota melibatkan berbagai aktor yang secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi eksistensi Gerakan Pramuka di Indonesia. FGD akan melibatkan pejabat dan birokrat, anggota-anggota Sangga Kerja (Saka) Pramuka, Pelatih dan Pembina Pramuka, Pramuka Garuda, Andalan Nasional dan Andalan Daerah, Para pengguna media sosial yang berpengaruh (social media influencers), anak muda berprestasi, pengusaha muda, aktivis organisasi mahasiswa serta anak-anak “gaul”



Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Youth Carnival 2014 Siap Digelar

SURABAYA, -  Surabaya Youth Carnival (SYC) 2014, Event Kepemudaan Independen terbesar di Surabaya akan kembali digelar pada tanggal 7 Desember 2014. 

Sebagaimana informasi yang diterima melalui email bahwa acara tersebut bertempat di Surabaya Town Square, Kali ini Surabaya Youth Carnival akan mengusung tema industri kreatif dengan membawa 5 elemen industri kreatif yaitu Musik, Kuliner, Crafting, Design dan Film.

Beberapa penggiat industry kreatif yang turut ambil bagian dalam SYC 2014 antara lain JFlow, Dennis Adhiswara, Edi Brokoli, Inijie, Dendy Darman dan masih banyak lagi.

Ketua Panitia SYC 2014, Rizky Herdiansyah, menuturkan bahwa pemilihan industri kreatif sebagai tema Tahun ini didasari fakta bahwa industri ini bisa menjadi alternatif bagi perekonomian bangsa.

“Kita tengah menikmati fase bonus demografi dimana sebagian besar populasi kita anak muda. Anak muda dengan kreatifitasnya menjadi tulang punggu Industri Kreatif negeri ini. Kita bisa melihat dari tahun ke tahun jumlah pemasukan negara dari Industri kreatif. Kami berharap pelaksanaan SYC 2014 tidak hanya bisa membuat pemuda Surabaya semakin mengenal industri kreatif, tapi juga aktif menjadi pelaku.”ucapnya    

JFLOW, musisi Hiphop kenamaan Indonesia, berharap Industri kreatif bisa semakin mendapat tempat di Indonesia. Selain itu, dirinya juga berharap tekanan pasar tidak terus-menerus menjajah para musisi Indonesia dan membatasi mereka dalam menghasilkan karya musik yang berkualitas.

“Saatnya karya anak bangsa mendapat perhatian bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional. Indonesia memiliki pasar yang bagus, dan kita juga memiliki banyak sekali penggiat industri kreatif yang sangat produktif dalam berkarya. Kolaborasi seperti yang dilakukan oleh Surabaya Carnival merupakan sebuah inisiatif yang baik untuk mengembangkan industri kreatif kita. Saya yakin industri kreatif kita akan maju, bila semua pihak turut ambil bagian dalam pengembangannya.”ujarnya

Sementara itu, Dennis Adhiswara secara terpisah menyatakan harapannya agar para sineas muda kian mendapat kesempatan untuk berkembang dan diapresiasi oleh para penikmat seni.

 “Zaman berubah, berbagai kemudahan bisa kita dapat dengan perkembangan teknologi. Beberapa waktu yang lalu untuk membuat Film kita membutuhkan biaya yang cukup mahal. Sekarang, kita bisa membuat video dengan Kamera smartphone lalu upload ke youtube dan menjad webseries. Kita harus bisa melihat peluang di Industri kreatif, tentu tidak lupa pemerintah juga harus memberikan dukungan baik dalam bentuk pelatihan, bantuan pendanaan, maupun melindungi karya cipta yang dimiliki para sineas,”ujarnya

Melalui Surabaya Youth Carnival 2014, diharapkan bisa menginspirasi lebih banyak anak muda untuk menjadi penggiat industri kreatif. Selain itu, setelah kegiatan ini terselenggara, diharapkan akan ada lebih banyak kolaborasi antar komunitas/penggiat kreatif di Surabaya yang menjadi bagian dari tindak lanjut dari event ini. Peran serta Pemerintah Kota Surabaya juga dinantikan untuk bisa semakin mengembangkan industri kreatif di Kota Pahlawan.

Sebagai informasi, Surabaya Youth Carnival merupakan kegiatan kepemudaan independent dan not-for-profit yang diselenggarakan oleh pemuda Surabaya.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengingkatkan kepedulian anak muda Surabaya tentang berbagai isu sosial di sekitarnya yang dikemas secara kreatif dengan konsep pop culture cenderung disukai oleh pemuda.

Mengusung Tagline Juxtaposition, Surabaya Youth Carnival 2014 dilaksanakan dengan semangat untuk bisa menciptakan lebih banyak peluang melalui kolaborasi.

 Akan ada penampilan khusus dari Asosiasi Duta Wisata Indonesia dan Ikatan Raka Raki Jawa Timur, juga hiburan dari MOCCA, Mooikite, Taman Nada, Cotswolds, DJ Magia Negra, dan Stand Up Comedy.

Terdapat juga 30 komuntias kreatif yang hadir diantaranya: Beatlemania Surabaya, Grand Story Magazine, IMIKI, GSM Production, Startic AV Peduli, Komunitas MMK, KOI (Komunitas Illustrasi), Kokoro, TOYS (Tempat Orang Yang Senang), Click ITS, Monica Never Comes (MNC), NAW CRU x SLUG, Srikandi Project, Instameet Surabaya, Kemarin Sore Radio, STUDIO 6, Literoom Designlabs, JB43, Bird Fixed Gear, Indonesian Youth Motion, Sinematografi UA, MAFIAS Suraaya, Nebengers, and Boice Surabaya.

Juga 24 booth penggiat industry kreatif lokal Surabaya, BEARY ID, Cweamy Ice Cweam, Papepo drink, FASHIONISTAS, Giyomi Shop, Human Adventure Equipment, KRÈME patisserie, Gendhis Gantari Interior Works, Fancy Snack, ROLLIN RUBYN, Colony Project, Odette and Caramel, Bonclassy, Ersten jahr Company, House of Vintage, Talky Pillow, Klastik footwear, Glasch - Nitrogen Ice Cream, Handy Dandy, BUCAPÉ, Maw Wooden Company, Le Toujours, and House Of "RaWr".



Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Jumat, 05 Desember 2014

Tragedi Oryong 501, Menlu RI dan Korsel Lakukan Pembicaraan

SEOUL, - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi melakukan pembicaraan dengan koleganya dari Korea Selatan untuk membahas penanganan dan tindak lanjut daripada para WNI yang menjadi korban tenggelamnya Kapal Oryong 501.

Sebagaimana informasi yang disampaikan Kemenlu melalui email mengatakan Menlu Korsel menyampaikan bahwa hingga saat ini jumlah WNI yang berhasil ditemukan sebanyak 15 orang, 3 orang dalam kondisi selamat dan 12 orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. 3 orang yang selamat dilaporkan dalam kondisi baik.

Menurut Menlu Korsel proses pencarian masih terus berlangsung dan melibatkan 4 kapal Korea, 6 kapal Rusia, serta 1 kapal penjaga pantai dan 1 pesawat milik Amerika Serikat.

Hingga saat ini belum ditentukan batas waktu pencarian korban. Pihak Korsel bahkan akan menambah tim pencarian dengan mengirimkan 2 pesawat patroli dan 1 kapal khusus untuk melakukan pencarian (special rescue vessel).

Terkait rencana penanganan lebih lanjut terhadap para korban, disampaikan bahwa pada tanggal 7 Desember 2014 seluruh korban yang telah ditemukan akan dibawa dengan kapal Oryong 96 menuju pelabuhan Busan, Korsel.

Diperkirakan kapal akan tiba di Busan tanggal 20 Desember 2014 untuk selanjutnya dilakukan proses identifikasi para korban dengan mencocokkan data DNA (ante mortem dan post-mortem). Perusahaan Sajoo Industri juga telah memberikan komitmen untuk menanggung seluruh pembiayaan penanganan dan pemulangan para korban.

Pemerintah Korsel memberikan perhatian yang sangat serius terhadap insiden ini dan satuan tugas khusus yang dibentuk dipimpin langsung oleh Wakil Menteri.

Dalam kaitan ini, Menlu RI telah menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mengirim Tim dari Indonesia untuk mendukung proses identifikasi korban (DVI – Disaster Victim Identification) yang akan berlangsung di Busan. Menlu Korsel mengapresiasi kesiapan Indonesia tersebut.


Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Indonesia Sampaikan Pernyataan dalam Sidang Pelarangan Senjata Kimia

Dok. KBRI Den Haag
DEN HAAG, - Pemerintah Republik Indonesia melalui Kedutaan Besar RI untuk Kerajaan Belanda menghadiri Sidang Konferensi Negara-Negara Pihak pada konvensi Senjata Kimia (KSK) di DenHaag.

Sebagaimana informasi yang diterima melalui email menjelaskan  Delegasi Republik Indonesia, yang dipimpin oleh Bapak Ibnu Wahyutomo, Kuasa Usaha ad interim/Wakil Kepala Perwakilan – Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk Organisasi Pelarangan Senjata Kimia, telah menghadiri Sidang ke-19 Konferensi Negara-Negara Pihak pada Konvensi Senjata Kimia (KSK), di Den Haag, pada tanggal 1-5 Desember 2014.

Indonesia mendukung sepenuhnya perlucutan dan non-proliferasi seluruh kategori senjata pemusnah massal dalam rangka mencapai perdamaian dan keamanan dunia.

Sebagai instrumen yang paling efektif di bidang perlucutan dan nonproliferasi  senjata pemusnah massal,  Indonesia mendukung sepenuhnya pula upaya meningkatkan universalitas Konvensi dimaksud.

Indonesia menegaskan pula pentingnya penerapan sejumlah ketentuan pokok dalam Konvensi Senjata Kimia terkait dengan Pembangunan Ekonomi dan Teknologi,

Bantuan Perlindungan Terhadap Senjata Kimia, guna memajukan peningkatan teknologi dan perdagangan kimia untuk tujuan damai, serta guna menangkal kemungkinan penggunaan dan ancaman penggunaan senjata kimia.

Sejumlah kontribusi yang telah dilakukan Indonesia dalam rangka implementasi Konvensi Senjata Kimia turut pula disampaikan, khususnya terkait dengan pertukaran ahli yang terjalin melalui penyelenggaraan beberapa workshop dan seminar mengenai promosi keselamatan dan keamanan kimia.

Menutup pernyataan Indonesia, disampaikan pula bahwa Indonesia telah mencatat perkembangan di Suriah dan akan senantiasa mendukung Fact Finding Mission untuk dapat segera menyelesaikan laporan yang lebih komprehensif.

Terkait hal tersebut, Indonesia menyatakan kesanggupannya pula untuk mencari solusi damai dan menyeluruh berdasarkan konsensus.

Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Dirjen ILO Audiensi dengan Wakil Presiden dan Sektor Tenaga Kerja

JAKARTA, - Dalam rangka kunjungannya ke Indonesia, Direktur Jenderal Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Guy Ryder akan bertemu dengan pemangku kepentingan di negara ini terutama di sektor tenaga kerja.

Sebagaimana informasi yang diterima melalui email dari Kantor Perwakilan ILO di Jakarta mengatakan Direktur Jenderal ILO Guy Ryder akan mengunjungi Indonesia dari tanggal 10 hingga 13 Desember 2014.


Kunjungan ini adalah yang pertama ke Indonesia dilakukan oleh seorang Direktur Jenderal ILO. Selama di Jakarta sejumlah agenda sudah ada direncanakan.

Salah satunya yang utama adalah bertemu dengan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, kemudian juga akan berpartisipasi dalam pertemuan tripatrit nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Tenaga Kerja.

Pertemuan tripatrit ini sendir akan dihadiri Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan para Kepala Konfederasi Serikat Pekerja sebagai konstituen ILO.

Pertemuan ini akan membahas mengenai langkah-langkah dalam rangka memperkuat kerja sama antara ILO dengan Pemerintah Indoenesia serta para pemangku kepentingan dalam mewujudkan pekerjaan layak untuk semua di negeri ini.

Selain mengadakan pertemuan tripatrit, Dirjen ILO juga akan mengunjungi ke pabrik untuk berinteraksi dengan para management dan pekerja. Kegiatan ini juga sebagai bagian dari program ILO yaitu Better Work serta Sustaining Competitive and Responsible Enterprise (SCORE)

Selain berada di Jakarta, Dirjen ILO juga akan mengunjungi ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melihat program pekerjaan layak untuk ketahanan pangan yang diselenggarakan institusinya dengan Pemerintah Propinsi.

Menurut Direktur ILO Jakarta, Peter van Rooij mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan momen penting bagi bagi pihaknya maupun Indonesia terutama kabinet pemerintah Indonesia yang baru dan memberikan peluang untuk membahas serta mengkaji masalah ketenagakerjaan dan perburuhan di tingkat global maupun nasional.

“ Kunjungan ini merupakan momen penting bagi bagi ILO maupun Indonesia, terutama kabinet pemerintah Indonesia yang baru. Kunjungan ini akan memberikan peluang untuk membahas dan mengkaji masalah ketenagakerjaan dan perburuhan di tingkat global maupun nasional,”ucapnya.

Seperti diketahui Pemerintah Indonesia dan ILO telah menjalin kerjasama pada 12 Juni 1950 ketika masuk menjadi anggota badan PBB bidang perburuhan ini.



Kontak blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz.

Kamis, 04 Desember 2014

Makassar Jalin Kemitraan dengan Orel


OREL, - Kota Makassar, Sulawesi Selatan menjajaki kerjasama lintas sektor dengan Pemerintah Kota Orel, Rusia.

Sebagaimana informasi yang diterima dari Pensosbud KBRI Moskow melalui email mengatakan delegasi Makassar terdiri dari pejabat pemerintah kota Makassar didampingi misi seni budaya dari kota “Angin Mamiri” Makassar berkunjung ke kota Orel, Rusia yang berjarak sekitar 357 kilometer dari Moskow, dari tanggal 30 November-3 Desember 2014.

Tujuan kunjungan kerja dimaksud untuk menjajaki kerjasama di bidang pendidikan, perdagangan, pariwisata, teknologi dan infrastruktur.

Selain itu, kunjungan ke kota Orel ini sebagai balasan terhadap kunjungan Walikota Orel ke kota Makassar pada tanggal 13 Oktober 2014 yang lalu.

Diawali pertemuan dengan Gubernur Orel, Potomskii Vadim Vladimirovich di kantor Gubernur Orel tanggal 1 Desember 2014, yang menyampaikan bahwa kotanya dan Makassar sangat berpotensi untuk menjalin kerjasama.

“Orel dan Makassar sangat potensial untuk menjalin kerjasama khususnya di bidang perdagangan dan pendidikan, dengan Orel sebagai jendela ekspor impor produk-produk Indonesia, khususnya Makassar,”ucapnya

Selanjutnya bertempat di Kantor Walikota Orel ditandatanganinya kesepakatan Letter of Intent (LoI) mengenai kerjasama Sister City kota Orel dan kota Makassar antara Walikota  Orel, Sergei Stupin dengan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Kota Makassar, Rusmayani Madjid.

Penandatanganan LoI dimaksud yang turut disaksikan oleh Duta Besar RI, para pejabat teras pemerintah kota Makassar, Prof. Sudaryanto selaku Vice President Yayasan Makassar, dan wartawan SK Tribun Timur, bertujuan untuk kerjasama dalam bidang: a) pendidikan dan kebudayaan; b) pariwisata; c) perdagangan dan industri; d) teknologi dan infrastruktur.

‘Blusukan’ dilanjutkan dengan pertemuan bersama para pengusaha Orel tentang potensi kerjasama investasi Orel-Makassar. 

Hadir perusahaan Prompribor (perusahaan peralatan untuk tank minyak pertanian, pom bensin, stasiun pengisi gas), Dormash (perusahaan alat berat), Pumos (perusahaan lighting group), dan Sanofi-Aventis (perusahaan industri kimia).

Selain itu, pada hari berikutnya juga diadakan kegiatan kunjungan ke dua perusahaan di kota Orel, yaitu, perusahaan Prompribor dan Proton.

‘Diplomasi’ budaya Makassar,  tanggal 1 Desember 2014 malam hari, berlangsung dengan pergelaran seni dan budaya dengan tema “Analog Kultur, Indonesia-Rusia”, dengan penampilan tari tradisional dari Makassar serta sejumlah tarian tradisional dari Rusia.

 Pergelaran tersebut  mendapat sambutan meriah dan hangat dari pengunjung yang memenuhi   Gedung Budaya dan Kesenian kota Orel, ditengah-tengah udara luar yang membeku yang ditandai oleh turunnya salju di kota Orel.

Delegasi juga menghadiri peresmian Center of International Cooperation di Orel State University-ESPC (Education-Science Production Complex), tanggal 2 Desember 2014, yang merupakan salah satu agenda kegiatan di Orel. Center ini diprakarasi oleh Yayasan Makassar dan Orel State University-ESPC.

“Pembentukan Center ini telah dimulai prosesnya sejak 2 tahun lalu, dengan berkat dukungan Walikota, Rektor, Yayasan Makassar, serta KBRI Moskow, sehingga melahirkan Center ini”, ujar Prof. Sudaryanto sebagai Direktur Center seraya menyampaikan harapan agar para pelajar dari Indonesia dapat mengambil kesempatan untuk belajar di Orel State University.

Pada kesempatan itu  Rektor Orel State University-ESPC, menceritakan keunggulan  perguruan tingginya serta prestasi mahasiswa di Orel State University serta fasilitas yang dimiliki, serta menyambut baik potensi kerjasama di bidang pendidikan dengan Indonesia.

Kolaborasi Orel-Makassar di bidang budaya dilaksanakan dalam bentuk pertunjukkan Fashion Show tanggal 2 Desember 2014 dengan menampilkan karya desainer nasional,  Toto Supangat dengan penampilan busana modern corak kain etnik nusantara, khususnya Makassar, yang diiringi musik tradisional dari tim kesenian Makassar.








Sebaliknya kota Orel menampilkan fashion show, pertunjukkan tari tradisional Rusia, serta  penyanyi setempat.

Terkait dengan kerjasama kemitraan ini menurut Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Federal Rusia dan Republik Belarus, Djauhari Oratmangun mengatakan bahwa Kota Orel sudah mengulurkan tangan untuk bekerjasama dan bagaimana selanjutnya kerjasama ini berjalan.

“Pemerintah kota Orel sudah mengulurkan tangannya untuk membuka kerjasama ke depan antara kota Orel dan kota Makassar. Sekarang tinggal bagaimana pemerintah kota Makassar menyambutnya,”ucapnya


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Dubes Jepang Audiensi Menteri Bidang Maritim

JAKARTA, - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Kerajaan Jepang untuk Indonesia, Tanizaki Yasuaki kembali melakukan kunjungan kehormatan sebagai Kepala Perwakilan baru Jepang di Indonesia.

Kali ini Dubes Tanizaki melakukan kunjungan ke Kantor Kementerian Kemaritiman RI dan bertemu dengan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Prof Dr Indroyono Soesilo.

Sebagaimana informasi yang diterima dari Penerangan Kedutaan Jepang di Jakarta melalui email mengatakan bahwa kunjungan ini dilakukan pada Kamis (4/12) pada pukul 9.30 WIB.

Dalam pembicaraan yang berlangsung selama 30 menit ini kedua pemimpin saling bertukar pendapat tentang beberapa hal seperti gagasan poros maritime yang menjadi inisiatif dari Presiden Joko Widodo.

Selain bertukar pendapat, Dubes Tanizaki dan Menteri Indroyono juga membahas soa proses pembentukan pertemuan terkait dengan kerjasama bidang kemaritiman yang telah disepakati antara PM Jepang, Shinzo Abe dengan Presiden Joko Widodo dalam pembicaraan bilateral pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC yang berlangsung pada November 2014 lalu di Beijing, Tiongkok.

Untuk ke depannya, kami akan berupaya membangun hubungan kerja sama yang Baik
dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia yang
menjalankan Gagasan Poros Maritim,”ucapnya

Kontak Info > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Hadapi Persaingan Global, PSF Kembangkan Sistem Pendidikan Terbarukan


BOGOR, - Di tengah maraknya persaingan global dalam meningkatkan perekonomian suatu negara dibutuhkan sumber daya manusia yang berpotensi.

Hal yang utama untuk meningkatkan itu semua adalah melalui pendidikan berkualitas tinggi yang akan bersinergi dengan zona persaingan bebas, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Menurut Ainun Chomsun dalam sebuah acara media dan blogger Gathering yang diadakan oleh Putera Sampoerna Foundation mengatakn bahwa sistem pendidikan yang tepat dan berkualitas dapat menjadikan generasi muda Indonesia siap dalam menghadapi segala bentuk persaingan global seperti MEA 2015 mendatang,

“Sistem pendidikan yang tepat dan berkualitas dapat menjadikan generasi muda Indonesia siap menghadapi segala bentuk persaingan global seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Sudah waktunya Indonesia harus mengambil keberanian merancang ulang sistem pendidikan dan mengubahnya menjadi mesin penggerak pembangunan ekonomi, menciptakan lapangan kerja serta kualitas SDM,”ucapnya.

Sementara menurut Managing Director Putera Sampoerna Foundation, Nenny Soemawinata mengatakan pihaknya memiliki visi mencetak calon pemimpin masa depan Indonesia berkaliber tinggi serta membawa perubahan positif di lingkungan sekitarnya.

“Putera Sampoerna Foundation memiliki visi mencetak calon pemimpin masa depan Indonesia yang berkaliber tinggi dan memberikan perubahan positif di komunitas sekitarnya. Karena itulah PSF merancang sebuah sistem pendidikan bernama Sampoerna School Sistem untuk meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia,”ucapnya.

Nenny juga mengatakan bahwa untuk bisa mencetak generasi penerus bangsa yang berdaya saing global, sistem ini membekali siswa didik dengan kurikulu internasional yang tentunya sejalan dengan kurikulum 2013.

“Untuk dapat mencetak generasi penerus bangsa yang berdaya saling global, Sampoerna School Sistem membekali siswa didik dengan kurikulu internasional yang tentunya sejalan dengan Kurikulum 2013. Selain itu siswa didik dibekali dengan metode ajar yang dapat mengasah kemampuan soft skil serta membangun karakter siswa, memiliki etor kerja, motivasi yang tinggi, kreatif dan inovatif serta mampu menyesuaikan ketrampilan dan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan kerja,”ucapnya.

Terkait dengan STEM dari Putera Sampoerna Foundation ini M. Ikhlasul Amal Ph.D dari Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI mengatakan bahwa pendidikan seperti ini akan membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bernalar dan berpikir kritis, logis dan sistematis.

“Pendidikan berkualitas berbasis STEM sangat dibutuhkan guna meningkatkan kualitas SDM di Indonesia, mempersiapkan mereka dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 dan mewujudkan proyeksi Indonesia sebagai negara perekonomian terbesar ke-7 dunia pada tahun 2030.

Sebagai informasi, Sampoerna School System adalah sistem atau perjalanan pendidikan pertama di Indonesia yang mengimplementasikan kurikulum kelas dunia terbaik.

Sistem pendidikan ini mendukung perjalanan pendidikan siswa dari tingkat TK hingga tingkat universitas. Sistem pendidikan ini fokus pada pengembangan karakter dan menawarkan  jalur pendidikan yang diakui secara internasional dengan harga terjangkau.

Sampoerna School System berkomitmen mencetak siswa-siswi Indonesia yang terbaik dan berprestasi serta siap menghadapi tantangan global dengan mempersiapkan mereka secara akademis, mental, emosional dan memiliki basis teknologi abad ke-21.

Selain menawarkan pendidikan berstandar internasional, Sampoerna School System fokus pada pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering,& Math), yang dapat membentuk karakter siswa untuk biasa memecahkan masalah dan mengasah pemikiran kritis serta membentuk keuletan dan ketekunan siswa.

Saat ini, pendidikan berbasis STEM dipercaya sebagai landasan dalam pengembangan dan pembangunan bangsa, serta menjadi bekal dan amunisi untuk menghadapi persaingan global. 



Bahkan menurut National Science Foundation, dalam 10 tahun ke depan, 80% lapangan pekerjaan akan membutuhkan kemampuan kompetensi sains, teknologi, teknik dan matematika.

Sementara itu, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat, dalam empat tahun ke depan (tahun 2018), hampir 30 pekerjaan yang berkembang pesat akan memerlukan tenaga kerja dengan pengetahuan dan keterampilan memadai di bidang STEM.


Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz
Photo use Xiaomi RedMi 1S

Melia Hotel Hadirkan Resor Terbaru di Bali

JAKARTA, - Jaringan multinasional asal Spanyol, Melia Hotels International memperluas jaringannya dengan membuka hotel terbarunya di kawasan Bali-Indonesia.

Sebagaimana informasi yang diterima melalui email,  Meliá Hotels International telah menandatangani kesepakatan manajemen pengelolaan dengan PT Pilar Prambanan Investama, bagian perusahaan dari Podo Joyo Masyhur Group.

Meliá Ubud yang baru ini secara istimewa berada di sudut kota, dengan kemudahan akses dari seluruh pelosok pulau, dan hanya 45 menit berkendara dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, yang merupakan bandara ke-tiga yang tersibuk di Indonesia.

Angka terus menunjukkan bahwa hal ini merupakan tujuan wisata yang menjadi semakin populer selama beberapa tahun terakhir.

Resor ini dilengkapi dengan 49 kamar yang indah, termasuk tempat untuk menggelar acara-acara seperti acara pernikahan yang merupakan segmen pasar yang paling sukses di Bali  dan tempat relaksasi Spa YHI yang megah.

Saat upacara penandatanganan, Wakil Presiden Asia Pasifik Meliá Hotels International, Bernardo Cabot, menngatakan bahwa yang ada di Bali merupakan bagian dari pengembangan tujuan wisata.

“Brand Meliá telah hadir di Bali selama hampir 30 tahun dan menjadi bagian dari pengembangan tujuan wisata. Meliá Hotels International sangat gembira menambahkan Melia Ubud ke dalam portofolio kami, memberikan klien kami tambahan pilihan akomodasi dan meningkatkan peluang cross selling di antara properti kami di Nusa Dua, Benoa dan Legian.” ucapnya

Indonesia sendiri merupakan tempat yang sangat istimewa bagi Meliá Hotels International, dengan Bali pada tahun 1985 ketika Gabriel Escarrer membuka hotel internasional yang pertama milik perusahaan, Meliá Bali.

Dan, 30 tahun kemudian, Meliá Ubud akan menjadi hotel ke-empat di Bali dan hotel ke-sepuluh di Indonesia, bersama dengan Gran Meliá Jakarta, Meliá Bali, Meliá Purosani, Sol Beach House Benoa Bali, dan Gran Meliá Bintan yang mendatang, Meliá Surabaya, Innside Yogyakarta, Innside Makassar dan Sol House Legian, yang saat ini dalam tahap pre-opening.

Dengan penambahan hotel pada portofolionya, Meliá Hotels International terus berkembang di Asia Pasifik, dan sudah 20 hotel di kawasan ini termasuk negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Vietnam, Cina, dan Mongolia.

Sebagai informasi, didirikan pada 1956 di Palma de Mallorca (Spanyol), Meliá Hotels International merupakan salah satu perusahaan hotel terbesar di seluruh dunia serta pemimpin mutlak dalam pangsa pasar Spanyol.

Saat ini, beroperasi dan mendistribusikan lebih dari 365 hotel di 40 negara di 4 benua dengan merek: Gran Meliá, Meliá Hotels & Resorts, Paradisus Resorts, ME by Meliá, Innside by Meliá, Tryp by Wyndham dan Sol Hoteles.

Fokus stratejik yang berpusat pada pertumbuhan internasional telah membuat Meliá Hotels International menjadi perusahaan hotel Spanyol yang pertama dengan kehadirannya di pasar-pasar utama seperti China, Arabian Gulf (Teluk Arab) atau Amerika Serikat, serta mempertahankan kepemimpinannya di pasar tradisional seperti Eropa, Amerika Latin atau Karibia.

Dengan ketinggian derajat dalam globalisasi, serta model bisnis yang terdiversifikasi, rencana pertumbuhan yang konsisten didukung oleh kerjasama stratejik dengan investor utama dan komitmen terhadap kepariwisataan yang bertanggung-jawab merupakan kekuatan utama Meliá Hotels International, menjadi hotel Spanyol yang termuka di Corporate Reputation (Merco 2013).

Sementara itu, Meliá Hotels & Resorts adalah brand resor dan hotel milik Grup yang menggabungkan campuran fasilitas yang menakjubkan dan fungsional dalam pilihan tujuan bisnis dan leisure, seperti Meliá Kuala Lumpur - Malaysia, Meliá Jardim Europa - Sao Paolo, Meliá Caribe Tropical - Republik Dominika, Meliá Barcelona - Spanyol, Meliá Vendome - Paris, Meliá Whitehouse - London dan Meliá Zanzibar - Tanzania.

Brand ini dirancang untuk menawarkan kepada lima panca indera sebuah pengalaman baru dan inovatif melalui tradisi Spanyol yang unggul dalam perhotelan.

Semua hotel memperhatikan desain sensorik ditambah dengan dekorasi yang segar dan ramah, menyeimbangkan fungsi estetika dan desain.

Hotel Meliá menyediakan pengalaman VIP yang disebut “The Level” yang menawarkan lounge pribadi dengan bar terbuka, akomodasi kamar eksklusif, fasilitas kamar yang istimewa dan layanan yang terbaik. www.melia-hotels.com.



Kontak Info > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz

Rabu, 03 Desember 2014

Dubes Jepang Kunjungi Menteri Polhukam

JAKARTA, -  Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Kerajaan Jepang untuk Republik Indonesia, Tanizaki Yasuaki melakukan kunjungan kehormatan kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan RI, Tedjo Edhi Purdijatno.

Bertempat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI pada pukul 15:45 WIB

Pembicaraan antara Dubes Tanizaki dan Menteri Tedjo berlangsung hingga 16.30 WIB ini saling bertukar pendapat secara luas tentang kerjasama pada bidang kemaritiman terutama pengamanan laut.

Selain itu, kedua pemimpin ini pun berdialog tentang situasi keamanan jelang unjuk rasa yang berlangsung beberapa hari terakhir termasuk meminta jaminan akan keselamatan warga Jepang termasuk perusahaan asal negerinya yang berada di Indonesia.

Selain itu, Diplomat yang pernah bertugas di Jerman dan Rusia kalau itu bernama USSR pun menjelaskan tentang kebijakan bebas visa bagi WNI pemegang e-paspor dengan melakukan registrasi pra keberangkatan yang telah berlaku per-1 Desember.

Terkait dengan bebas visa ini, Dubes Tanizaki pun berharap kepada pemerintah Indonesia agar ikut melakukan apa yang dilakukan Jepang.

“Untuk ke depannya, kami akan tetap berupaya memperkokoh hubungan kerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia,”ucap mantan Dubes Jepang untuk Vietnam ini.


Kontak Info > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz