JAKARTA, - Setelah ketibaan
220 WNI evakuasi dari Yaman pada tanggal 5 dan 6 April 2015 kemarin, hari ini
Pemerintah RI kembali memulangkan 60 WNI menggunakan penerbangan Emirates EK
358 ETA 22.30 WIB.
Sebagaimana diinformasikan
Direktorat Informasi dan Media Kemlu RI melalui email menjelaskan dalam waktu
yang berdekatan yaitu 9 April 2015 Pukul 02.10 WIB dengan penerbangan Qatar QR
958 akan tiba pula 10 WNI lainnya. Ketibaan WNI tersebut akan disambut oleh
Pejabat dan Staf dari Kementerian Luar Negeri.
Keadaan keamanan di Yaman,
khususnya di bagian Barat Yaman sekitar kota Aden dan Sana’a semakin
memprihatinkan.
Kontak senjata antara pihak yang bertikai
semakin meluas. Keadaan ini mempersulit upaya evakuasi dan mengharuskan Tim
Percepatan Evakuasi WNI untuk terus menyesuaikan skenario, langkah dan proses
evakuasi.
Tim evakuasi tetap berpegang
pada prinsip melakukan evakuasi secara cepat, aman dan efisien.
Selain itu, Indonesia juga
menyesalkan kembali terjadinya korban sipil dalam pertikaian di Yaman. Pemerintah Indonesia terus menyerukan agar
semua pihak menahan diri dan memperhatikan keselamatan warga sipil, baik itu warga
Yaman maupun warga aisng.
Menlu RI meminta kepada
semua pihak di Yaman agar memberlakukan jeda kemanusiaan (humanitarian pause)
guna memberikan kesempatan bagi warga sipil dievakuasi keluar dari Yaman.
Dalam hal ini Menlu telah
memerintahkan Watap RI di PBB untuk mendorong Dewan Keamanan (DK) PBB
mengeluarkan resolusi terkait jeda kemanusiaan (humanitarian pause).
Kesempatan ini akan
digunakan oleh Pemerintah RI untuk melakukan evakuasi WNI secepatnya dari
Yaman.
Sementara itu, pada hari
ini, Tim Percepatan Evakuasi WNI yang bertugas di Tarim telah berhasil
mengumpulkan WNI dari wilayah Yaman Timur
untuk dibawa menuju Salalah, Oman dengan jarak tempuh selama 4 jam dan
untuk selanjutnya dipulangkan ke Indonesia.
Sementara itu, Tim
Percepatan Evakuasi WNI di wilayah Yaman Barat masih terus melakukan pendataan
dan pendekatan kepada otoritas terkait serta memantau situasi untuk selanjutnya
melakukan evakuasi keluar Yaman.
Sementara itu, Tim Evakuasi
di wilayah Yaman Selatan masih terus menjajaki ketersediaan kapal dari Djibouti
untuk menjemput WNI yang ada di Kota Aden, mengingat banyak kapal yang takut
berlabuh ke kota tersebut dikarenakan kondisi keamanan tidak stabil.
Sejak proses evakuasi
dimulai pada Desember 2014 dan intensifikasi evakuasi pada 25 Maret 2015,
sebanyak 792 WNI telah dievakuasi dari Yaman.
Dengan demikian, hingga 9
April 2015 sebanyak 770 WNI telah kembali ke Indonesia. Hingga kini, masih
terdapat sejumlah WNI yang berada diberbagai penampungan/safe house dan
menunggu evakuasi dengan rincian di Aden 89 orang, Sana’a 50 orang, Al-Mukalla
200 orang dan Tarim 444 orang.
KBRI Sana’a berfungsi secara
penuh di Salalah, Oman, dan terus melaksanakan tugasnya untuk memberikan
perlindungan dan pelaksanaan evakuasi WNI.
Pemerintah Indonesia terus
meminta agar seluruh WNI di Yaman bersedia untuk dievakuasi selama masih
memungkinkan dan sebelum situasi semakin memburuk. Pemerintah juga meminta
keluarga WNI yang ada di Indonesia mendorong keluarganya di Yaman untuk
bersedia dievakuasi.
Seperti diketahui Pemerintah
Indonesia telah mengirimkan tim terpadu ke Yaman dan Salalah, Oman untuk
melakukan intensifikasi evakuasi WNI termasuk dengan mengerahkan satu pesawat
TNI AU Boeing 737-400 dan satu kapal yang disewa dari Djibouti.
Tim yang terdiri 43 personil
meliputi unsur Kementerian Luar Negeri (14 orang), TNI AU (21 orang), Polri (7
orang), dan BIN (3 orang). Tim terus mencari cara untuk dapat melakukan evakuasi
cepat, aman dan efisien.
Operasi evakuasi Yaman
melibatkan 5 Perwakilan RI yaitu KBRI Sana’a, KBRI Riyadh, KBRI Muscat, KBRI Addis
Ababa yang merangkap Djibouti dan KJRI Jeddah
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz