JAKARTA, - Indonesia dan
Kanada menjalin kemitraan dalam mengembangkan kapastias Usaha Kecil Menengah
dalam negeri dalam memasuki pasar global.
Dalam siaran persnya,
Kemitraan ini terjadil dalam Indonesia-Canada Trade and Private Sector
Assistance (TPSA) Project.
Menurut Menteri Perdagangan,
Rachmat Gobel mengatakan kerja sama ini sangat sinergi dan dapat dimanfaatkan
untuk pengembangan kapasitas UKM Indonesia dalam masuki pasar global.
“Kerja sama ini sangat
sinergi untuk dapat dimanfaatkan bagi pengembangan kapasitas UKM Indonesia dalam
memasuki pasar global yang berkembang sangat dinamis dan kompetitif,”ucapnya.
Sementara itu menurut Dirjen
PEN mengatakan pihaknya melirik produk UKM karena bisa melipatgandakan ekspor
Indonesia dengan penguatan dan pemberdayaan kaum perempuan.
“Kami ingin mencetak lebih
banyak perempuan pengusaha untuk memperkuat peran UKM. Dan kerja sama ini
merupakan salah satu upaya yang penting untuk mencapai target peningkatan
ekspor sebesar USD 1,82 miliar pada tahun 2019 ke pasar Kanada,”ucapnya
Sebagai informasi, Kerja
sama ini di tandantangani oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional
(Dirjen PEN) Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak dengan Duta Besar Luar
Biasa dan Berkuasa Penuh Kanada untuk Indonesia, Donald Bobiash.
Dalam proyek TPSA ini
berdurasi selama lima tahun dengan kucuran dana senilai 12 juta dolar Kanada
atau sekitar USD10,5 juta
Perdagangan Indonesia dengan
Kanada berbanderol USD2,61 miliar pada tahun 2014 lalu dimana mengalami
penurunan sekitar 9,49 persen bila dibandingkan pada tahun 2013 yang mencapai
USD2,85 miliar
Untuk Ekspor Indonesia di
tahun 2014 juga mengalami penurunan sekitar USD755,02 juta sementara pada tahun
2013 sekitar USD782,35 juta.
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz