JAKARTA, - Hari ini sebanyak
43 WNI evakuasi dari Yaman kembali ke tanah air menggunakan penerbangan QR 956
dengan jadwal ketibaan Pukul 15.15 WIB di Bandara Internasional Soekarno Hatta,
Cengkareng.
Dengan ketibaan tersebut,
maka total WNI yang telah dievakuasi dari Yaman sejak Desember 2014 hingga hari
ini berjumlah 1036 orang.
Sebagaimana dilansir dari
laman resmi Kemlu,keadaan keamanan di Yaman, khususnya di bagian Barat Yaman
sekitar kota Aden dan Sana’a masih memprihatinkan.
Kontak senjata antara pihak
yang bertikai semakin meluas. Keadaan ini mempersulit upaya evakuasi dan
mengharuskan Tim Percepatan Evakuasi WNI untuk terus menyesuaikan skenario,
langkah dan proses evakuasi.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Indonesia
telah mengirimkan Tim terpadu ke Yaman dan Salalah, Oman untuk melakukan
intensifikasi evakuasi WNI termasuk dengan mengerahkan satu pesawat TNI AU
Boeing 737-400 dan satu kapal yang disewa dari Djibouti.
Tim terdiri dari 48 personil
meliputi unsur Kementerian Luar Negeri (19 orang), TNI AU (21 orang), Polri (7
orang), dan BIN (3 orang).
Tim yang ditugaskan di
Hudaydah, Tarim, Al-Mukalla, Aden (Yaman) serta Salalah (Oman) dan Djibouti
terus melakukan pendataan dan pendekatan kepada otoritas terkait serta memantau
situasi untuk selanjutnya melakukan evakuasi keluar Yaman.
Disamping itu, Tim Evakuasi
di wilayah Yaman Selatan masih terus menjajaki ketersediaan kapal dari Djibouti
untuk menjemput WNI yang ada di Kota Aden, mengingat banyak kapal yang takut
berlabuh ke kota tersebut dikarenakan kondisi keamanan tidak stabil.
Indonesia menyesalkan
kembali terjadinya korban sipil dalam pertikaian di Yaman. Pemerintah Indonesia terus menyerukan agar semua
pihak menahan diri dan memperhatikan keselamatan warga sipil, baik itu warga
Yaman maupun warga asing.
Sementara itu, Menlu RI
telah meminta kepada semua pihak di Yaman agar memberlakukan jeda kemanusiaan
(humanitarian pause) guna memberikan kesempatan bagi warga sipil dievakuasi
keluar dari Yaman.
Dalam hal ini Menlu telah
memerintahkan Watap RI di PBB untuk mendorong Dewan Keamanan (DK) PBB
mengeluarkan resolusi terkait jeda kemanusiaan (humanitarian pause).
Kesempatan ini akan
digunakan oleh Pemerintah RI untuk melakukan evakuasi WNI secepatnya dari
Yaman.
Hingga kini, masih terdapat
sejumlah WNI yang berada diberbagai penampungan/safe house dan menunggu
evakuasi selanjutnya dengan rincian di Sana’a 58 orang, Hudaydah 37 orang, Tarim 423 orang,
Mukalla 260 orang, dan Aden 111 orang
Pemerintah Indonesia terus
meminta agar seluruh WNI di Yaman bersedia untuk dievakuasi selama masih
memungkinkan dan sebelum situasi semakin memburuk.
Pemerintah juga meminta
keluarga WNI yang ada di Indonesia mendorong keluarganya di Yaman untuk
bersedia dievakuasi.
Sementara, Senin (13/4), 90
WNI lainnya akan tiba Pukul 10.30 WIB di Bandara Halim Perdana Kusuma
menggunakan Pesawat Boeing 737-400 milik TNI AU.
Adapun, kedatangan 90 WNI
tersebut direncanakan akan disambut oleh Menteri Luar Negeri dan Panglima TNI.
Selanjutnya, Selasa 14/4/2015, 360 WNI dijadwalkan akan tiba di Bandara
Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng Pukul 10.00 WIB menggunakan charter
flight.
Operasi evakuasi Yaman
melibatkan 5 Perwakilan RI yaitu KBRI Sana’a, KBRI Riyadh, KBRI Muscat, KBRI Addis
Ababa yang merangkap Djibouti dan KJRI Jeddah.
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz