Sabtu, 11 April 2015

Membangkitkan Semangat Kerja Sama Ekonomi Perdagangan Indonesia-Iran

JAKARTA, - Nilai perdagangan antara Iran dan Indonesia masih terlalu kecil dan harus ditingkatkan kembali mengingat dua negara ini sangat berpotensi.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir ketika menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Republik Islam Iran, Valioallah Mohammad Nasrabadi di Kemlu RI

“Nilai perdagangan bilateral saat ini jelas tidak menunjukkan potensi yang sebenarnya. Untuk dua negara besar seperti Indonesia dan Iran, bahkan nilai perdagangan USD 2 milyar per-tahun masih terlalu kecil. Kedua negara harus me-reinvigorate bentuk kerja sama ekonominya sehingga sanggup melampaui angka tersebut”, ucapnya

Sebagaimana dilansir dari laman resmi Kemlu RI, senada dengan Wamenlu RI, Dubes Mohammadi menyampaikan komitmen yang sama dari Pemerintah Iran untuk kembali meningkatkan nilai perdagangan bilateral.

Salah satu cara, adalah dengan melibatkan sektor perbankan kedua negara untuk mencari solusi bersama permasalahan atas penyelesaian transaksi ekspor dan impor.

Nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Iran pada tahun 2013 dan 2014 hanya mencapai USD 568 juta dan USD 430 juta.

Padahal, total perdagangan kedua negara sebelumnya selalu berada diatas USD 1 milyar. Penurunan signifikan terjadi pada berhentinya impor migas Indonesia dari Iran, sebagai akibat sanksi ekonomi perdagangan unilateral kepada Iran.

Potensi perdagangan kedua negara sangat besar mengingat sifat perdagangan komplementer kedua negara. Iran membutuhkan hasil-hasil pertanian dan perkebunan Indonesia seperti minyak sawit, teh, dan kopi, sementara Iran adalah negara kaya minyak dan gas, serta unggul pada industri energi, teknologi infrastruktur, dan manufaktur.

Walau demikian Wamenlu mengingatkan bahwa meskipun tengah mengalami kesulitan pengembangan kerja sama perdagangan bahwa kesempatan harus selalu diciptakan, sehubungan dengan hal tersebut delegasi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) kedua negara telah melakukan saling kunjung.

Diharapkan keberhasilan negosiasi nuklir antara Iran dan negara-negara P5+1 di Lausanne, Swiss, pada awal April 2015, memberikan optimisme tersendiri untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi dengan Iran.

Untuk memajukan hubungan people-to-people linkage guna semakin terjalinnya saling pengertian antara masyarakat kedua bangsa, kedepanya kedua belah pihak sepakat untuk mengembangkan kerja sama Riset dan Teknologi, Pariwisata, Budaya, dan Pendidikan.

Terkait Peringatan Konferensi Asia-Afrika (KAA) tahun 2015, Wamenlu RI mengapresiasi konfirmasi kehadiran Presiden Iran Dr. Hassan Rouhani yang diyakini akan memberikan kontribusi besar, mengingat posisi Iran saat ini sebagai pemegang keketuaan Gerakan Non-Blok.

Selain itu, Wamenlu juga menyambut baik rencana delegasi pengusaha Iran yang akan hadir dalam ajang Asia-Africa Business Summit 2015.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/catatanLorcasz