Rabu, 08 April 2015

Indonesia-Kanada Jalin Kemitraan dalam Hal UKM

JAKARTA, - Indonesia dan Kanada menjalin kemitraan dalam mengembangkan kapastias Usaha Kecil Menengah dalam negeri dalam memasuki pasar global.

Dalam siaran persnya, Kemitraan ini terjadil dalam Indonesia-Canada Trade and Private Sector Assistance (TPSA) Project.

Menurut Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel mengatakan kerja sama ini sangat sinergi dan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kapasitas UKM Indonesia dalam masuki pasar global.

“Kerja sama ini sangat sinergi untuk dapat dimanfaatkan bagi pengembangan kapasitas UKM Indonesia dalam memasuki pasar global yang berkembang sangat dinamis dan kompetitif,”ucapnya.

Sementara itu menurut Dirjen PEN mengatakan pihaknya melirik produk UKM karena bisa melipatgandakan ekspor Indonesia dengan penguatan dan pemberdayaan kaum perempuan.

“Kami ingin mencetak lebih banyak perempuan pengusaha untuk memperkuat peran UKM. Dan kerja sama ini merupakan salah satu upaya yang penting untuk mencapai target peningkatan ekspor sebesar USD 1,82 miliar pada tahun 2019 ke pasar Kanada,”ucapnya

Sebagai informasi, Kerja sama ini di tandantangani oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Kanada untuk Indonesia, Donald Bobiash.

Dalam proyek TPSA ini berdurasi selama lima tahun dengan kucuran dana senilai 12 juta dolar Kanada atau sekitar USD10,5 juta

Perdagangan Indonesia dengan Kanada berbanderol USD2,61 miliar pada tahun 2014 lalu dimana mengalami penurunan sekitar 9,49 persen bila dibandingkan pada tahun 2013 yang mencapai USD2,85 miliar

Untuk Ekspor Indonesia di tahun 2014 juga mengalami penurunan sekitar USD755,02 juta sementara pada tahun 2013 sekitar USD782,35 juta.




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz