JAKARTA, - Nilai perdagangan
antara Iran dan Indonesia masih terlalu kecil dan harus ditingkatkan kembali
mengingat dua negara ini sangat berpotensi.
Hal ini disampaikan Wakil
Menteri Luar Negeri AM Fachir ketika menerima kunjungan kehormatan Duta Besar
Republik Islam Iran, Valioallah Mohammad Nasrabadi di Kemlu RI
“Nilai perdagangan bilateral
saat ini jelas tidak menunjukkan potensi yang sebenarnya. Untuk dua negara
besar seperti Indonesia dan Iran, bahkan nilai perdagangan USD 2 milyar
per-tahun masih terlalu kecil. Kedua negara harus me-reinvigorate bentuk kerja
sama ekonominya sehingga sanggup melampaui angka tersebut”, ucapnya
Sebagaimana dilansir dari
laman resmi Kemlu RI, senada dengan Wamenlu RI, Dubes Mohammadi menyampaikan
komitmen yang sama dari Pemerintah Iran untuk kembali meningkatkan nilai
perdagangan bilateral.
Salah satu cara, adalah
dengan melibatkan sektor perbankan kedua negara untuk mencari solusi bersama
permasalahan atas penyelesaian transaksi ekspor dan impor.
Nilai perdagangan bilateral
Indonesia dan Iran pada tahun 2013 dan 2014 hanya mencapai USD 568 juta dan USD
430 juta.
Padahal, total perdagangan
kedua negara sebelumnya selalu berada diatas USD 1 milyar. Penurunan signifikan
terjadi pada berhentinya impor migas Indonesia dari Iran, sebagai akibat sanksi
ekonomi perdagangan unilateral kepada Iran.
Potensi perdagangan kedua
negara sangat besar mengingat sifat perdagangan komplementer kedua negara. Iran
membutuhkan hasil-hasil pertanian dan perkebunan Indonesia seperti minyak
sawit, teh, dan kopi, sementara Iran adalah negara kaya minyak dan gas, serta
unggul pada industri energi, teknologi infrastruktur, dan manufaktur.
Walau demikian Wamenlu
mengingatkan bahwa meskipun tengah mengalami kesulitan pengembangan kerja sama
perdagangan bahwa kesempatan harus selalu diciptakan, sehubungan dengan hal
tersebut delegasi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) kedua negara telah
melakukan saling kunjung.
Diharapkan keberhasilan
negosiasi nuklir antara Iran dan negara-negara P5+1 di Lausanne, Swiss, pada
awal April 2015, memberikan optimisme tersendiri untuk meningkatkan hubungan
perdagangan dan investasi dengan Iran.
Untuk memajukan hubungan
people-to-people linkage guna semakin terjalinnya saling pengertian antara
masyarakat kedua bangsa, kedepanya kedua belah pihak sepakat untuk
mengembangkan kerja sama Riset dan Teknologi, Pariwisata, Budaya, dan
Pendidikan.
Terkait Peringatan
Konferensi Asia-Afrika (KAA) tahun 2015, Wamenlu RI mengapresiasi konfirmasi
kehadiran Presiden Iran Dr. Hassan Rouhani yang diyakini akan memberikan
kontribusi besar, mengingat posisi Iran saat ini sebagai pemegang keketuaan
Gerakan Non-Blok.
Selain itu, Wamenlu juga
menyambut baik rencana delegasi pengusaha Iran yang akan hadir dalam ajang
Asia-Africa Business Summit 2015.
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/catatanLorcasz