JAKARTA, - Terkait adanya
kebijakan pemerintah dimana setiap perangkat ponsel yang dicanangkan harus ada
Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) membuat Xiaomi berminat untuk membuka
pabrik di tanah air.
Hal ini disampaikan Steve
Vickers selaku GM Asia Tenggara Xiaomi saat peluncurkan kerja sama bundling
ponsel Xiaomi dan XL namun dirinya tidak mengarahkan untuk membuka pabrik namun
lebih kepada menggandeng mitra lokal untuk merakit perangkatnya.
“Targetnya tahun (2015) ini
bisa merakit di Indonesia. Saat ini kami tengah mencari electronic manufacturing
service (EMS) yang akan kami percaya untuk melakukan perakitan,”ucapnya.
Namun Steve tidak
menjelaskan sejauh apa proses yang akan dilakukan pihaknya untuk mewujudkan
TKDN tersebut.
Saat ini Xiaomi mengandalkan
jaringan Erajaya untuk pasarkan produk dengan offline, sedangkan untuk online
produsen asal Tiongkok ini melakukan kemitraan dengan Lazada dan bertambah
dengan hadirnya Elevania.
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz